
"Lilian... aku sangat merindukanmu Lilian!!!!". Lanang
dengan tatapan ingin memilikinya. dengan langkah kaki yang ia arahkan kepada Lilian betapa kerinduan yang ia dapatkan disaat keinginannya dengan nyata telah tertunda.
"tapi dad, Lilian...Lilian (kepalanya ia gelengkan bibirnya serasa berat untuk mengucapkan keadaan).
apakah Daddy dalam keadaan sadar benar, kenapa Daddy selalu mengatakan menyukaiku dan sampai mencariku sejauh ini..., lalu bagaimana dengan perasaan mommy...??? kenapa Daddy bisa berfikiran seperti itu... membatin". Lilian
"salahkah seorang Daddy merindukan putrinya sendiri Lilian...? (dengan tatapan mencari jawaban yang jawabannya ia bisa jawab sendiri)". Lanang
"tidak dad, tidak ada yang salah. tapi status Lilian sekarang berbeda Lilian ...(ucapanya dicegat)". Lilian
"apakah sejauh itu Lilian, seorang daddy akan tetap dekat dengan seorang putrinya ,apa kau tega dengan daddymu sendiri...Daddy mohon ikutlah dengan Daddy, kali ini saja... sepertinya ini adalah permintaan terakhir Daddy kepada Lilian...Daddy mohon Lilian ,ada yang ingin Daddy katakan kepadamu...(Lanang berhasil menangkap tangan Lilian namun ia mencoba selembut dan sesopan mungkin supaya tidak membuat Lilian takut kepadanya dan bisa saja Lilian berteriak mengundang masa ya meskipun Lanang tidak takut dengan semua ancaman dari pihak manapun terkecuali ancaman mantap milik Amira)". Lanang
bagaimana bisa sosok cantik nyaris sempurna, dambaan para pria dan telah memikat hatinya ia biarkan berkeliaran bebas tanpa masuk dalam sangkarnya.
"hem....maafkan Lilian dad.
bicaralah disini saja dad, karena Lilian tidak mungkin pergi tanpa izin dari suami Lilian...(lembut namun dengan nada yang cukup tegas, Lilian mempersilahkan Lanang duduk disebuah ruang tamunya)". Lilian
Lilian menangkap tangan Lanang dengan salah satu tangannya dan melepaskan tangan Lanang dari tangan Lilian yang satunya dengan sesopan mungkin.
"dad, kenapa Daddy berdiri saja disana? (berusaha mengusir kecanggungan ,melihat Daddy Lanangnya hanya berdiam diri menatap kearahnya tanpa mau duduk)". Lilian
"Lilian kau terlalu berharga untuk seorang Harun! lihatlah kau sangat tidak pantas tinggal dirumah sempit dan berdebu seperti ini, apa kau tidak kasihan dengan mommy dan Daddymu? apa lagi dengan calon anakmu? Harun tidak akan bisa membahagiakanmu Lilian...!". Lanang
"maaf Daddy, langsung saja ke topik pembicaraannya (Lilian yang duduk bisa melihat dengan jelas rasa enggan seorang terpandang dan terhormat seperti Daddy Lanangnya jangankan untuk duduk menyentuh kursinya saja rasanya Daddy Lanangnya tidak kuasa menyentuh benda-benda yang ada dirumah sederhananya lalu bagaimana caranya Daddy Lanang dan mommy putri dulu bisa bersama??? apakah Daddy Lanang menerima mommynya karena suatu hal???) ". Lilian
"tinggalkan Harun , ikutlah bersamaku Lilian. aku akan menjamin kesejahteraan kedua orang tuamu Lilian, dan aku berjanji akan membahagiakanmu dan anakmu, tanpa sedikitpun kata kurang!!!". Lanang
"kenapa Daddy Lanang selalu kekeh dengan pendiriannya untuk bersamaku, aku takut Daddy Lanang berbuat nekad dengan kekuasaannya!... membatin.
__ADS_1
maafkan Lilian Dad, Lilian mencintai suami Lilian (dadanya berdegup kencang saat mengatakan hal itu), Lilian tidak bisa ikut denganmu dad, tolong , tolong untuk mengerti kita ditakdirkan tidak untuk berjodoh (ya lebih tepatnya hanya sebatas anak dan ayah tiri tanpa suatu hubungan darah)!!!". Lilian
dengan seluruh keberanian dan tekadnya Lilian mengucapkannya dengan satu tarikan nafas yang terdengar tenang dan apa adanya.
