Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Kakak itu sangat tampan


__ADS_3

🌾 Di Kediaman Amar Alamsyah🌾


"Hiks.... bayi kecilku ...(terlihat mom Putri menangis sambil bolak-balik dengan menautkan jemarinya dan sesekali menggigitnya terlihat sangat jelas dirautnya ketakutan dan kecemasan)". mom Putri


"Bagaimana ini bisa terjadi? ceroboh.... (dengan bentakkannya Amar dengan segala kekhawatirannya)". Amar


"Maafkan saya tuan (Jaka menunduk takut dan penuh rasa salah, ini pertama kalinya ia menyaksikan tuan Amar marah dan membentaknya. Jaka sadar diri ini menyangkut tentang keselamatan anak perempuan dari pasangan tuan Amar dan nyonya Putri)". Jaka


"Mas...(Putri mencoba menenangkan suaminya yang dengan luapan emosinya, padahal ia sendiri dalam keadaan yang rumit, Putri teringat akan kejadian yang menimpa Putri tercintanya Amira yang pernah juga menjadi korban penculikan)". Putri


"Hem....hah...hufff (Amar beranjak menjauh dari tempat Jaka berdiri ia mendengarkan saran dari istrinya)". Amar


Terlihat Amar merogoh saku celananya dan menempelkan benda pipih ketelinganya.


📲 *"Pastikan ba..-ngan itu mendekam di penjara) ,dan pastikan hukuman yang memberi efek jera dan berikan hukuman yang seberat-beratnya/setimpal)".* Amar


📲 *"baik tuan".* Seseorang disebarang sana


Amar telah mengetahui siapa pelakunya , itu berkat bantuan laki-laki berwajah datar dengan paras tampannya (Jimmy). ia mengecek semuanya melewati cctv yang terpasang disekolah Lilian dan sepanjang jalanan cctv yang terpasang melalui media canggihnya.


dengan hanya duduk di kursi kebesaran tangannya dengan mudah menghasilkan maha karya.


Amar menutup selullernya dan mendekat kearah istrinya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Sayang aku akan menyusul Ferdinand, kau doakan saja kita agar cepat menemukan kesayangan kita (dengan memberi pengertian)". Amar


"Eem...aku mohon bawa anak kita kembali dengan utuh selamat tanpa cacat mas, aku akan selalu mendoakan akan keselamatan Lilian". Putri

__ADS_1


Dengan raut harap dan sedihnya.


"Hem... kita pasti akan membawa Lilian pulang". Amar


Amar melangkah dengan langkah lebarnya, ia sudah tidak sabar ingin menghajar pelakunya ya Ferdinand dan anak buah lainnya telah menuju ke sana (Kediaman orang misterius).


Sementara itu.


"Grebbb....(suara pintu mobil yang ditutup secara cepat, Neil duduk di kursi kemudi disebelah Lilian dengan wajahnya yang terlihat berdarah-darah) pasang sabuk pengamannya aku akan melaju dengan kecepatan diatas normal (Niel memberi perintah dengan ucapan yang tergesa-gesa)". Neil


"Apa....?!.


Baiklah ...aku akan melakukannya (Lilian melirik kearah laki-laki yang baru masuk dan duduk disebelahnya. Lilian dengan cepat berusaha memasang sabuk pengamannya sedangkan orang misterius itu tengah menuju kearah mereka)". Lilian


"Buka ...b..-sat pengganggu b...-bah kembalikan gadisku (orang misterius dengan berbagai segala umpatannya ,ya karena ia juga mendapati luka disekitar wajah dan tubuhnya) keluar cepat...(orang misterius itu menggedor-gedor kaca mobil dan akan menghadang laju mobilnya dengan memutarkan tubuhnya kebagian depan mobil)". Orang misterius


Neil melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh guna untuk menghindari lawannya.


Sedangkan tanpa sadar jemari Lilian mencengkram erat jas yang digunakan Neil dengan mata yang terpejam, ia begitu takut Neil melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang luar biasa cepat baginya. bagi Lilian ini adalah sebuah pengalaman hidup diluar nalarnya.


