Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Penyelamatan


__ADS_3

bommmmm..... duarrrrrrrrr.... bangunan kumuh itu meledak-ledak disaat Harun keluar beserta liliannya.


Lilian hanya mampu bersandar dikursi jok mobil disaat perasaan campur aduknya menguasainya.


"bertahanlah...aku akan segera membawamu ketempat yang aman". Harun


Harun mulai melajukan mobilnya berputar arah baru saja mobil yang mereka kendarai Sampai dijalan utama namun laju mobilnya tersendat disaat peluru menghujani mereka hingga mengenai beberapa ban mobilnya.


dorrrr.... dorrrr... sebuah suara tembakkan yang mengenai mobil yang Harun kendarai otomatis Harun menghentikan lajunya hingga mobilnya sedikit membentur salah satu pohon dijalan tersebut.


"hahaha.... (Suara sebuah tawa dipagi buta itu....) menyerahlah Dev....!!!".Carl


"tidak akan....!!!". Harun


Harun membawa Lilian keluar dari dalam mobilnya. dan berlari dengan mengendap- mengendap berlindung di areal pertoko'an yang masih nampak masih tutup dengan sesekali menembakkan pelurunya.


tembakkan tidak terhindarkan, nampak Harun menghubungi seseorang diseberang sana.


📲 *"siapkan aku helikopter dilokasi....(Harun menyebut salah satu tempat), Jangan membuatku kecewa...tuttt... panggilan ditutup".* Harun


"ayo ....". Harun


Harun berjalan dengan tatapan hati-hatinya sementara Lilian setia dengan isakkan kecilnya takut, sedih, marah, kecewa, lelah, semua rasa menghinggapnya menjadikan Lilian tidak fokus untuk arahan jalan yang Harun tunjukkan.


"awas.....". Harun


"ah......(teriak Lilian disaat netranya mendapati Harun menggantikan tubuh Lilian terkena timah panas yang menembus dalam tubuhnya)". Lilian


nampak peluru mengenai punggungnya, hingga darah segar terlihat menembus ke dadanya .ya peluru itu menembus dadanya !!!! bagi Harun ini adalah luka terburuk disepanjang perjalanan hidupnya.

__ADS_1


"ah.... dosen Harun, (Lilian berteriak histeris disaat darah dosen Harun mengenai wajahnya)". Lilian


"apa kau baik-baik saja....(dengan menahan kesakitan yang menjalar di sekujur tubuhnya)".Harun


"hiks....tolong... siapa saja tolong dosen Harun". Lilian


"diamlah... aku tidak apa-apa aku akan bertahan (ada senyuman samar disaat Harun melihat ada kekhawatiran diraut Lilian untuk dirinya)". Harun


dorrrr....dorrrr... Suara tembakkan dari berbagai arah.


nampak jauh disebarang sana ada sosok tampan dengan bala pasukannya.


sosok tampan itu tidaklah lain adalah Ferdinand beserta bawahan Daddy amarnya dan disana nampak mantan kekasihnya Neil Nathaniel tengah ikut bersamanya.


disini Neil bukanlah seseorang dengan segala kemampuannya di bidang tembak menembak ya. dia dilahirkan memang dengan bakat berbisnis namun Neil disini tidaklah mengenal dunia kriminal seperti Ferdinand.


"Lilian....(Neil dapat melihat dengan samar Lilian tengah berpelukkan dengan seseorang laki-laki yang menurutnya tidaklah asing)". Neil


"ayo sayang ...(Harun berdiri disaat lawannya sibuk berbaku tembak dengan pasukan yang Ferdinand bawa)". Harun


Lilian melangkah namun tatapanya menatap kearah dimana Neil tengah berada.


