Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Pengakuan


__ADS_3

kunjungan yang Daddy Lanangnya lakukan serta Merta ancaman dan tatapan ketidakpuasan Daddy Lanangnya membuat Lilian cukup tertekan dan butuh pencurahan selain kepada mommynya.


dan hal yang perlu Lilian jaga yaitu perasaan Daddy Amarnya.


Lilian tau betul tatapan kesakitan milik Daddy Amarnya disaat bertemu dengan Daddy Lanangnya.


itu sungguh membuat Lilian sedih dan sekaligus khawatir akan merenggangkan hubungannya dengan kakak semata wayangnya.


sejurus kemudian Lilian baru tersadar dengan perlakuan emosi yang ia tunjukkan kepada seseorang yang kini sudah sah menjadi suaminya itu, yang dulu pernah menodainya.


dengan segera ia melepaskan pelukan ditubuh suaminya dengan kedua rona yang sudah tercetak jelas dikedua pipi dan hidungnya.


rasa takut ,rasa kesal dan marah bahkan rasa sedih dan hancurnya perlahan meninggalkannya. kini digantikan dengan rasa yang semakin jelas yaitu rasa nyaman di saat bersama Harun namun masih enggan untuk diakuinya.


"emmm... maafkan Lilian dosen". Lilian


Lilian tertunduk dengan tangan saling bertaut.


"salah, ini adalah sebuah kesalahan?... membatin. (Lilian menggeleng)". Lilian


"Hem...kau kenapa? (tangan Harun terulurkan menyentuh salah satu bahu milik Lilian dan mengusapnya pelan membuat Lilian semakin diterpa kegugupan)... tidak apa-apa Lilian, aku tau kau merindukan diriku dan begitun dengan bayi kita dia pasti merindukan kepulangan ayahnya...(dengan senyuman hangatnya)". Harun


"Lilian..., (berusaha menghilangkan ketegangannya dengan menyelipkan anak rambut kebelakang telinganya dengan kekikukanyan) ...emmm...bukan...emm...maksud Lilian... ya anak kita...emm.. maksudnya bayi ini merindukan ayahnya!.


emm...sini Lilian bawakan tasnya (tanpa sanggup melihat kearah wajah Harun Lilian mencoba mengalihkan suasananya dengan mengulurkan tangannya bermaksud membantu Harun untuk membawakan tasnya)!". Lilian


tangan Harun turun dari pundak Lilian.


"Hem...(Harun tersenyum senang keadaan ini sungguh aroma baru dihidupnya, aroma kebahagiaan yang dibawa seseorang gadis polos dengan kelembutannya seseorang gadis yang sangat diinginkannya terwujud dengan sesuai keinginannya.

__ADS_1


suasana natural didalam debaran yang sama menjadikan keindahan didalam kesederhanaan begitu sangat bergelora.


justru pengalihan suasana yang Lilian berikan membuat Harun semakin dibuat senang, dengan senang hati Harun memberikan tasnya kepada Lilian) terima kasih sayang, ternyata istriku sungguh sangat perhatian...". Harun


"emmm...(mengangguk mengiyakan masih tanpa berani menatap wajah sang lawan bicaranya) ,ini hanya hal kecil yang Lilian bisa lakukan dosen...". Lilian


"sungguh rendah hati...membatin.


em... tetap saja Lilian, sekecil apapun yang kau lakukan itu terlihat besar di mataku, baiklah ayo kita masuk...". Harun


Lilian dan Harun berjalan hingga keduanya berdiri tepat didepan kamar tidur mereka.


"baiklah...(secara bersamaan, hingga menimbulkan tawa diantara keduanya)".Lilian dan Harun


"emmm...maaf dosen saja dulu...!". Lilian


"Hem, kau memang istriku yang baik hati... Lilian...aku.., (ucapannya terpotong)". Harun


mom Putri terpaku menatap kedua-nya yang terlihat harmonis dan semakin akrab ya sejatinya mom Putri mengetahui anaknya tidak begitu dekat dengan laki-laki selain Neil pangeran berkuda putihnya, kenapa Lilian bisa dekat dengan sosok Harun yang notabene nya adalah dosennya sendiri.


