Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Aku Hamil


__ADS_3

"Lilian.... jawab sayang!".mom Putri


melihat Lilian hanya diam tiada ada jawabnya membuat sang mommy semakin yakin bahwa alat itu adalah milik Lilian.


"katakanlah Lilian siapa yang melakukan ini kepadamu? (sang mom Putri terduduk lemas merangkul sang putri tercintanya yang hanya terduduk dengan tangisannya)".mom Putri


"maafkan Lilian mom...maafkan Lilian....Lilian tidak mau hamil mom, Lilian tidak mau mengandung anak dari orang yang bukan Lilian cintai...(Lilian mendekap erat sang mommy berusaha mencari kekuatan yang separuhnya terasa sudah hilang dari dirinya. tubuh Lilian bergetar hebat ya ingatannya menerawang kepada hari itu Dimana ia melakukanya dengan sang dosen hingga ia bisa hamil di luar nikah satu nama yang begitu kini ia sangat betul-betul benci yaitu dosen Harun)". Lilian


"hiks...kenapa ini terjadi kepada anakku ...(mom Putri menangis histeris merangkul anaknya yang hilang dari kesadarannya).


sayang Lilian... bangunlah nak, sayang...bi....(sang mom Putri berteriak berusaha mencari bala bantuan)". mom Putri


namun bukannya bibi pelayanan yang datang melainkan seorang dengan wajah khas blesterannya yang datang menghampiri kedua-nya.


"Lilian, ...mom Putri". Lanang


ya Lanang yang hanya separuh waktu mengunjungi kantornya berniatan untuk mewujudkan janjinya kepada Lilian anak dari mantan sang istri.


_skip_


"sebenarnya apa yang terjadi mom? (Amar yang pada itu biasa dengan aktivitasnya berada diperusahaan dengan tiba-tiba mendapatkan kabar dari orang rumah, yang mengejutkan Putri emasnya tengah menutup matanya di ranjang kesayangannya , yang lebih mengejutkan lagi kenapa si tua Alex ada disana? bukanya ia ada di kantor bersama Amira putri tercintanya, yang sekantor juga dengannya? kenapa Amar malah mendapati si muka blesteran ini malah ada dikamar anaknya Lilian bersama sang istri tercintanya?) ".Amar


"Li...Lian hamil mas (sang mom Putri memberikan bukti sebuah testpack kepada sang suami)".Mom Putri


"a...apa?????? Lilian hamil? ini tidak mungkin mom...Lilian...(Amar dengan langkah kaki pelannya mendekat kearah ranjang menatap lekat anaknya yang memejamkan matanya) katakan Lilian ini pasti salah... bangunlah Lilian ini pasti salah...!!!


arghhhhh.....tidak.... hiks...(jeritan Amar pecah memberi kesan panas dikamar itu, Amar menjambak kasar rambutnya dengan lutut yang terjatuh bebas menyentuh lantai air matanya lolos dengan begitu saja) kenapa Lilian,,,,kenapa hal ini bisa terjadi kepadamu....(rasanya Amar telah gagal dan salah besar karena masih kurang menjaga akan keamanan disekitar putri tercintanya dan kenapa hal ini bisa sampai terjadi ? kenapa ia bisa kecolongan seperti ini? sebenarnya apa yang sudah dilalui anak emasnya hingga ia pakai menjaganya kepulangan dirinya disambut dengan kabar yang begitu menyesakkan bagi siapa saja para orang tua yang mendapati anaknya diperlakukan secara tidak hormat) siapa yang melakukanya mom... siapa? (amar menoleh kearah sang istri untuk mencari jawaban yang berdiri kaku dengan lelehan air mata yang setia terlihat dipipinya.

__ADS_1


hancur sudah harapan sang Daddy hancur sudah impian memiliki anak gadis dengan masa depan yang cerah, bagaimana tidak gadis yang sudah ternodai sebelum waktunya bukannya itu adalah hal yang sangat memalukan bagi siapapun juga!!)". Amar


"mom tidak tau dad, Lilian belum memberi tau mommy... dengan siapa ia melakukanya (sang mom yang sedari tadi menunggu kepulangan sang suami nampak sudah sangat pucat)". mom Putri


"tenanglah kawan, tunggu Lilian tersadar, kita akan mengetahui siapa (kata-katanya terpotong)....!". Lanang


deggggg....