_Skip_


"Hei...bukalah matamu nona kita sudah berhasil lolos dari orang jahat itu". Neil


"Apa sudah sampai dirumah Lilian kak (Lilian tidak mau membuka matanya)". Lilian


"Bagaimana aku bisa sampai sedangkan aku tidak tau tujuan kita akan kemana, sedangkan aku saja disini adalah orang baru". Neil

__ADS_1


"Apa...apa maksud kakak (Lilian sedikit mengintip tanpa melepaskan pegangannya di jas milik Neil) tolong kak pelankan laju mobilnya aku sangat takut (dengan setengah memohon)". Lilian


Dctttttttttt....ttttt... Neil menepikan mobilnya secara perlahan karena ia juga tidak tau harus kearah kemana ia lajukan mobilnya ya ini adalah daerah yang baru baginya karena selama beberapa tahun lalu juga ia berada dinegara...(tidak usah disebut ya) sebagai negara kelahirannya. orang tuanya sama-sama keturunan blesteran dan menetap di negeri ini. sedangkan keluarga besarnya menatap dibelahan dunia lainnya.


"Aku bahkan sudah menghentikan laju mobilnya, bukalah matamu nona aku bingung harus mulai darimana (dengan sedikit meringis dengan luka diwajahnya)". Neil


"Kakak...(Lilian mulai membukakan matanya) hiks....(Lilian menangis keras-keras dengan nada bergetarnya) maafkan Lilian gara-gara Lilian kakak jadi babak belur seperti ini... terima kasih kak sudah mau menyelamatkan Lilian (dengan sorot yang begitu polos nan manis meluapnya segala rasa yang ada)". Lilian


"Deggg... tangisan kecil ini sepertinya aku tidak asing dengan tangisan ini. hem...apa kabar gadis ceriaku...membatin". Neil


Ya tangisan itu mengingatkan Neil kepada seseorang yang sampai sekarang masih utuh dihatinya.


"Kakak....apa kau marah padaku? (Lilian bingung melihat lawan bicaranya diam saja, dengan pikiran cepatnya ia menggerakkan tangan kecilnya mengusap darah yang menetes dipelipis kakak itu dengan tisu yang ia ambil dari ranselnya) kakak maaf...(tangan Lilian terulur menyentuh pelipis yang mengeluarkan darah segarnya dan mengusapnya pelan)". Lilian


"Aw....apa yang kau lakukan nona kecil, (jemari Neil menyentuh tangan Lilian yang masih menempel dipelipisnya) aku tidak marah padamu... nona, sekarang beritahu aku alamat rumahmu aku akan mengantarkanmu pulang (dengan pesona tampannya ya walaupun sekarang wajah Neil luka-luka namun itu tidak mengurangi akan ketampanannya)". Neil


"Deggg... wahai sang pencipta sungguh tampan kakak ini hingga jantungku bisa seperti ini ,apakah aku telah jatuh hati kepada kakak tampan ini...membatin.


Maaf kakak, Lilian hanya ingin mengusap ini (Lilian melepaskan pegangan diantara jemari mereka dengan gerakkan cepat dan Lilian menunjukan sebuah tisu dengan setetes darah yang menempel ditisu dan Neil membiarkannya tanpa berkomentar)". Lilian


Entahlah ini memang terlalu awal bagi Lilian untuk menyukai lawan jenisnya, namun perasaan detak gemuruh dijantungnya memanglah tidak bisa membohonginya.


Akhirnya Lilian memberitahu kepada Neil (memberi alamat rumahnya) dan Neil melajukan mobilnya dengan arahan dari Lilian.


kelembutan dan kepolosan Lilian mampu membuat Neil merasa nyaman hingga tanpa sadar keduanya saling tanya jawab dan keadaan itu cukup berhasil untuk mengusir kecanggungan diantara keduanya yang baru bertemu terutama teruntuk bagi Lilian yang benar berusaha menyembunyikan rasa ketertarikkanya kepada lawan jenisnya.


Hari semakin petang dan sang mentaripun sudah berpaling menyembunyikan sinarnya. disepanjang jalan mulai terlihat keindahan yang dipertontonkan alam sekitar kini indahnya daratan digantikan dengan lampu-lampu yang menyala dengan berbagai jenis dan bentuknya menghiasi indahnya padatnya kota.

__ADS_1


__ADS_2