Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Sigap, Perhatian, Memprioritaskan


__ADS_3

"mom ,dadd ... assalamualaikum...(Harun menghampiri kedua mertuanya dengan menggendong bayi perempuannya dan mengecup secara bergantian punggung tangan kedua-mertuanya tersebut)". Harun


"wa'alaikumussalam....(dan menggapai cucu cantiknya) subhanallah... cucu Oma nambah tembem saja...cup..cup... (dan beralih kepada Lilian tanpa mengalihkan pandangannya kepada cucu kesayangannya) Lilian ,mommy berharap kau tidak terburu-buru untuk menyapihnya, berikan ASI eksklusif mu meskipun waktumu yang dibagi-bagi (kuliah)".mom Putri


"em...(mengiyakan), Lilian akan memberikan ASI ekslusif Lilian mom, mas Harun juga selalu mengingatkan Lilian...(dengan senyuman simpulnya)". Lilian


semenjak usia kandungan Lilian menginjak umur 6 bulan, sang mom Putri dan Amar pindah ke rumah sewaanya.


ya Amar memutuskan melamar kerja di perusahaan cabang milik tuan hafiz, Semenjak ia terakhir kali bertemu dengan nya dan disana kedatangan Amar disambut dengan pintu lapang dari pihak perusahaan cabang yang hafiz miliki.


sungguh sebuah kebetulan yang tiada diduga bukan?.


dan kini mom Putri yang dulu pernah memiliki sebuah boutique setelah guling tikar kini ia menjual hasil karyanya kepada teman-teman seprofesinya dulu.


semuanya itu tidak terlepas dari bakat melukis dimasa dulu meskipun mom Putri tidak melanjutkan sekolahnya kejenjang universitas bakatnya dalam dunia melukis, sedikit demi sedikit ia kembangkan kedalam dunia desaign belajar secara otodidak melalui media.


ya hanyalah itu yang mom putri bisa, Karena Amar juga tidak mengizinkan sang istri terlalu ikut campur dalam mencari nafkah , uang yang mom Putri dapatkan hanya bisa ia tabungkan.


hari berganti hari Minggu berganti Minggu dan bulanpun berganti bulan.


ya semenjak itu juga sang Daddy Amar mulai menerima dengan sosok menantunya.


baginya menantunya pantas untuk diberikan sebuah kepercayaan melihat perlakuannya selama beberapa bulan terhadap anak emasnya, begitupun kepada dirinya dan sang istri tercinta perlakuan Harun benar-benar bisa membuat hati keras amar luluh.


# Flash back #


"ya Lilian rasa telah benar mencintai bapak...apakah Lilian salah dosen, yang telah menaruh hati Lilian untuk dosen?". Lilian


"terima kasih sayang akhirnya kau bisa mengucapkan satu kata indah untukku satu kata yang aku tunggu-tunggu sejak pertama kali aku melihatmu.


kau sama sekali tidaklah salah telah mengungkapkan perasaanmu kepadaku....aku berjanji tidak akan sekalipun membuat mu kecewa dengan cinta yang aku miliki (Harun mendekap istri kesayangan yang tengah mengandung calon buah hatinya itu) terima kasih sayang aku sungguh sangat mencintaimu...I love you...". Harun


_skip_

__ADS_1


"mas Harun, tidak perlu pergi Lilian masih bisa menahan keinginan Lilian...ia kan nak (Lilian mengelus sayang mengajak bicara calon buah hatinya)". Lilian


terlihat Lilian tengah merayu sang suami untuk mengurungkan niatanya di malam yang sudah menunjukkan larut.


"jangan, tunggulah sebentar aku akan mendapatkannya untuk kalian...(terlihat Harun melepaskan tangan perempuan yang selama ini dikasihinya dengan menatap penuh cinta)". Harun


"baiklah mas kalau kau bertekad, hati-hati dijalan..kami menunggumu.". Lilian


"aku tidak akan membiarkan istri dan calon anakku tidur dalam kegelisahan, percayalah ". Harun


selepas kepergian Harun.


"kau lihat Daddymu, hihi...(tertawa kecil dengan binarnya) kau sungguh beruntung sayang memiliki Daddy seperti Daddy Harun". Lilian


Lilian perlahan masuk dan menunggu sang suami diruang tamu.


