Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Rahasia


__ADS_3

"Lilian....". Lilian


dengan rasa nyeri dan sesak yang kembali datang disaat ingatannya menerawang kedalam kejadian yang ia lalui beberapa jam yang silam.


"sayang...(mom putri dapat menangkap raut pilu dari anaknya), katakanlah mommy percaya kau bisa menceritakan dengan apa yang telah kau lalui!? (menguatkan), tapi tidak apa-apa jika Lilian belum siap untuk menceritakannya sekarang kepada mommy dan Daddy... (menatap penuh pengertian)".mom Putri


"katakanlah sayang tidak apa-apa pelan-pelan saja (disaat netranya menangkap kegalauan dari anak emasnya) mommy dan Daddy akan menerima apapun dengan yang Lilian sudah lalui, jujurlah Daddy lebih menyukai sebuah kejujuran...(amar meyakinkan sang anak dengan tatapan kebapakkanya)". Amar


ya Ferdinand menceritakan seseorang laki-laki dewasa yang pada waktu itu berusaha membawa Lilian dengan keadaan yang sudah berlumuran darah dan pada waktu itu Lilian dan laki-laki dewasa itu tengah diserang oleh seseorang yang bukan terlihat orang sembarangan.


"Lilian... (nadanya kembali bergetar) disaat Lilian kabur dari hotel Lilian bertemu dengan dosen Harun...(ucapannya terjeda, ya sosok itu sosok yang telah merampas kesuciannya Lilian memejamkan matanya sejenak begitu sesak dan pilu kenyataan yang harus ia terima secara bersamaan dengan hati hancurnya)". Lilian


"Dosen Harun? siapa dia sayang". Amar


"dosen dimana Lilian mengenyam pendidikan di universitas (tidak usah disebut ya).


dan ketika Lilian akan pulang (pulang disini Lilian artikan pulang yang berbeda) Lilian bersama dosen Harun ketika dalam perjalanan pulang dicegat begitu banyak orang-orang yang dengan tiba-tiba menghujani peluru kepada Lilian dan dosen Harun, ban mobil dosen Harun kempes karena sebuah tembakan peluru dan akhirnya Lilian dan dosen memutuskan untuk turun dan...(ucapanya terjeda)". Lilian


"sayang...(mom Putri mengelus-elus pelan pundak Lilian yang terus bergetar)".mom Putri


"Hem, (nampak sekali raut penasaran Amar yang ia barengi dengan rasa ibanya) tenanglah...". Amar


"Lilian, Lilian hampir saja tertembak dan dosen Harun menggantikan tubuh Lilian....hiks..(tangisan Lilian pecah kembali). dosen Harun tertembak karena Lilian mom...dan Lilian tidak tau apakah dosen Harun selamat (nampak raut bersalah Lilian dapat amar tangkap) Lilian takut mom jika dosen Harun Sampai tiada karena gara-gara menyelamatkan Lilian (ada pengakuan yang samar kehilangan dari Lilian tapi pengakuan ketakutan itu lebih besar Lilian tunjukkan karena merasa bersalahmya kepada dosen harunnya)". Lilian


"pantas saja orang ini melindungi Lilian ternyata dia adalah seorang figur guru...(fikir Amar lega namun kenapa dosen Lilian bisa ditembaki sedangkan menurut Ferdinand orang yang menyerang Lilian bersama dosen Harun nampak bukanlah orang yang sembarangan? apakah dosen Harun tengah menghadapi sebuah masalah? dan kalau orang itu bermasalah dengan Lilian itupun tidaklah mungkin? jangan-jangan orang yang menyerang putrinya adalah musuh bisnisnya? Hem,amar akan mencari tau dengan hal itu ya amar akan mencari tau dengan semua yang telah menimpa kepada Putrinya ...!!!)...membatin". Amar

__ADS_1


"mas, kita harus berterima kasih kepada dosen Lilian (mom Putri mengambil kepikiran yang mudah)".mom putri


"Hem, Lilian Daddy harap kau bisa membawa Daddy untuk menemuinya!!! Daddy ingin berterima kasih langsung kepada dosen Harun karena sudah berniatan untuk menyelamatkanmu". Amar


"degggg....apa tidak salah? justru Daddynya akan mengamuk sang dosen jika tau apa yang sudah dosennya lakukan kepadanya! maafkan Lilian mom, dad Lilian belum bisa menceritakan hal ini....membatin". Lilian


"Lilian tidak tau sekarang dosen Harun ada dimana dad, karena teman (yang dimaksud Lilian disini orang yang membawa helikopter) dosen Harun yang telah membawanya !".Lilian


"apakah tidak ada yang kau lewatkan sayang? (mencoba mencari jawaban di raut sedih anaknya)". Amar


Lilian hanya bisa menggeleng baginya saat ini ia bisa merahasiakan apa yang sudah terjadi padanya.


