
40 menit berlalu, mobil yang membawa kedua insan itupun sampai di gedung IUA,
Bryan mematikan mesin mobilnya dan melepaskan seatbeltnya, begitupun Alexandria, ia melepaskan seatbelt dan terlihat merapikan rambutnya sesaat menggunakan jarinya ...
" Egmm,,,Bryan kenapa kau menatapku seperti itu? " Tanya Alexandria pada pria dikursi kemudi itu yang terlihat tengah serius menatap kearahnya, bahkan kini posisinya semakin mendekat ke wajah Alexandria
"Bryaaann.....
" Kamu semalaman tidak tidur?'' Tanya Bryan dengan menatap lekat kewajah Gadis yang duduk di sebelahnya dalam mobil itu
"Hah????? "
"Matamu merah terlihat sangat lelah" Semakin dekat menatap mata gadis itu,
"Bryan, bisakah kembali ke tempatmu? " Ucap Alexandria sambil berusaha menghindari tatapan pria yang kini ada dihadapannya, karena terasa jantungnya berpacu tidak karuan ,
Bryan pun kembali pada posisi duduknya,namun masih tetap menatap kearah gadis yang berada disisinya itu
"Semalam aku ada pemotretan, jadi bekerja sampai larut. Sampai dirumah sudah dini hari. Dan itu terkadang membuatku susah tidur "
"Pipimu juga memerah, kenapa?"
"Aaaahhh,,egmm Blush on. Ya tadi aku memakai Blush on agar wajahku tidak pucat " Jawab Alexandria dengan memegangi pipinya sambil tersenyum mencoba menutupi rasa malunya
"Apa kamu juga akan masuk ke industri seni peran? Aku tadi mendengarmu saat bicara ditelfon soal bermain film"
"Entahlah. Kurasa aku tidak berminat. Ehmm, apa menurutmu aku cocok di dunia seni peran Bryan? " Tanya Alexandria dengan Senyum wajah yang ceria berharap ada jawaban manis dari pria dingin itu
"Tidak " Jawab Bryan dengan cepat dan singkat
"Hah?? Kenapa? Kamu tau, aku bahkan sudah pernah bermain dalam film action di perancis. " Ucap Alexandria dengan ekspresi yang seolah tidak terima dengan jawaban pria disebelahnya itu
Apa dia meragukan kemampuanku...Haihh...bagaimana ada pria seperti ini, apa hatinya terbuat dari batu? atau dari bongkahan es antartika hah !!!... dengan ekspresi wajah yang kesal Alexandria merutuki pria disebelahnya ini di dalam hati.
Tanpa berucap apapun lagi, Bryan turun dari mobilnya lalu melangkah kesisi sebelah mobil itu dan dengan sigap membukakan pintu untuk Alexandria,
Gadis itupun turun, memberi senyuman manis dan ucapan terimakasih kepada pria yang telah membukakan pintu untuknya itu, meski senyumnya terlihat begitu terpaksa melengkung disudut bibirnya
Terlihat keduanya pun berjalan beriringan, tentu saja pemandangan seperti ini membuat banyak mata yang terbelalak memandang kearah mereka
.
.
"heih, Lihatlah gadis itu, bahkan bisa dengan mudahnya dekat dengan kak Bryan" Terdengar suara diantara banyak mata yang memandang kearah Alexandria & Bryan
__ADS_1
"Bahkan diapun juga berhasil menggoda kak Dave & kak Albert. Aku melihatnya beberapa waktu lalu dikantin fakultas ekonomi " Suara yang lain lagi terdengar,
Tentu saja Alexandria mendengar semua pembicaraan tentangnya itu dengan cukup jelas, tapi ia berpura-pura tidak mendengar semua itu dan tetap melangkahkan kakinya, bahkan masih saja sempat melempar senyum ramah kearah orang-orang yang ia lewati. Bryan pun mendengar semua itu, dan hanya memperhatikan dengan heran akan sikap Alexandria yang seolah terlihat baik-baik saja itu.
"Dia kan supermodel, lihat badannya sangat menjual. Tidak akan ada pria yang lolos dari pesonanya bukan,,, cihh "
"Tentu saja, kurasa bukan hanya paras dan badan yang bagus, tapi pasti service nya pun bagus...haha"
"Wahhh, benarkah? Pantas saja dia menebar pesona kepada semua pria dikampus ini"
"Ya, kalian benar. Bahkan beberapa duta senior IUA pun sudah jatuh dalam pikatannya itu, "
"Bukan hanya beberapa, kurasa semua Duta IUA dari semua fakultas akan terpikat olehnya, lihatlah dia ! Sangat pandai bersikap sok manis untuk mendapat perhatian dari semua pria"
"Hahaha,,, pasti itu memang karena kehebatannya bermain diatas ranjang . Aku bahkan penasaran, bagaimana dia punya pinggang yang kecil tapi dadanya padat berisi. Jangan-jangan itu semua palsu, yang hanya buatan plastik "
sangat jelas terdengar suara yang saling bersautan ditempat itu. Ternyata Banyak suara kebencian untuk seorang Gadis yang bahkan tidak pernah mengenal mereka semua itu.