bahkan melakukan hubungan terlarang diluar pernikahan hingga hamil yang sekarang menjadi calon cucunya dan sampai sekarang mom Putri taunya Lilian dan Harun sama-sama saling menyukai, cukuplah menjadikan pertanyaan besar untuk sang mommy kenapa Lilian melakukanya bersama laki-laki lain padahal sejatinya pada waktu itu mommy mengetahui bahwa laki-laki yang dicintainya adalah hanya sosok laki-laki yang bernama Neil Nathaniel. apakah Lilian merahasiakan sesuatu kepadanya???.dan kenapa jika ia kenapa gadis polosnya bisa merahasiakan suatu hal yang menurut sang mommy bukanlah kebiasaanya )... Harun kau sudah pulang nak, syukurlah?, mommy tadi sempat khawatir melihat Lilian menunggumu dengan ketidaknyamananya...tapi sekarang mommy sudah lega... Lilian sangat terlihat meri..(tercegat)".mom Putri


"mommy...please...(berbisik seakan Harun tidak mendengar dengan menutupi bibirnya dengan salah satu telapak tangannya)". Lilian


"Hem.... em..(tersenyum ramah Harun tau bahwa istrinya tengah malu sedari tadi ditambahi penuturan dari sang mommy) sekarang aku sudah pulang... maafkan aku ,aku membuatmu menunggu.


(dan beralih kepada mommy) terima kasih Mom, mommy sudah menjaga Lilian selama aku tidak ada dirumah, maaf sudah merepotkan". Harun


"tidak apa-apa nak, tidak perlu berterima kasih kepada mommy. jangan pernah lagi berkata merepotkan, mommy sangat bersyukur memiliki kalian... mommy sama sekali tidak merasa direpotkan. mommy sudah tidak sabar menantikan kelahiran cucu mommy...". mom Putri

__ADS_1


"ehkm...(Amar muncul dari balik pintu kamarnya)". Amar


"dad, (mom Putri memberi tanda mengingatkan sang suami untuk tidak berbicara tanpa saringan terlebih dahulu kepada menantunya dengan tatapanya)".mom Putri


"kau sudah pulang Harun, baguslah.(dengan sebuah senyuman ringan)". Amar


dan itu membuat Lilian dan Harun cukup terkejut.


"dad, em...ia Harun sudah pulang (membalas senyuman dengan membetulkan posisi kacamatanya)". Harun


"culun..., laki-laki licik .. membantin.


ok, semuanya terlihat baik. semuanya!!!!, Daddy tunggu di meja makan (Amar berlalu membawa tanya untuk Lilian dan Harun sedangkan mom Putri mengangguk tersenyum)". Amar


"awal yang baik... semoga mas Amar bisa membawanya dalam kebiasaannya....membatin (dengan sebuah senyuman samarnya mengikuti gerakkan milik suaminya)".mom Putri


_skip_


"ada kabar apa untuk hari ini? apa dia rewel (Harun berdiri mensejajarkan diri dengan Lilian yang duduk di kursi belajarnya yang masih nampak sibuk membalas pesan dari dua permen jahenya)". Harun


"em... semuanya baik dosen, tidak...dia tidak rewel (Lilian yang asyik dengan obrolan di selullernya sedikit terkejut Harun terkesan mengintip isi dari obrolan receh Lilian dengan temannya)". Lilian


"apakah kau sudah meminum susu dan minum vitamin mu Hem...?". Harun


Lilian segera menutup selullernya dan Lilian dapat melihat segelas susu sudah tersaji di atas nakas.


"em...(Lilian menggeleng) maaf Lilian lupa". Lilian


"Hem, sudah malam sayang..sebaiknya kau minum susu nya dan setelah itu beristirahatlah. oh ya lusa kita akan pergi memeriksakan kandungan mu, bagaimana apa kau tidak keberatan?!. (mengusap sekilas pucuk kepala Lilian, ya meskipun hidup dengan kesederhanaan namun Harun sangat-sangat memprioritaskan Lilian dan kandungannya begitupun dengan kedua orang tua Lilian, ia tidak mau dimata mertuanya sebagai laki-laki yang abai akan kesejahteraan istri dan calon anaknya terutama dimata Amar)". Harun

__ADS_1


"em.... terima kasih dosen (lag-lagi perlakuan yang diberikan suaminya membuat Lilian perlahan bisa melupakan akan kisah sedihnya ya Lilian merasa memiliki seseorang yang benar tulus kepadanya tanpa adanya sebuah Rahasia. rahasia? sejauh ini Lilian belum tau jelas dengan rahasia yang tengah suaminya sembunyikan darinya dan keluarganya).


Lilian tidak keberatan, lusa Lilian akan pergi memeriksakan kandungan Lilian!". Lilian


__ADS_2