Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Kembalinya Amira


__ADS_3

🌾 Bandara Internasional 🌾


terlihat dua sosok yang saling menumpahkan kerinduan yang begitu menguras perasaan.


"mommy sangat bahagia sayang akhirnya kau pulang juga, mommy selalu menantikan saat-saat seperti ini...hiks....(dengan air mata bahagia sekaligus air mata sedihnya mom Putri sudah tidak bisa berkata-kata lagi ia sangat bersyukur bisa dipertemukan kembali Dengan gadis kecilnya ya mom putri merasa bersalah dengan satu gadis cantik yang sekarang ada di hadapannya itu dengan air mata yang setia mengalir di pipinya ia terus mendekap sosok perempuan yang sudah menjelma menjadi sosok yang dewasa itu, setelah mom Putri bisa menguasai keadaan) ....kau sekarang terlihat berbeda sayang kau Sekarang menjadi sosok yang dewasa, maafkan mommy...didalam prosesmu mommy tidak ada untukmu...".mom Rumi


"kumohon jangan katakan itu mom, ini adalah jalan yang sudah ditakdirkanya. Amira ikhlas dengan semuanya mom...kumohon jangan menangis karena merasa bersalah... Amira sangat mencintaimu mom (dengan mengusap air mata yang masih saja mengalir di pipi milik mom tersayangnya)". Amira


"terima kasih sayang...kau selalu bersikap dewasa dalam hal apapun sejak dulu kau selalu mencoba untuk mengerti dan memahami keadaan, ( mom Rumi menerawang disaat masa-masa sulit anak yang baru berusia 12 tahun sudah bisa dan mau mengalah demi kebahagiaan dari sang mommynya, betapa ia beruntungnya memiliki anak-anak seperti Amira dan Lilian terutama untuk Amira sampai sekarang rasa kasih sayang dan rasa bersalahnya melebur menjadi satu)".mom Putri


"eem....(Amira mengiyakan)". Amira


ya Amira mengakuinya, proses tanpa sosok seorang figur ibu menjadikan ia tumbuh menjadi sosok yang tegas dan mandiri, bisa saja Amira menumpahkan rasa butuh dan mengadunya kepada pelayannya (Sukma ayuningsih) namun dirasa ia tetap tidak bisa menumpahkan segala rasanya selain kepada sosok mommynya. termasuk dengan perasaan yang terpendam dihatinya.


"hiks....kak..Amira...(terdengar sosok gadis manis nan cantik tengah menatapnya dengan menyerukan namanya)". Lilian


Amira dan mom Putri menoleh ke sumber sebuah suara dan terlihatlah sosok gadis bermata bening berdiri menatap dan memanggilnya.


terlihat sosok gadis dengan kesempurnaan yang nyata tengah berdiri menatap kearah mereka berdua (mom putri dan Amira) bersama dengan sosok yang Amira sangat kenali.


"daddy... Amar...( Amira sedikit berteriak)". Amira


"hei...apa kabarmu sayang...(ketika amar menangkap pandangan Amira mengarah padanya bersama Lilian)". Amar


"Daddy...., (dan Amira beralih kepada mom putri yang ada disampingnya kini)...mom, apakah gadis yang tengah bersama Daddy Amar adalah Lilian??? (dengan tatapan tidak percayanya)". Amira


"emm...(mengiyakan), kau benar Amira sayang...dia adalah Lilian adikmu ,adik yang terlahir dari rahim yang sama dengan mu...".mom Putri


"apa benar mom...(Amira masih tidak percaya dengan sosok yang ia lihat itu)". Amira

__ADS_1


"hiks...". keduanya (Amira dan Lilian)


terlihat sepasang gadis berbeda usia tengah saling melepas kerinduan dengan saling berpelukan.


ya mereka saudara yang tidak pernah bertemu hanya sebuah via surat elektronik saja mereka saling bertukar cerita.


Amira masih ingat betul disaat ia meninggalkan Bandara internasional ini untuk terakhir kalinya, disaat itu Lilian baru berumur beberapa bulan saja.


" Lilian tidak menyangka hari ini adalah hari dimana Lilian bisa bertemu secara langsung dengan kakak, kau sangat cantik dengan segala yang ada pada dirimu kak, Lilian sangat bangga padamu kak!!!". Lilian


ya dialah *Amira Alexander* dia adalah sosok perempuan yang dikaruniai kecerdasan meskipun dirinya bukanlah seorang figur pemimpin didalam berumah tangga, namun itulah kenyataannya dia adalah seorang pemimpin yang dituntut untuk melanjutkan beberapa perusahaan dibeberapa negara milik Daddynya. ya Amira Alexander adalah pewaris tunggal yang tersisa dari keluarga Alexander, dan sepertinya kecerdasan itu diturunkan dari sang Daddynya kepadanya (Lanang Putra Alexander). dengan raut yang tegas penuh dengan kepercayaan diri, tidak menghilangkan kecantikan yang selalu terekspos di sepanjang harinya.


Amira Alexander baru saja tiba di tanah kelahirannya, yang sekian lama tahun sudah tidak bertemu dengan mom tercinta dan adik tercintanya. Amira pulang dengan tujuan menetap dinegara kelahirannya untuk menggantikan posisi amar pada saat ini (posisi yang sebenarnya).