"Hem,,,hari ini Daddy akan kekampusmu dan akan mencari tau kabarnya!!!


(dan beralih kepada sang istri tercintanya) sayang ayo biarkan Lilian untuk beristirahat (memberikan perintahnya, dan kembali pada Lilian disaat sang istri menuruti perintahnya) bayi Daddy, beristirahatlah hari hari ini pastilah sangat berat untukmu kau perlu banyak-banyak istirahat (memberikan senyuman hangatnya) ". Amar


"eem, (mengiyakan) terima kasih mom, terima kasih dad (Lilian memberikan senyuman yang biasa Lilian berikan untuk kedua orangtuanya namun kini senyuman itu terasa sedikit berbeda)". Lilian


setelah kepergian sang Daddy Amar dan mom putri dari kamar Lilian.


"hiks.... maafkan Lilian dad, mom Lilian merahasiakan tentang ini...bergumam". Lilian


ya Lilian tau orangtuanya pasti akan merasa hancur ketika mengetahui semua yang telah terjadi kepada nya saat ini, seperti perasaannya pada saat ini yang hancur benar-benar hancur.


"mom ,dad (disaat Amira melihat Daddy dan momnya baru terlihat turun dari arah kamar Lilian)". Amira

__ADS_1


"sayang...ada apa sayang, apa kau tengah mencari sesuatu?".mom Putri


"tidak mom, Amira hanya ingin menemui Lilian,...(dengan sorot teduhnya)". Amira


"my Lolly, biarkan Lilian untuk beristirahat dulu yah. (mengelus memberikan pengertian)".mom Putri


dari arah kamar milik Amira terlihat Neil baru keluar dari kamar tersebut dan menghampiri ketiganya.


"mom dad, (ya panggilan itu sudah sangat familiar ya karena memang Neil dengan Lilian sudah cukup lama menjalin hubungan dan diantara keduanya sudah saling menganggap orang tuanya dari pasangannya adalah orangtuanya sendiri) Neil akan keluar dulu ada kepentingan yang mendesak (ada jelas kecanggungan disaat Neil menatap manik kedua mertuanya ya karena itu tidak terlepas dari rasa bersalahnya kepada mereka) Amira....(dan beralih kepada Amira) maaf aku harus keluar...!". Neil


"eem...(mengiyakan)". Amira


"hati-hatilah nak, utamakan keselamatan".mom Putri


"Neil kau mau kemana? bukannya kau libur dengan segala urusan kantor dalam waktu ini? (tatapan menyelidik, jelas rasa kecewa Amar namun amar ingin tidak terlarut-larut dengan perasaan sulit ini tidak mau memberatkan atau menghidupkan rasa canggungnya terhadap Amira anak tirinya itu) dan ada keperluan mendesak seperti apa hingga mengharuskan kau keluar bukannya kau ada Guntur untuk masalah kantormu ?". Amar


"Hem, ia dad. aku akan menemui Guntur sedikit ada masalah...(Neil sedikit merasa tidak enak hati karena tidak bisa berterus terang dengan sang mertuanya)". Neil


selepas kepergian Neil dan Amar.


ya Neil keluar mengatakan akan menemui Guntur, sedangkan amar keluar untuk kekantor selain kekantor Amar akan terlebih dahulu mencari tau akan keberadaan sang penyelamat *dosen Harun* dari anak emasnya itu.


"sayang sudah jangan difikirkan semua akan baik-baik saja. (mom dan Amira saling menguatkan berharap kecanggungan dan rasa berat ini akan segera pergi dengan seiringnya berjalanya waktu)".mom Putri


"ia mom, terima kasih mom selalu mendukung Amira!. Amira pergi kekemar dulu yah". Amira

__ADS_1


Amira pergi ke kamarnya dengan sejuta perasaan beratnya dan mom Putri pergi kearah dapur untuk memantau pekerjaan rumahnya. ya walau bagaimanapun keadaan hatinya tidak menyudutkan sang mom Putri tidak berkutat dengan perannya sebagai ibu rumah tangga yang aktif dan penuh rasa tanggung jawabnya.


__ADS_2