
_skip_
setelah Lilian menandatangani sebuah berkas sebuah perjanjian,selang beberapa waktu amar dan Putri dibebaskan dari sekapan, dan tidak jauh berbeda dengan Lilian, amar dipaksa juga untuk menandatangani sebuah berkas perjanjian yang isinya tentu memberatkan pihak keluarga Amar dan menguntungkan bagi pihak Alex.
dengan perasaan terpaksa akhirnya pernikahan Lilian tercipta.
entah apa yang akan terjadi selanjutnya, pernikahan yang terdengar cukup aneh, dan mengundang banyak prasangka tentunya.
# Flash back off #
"apa kau siap sayang....(Lanang tersenyum dengan senyuman manisnya meskipun umurnya terlampau sangat jauh dengan Lilian, namun semua itu tiada sedikitpun dia merasa terberatkan justru ia bangga bisa mendapatkan gadis yang paling bersinar di negri itu dimasa itu juga)". Lanang
"berikan Lilian sedikit waktu lagi dad, Lilian ingin bicara sesuatu kepada mommy...(menatap teduh)". Lilian
"baiklah gadisku (Lanang mengangguk dengan tatapan takjubnya melihat sosok yang begitu menggugah minatnya)". Lanang
"terima kasih dad,...(Lilian segera berjalan kearah sang mommy yang duduk tidak jauh dari keduanya)". Lilian
"sayang...., maafkan mommy (mom Putri menyambut kedatangan Lilian dengan kedua pelupuk mata yang sudah basah)". mom Putri
"tidak mom, ini semua bukan salah mommy...,Lilian yang meminta maaf kepada mommy atas semua yang sudah terjadi, Lilian sangat merasa bersalah kepada mommy dan Daddy ,Lilian benar-benar meminta maaf... (dengan nada yang sangat pelan namun Lilian berusaha tidak memperlihatkan air matanya)". Lilian
"Daddy dan mommy sudah memaafkanmu sayang, kau tidak perlu lagi merasa bersalah kepada kami...Daddy minta kepada Lilian untuk selalu kuat dan bersyukur, dan ingat ikhlas kepadanya (sang pencipta) dengan yang sudah ditetapkannya , insyaallah Lilian akan menemukan kebahagiaan....(Amar berusaha menegarkan anak kesayangannya)". Amar
"Daddy.... sungguh Lilian sudah bodoh hingga kejadian ini bisa Lilian miliki (Lilian merangkul Daddy tampan dan tercintanya begitu erat)".Lilian
bagi Lilian Daddy Amarnya adalah sosok laki-laki yang terbaik di dunia ini tanpa sedikitpun, membuat hatinya selalu tenang dan nyaman ,begitu dicintai dan begitu dimengerti hanya Daddy Amarnya ya hanya Daddy Amarnya yang memiliki cinta yang tulus untuk dirinya.
"hiks.....(entah apa yang dibicarakan ketiganya namun pemandangan itu membuat Amira terenyuh hatinya, sebenarnya masalah apa yang sedang dirundung adiknya?)". Amira
__ADS_1
"sayang...(Niel sedikit kaget ketika tubuh sang istri bergetar dalam diam)". Neil
"sayang ....mommy yakin kebahgiaan adalah milikmu, mommy akan selalu mendoakanmu...(mom putri mengelus punggung sang anak yang melepas masa Lajangnya dengan seseorang yang tidak semestinya memilikinya namun mom Putri tidak ada pilihan lain keadaan ini benar-benar menguras tenaga,pikiran dan seluruh emosinya)".mom Putri
"sayang....(nampak Lanang menjemput Lilian)". Lanang
"dadd,...(Lilian yang menghadap kearah sang mommy cukup terkejut dengan sebuah Suara yang memanggilnya)". Lilian
"aku tidak mau mendengar Lilianku tersakiti, tuan Alex berjanjilah seperti sebuah janji yang kau tulis disurat perjanjian itu...(amar dan Lilian saling melepas pelukan disaat Lanang menghampiri ketiganya)". Amar
"jangan khawatir Daddy Amar aku kan membahagiakan Lilianku dengan segenap jiwa dan ragaku, seperti perjanjian yang aku buat sendiri dan satu lagi setelah Lilian sah menjadi istriku aku akan setia kepadanya, menjadikannya satu-satunya pendampingmu bukanya itu yang kau mau Daddy Amar...(ya amar dan mom Putri masih cukup tenang Lanang menulis pernyataan bahwa akan setia hanya memiliki satu pendamping hidup didalam surat perjanjiannya)". Lanang
dengan senyuman mengembangnya.
