Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *

Cinta Putri sang pemimpi musim dua * Cinta diantara Anak Kandungku *
Salah orang


__ADS_3

* di kamar *


"sebenarnya siapa kau dosen Harun, dan kenapa kau lakukan ini kepadaku, apakah kau sudah merencanakan semua ini ... bergumam". Lilian


pandangan Lilian menerawang kepada hari-hari yang sudah dilewatinya. hingga kejadian malang terjadi lagi di dalam hidupnya, hingga kini mahkota yang paling berharganyapun ikut direnggut bersamaan dengan hancurnya hati dan cintanya.


_skip_


kini malam datang lagi.


terlihat Daddy Amar dan mom Putri bersama putri tercintanya tengah memasuki mobil pribadinya dengan menggunakan jasa seorang sopir, dan mobil pribadi yang ketiganya tumpangi mulai melaju meninggalkan kediaman Amar Alamsyah dan terlihat mulai ikut masuk dalam barisan dengan laju mobil para pengendara yang lain.


sekitar 30 menit rombongan Daddy Amar mulai menepikan laju mobilnya dan mulai memasuki area parkir disebuah restoran bintang Lima recommend didaerahnya.


"mom, (nampak Lilian terhenti dari langkahnya dan mom putri berserta sang Daddy Amar bisa melihat dengan jelas raut gelisah dari anak kesayangan itu)". Lilian


"sayang...(mom Putri menoleh disaat Lilian menghentikan langkahnya beserta sang Daddy Amar yang berjalan sejajar dengannya)kau kenapa? jangan takut my baby, Daddy sudah bertemu lebih dulu dengannya dan Daddy sudah memastikan dosen Harun dalam keadaan baik-baik saja, jika ia meminta ganti rugi atau tanda balas jasa mommy dan Daddy akan memberikan apapun selama permintaan dosen Harun mampu mommy dan Daddy berikan...(mencoba untuk memberi pengertian disaat Lilian dengan raut tegangnya dan gelisahnya) ".mom Putri


"Lilian...,


(ucapanya terjeda, masih sangat jelas diingatannya disaat dirinya tengah bertarung panas dengan dosen Harun di ranjang yang sama. hal itu sangat membuat Lilian hancur sekaligus malu karena bayang-bayang itu tiada kuasa ia hilangkan dari ingatannya dari sang waktu yang terus beranjak dari tempatnya.


ya Lilian memang menyadari disaat ia melakukannya dengan sang dosen, meski dirinya masih dalam kesadaran namun entah rasa ingin terpenuhi lebih mendominasi bahkan sangat menuntut diwaktu itu hingga menghilangkan akal sehat Lilian, dan betapa jahatnya sang dosen menggunakan kepolosan Lilian yang telah memberikan obat diminuman yang Lilian konsumsi hingga Lilian bisa dalam pengaruh obat jahat itu tanpa ampun).


Lilian sedikit grogi mom, (berusaha menghilangkan rasa aneh yang menyelimuti dengan cara meremas diantara pautan tangannya)". Lilian


"dadd, (mom Putri melirik kearah suaminya)".mom Putri


akhirnya Lilian masuk digandeng oleh kedua-nya sang mom tercinta dan Daddy tersayangnya.


dengan langkah yang pelan namun pasti Lilian dapat melihat sosok yang membelakanginya tengah menunggu akan kedatangannya.


"dosen Harun maafkan kami yang sedikit terlambat".dad Amar


"(seseorang dengan tubuh sedikit kurus yang membelakangi ketiganya mulai menoleh dan menunjukkan bagian sisi tubuh depannya).


tidak apa-apa tuan Amar saya sendiri baru datang sekitar 5 menit lalu, (dengan senyuman ramahnya yang ia tunjukkan untuk ketiganya)". dosen Harun


"akph....(Lilian menggelang tidak percaya dengan apa yang ia lihat), kau, kau siapa tuan?! (dan beralih kepada sang daddy) dadd, kau salah mengenali orang dia bukan dosen Harun yang Lilian maksud, sebenarnya Daddy ke kampus Lilian tidak?.


kenapa bisa salah orang seperti ini...bergumam". Lilian

__ADS_1


_skip_


"memalukan!!! sebenarnya siapa dosen harummu Lilian, apakah dia adalah seorang penjahat hingga berani memalsukan data seseorang tanpa terdeteksi seperti ini?


(ada ucapan yang asal amar layangkan namun sepertinya itu adalah benar).


bukannya ini sudah melanggar kode etik....Hem, (nampak Amar menggerutu diruangan kerjanya)". Amar


tok..tok ..suara ketukan di pintu yang terdengar didepan pintu ruang kebesaran Amar.


"masuk...". Amar


"maaf tuan Amar , tuan Alex 15 menit lagi akan datang (sang asisten pribadi amar nampak mengingatkannya)...". assisten


huffft.... semoga tidak mempersulit keadaan... membatin.


baiklah terima kasih, tolong suruh Yuki untuk menyiapkan minuman". Amar


"baik tuan, (sang asisten nampak keluar dan menutup pintunya)". asisten


"huffft...(hari-hari seperti ini sungguh terasa sulit untuk dilewatkan, nampak amar memijit-mijit pelipisnya yang terasa berdenyut karena memikirkan sosok insan yang bernama Harun, siapa sebenarnya Harun ini terlihat mencurigakan dan terkesan misterius...).


