Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Proses 1


__ADS_3

_skip_


sunyi senyap jauh dari aktivitas , energi yang sudah meredup menyajikan lorong-lorong sepi dan beberapa kamar terlihat kosong dengan lampu yang sengaja di padamkan memberikan kesan sedikit was-was bagi para penakut kegelapan dan kesunyian.


namun berbeda dengan keadaan disebuah kamar yang masih memperlihatkan beberapa insan yang masih terjaga dengan pemikiran hidupnya, saling berselisih tatap dengan tatapan beranekaragam amsumsi. suasana tegangpun tidak terelakkan diruangan yang Lilian tempati kini terasa bagaikan sebuah ruangan bersuhu oven.


"Lilian, ayo sayang..., katakanlah jangan ragu... katakanlah apa kata yang ada dari hatimu kau tidak perlu membohongi perasaanmu sendiri. yang perlu Lilian harus tetap ingat mommy akan berada di pihakmu nak,apapun keputusanmu (mom Putri memberikan kekuatan dengan keyakinan)".mom Putri


"emmmm...hem...(nampak Lilian mengatur nafasnya dan sejenak memejamkan matanya) huffft....(dengan mengatur nafasnya Secara teratur rasa yang ada seakan memecah pikiran dan hatinya) dad...maafkan Lilian. Lilian tidak bisa untuk menikah dengan Daddy Lanang dad, karena bagi Lilian Daddy Lanang sudah Lilian anggap sebagai Daddy Lilian sendiri, Lilian tidak akan melakukannya tidak akan pernah. jikapun Lilian diharuskan untuk pergi dari kediaman Alamsyah dan harus berhenti kuliah Lilian akan mengambil jalan itu, dan maafkan Lilian , Lilian tidak bisa untuk mengg..-kan bayi yang ada dalam kandungan Lilian, Lilian tidak bisa dad,....(nampak beberapa kali ucapanya terputus-putus dan sesekali Lilian mengatur nafasnya menandakan betapa Lilian tidak kuat dalam kata-katanya di keadaan hati yang sudah tidak berbentuk lagi hancur sudah masa depannya bahkan nama baik keluarganya-pun akan ikut terancam hancur ) ". Lilian


Amar memejamkan netranya dalam-dalam dan beberapa saat mengangguk mengerti.


ia telah kalah dengan takdir yang ditakut-takutkannya.


rasanya bagai seorang pengecut dengan kebuntuannya.


"maafkan Daddy Lilian Daddy terlalu terprovokasi dengan keadaan hingga Daddy begitu tega kepadamu, Daddy...Daddy hanya ingin yang terbaik untuk Lilian...". Amar


"Lilian mengerti dad, ini pasti tidak mudah untuk Daddy dan mommy, maafkan Lilian dad, Lilian telah mengecewakan Daddy dan mommy, tapi sungguh Lilian tidak bermaksud seperti ini...". Lilian


sedangkan Lanang sudah merasa tidak tenang menatap sosok gadis yang ia Kagumi akan mengatakan hal yang serupa mengenai pernikahan yang diinginkannya kepadanya.


"dad, Daddy Lanang maafkan Lilian dad, urungkanlah niatan Daddy untuk membantu Lilian untuk menutupi aib Lilian yang sudah Lilian perbuat sendiri, Lilian tidak akan mungkin merusak nama baik Daddy dengan janin yang Lilian kandung". Lilian


degggg..... betapa polos dan tulusnya seorang Lilian tidak ada dendam ataupun prasangka buruk apapun mengenai tentangnya.


Lanang kira dirinya akan dikatakan sebagai laki-laki pencari kesempatan namun Lilian disini mengatakan sebaliknya bahwa dirinya tengah menolongnya. padahal ia beberapa jam yang lalu menekannya untuk menikahinya.


bagaikan menemukan oasis di gurun, ketika tersesat di padang yang gersang nan tandus.


ya Lilian bagaikan air yang memberikannya kesejukan seperti sang mantan yang ia relakan bahagia bersama dengan laki-laki pilihanya.

__ADS_1


bukanya Lanang luluh akan kesedihan yang Lilian pertontonkan namun Lanang kini malah muncul dengan ide barunya.


"apakah aku akan merelakan Lilian untuk aku lepaskan?


aku sadar diri aku memang sudah lanjut usia namun apa salahnya jika aku bisa membahagiakanya ...membatin". Lanang


dengan seringainya.


"Selain nama baik daddymu akan hancur, aku terpaksa akan memecat Daddymu secara tidak hormat dari perusahaan, keluarga kalian akan jatuh karena kehamilanmu Lilian...dan bagaimana dengan Amira? apa kau memikirkan perasaanya sebagai kakakmu? dia juga akan menanggung malu...apa kau sudah siap dengan semua hal itu!". Lanang


Lilian menggeleng...ucapan Lanang membuat nyali dan kepercayaan Lilian sedikit luntur.


betapa jahatnya laki-laki yang ia panggil dengan sebutan Daddy Lanang ,Lilian kira Daddy Lanangnya ingin menolongnya karena hal kekeluargaan namun nyatanya Daddy Lanangnya hanya ingin mencari kesempatan ya sekarang Lilian baru paham sedikit tentang permainan hidup.


