
_skip_
jam didinding sudah menunjukkan pukul 7 malam.
nampak Lilian tengah menunggu kepulangan dari suaminya dengan posisi duduk gelisahnya.
"dosen? guru atau semacamnya apa ada pulang semalam ini...(Amar membuka obrolan dimalam itu)". Amar
"dad, jangan bebani Lilian dengan pemikiran burukmu... mungkin Harun memiliki kerjaan sampingan selain sebagai tenaga pengajar, mungkin Harun terlalu bersemangat bekerja hingga lupa waktu, karena ia menyadari akan segera memiliki buah hati...cucu kita!!!".mom Putri
"mom...dad, Lilian masuk ke kamar dulu...(Lilian yang semula terlihat gelisah dalam duduknya akhirnya bangkit memutuskan melangkahkan kakinya kedalam kamar tidurnya)". Lilian
mom putri melirik sang suami.
"Daddy...(menatap gemas)". mom Putri
"hihi... ampun (mengatupkan kedua tangannya)". Amar
"Daddy kenapa menjadi labil bila menyangkut menantu alim kita yang satu ini sih...(mencubit geregetan)". mom Putri
"aw...aw..ampun mom, bukan maksud Daddy membuat Lilian kita sedih, tapi Daddy Curiga saja dengan dosen culun itu...!". Amar
"cukup dad, jangan sebut menantu kita seperti itu lagi (galak), tidakkah kau merasakan cinta yang Lilian tunjukkan...ucapanmu itu pasti telah menyakiti Lilianku (mom Putri ikut memutuskan beranjak namun dicegat Amar dengan memegangi lengan milik Sang istri)".mom Putri
"tunggu, aku minta maaf...aku tidak akan mengucapkan sebutan itu lagi dihadapan Lilian...!". Amar
"apa kau bisa dipercaya mas...(melembut)".mom Putri
"tentu, bukannya bidadariku ini sudah mengetahui ketulusan akan hati hamba ini?! (menggoda dalam rasa tunduknya)". Amar
"Hem... baiklah aku percaya padamu mas, sekarang ceritakan apa saja yang kau lalui di luar sana seharian ini. apa kau sudah memiliki sebuah tanda tangan kontrak dengan salah satu perusahaan? (dengan binar harap)".mom Putri
__ADS_1
"Hem... huffft, (memasang wajah tiba-tiba kusam) sepertinya aku sudah tidak laku mom... selain umurku, mungkin ini ada kaitannya dengan campur tangan tuan Alex. hah.... begitu tidak disangka semua perusahaan telah menolakku, ini sama saja rasanya seperti ditolak olehmu ketika kau tengah merajuk...(melemah dengan mengerucutkan bibirnya)". Amar
"Hem... semangat terus jangan pantang menyerah ya mas, huffft.....(menghela nafas panjangnya) meskipun sulit tapi aku yakin pastilah ada saja kemudahan didepan sana. aku akan selalu mendoakan segala kebaikkan untukmu mas...(mom Putri mengelus pelan punggung lebar itu dengan tatapan sayangnya, ya dialah pemilik hatinya laki-laki yang selalu berjuang untuk dirinya)".mom Putri
"Hem... terima kasih sayang kau selalu membuatku selalu merasa lebih kuat untuk menjalani hidup ini, aku sangat menyayangimu. (Amar dan mom Putri saling menguatkan dan memberikan dukungannya)". Amar
sementara itu.
terlihat sebuah mobil sederhana (nampak tidak baru dan tidak juga buruk) baru saja memarkirkan kendaraannya disebuah pelataran sebuah restoran dipinggiran jalan.
sang pengemudi turun dengan langkah santai namun mengandung sisi lain yang misterius dengan wujud keserdehanaan nya.
"maafkan aku paman, apa kau telah menungguku terlalu lama (laki-laki dewasa dengan sebuah kacamata bacanya yang selalu bertengger diantara dua bola mata berwarna coklatnya) ... duduklah (disaat nerta berkacamata itu melihat sang lawan bicara berdiri bermaksud memberikan penghormatan kepadanya)". Harun
"Noah....(tercegat)". yang disebut sebagai Paman
"jangan memanggilku dengan sebutan itu paman (netranya menelisik keadaan sekitar)". Harun
"aku telah menemukan gadis itu Paman, aku telah menikahi gadis pilihanku itu....(dengan bibir menampilkan senyum samar dalam keriangan penuh arti).