Lilian yang ditengah malam terbangun dari tidur lelapnya karena menginginkan sebuah olahan masakan nampak mengutarakan keinginannya kepada suamianya.


dan dengan senang hati suaminya menuruti keinginan sang istri beserta calon buah hatinya meskipun di tengah malam yang larut akan sulit untuk mendapatkan olahan yang istrinya mau.


namun alangkah tumbuh ide yang tiada padamnya untuk mengabulkan berbagai permintaan dari sang istri Harun pulang mendapatkan bahan-bahan mentahnya.


cukup mengundang pertanyaan namun pertanyaan itu raib akan perlakuan yang selalu Harun suguhkan.


cklekkk... suara sebuah pintu yang terbuka.


"mas....". Lilian


"maafkan aku sayang aku tidak mendapatkannya apa yang kau mau ,tapi aku membeli bahan-bahan mentahnya aku akan berusaha membuatkannya untukmu... bersabarlah... tunggu Daddy memasaknya dahulu ya... (Harun sekilas mengelus perut Lilian dan bergegas mengarah kearah dapur)". Harun


"mas...(Lilian mengekor dengan mata yang berkaca-kaca ia tidak menyangka kisahnya akan semanis ini bersama sang suami yang dulu sempat ia tidak inginkan namun nyatanya Harun adalah laki-laki yang bisa mewujudkan kebahagiaan yang nyata untuk dirinya ya tiada secuil apapun cacat Harun beri untuk dirinya dan kedua orangtuanya)". Lilian


"sayang kemarilah, aku akan percepat proses memasaknya (dengan senyuman semangatnya), dan.... sayang kenapa dengan matamu? (Harun baru tersadar dengan keadaan Lilian dengan mata yang berkaca-kacanya) apa kau tengah menangis? (Harun meninggalkan olahannya sejenak dan mendekat kearah dimana istrinya menatapnya sedikit berbeda)". Harun

__ADS_1


"Lilian terharu mas...(dengan segera Lilian meraih tubuh tegap itu ya meskipun tampilan culunnya tiada Harun rubah, Lilian tidak sama sekali mempermasalahkan hal itu)". Lilian


cukup menantang disaat hanya dirinya dan suamianya yang tau akan keaslian wujud asli milik suaminya.


Lilian berharap itu adalah sebuah Rahasia yang tidak perlu diungkapkan kepada siapapun, karena Lilian yakin suaminya menyembunyikannya dari publik itu adalah yang terbaik untuk dirinya dan orang-orang yang ada disekitarnya tanpa mengundang bahaya dan keburukkan.


beberapa menit kemudian.


"nah, sekarang cobalah...(Harun meniup pelan dalam sendokan)...a...buka mulutnya". Harun


dengan senang hati Lilian menyambut satu suapan pertamanya.


"bagaimana , apa rasanya sesuai dengan lidahmu? (dengan sedikit kecemasan)". Harun


"bagi Lilian ini sangat enak, ini jauh dari bayangan Lilian...ini memang sungguh sangat enak.


suami Lilian memang yang terbaik, cup....(dan kecupan kecil Lilian berikan dipipi Harun)". Lilian


"istri kecilku memang selalu pandai membuat suaminya tidak bisa menolak, cup ..(Harun mengecup tangan ibu yang tengah hamil itu dengan penuh perasaan)... sekarang ayo habiskan". Harun


"baiklah aku akan menghabiskannya, tapi kau juga harus mencicipinya ini benar enak mas...". Lilian


akhirnya mereka makan bersama ditengah malam yang semakin larut.


ya Harun melakukan semua itu atas dasar ingin membahagiakan dan berusaha menjadi yang terbaik untuk orang yang benar ada dihatinya.


tanpa disadari Lilian, Daddy Amarnya memperhatikan dan mengawasi setiap interaksi dan kedekatan diantara keduanya.


ditambah atas pengakuan dari pihak masing-masing bahwa tumbuhnya rasa cinta diantara keduanya semakin membuat Amar yakin Lilian akan hidup bahagia bersama Harun meskipun wujud Harun masilah sangat kurang namun Amar sekarang sudah bisa memakluminya.


ya kerena cinta yang terlahir sudah tidak bisa diganggu gugat.


sejatinya cinta terlahir dengan sendirinya tanpa paksaan dan tekanan.

__ADS_1


sigap, perhatian, mempriotitaskan perlahan meluluhkan prasangka yang selama ini Amar pendam.


ya Daddy Amarnya disaat itu juga mulai merelakan Lilian bahagia dengan pilihan hatinya.


__ADS_2