"Hem,....(panggilan Daddy Amar cukup membuat hatinya terenyuh, laki-laki yang berumur diatasnya malah kini yang akan jadi suami dari anak emasnya, laki-laki penguasa yang terkenal dengan kebaikanya namun akan menjadi bumerang yang melawan dan memiliki masalah dengannya) aku harap kau menepati janjimu tuan...". Amar
nampak Lanang sudah tidak sabar namun tetap tenang dengan senyuman menawan di bibirnya.
Lilian nampak mengatur nafasnya dan memejamkan netranya sejenak.
"mungkin inilah jalan yang harus Lilian jalani (mencoba melapangkan dada)...membatin.
Lilian siap dad,". Lilian
Lilian menangkap uluran tangan dari Daddy Lanangnya dan itu membuat hati kedua orang tuanya menahan nyeri. bagiamana ini bisa terjadi...ya masa-masa yang sudah dilewati ketiganya (putri , Lanang dan Amar) bukanlah masa yang mudah.
dan apakah mereka benar-benar bisa mengikhlaskannya..???
"bagus gadis penurut...aku tidak salah memilihmu untuk menggantikan mommymu....membisik". Lanang
__ADS_1
Amar yang melihat interaksi itu hanya bisa memejamkan matanya, dengan menahan segala gejolak didadanya, ya sebentar lagi secara tidak langsung ia menyerahkan putrinya sendiri kepada seekor hewan buas. hal ini mengingatkan dirinya diwaktu silam ketika dirinya yang telah kalah untuk mendapatkan mom Putri dengan kelicikkan dari tuan Alexnya, dan kejadian ini terulang kembali kepada anak semata wayangnya Sungguh rasanya Amar tidak sanggup bila harus memikirkanya, ini terlalu rumit untuk dijabarkan dengan ingat-ingat yang sudah tercipta.
"mas....(mom Putri mengelus punggung lebar milik suaminya, ia menangkap kesedihan dan kegelisahan dari sang suami), mom yakin Lilian adalah gadis yang kuat dan mandiri...(mencoba menguatkan, meskipun hatinya sendiri terasa terobrak-abrik)".mom Putri
mendengar itu Lilian terdiam kaku, hanya nafas sesak yang ia dapatkan atas semua kesalahan fatal yang ia pernah lakukan dengan sang dosen.
"kau jahat dosen...kau jahat....inilah kebodohanku...yang terlalu mempercayai dengan kebaikan manismu dosen Harun...membatin". Lilian
Lilian dan Lanang duduk saling berdampingan dengan senyuman mengembang dari pihak Lanang dan raut teduh dari pihak Lilian.
"apa kedua-nya sudah siap., acaranya akan kami segera dimulai...".pak penghulu
"kami sudah siap (rasanya sedetik saja Lanang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok ayu disampingnya hingga menimbulkan dari berbagai pihak sedikit berbagai ekspresi tertahannya)". Lanang
"tuan...oh tuan..ada rasa yang hinggap bahagia dan bangga menjadi bawahanmu, anda mengalahkan semuanya, bahkan yang masih lajang saja tidak bisa untuk mendapatkan Nona Lilian si gadis paling bersinar negri ini.. membatin".salah satu bawahan Lanang
"saya percaya selera anda sebagus ini, tapi bagaimana anda bisa melakukan hal ini kepada dua insan yang menatap tidak percaya seperti diriku...membatin". Jimmy
"good job...(dengan senyum semangatnya).... membatin". Lucas
dan masih banyak lagi komentar-komentar yang hanya bisa terucap dalam diam.
acara yang berjalan dengan proses demi proses dengan ketenangan yang cukup membuat Lanang puas namun ada sebuah keributan yang membuatnya dirinya berubah kemode gemas dan murka.
"Lilianku....". Harun
sosok muda dengan khas berkacamata dengan penampilan yang culun dengan sisiran rapih di rambut mengikatnya, dengan baju kemejanya dimasukkan kedalam celana tingginya dan sepatu hitam megkilatnya tengah berdiri menatap Lilian dengan tatapan penuh kerinduan.
"d..dosen Harun,.......(bibirnya bergetar menyebut nama itu, entahlah perasaan apa yang hinggap dihatinya disaat netranya menangkap penampakan sosok laki-laki yang sudah berhasil mencuri kesuciannya)". Lilian
__ADS_1