Alexandria terdiam, serasa langkah kakinya sangat berat. Dia ingin tetap bersikap seolah tidak mendengar apapun, meski semua ucapan para mahasiswi itu jelas terdengar olehnya,
Bryan meraih tangan Alexandria dan menatap ke wajah gadis itu,
"Aku tidak apa-apa Bryan, ayo kita Pergi, kelasku akan segera dimulai 10menit lagi" Ucap Alexandria dengan samaran wajah yang tenang sambil tersenyum, tapi Bryan bisa melihat dimata gadis itu, ia tidak seperti
yang diucapkan.
.
.
"Kak Bryan...." Ucap seorang gadis yang terlihat gugup karena tatapan dingin dari pria tampan yang sangat popular di kampus itu.
"Pasal 315 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”): Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda sebesar S$5000 " .....
"Bukan persoalan jumlah denda atau berapa lama ancaman hukumannya, Tapi tentang pastinya kalian tidak ingin membuat nama kalian tercatat dalam data kriminal sebagai seorang Narapidana. Selain demi masa depan, pasti juga demi Nama Terhormat dari keluarga kalian bukan??! " Ucap Bryan dengan tegas
"Bisa Berada di International university of Asia tentu saja kalian bukanlah orang dari kalangan biasa. Mungkin keluarga kalian punya kuasa dan pengaruh dinegeri ini, tapi bukankah kita ini mempunyai kelebihan dimasing-masing hal ?! Dan dalam hal Hukum, akan saya katakan bahwa itu adalah kawasan kekuasaan yang saya miliki nona nona. Saya rasa baiknya kalian berfikir berulang kali jika berurusan soal hukum dengan Orang seperti saya . Saya cukup pandai membuat hal benar menjadi salah dan hal salah menjadi berlipat salah atau menjadikannya tidak salah sama sekali. Kalian tau, atas apa yang sudah kalian ucapkan itu Saya memang tidak akan pernah melakukan kekerasan fisik terhadap kalian semua, karena saya tidak pernah sekalipun mengasari perempuan secara fisik. tapi jika berani mengusik, Dengan senang hati saya akan mengajak kalian bermain-main dengan hukum. Dari kesalahan kecil yang kalian lakukan, tidak akan sulit untukku membuatnya menjadi kesalahan besar & pelanggaran pasal berlapis, hingga dapat kupastikan kalian membusuk dijeruji besi " Ucap pria itu lagi dengan nada yang lebih tegas dan serius dari sebelumnya.....
"Kak Bryan, kami tidak bermaksud . . ." Ucap mereka Gelagapan ingin menyelamatkan diri
"Ohh, hampir lupa. Katakan juga kepada orang tua kalian mendapat salam dari Marcelo Bryan Alison, putra dari Rahardian Alison. Agar kalian sadar, bahwa berurusan hukum dengan keluarga Alison, sebanyak apapun uang yang kalian miliki dinegeri ini, Tidak akan bisa menyelamatkan kalian. Jika ingin membuktikannya, cobalah " Ucap Bryan dengan seringai dibibirnya, lalu pergi meninggalkan mereka dengan tetap menggandeng tangan Alexandria.
Meskipun Alexandria berusaha melepaskan genggaman tangan pria itu, tapi percuma saja karena justru yang dirasakan genggaman tangan pria itu di pergelangan tangannya semakin kuat
Sehebat apa keluarga mereka memangnya,ketika orang terkaya no 1 dinegara ini adalah Johannes zein ayah dari Gadis yang tengah mereka gunjing itu , dan kuberitahu soal Latar belakang Keluarga dari para lelaki Tampan yang tergabung dalam sebutan Five Cruiser ini,
__ADS_1
Pertama ; seorang Pengacara yang terkenal diseluruh asia karena kemenangan disetiap kasus besar yang ditanganinya dialah Rahardian Alison ayah dari Marcelo Bryan Alison Mahasiswa Fakultas Hukum yg terkenal Karena Ketampanan ,kepandaiannya, juga sikap dinginnya yang kini sedang menyelesaikan strata 2 nya di IUA, Sebelumnya ia adalah lulusan sarjana hukum dari Stanford University yang mana adalah salah satu Universitas hukum terbaik,terbesar ,dan begitu disegani secara akademis didunia hukum.
Selanjutnya ada seorang yang memiliki posisi sangat penting ,dialah perdana menteri tertinggi negeri ini yaitu Lee kwan Long , ayah dari Albert Richard long Mahasiswa paling popular dari Fakultas ilmu sosial & politik IUA yang saat ini juga sedang menyelesaikan semester akhir strata 2 nya. Selanjutnya Ada seorang pilot muda berbakat yang pesonanya tentu membuat semua kaum wanita ingin landing di hatinya, dialah captain Gerald Louis de Piero, sang pilot muda Tampan Alumni Teknik penerbangan IUA ,juga mengantongi ATPL (Airline Transport pilot License) dari Ardmore Flying School new Zealand, dan telah menerbangkan pesawat-pesawat besar komersil & bisnis selama 2 th terakhir, saat ini diusianya yang baru 25th sudah terpasang 4bar dipundaknya. Putra Tunggal dari Joseph pierro seorang pilot Handal sekaligus pemilik pelatihan dan maskapai penerbangan terbesar dinegeri ini yaitu pierro Airlines. Dalam dunia penerbangan Asia, tidak akan ada yang tidak mengenal keluarga Pierro.