itulah yang membuatku bertahan dinegri ini, dan paman harus tau aku sudah benar berhenti dalam dunia yang silam. aku tidak mau menafkahi seseorang yang sudah menjadi bagian dihidupku dengan senjata dan api, (bergetar dalam ucapanya) aku tidak mau hal itu menyakiti mereka secara perlahan tapi pasti)". Harun
"huffffftssss....(membuang nafas beratnya) seperti itu ya?!!!!.
lalu bagaimana dengan pilihan kakakku? kau terlalu keras untuk diruntuhkan Harun? secara jelas kau memang sangat menggaris turuni sikap dan tindakan orang tuamu namun kalian terlihat berbeda haluan saja!!!
Hem... seperti apa rupa istrimu, apakah princess Anna masih bisa ada yang menandingi? (tersenyum penasaran)". yang disebut sebagai Paman
"Rajaku sudah menemukan pengganti ku Paman , sainganmu!!!.
itulah arti dari sebuah gend Paman, namun aku akan memperbaiki keturunanku dengan seorang gadis yang sudah aku miliki.
__ADS_1
Gadis paling bersinar adalah istriku seorang. bagiku luar dan dalamnya seseorang Lilian Putri Alamsyah masihlah begitu murni. mantapkanlah hatimu Paman, aku tidak mau jikalau suatu hari nanti kau juga akan goyah dengan kemantapan hatimu untuk memihakku!!!.
jangan pernah samakan atau bandingkan istriku dengan wanita manapun (tegas), bagiku Anna hanyalah perempuan s..-pah yang berwujud bak Putri dongeng, aku sungguh beruntung menemukan sosok yang kini sudah menjadi istriku...apa kau sekarang paham Paman!!!.
2 hari hanya waktu itu yang kau punya untuk bertahan disini, aku titip salam untuk maldi ...". Harun
"(geleng-geleng kepala) aku tidak akan goyah dengan kemantapan hatiku (menerawang, ya kisahnya begitu pilu keluarga yang semulanya baik-baik saja berganti seperti sebuah kisah dalam neraka.... istrinya berubah, istrinya mencintai teman seperjuangannya sendiri, entah apa yang ada dibenak sang istri, suaminya yang setia segenap hati diam-diam beralih hati kepada seseorang yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri).
Lilian Putri Alamsyah???!!! (sepertinya aku pernah mendengar nama itu) .... membatin.
Harun aku sangat paham dengan ketelitianmu.. namun aku tidak habis fikir kau melepaskan kerajaanmu dengan cara yang seperti ini, ini begitu meneggangkan... bocah!. (terkekeh, ya walau bagaimanapun umur Harun masih sangat jauh dibawahnya tapi paman ini begitu bangga akan keputusan yang keponakannya sendiri ambill).
tapi asal kau tau paman akan tetap mendukungmu,bahkan sampai titik darah penghabisan (ya ternyata kakaknya secara tidak langsung lebih memihak kepada suami baru dari seseorang yang sudah dianggap sebagai saudaranya itu/tangan kanan kakaknya).
Maldi akan merindukanmu Harun, itu pasti!.
jadi benar kau akan tetap pada pilihan ini, baiklah mungkin ini terakhir kalinya aku akan berjumpa denganmu dalam kurun waktu yang lama ,kita akan bertemu 1 tahun kedepan (mantap,nya paman ini akan meneruskan bisnis terlarangnya namun tanpa seorang yang dulu sangat disayanginya/yang disebut sebagai raja)". yang disebut sebagai Paman
🌷 Maldi siapakah dia! kenapa pamannya Harun menyebutkan Maldi akan merindukan Harun???
yang penasaran dan semakin penasaran favoritkan terus ya...
salam semangat!!! : kuda manis🌷
_skip_
"dosen...(matanya menatap senang akan kepulangan Harun, Lilian menghamburkan diri memeluk seseorang yang kini sudah sah menjadi suaminya)". Lilian
"ahk...(kaget, kepulangannya disambut dengan sebuah pelukan dari seseorang yang sangat ia inginkan, entah itu pertanda pelukkan apa tapi yang Harun rasakan itu adalah sebuah pelukkan kerinduan seseorang dengan dekapan hangatnya).
Hem...aku ada disini, aku sudah pulang. kau tidak perlu khawatir lagi (membalas senang pelukan Sang istri dengan sayang)" Harun
__ADS_1