Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Terulang lagi


__ADS_3

🌾 Di Kediaman Amar 🌾


Putri yang berjalan bolak-balik dengan terus menautkan jemarinya terasa begitu cemas itu terlihat beberapa kali mengintip di tirai untuk melihat keadaan halaman depan ia berharap netranya dapat melihat sosok gadis cantik nan manis berlari kearahnya dan memanggilnya dengan senyuman manis khasnya.


"Lilian sayang,..dimana kamu nak, mommy sangat merindukanmu...(air matanya terasa sudah kering Putri sejak berjam-jam lalu menangis tanpa henti dalam kesedihannya)". Putri


Semenjak Amar meninggalkan Putri untuk mencari anaknya. sudah hampir 1 jam berlalu Putri menunggu dengan segala kerisauan dan harapannya yang ada, tiada kabar yang ia dapatkan ,suaminyapun belum memberikan kabar terbarunya.


"Hiks..., Lilian semoga kau tidak apa-apa diluar sana nak. mommy sangat merindukanmu sayang. ya Allah pertemukanlah hamba dengan anakku kembali!!!..... dalam doanya". Putri


Beberapa selang menit kemudian Putri mendengar deru suara mobil yang mulai memasuki pelataran dihalaman rumahnya dan terlihat mulai memarkirkan diri yang menghentikan lajunya.


mendengar ada suara mobil dihalaman rumahnya Putri antusias mengintip dan mencoba mencari jawaban.


mobil yang baru pertama kali ia lihat tengah terparkir rapih di halaman rumahnya dan sesaat kemudian sosok tampan keluar dari mobil tersebut dengan setelan resminya. disusul dengan sosok cantik manis yang begitu ia sangat rindukan...dia adalah Lilian anak yang diberitahukan di bawa/diculik seorang yang sudah dikantongi identitasnya.


"Lilian....(berteriak histeris, Putri langsung pergi keluar untuk menemui putri tersayangnya itu, ia begitu sangat merindukannya walau baru beberapa jam saja tidak bertemu rasanya ia sudah sangat begitu lama tidak berjumpa dengannya)". Putri


"Mommy.....(Lilian berteriak dan menangis sesenggukan berlari ke arahnya, ia begitu senang akhirnya ia bisa kembali kedalam dekapan sang mom tersayangnya) Lilian tadi diculik mom, untung ada kakak tampan yang menyelamatkan Lilian...". Lilian


"Eem...(mengangguk) mom sangatlah lega Alhamdulillah kau baik-baik saja nak (mom Putri memeriksa setiap inci dari fisik anaknya)". Putri


"Terima kasih tuan...oh...wajahmu (Putri yang baru memperhatikan seseorang laki-laki berusia sangatlah muda dengan rupa tampannya dengan luka-luka diwajahnya, ia baru tersadar dan melihat dengan jelas disaat pemuda itu mendekat kearahnya dan putri tercintanya Lilian)". Putri


_Skip_


"Kesayanganku... syukurlah (Amar yang baru datang langsung menerobos masuk kedalam rumah untuk menemukan sosok yang sangat ia jaga dan sayangi dengan langkah cepatnya)". Amar

__ADS_1


Ya Amar sangatlah takut jika apa yang pernah dialami Amira akan dialami oleh Lilian juga, saat Amira disekap di markas Dani dulu. namun alangkah leganya saat istri tercintanya menelponnya dan memberikan kabar bahagia bahwa putri tercintanya telah pulang dengan keadaan baik-baik saja, namun ada sedikit penasaran didalam hatinya siapakah yang sudah menyelamatkan putri kesayangannya?.


"Daddy......(Lilian berlari kearah daddynya yang baru datang dan berhambur kedalam dekapan hangatnya) dad... Lilian takut, paman itu mengaku sebagai karyawan daddy dan paman itu bilang kalau daddylah yang mengutusnya untuk menjemput Lilian!!! tapi untunglah ada seorang kakak tampan yang menolong Lilian (dengan pipi meronanya disaat ia mengucapkan kakak tampan Lilian terbayang akan sosoknya)". Lilian


"Hem....tenanglah sekarang kau aman. Lilian bukannya daddy dan mommy sudah memperingatkan kepadamu agar lebih teliti dan hati-hati tolong kabari orang rumah bila kau menemukan hal yang aneh dan mencurigakan". Amar


"Maafkan Lilian...(menunduk dengan nada merasa bersalahnya)". Lilian


"Dad....(Putri mencoba menengahi dan memperingatkan suaminya supaya pelan kepada Lilian)". Putri


"Huffftt... (dengan helaan beratnya) untuk mulai sekarang kau belajar dirumah dulu daddy tidak mau lagi kejadian ini terulang lagi , daddy bukannya marah kepadamu Lilian daddy hanya tidak ingin kau kenapa-kenapa (dengan sorot penuh sayangnya)". Amar