Amar baru ingat dengan laki-laki yang selalu nampak mendekati anaknya secara terang-terangan dan memberikan segala bentuk perhatiannya kepada Lilian.


# flash back #


* sehari sebelum Lilian kekampus *


"Lilian (amar terkaget disaat anak emasnya pulang diantar oleh tuan Alex mantan dari sang istri pemilik perusahaan yang ia bekerja di perusahaan tersebut) kenapa kau pulang sampai petang hari?".Amar


diwaktu itu Lilian nampak dengan wajah sedih dan kurang puasnya keluar dari sebuah perpustakaan bersama dua teman lainnya, dan terlihat disana dua teman lainnya sedang menggerutu.


Alex yang baru sepulang dari acara dengan para koleganya tidak sengaja melihat Lilian berjalan dengan ditemani dua temannya.


dengan mata elang dan rasa kagumnya menuntunnya untuk mengikuti langkah tiga makhluk muda itu kesebuah pusat jajanan di kota itu.


dan dengan tanpa diduga namun disengaja tuan Alex yang terhormat menghampiri ketiganya. hingga Lilian bisa pulang bersamaan dengan Alex.


"mas siapa? ada tamu ya...(mom Putri yang baru saja selesai dengan acara masaknya dibantu oleh bibi didapur menyusul sang suami yang terdengar sedang melakukan sebuah percakapan dengan seseorang didepan sana)".mom Putri


"mom...(setelah Lilian mengecup punggung tangan dari sang Daddy kini Lilian gantikan dengan mengecup punggung tangan milik sang mommy)". Lilian

__ADS_1


"Lilian kau sudah pulang sayang? bagaimana apa kau menemukan buku-buku yang kau cari?".mom Putri


ya Lilian mencari buku-bukunya di perpustakaan janjian dengan Pela dan Hanum namun sayang Lilian dan kedua temannya malah kalah cepat dengan yang lain hingga Lilian tidak mendapatkan buku yang ia inginkan. meskipun Lilian terbilang dari keluarga orang punya namun Lilian selalu meluangkan waktunya untuk berkunjung ke perpustakaan hanya untuk mencari buku- buku yang ia inginkan.


"tidak mom...(Lilian menggelang lesuh) tapi Daddy Lanang bilang ia sudah mendapatkan untuk kami!!! ( dengan tiba-tiba binar dirautnya), terima kasih dad, (Lilian memberikan senyuman senangnya meskipun Daddy Lanang bukanlah orang terdekatnya namun Lilian sudah menganggapnya sebagai orang tuanya)". Lilian


"sama-sama Lilian, ini bukanlah hal apa-apa, yang terpenting kau dan teman-temanmu bisa mengumpulkan tugas (Lanang memberikan senyuman hangatnya)". Lanang


"(beralih kepada tuan Alex tepatnya mantan suaminya) Daddy Lanang juga dan disini ya...oh jadi ,apakah kalian pulang bersama?".mom Putri


"eem...(mengiyakan)". Lilian


"benarkah? terima kasih dad, sudah mengantar Lilian.


mas (beralih kepada sang suami) sekalian saja mas, Daddynya Amira di ajak untuk makan malam, kebetulan aku hari ini masak banyak (dengan senyum ramahnya ya sang mommy Putri tidak mau ada lagi kecanggungan apapun , masa yang lalu biarlah berlalu ia anggap sebagai masa lalu dan masa yang sekarang dan masa yang akan datang baginya adalah masa depan, simpel bukan?!!!!)".mom Putri


Amar melihat perubahan dari Lilian yang kini terlihat membuka dirinya untuk laki-laki tua yang ada diposisi berseberangan dengannya.


sebenarnya Lilian tidak salah dekat dengan siapapun termasuk tuan Alex , Namum amar takut kepolosan dan kebaikkan Lilian akan digunakan otak jahat dan dijadikan peluang.


"Hem...(dengan senyum yang sedikit terkesan dipaksakan) mari tuan....(akhirnya Amar menuruti apa kata istrinya, tanpa mau memikirkan lebih)". Amar


# flash back off #


"bre..-sek...buaggggghk.... buggghk....(tanpa aba-aba Amar bangkit dengan amarah yang memuncak menerkam Lanang yang tanpa persiapan hingga Lanang terjatuh dengan hidung mancungnya yang mengeluarkan darah segarnya)". Amar


"mas... apa yang kau lakukan...(mom Putri kaget dengan jeritannya)".mom Putri

__ADS_1


__ADS_2