# flash back #


"sayang.....!!! ( disaat sang istri dan anak meninggalkannya dengan dosen yang ia percayai sebagai dosen Harun), sebenarnya siapa kau tuan kenapa kau membohongiku? (Amar masih dalam mode tenang)". Amar


"aku dosen Harun tuan Amar, apa aku terlihat tengah berbohong kepadamu, tuan bisa lihat diriku dengan identitas yang sama. apakah tuan Amar masih tidak percaya dengan bukti identitasku dan data-dataku?!!! (nampak raut jujur dosen Harun didepannya perlihatkan dan semua itu memang benar tidak ada satupun hal yang kurang dan salah tapi kenapa Lilian bilang dia bukan dosen Harun yang ia maksud).


tapi benar jujur aku tidak pernah menolong nona Lilian (ada getaran di bibirnya ya dosen Harun mau menerima tawaran makan malam yang amar tawarkan ya itu semata ia sangat mengagumi sosok Lilian)". Harun


"siapa yang tengah mempermainkanku...membatin". Amar


# flash back off #


pandangan Amar menerawang...dan mencoba mencari solusi.


Jimmy...yeah.... Jimmy adalah orang yang tepat untuk masalah ini...bergumam (disaat ia menemukan satu nama yang sangat berperan penting dalam perusahaan)". Amar


beberapa menit kemudian.


cklekkk Suara pintu diruangan kebesaran milik Amar dibuka memperlihatkan sosok tinggi jangkung tegap dengan ciri khas berwajah blesterannya meskipun sudah lanjut berumur tidak menghilangkan kesan gagahnya.

__ADS_1


"boleh aku masuk...(dengan senyum khasnya)". Lanang


"tentu tuan, selamat datang diperusahaan A.A.A Sentra Group, (Amar mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa empuknya yang lebih tepatnya adalah pemilik dari perusahaan yang ia ikut andil dalam pengolahan perusahaan tersebut dan lebih tepatnya juga tamu besarnya adalah mantan suami dari sang istri tercintanya)". Amar


"bagaimana keadaan perusahaan Amar?


(Lanang melihat raut rumit dari sang lawan bicaranya)". Lanang


"sepertinya tuan Alex benar-benar profesional dengan wibawanya fikir Amar (ya pertama dan terakhir kali mereka bertemu dalam keadaan yang kurang baik) aku juga harus bisa seprofesional dirinya ... membatin.


perusahaan baik tuan, dan jauh lebih baik ketika perusahaan diambil alih oleh princess Amira (dengan bahasa sesopan dan seformal mungkin) , dan... peminat kolega bertambah banyak disaat princess Amira mencetuskan beberapa ide brilian-nya (jelas raut kagum amar disaat mengucapkannya)". Amar


"Hem...(hanya kata itu yang Lanang berikan)". Lanang


Lanang menangkap perubahan diraut Amar.


dan sesaat hening...


"silahkan tuan, (salah seorang masuk membawakan minuman untuk tamu dan sang direktur setelah Amar memberikan izin)". asisten


"apakah Amira sudah usai dengan masa liburannya?". Lanang


"maaf tuan, princess Amira hari ini belum bisa masuk (ada nada ketidak enakkan disana)".Amar


"Hem, (lagi-lagi hanya kata itu yang terucap)". Lanang


Amar sedikit merasa canggung akan kedatangan Alex keperusahaan, mungkin semua itu tidak terlepas dari kecerobohannya untuk kedua putrinya.


hanya tentang perusahaan yang Lanang bahas dengan Amar namun diakhir kalimatnya dan pertemuannya Amar cukup tercengang akan penuturan dari tuan Lanang Putra Alexander.


"apa kau tidak berniat untuk menyekolahkan Lilian diluar negeri? (dengan mode tenang namun itu terkesan sesuatu menurut Amar)". Lanang


"ekhm... itu terserah dengan keputusan Lilian tuan, aku tidak mungkin diam jika Lilian juga inginkan (dengan sesopan mungkin)". Amar


"jangan kaku seperti itu, aku dan kau adalah keluarga bukan...(Lanang menepuk pundak Amar disaat dirinya berdiri sejajar dengan Amar hendak keluar dari ruangan Amar dengan senyum tulusnya)". Lanang


"Hem...ia tuan ,( dengan sedikit kaget namun Amar cepat menguasai keadaan).


mencurigakan... membatin". Amar


🌷 Amar disini sensitif sekali ya, kayak cewek lagi dapat tamu mens..-i....itu semua bermula dari kejadian yang kurang baik menimpa anak emasnya.

__ADS_1


jadi amar disini sangat menjaga akan anak emasnya berusaha supaya anak emasnya tidak merasa tersakiti lagi /menjaga dari para laki-laki yang tidak bertanggung jawab 🌷


__ADS_2