"Baiklah dad, Lilian mengerti (patuh tanpa penolakkan yang berarti dia sendiri sadar masih belum bisa untuk menjaga dirinya sendiri dari bahaya dunia luar)". Lilian


"Sayang...(Putri meraih anak yang masih belia itu dan mengelus pundaknya pelan ia juga merasa iba saat kebebasan akan putri kesayangannya terenggut, namun disisi lain mom Putri juga tidak mau anak kesayanganya itu kenapa-kenapa diluar sana dan mengalami kejadian yang serupa. ya karena kepolosan dan tanpa prasangka buruk yang melekat dengan sosok Lilian menjadikannya bumerang tersendiri bagi sang pemiliknya, dan juga Lilian adalah sosok yang patuh dan tidak tegaan)". Putri


_Skip_


namun kini Amar lebih memperketat penjagaannya dia tidak mau jikalau sampai kejadian yang 3 tahun silam terulang lagi namun entah lain dikata kejadian yang dulu Lilian alami kini menjumpanya lagi.


🌾 Studi Tour 🌾


* Di Dalam Bis *


Prok....prok....prok .... suara tepukan tangan dibarengi cerianya suara nyanyian dari siswa-siswi sekolah menengah atas (tidak usah disebut ya) mereka terlihat beramai-ramai menyanyikan lagu-lagu tradisional dengan versi modernnya dan diselingi lagu ala anak remaja yang lagi naik daun.


Sekitar 5 bis melaju saling berbondong-bondong menelusuri indahnya pemandangan kota dengan alam yang menyajikan bangunan-bangunan unik dan bersejarahnya.

__ADS_1


"Lilian apa kau tidak risih dengan bodyguardmu yang selalu membuntutimu (dengan kekehan kecilnya) ".Pela


"Um.... aku sudah anggap sebagai bayanganku (dengan nada malu sekaligus pasrah)". Lilian


"Sudahlah jangan dibahas ini saatnya kita beraksi dan menikmati dengan apa yang sudah kita akan segera dapatkan....(Hanum berteriak girang saat nertanya menyaksikan bangunan-bangunan unik dengan nilai seninya, ya bisa dikatakan Hanum adalah siswi yang menyukai dengan yang berbau kesenian)". Hanum


Ya selama setahun ini mereka bertiga adalah resmi sebagai 3 serangkai sahabat, ya padahal Hanum dan Lilian sudah berteman sejak di bangku sekolah menengah pertamanya.


Singkat waktu.


Mereka satu-persatu turun dari mobil bis yang mereka tumpangi dan langsung berkumpul ditengah-tengah hamparan lapangan guna untuk sebagai bentuk mendapatkan arahan dari para guru dan pembina lainnya.


mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan satu kelompok terdiri dari 10 anak , 3 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. dan tiap kelompok mereka mendapatkan misi yang berbeda-beda.


_Skip_


"Nona biar saya saja yang membawakan (terlihat 2 orang dengan tubuh kekarnya menghampiri Lilian yang sedang berjalan dengan satu teamnya.)". Bodyguard


Ya bodyguard yang diutus oleh Amar untuk selalu membuntuti Lilian membawa mobil pribadinya sendiri jadi Lilian masih beruntung tidak semobil dengan para bodyguardnya yang mungkin saja menghilangkan moodnya.


"Emm...maaf paman, Lilian rasa Lilian bisa membawanya sendiri dan Lilian minta kepada paman agar sedikit menjauh ,Lilian tidak enak dengan teman-teman Lilian (sambil berbisik)". Lilian


"Emmm... baiklah nona...kami akan tetap berada dibelakang nona (mereka saling pandang/ diantara dua bodyguard dan akhirnya mereka mengalah mereka juga tidak ingin terlalu menekan itu perintah dari sang mom Putri)". Bodyguard


Lilian beberapa kali nampak menengok kebelakang dimana teman-temannya berada.


ya sedari tadi Lilian sedang menunaikan tugasnya namun sang bodyguard yang nampak menyaksikan nona mudahnya nampak kesulitan membawa peralatannya merasa kasihan dan berniat untuk membantu namun disini Lilian merasa tidak enak dengan teman-temannya yang selalu mengandalkan kekuatan uang dari orang tuanya. anak yang lain juga sama sepertinya berasal dari orang berada namun yang lain tidak diperlakukan sepertinya.

__ADS_1


ya semuanya itu tidak terlepas dari sempurnanya rupa dan kebaikan hatinya hingga ia terlihat mudah untuk dijadikan umpan bagi tindak kejahatan.


__ADS_2