"buggghk...(Lilian menjerit disaat ia terpisah dari Harun karena ada seseorang yang memukul Harun hingga terjatuh) menyusahkan...kau akan lari kemana lagi hah... , tidak sia-sia aku mengejarmu sampai kenegara ini...dan lihatlah siapa ini... kau sungguh pintar memilih seorang perempuan???!!! (laki-laki berpostur tinggi bongsor itu menatap senang kearah Lilian ia sampai lupa dengan tujuannya) sepertinya aku boleh memilikinya". Carl


"dorrrr.....jangan sentuh dia...". Ferdinand


"ahhh.... ". Carl


laki-laki bongsor itu terjatuh terkena sebuah peluru yang dilesatkan Ferdinand kearah lengannya dan dengan secepat kilat kemudian berlari menghindar disaat netranya melihat seseorang laki-laki dewasa tengah membidiknya dengan langkah pastinya.

__ADS_1


"Paman....(Lilian menghambur kedalam pelukan Ferdinand) hiks...tolong Lilian paman.(dan menoleh dimana terakhir kali dosen Harun berada Lilian dapat melihat dosennya tengah dibawa oleh seseorang menuju sebuah helikopter dengan dibantu /di papah) jangan paman....(disaat Ferdinand mengarahkan senjatanya kearah dosennya berada)". Lilian


"tahan.....(disaat Ferdinand melihat pasukannya membidik sebuah helikopter yang mulai mengudara)". Ferdinand


Lilian dan Harun saling menatap meskipun jarak diantara keduanya cukup jauh namun tidak mengalangi Mereka untuk saling menatap perpisahan. ada atri tatapan yang sama diantara keduanya namun entah apa itu ... terutama untuk Lilian kenapa ia bisa meloloskan laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya seharusnya ia membiarkan paman ferdinand nya atau pasukan dari Daddynya untuk menembakkan senjatanya hingga bisa saja Harun lenyap dengan kisah getir yang Harun goreskkan dalam ingatannya.


mereka saling menatap hingga jarak memisahkan tatapan diantara keduanya.


bagi Harun ini adalah perpisahan sementaranya. ia berjanji akan menjemput Lilian dengan pengakuannya kepada kedua orang tua Lilian.


setelah helikopter yang membawa Harun menjauh Ferdinand membawa Lilian ketempat yang dirasa aman.


sedangkan anak buah beserta Carl lari dan menghilang di gelapnya pagi, hanya beberapa orang tertembak mati dan sisanya melarikan diri.


"sayang apa kau tidak apa-apa...(dengan sangat terburu-buru Neil mendekap tubuh Lilian yang baru saja Ferdinand lepaskan, ia sampai lupa dengan statusnya yang sudah resmi menjadi kakak iparnya)". Neil


ada rasa ingin melarang namun Ferdinand hanya diam bagaimanapun dia hanyalah seorang bawahan dari tempatnya berkerja.


"aku tidak apa-apa kak, (perlahan Lilian mendorong tubuh milik Neil ia merasa tidak enak hati dengan kakaknya)". Lilian


"nona minumlah...(Ferdinand menyerahkan sebuah air mineral untuk Lilian dengan sigap Neil meraihnya dan membukakan penutupnya memberikannya kepada Lilian)". Ferdinand


"pelan-pelan saja. (nampak sangat jelas rasa bersalah Neil kepada Lilian hingga semua kejadian ini rasanya adalah salahnya)". Neil


🌾 Di kediaman Amar Alamsyah🌾


"Lilian....(mom Putri menghambur memeluk erat sang Putri emasnya begitupun dengan Amar , Amar tidak bisa membendung rasa syukur dan bahagiannya disaat netranya bisa melihat putri emasnya berada di hadapannya)".mom putri


"hiks...mommy...... maafkan Lilian...!!!". Lilian

__ADS_1


Lilian dan mom putri menangis bersama, begitupun Amira dan juga mantan calon mertuanya Lilian (mom nichole dan Daddy Fuji).


ada kekhawatiran namun ada juga rasa syukur disaat mereka bisa menatap Lilian dengan raga utuhnya.


__ADS_2