"b..-bah, aku tidak perduli dengan apapun sekarang, karir bahkan nama baikku akan aku berikan demi kebahagiaan anakku bahwa keputusan anakku aku percaya keputusannya adalah pilihan yang terbaik untuk kami...!". Amar


rasanya Amar ingin menghajar habis wajah yang beberapa jam lalu ia beri hadiah bogeman mentahnya, sepertinya laki-laki ini tengah menguji kesabarannya untuk bersikap baik.


"mommy...(Lilian kaget mom mungil manisnya bisa melakukan hal ini, ini adalah pertama kalinya Lilian melihat mommy putri sekesal dan kasar ini kepada seseorang) tenanglah mom...(namun percuma karena posisinya Lilian hanya bisa terduduk di kasurnya dengan selang infus yang masih menempel di lengan satunya, Lilian takut mommynya akan dipukul lawan yang tidak sebanding dengan postur tubuhnya)". Lilian


Lanang menatap dengan sedikit menurunkan pandangannya ya Lanang menatap lurus kepada mata bening milik Putri. ya karena lawan bicaranya dengan tubuh langsing mungilnya. Lanang menatap lekat mata itu, mata yang pernah dilihatnya disewaktu ia pertama kali membuka matanya dipagi, dihari-hari indah di saat itu diwaktu lalu dengan pancaran gairah cintanya.


tatapan mata seorang gadis yang pertama kali merubah hidupnya untuk merasakan betapa syahdunya b..-cinta.


"Putri... bergumam". Lanang


sedikit memajukan wajahnya hingga membuat Putri sedikit goyah akan pembelaannya.


nampak Amar tidak terima istrinya ditatap intens seperti itu.


namun masih diam ditempatnya.

__ADS_1


"cukup, jangan mengancam Lilianku dengan tipu dayamu (memandang dengan tatapan keberanian) dan terima kasih sudah ikut andil dalam masalah ini...aku Putri ayuningsih tidak akan pernah menyerahkan anakku kepada laki-laki yang seharusnya menjadi pengayomnya bukan pengancamnya (dengan nada penuh penekanan)".mom Putri


"Hem..., (nampak Lanang mengusap sekilas rambut semiran mengkilapnya) Putri... kenapa kau kokoh seperti ini, apakah kau masih menyimpan namaku disini hingga kau tidak mengizinkan aku mencari penggantimu? (dengan gaya kuasanya)". Lanang


jujur Lanang pernah mengisi hati dan hari-harinya diwaktu dulu ,tapi rasanya tidak mungkin dan tidak pantas perempuan yang sudah bersuami menyimpan nama laki-laki lain dihatinya untuk mengharapkannya kembali lagi. jadi rasa yang Putri simpan bukanlah rasa cinta ataupun pengharapan rasa itu tidaklah lebih adalah rasa penghargaan dan rasa menghormati.


"bicara apa kau daddy Lanang (menghargai Amira) ini tidak ada sangkut pautnya dengan masa lalu, tapi apakah pantas kau menginginkan Lilian, dan mendesaknya untuk kau nikahi...bukankah Lilian adalah anakku, anakmu juga... seperti Amira dan mas Amar kita adalah keluarga dad (betapa kakunya keadaan ini)".mom Putri


"itu jelas berbeda Putri, status amar adalah suamimu disana sudah jelas Amira adalah anaknya juga sedangkan aku? aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Lilian... mom berikan Lilian kepadaku karena aku mengetahui rahasia besar Lilian...". Lanang


"jangan mengancam lebih...aku tidak akan memaafkanmu ...".mom Putri


"Hem.....". Lanang


nampak Lanang merogoh selullernya dan mengetik layar berbentuk pipih itu.


"aku tidak sedang mengancam tapi lebih tepatnya ingin mengungkapkan sebuah kenyataan...,Lilian ....(beralih kepada Lilian yang melihat kearahnya bersama sang mommy Putri) apa kau masih ingat dengan bangunan ini....?". Lanang


Lanang mempertontonkan sebuah gambaran Lilian disaat bersama seseorang berkaca mata dengan tampang samar terkesan culun dengan body tegapnya sedang berjalan bersama.


disana terlihat Lilian terlihat dalam kondisi yang tidak cukup baik dengan menggunakan dress panjang putihnya dengan mengunakan sebuah Hoodie. ya itu dimana ia harus merelakan kesuciannya secara tanpa daya.


"akhp.....(mom Putri mundur dan terbeliak tidak percaya dengan memegangi dadanya)".mom Putri


begitupun dengan Amar betapa hancurnya perasaanya, ternyata selama ini anaknya dekat dengan seseorang laki-laki yang tidak bertanggung jawab diluar pengawasannya.


"aku memiliki koleksi yang lebih jauh...apa publik juga ingin melihatnya juga???". Lanang


"br..-sek..(Amar maju dan mengambil seluller milik Lanang dan mulai menghapus semuanya)". Amar


"percuma...aku memiliki salinannya, bagaimana Lilian, apa kau masih ingin menolakku? (dengan bibir yang menampilkan senyuman mengembangnya)". Lanang

__ADS_1


__ADS_2