"Hem....(menggeram menatap lekat kearah wajah cantik nan ayu milik Lilian dengan tangan yang mengepal erat).
kau akan menyesal telah menolakku Lilian , aku akan menunjukkan kepadamu siapa itu sebenarnya Harun ... dan pada saat itu tiba aku yakin kedua orang tuamu akan memisahkan kalian, dan kau akan benar tau siapa yang lebih pantas untuk kau pilih Lilian!". Lanang
Lanang berlalu dengan sejuta murka yang tertahan, ya begitu marahnya ia ketika bibir merah muda mikik Lilian menyatakan bahwa Lilian telah mencintai sumainya.
rasanya begitu terhinanya ia.
_skip_
"tuan,...(Lucas kaget dengan kemunculan tuannya dengan waktu yang singkat dan dengan raut yang terlihat buruk)". Lucas
Lucas segera berlari mengekor dibelakang tuannya.
jalan (memberi perintah)". Lanang
Lanang berlalu dari kediaman Harun, ia berjanji akan menaklukan, keyakinan dari anak-anaknya yaitu Amira dan Lilian.
sementara itu Lilian.
"hah..... huffftssss....(nampak menenangkan fikirannya, bagi Lilian berhadapan dengan seseorang yang notabene nya adalah Daddynya sendiri dan sebagai orang yang berpengaruh dinegrinya sekaligus orang yang mengaku menyukainya cukup membuat jiwanya cukup terguncang hebat, pasalnya Lanang Putra Alexander adalah Daddy dari sang kakaknya sendiri ia tidak mungkin untuk menyakitinya dengan kata ataupun tindakan dengan sesuka hati. dan bagaimana bisa kisah ini terlalu lucu seorang mantan dari mommynya sendiri jatuh hati dengan anaknya meskipun tiada hubungan darah yang berarti)
cepatlah sadar dad, Lilian bukanlah seseorang yang pantas untuk menggantikan mommy Putri... bergumam". Lilian
* di dalam mobil *
"Lilian....! menggeram.
__ADS_1
jangankan untuk menyentuhmu melihatmu secara langsung saja aku kesusahan seperti ini, sungguh aku ingin memilikimu seutuhnya... tunggulah, tunggu aku untuk memisahkanmu dengan seseorang yang kau bilang kau cintai itu.
aku akan melakukan cara apapun untuk mendapatkanmu. jangan panggil aku dengan sebutan Lanang Putra Alexander kalau aku tidak bisa untuk mendapatkanmu...membatin!". Lanang
sedangkan Lucas yang berada didepan kemudinya dapat merasakan aura yang kuat dari sang tuanya. berpengalaman menjadi tangan kanannya beberapa tahun membuatnya cukup mengerti dengan aura kuat yang berasal dari sang tuanya.
"semoga tuan tidak kecewa dengan harapannya, meskipun ini terlihat sangat gila ... membatin". Lucas
ya Lucas sendiri mengetahui perjalanan apa yang sudah ia lalui bersama sang tuanya, bahwasanya tuanya adalah sang pemain wanita sewaktu di negara asal mendiang salah satu anggota keluarganya, tanpa mau menjalin hubungan yang Resmi seperti sebuah pernikahan.
ia sampai heran seorang tuan Alex sama sekali tidak melirik putri Sukma yang sangat setia kepadanya setau Lucas Putri Sukma adalah kembaran dari sang mantan istrinya putri ayu??? dan kini malah lebih mencengangkan tuan Alexnya lebih menginginkan anak tirinya yang kini sudah memiliki suami.
itu sangat gila, namun apa dikata dialah sang penguasa!!!.
🌾 Di perusahaan yang dikelola keluarga Nataneil (anggap saja seperti itu ya) 🌾
"Daddy? ..bergumam". Amira
dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, rautnya berubah serius.
"ya sayang, aku takut daddy tidak bisa menerima persaingan nyata ini..."Neil
"hemmm.... ini bukan hanya masalah bisnis kak, aku yakin ini ada kaitannya dengan gagalnya Daddy untuk mendapatkan Lilian (tatapan menerawang)". Amira
ya dia lebih tau dengan sosok Daddynya.
"apapun yang akan kita hadapi ,aku mohon jangan bertengkar dengan daddymu lagi...". Neil
"entahlah... Daddy bukan tipe kebanyakan orang dengan pemikiran ekstrimnya. jujur aku sangat menghawatirkan Daddy...(menoleh kearah laki-laki tampan yang kini menjadi suaminya)". Amira
"aku percaya padamu sayang...kita pasti bisa melewati ini jika tetap bersama". Neil
__ADS_1
menatap sayang, betapa beruntungnya ia bisa diberi kesempatan untuk memperbaiki hubungannya dengan seseorang yang sudah lama ia nanti karena kekhilafannya kepada dua saudara yang sangat begitu ia sayangi.