"Lilian,kau Sungguh gadis yang manis sayang.(dengan senyum simpulnya dan tangannya terulur, menyelipkan anak rambut ditelinga milik lilian yang mengganggu pandanganya untuk menikmati keindahan yang disuguhkan) aku tidak menyangka mempunyai adik semanis dirimu Lilian. matamu...(ucapanya terhenti dan Amira beralih kepada sang mommy yang kini berdiri bersama Daddy amarnya yang senantiasa menampilkan senyuman bahagianya menatap kearahnya bersama dengan Lilian) kenapa mommy dan Daddy Amar bisa memiliki anak sesempurnanya Lilian mom,dad...dia terlihat sangat cantik dan manis, kesempurnaan adalah milik dari Lilian, aku sangat menyukai matanya mom, dad...(dan beralih menatapnya Lilian yang berada dihadapannya) matamu sangat jernih sayang,tatapan dimatamu mengartikan ketulusan dari hatimu kau adalah gadis yang penurut seperti yang mommy putri pernah ceritakan kepadaku....(Amira menatap kagum pada sosok Lilian) pantas saja tunanganmu itu ngebet /buru-buru sekali ingin segera menikahimu.dan menjadikan dirimu sebagai pendampingnya. dia takut kalau ada yang merebut dirimu Lilian... (dengan tatapannya yang menggoda)". Amira


"kakak..... sudah jangan dilanjutkan lagi Lilian malu, (dengan rona diwajah yang tidak padam semenjak kedatangan Amira ya karena Amira masih saja menggodanya) ,kenapa kakakku sepandai ini dalam merayu...apa Daddy Alex mengajarimu??? (dengan tatapan tidak bersalahnya alias polos bin aneh) !!!". Lilian


yang tadinya tercipta suasana haru kini menjadi gaduh.


"Lilian sayang....".mom putri


"tidak apa-apa mom, aku sangat menyukainya, aku sangat gemas akan kepolosannya. wah aku tidak yakin calon suamimu akan bisa lepas dari dirimu Lilian ,dia sangat beruntung mendapatkan mu sayang (dengan tatapan senangnya)". Amira


"my Lolly.... Lilian(mom putri berkaca-kaca menyaksikan kehangatan yang tercipta diantara dua bersaudara berbeda ayah itu)".mom Putri


* didalam mobil *


"apa kabarmu paman ferdinand? (dengan raut tegas namun dengan tatapan ramahnya)". Amira

__ADS_1


"Hem...saya baik Nona, bagaimana dengan princess Amira (dengan nada sopan nya)". Ferdinand


ya Amira menumpangi mobil yang berbeda, dengan orang tuanya begitupun dengan Lilian.


mom putri bersama daddy Amar sedangkan Amira bersama dengan Lilian dengan Ferdinand yang menjadi sopirnya. ya tugas Ferdinand telah kembali kepada tugas awalnya menjadi pendamping Amira meskipun umur sudah bertambah namun Daddy Lanang lebih mempercayakannya pengamanannya kepada sosok Ferdinand.


"Hem...kau masih sama Paman selalu memanggilku seperti itu...(dengan kekehan yang mengejutkan)". Amira


"Nona Amira maafkan saya , (dengan nada bersalahnya". Ferdinand


"kenapa paman harus minta maaf, tidak perlu paman aku malah akan mengucapkan terima kasih kepada Daddy Alex karena sudah mengirim mu untukku (dengan senyum simpulnya)". Amira


"waw... benar ini sisi lain dari kak Amira ,disaat bersama keluarganya ia sangat lembut dan menyenangkan dan disaat berkaitan dengan masalah bisnisnya, orang-orang kantornya kak Amira terasa begitu berwibawa... membatin". Lilian


_skip_


beberapa hari kemudian Lilian sudah dinobatkan menjadi presiden , seorang pemimpin diperusahaan milik Daddynya keluarga Alexander.


* A. A. A Centra group* dan Ferdinand menjadi pendamping dari lilian. dibantu dengan Amar yang masih memegang posisi penting di perusahan itu, sedangkan Jimmy yang seharusnya sudah pensiun seperti Lanang masih tetap aktif diposisinya. namun Lanang memberi sebuah perintah kepada Amira agar tidak terlalu memaksakan Jimmy untuk bergerak seperti dulu.


_skip_


"sayang aku pamit dulu.cup.....(sebuah kecupan hangat yang selalu amar labuhkan teruntuk istri tercintanya) mom Putri mendekat dan mencium punggung tangan milik suaminya)". Amar


"hati-hati mas...(Putri memberikan senyuman khasnya kepada kekasih hatinya itu dengan senyuman yang memenangkan)".mom Putri


"Amira juga pamit mom, Lilian aku berangkat duluan ... doakan hari ini semuanya lancar. cup....(Amira juga mengecup pipi milik mom tersayangnya dan mencium punggung tangan dari mom Putri ini adalah hal yang dulu ia lakukan disaat mom putri masih bersama Daddy Lanang nya)". Amira


"dahhhh...... hati-hati dijalan (Lilian dan mom Putri melambai-lambai disaat mobil yang dikendarai suami berserta anaknya yang mulai meninggalkan perumah yang nampak sederhana namun tidak meninggalkan kesan elegannya)". mom putri dan Lilian

__ADS_1


sedangkan Lilian akan beberapa jam lagi berangkat dari rumahnya untuk kekampus.


ya Lilian akan diantar oleh sopirnya yang baru yang bernama mis Carla. ya mengapa Lilian bisa memiliki seorang sopir yang berjenis kelamin perempuan itu semua atas permintaan dari Neil kepada Amar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ya mis Carla ini jago dalam bersilat dan juga termasuk lulusan terbaik di kelas bela dirinya.


__ADS_2