Five cruiser selanjutnya ada Dave Alvaro Dokter muda Tampan Yang saat ini menjadi dokter residen Bedah th ke 4 , Cucu dari Tn.Aliong Thomson, pemilik Rumah sakit swasta terbesar di negara ini, yang mana rumah sakit ini adalah rumah sakit terbaik no 1 diseluruh Asia . ia Banyak dikagumi para kaum hawa, karena selain parasnya yang juga sangat Tampan, pria 1 ini dikenal memiliki sikap yang paling hangat dibanding pria tampan five cruiser lainnya.
Terakhir ada Kevino Jordan randa, Mahasiswa dari Fakultas administrasi bisnis, sama seperti Bryan & albert saat ini sedang dalam semester akhir strata 2 nya di IUA. Lahir di Singapura tetapi dibesarkan di Amerika Serikat dan bersekolah di Riverdale Country School, serta mendapatkan gelar sarjana nya dari Columbia University new York . Meski kevin terkenal dengan sikap humorisnya, siapa sangka Dia adalah putra dari Liem saint Randa, ketua genk mafia Terbesar di Asia, Juga Pemilik Bank-bank swasta besar diseluruh Singapura. Semua orangpun akan ciut nyalinya saat mendengar namanya saja, apalagi jika sampai berurusan dengan seorang dari keluarga Randa ini. Bukan lagi akan diselesaikan di pengadilan , tapi pasti berakhir dipemakaman. Disisi lain Meski ketua genk mafia dimana segala bisnis gelap dikuasainya, Liem saint Randa juga terkenal akan sifat kedermawanannya. Banyak panti-panti sosial yang didirikan untuk mereka yang tidak mampu , dan terlantar. Banyak anak jalanan & putus sekolah yang ditolongnya untuk mendapatkan pendidikan yang layak...
.
.
.
"Lepaskaaaan Bryan, " Sekuat tenaga Alexandria melepaskan tangannya dari genggaman tangan Bryan,
"Apa kamu sadar kalau Kamu selalu suka menyakitiku seperti ini ?!" Teriaknya lagi sambil menahan sakit ditangannya,
Melihat pergelangan tangan Alexandria memerah, Bryan pun melepaskan genggamannya, menyadari bahwa ia mungkin telah menarik terlalu keras tangan gadis itu beberapa saat lalu
"Apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Bryan menatap kearah Alexandria
"Menurutmu bagaimana? Apa aku baik-baik saja? Hah? Tidak Tuan Bryan. Pergelangan tanganku bahkan sangat sakit karena perbuatan mu. " Ucap Alexandria dengan nada memaki kepada Bryan, Ada airmata yang mengalir membasahi pipi gadis itu dan entah kenapa hati Bryan terasa sakit melihatnya menangis seperti ini.
Tangisan itu bukan karena sakit di pergelangan tangannya, tapi karena sakit yang lain, hanya saja gadis itu selalu menyembunyikan apa yang dirasakan hatinya, dengan segala senyum yang selalu terbit dibibirnya.
Bryan mencoba menarik Alexandria kepelukannya, tapi justru Gadis itu mendorongnya.
"Apa kamu ingin kita pergi saja hari ini? Tidak usah masuk kelas." Ucap Bryan dengan menatap lembut gadis dihadapannya yang masih menangis itu, sungguh rasanya ia ingin memeluk erat Alexandria & membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya
"Tidak !! Aku ingin masuk ke kelas. Berhentilah disini, tidak perlu mengantar sampai kelasku !" Ucap Alexandria dengan sangat kesal lalu melangkah pergi Meninggalkan Bryan sembari mengusap air matanya.
"Kenapa dia marah padaku? Aku hanya menolongnya dari mulut-mulut yang tidak tau aturan itu. Bukankah seharusnya dia berterimakasih padaku dan marah pada wanita-wanita yang menggosipkannya tadi? tapi kenapa malah....hahhh. ..
atau dia marah karena aku menarik pergelangan tangannya? apa tadi itu terlalu keras? sesakit itukah? Aahhh dasar wanita. rasanya lebih mudah menangani kasus pembunuhan dengan minim bukti yang dinyatakan sebagai kasus rumit dalam sistem peradilan daripada mengerti soal wanita" gerutu Bryan dalam hatinya yang merasa bingung dengan sikap yang di tunjukkan Alexandria kepadanya
.
.
Alexandria masuk ke kelasnya, beberapa mahasiswi dikelas itu saling menatap kearahnya. Entahlah apa yang ada difikiran mereka tentangnya, ataukah mereka membenci Gadis cantik itu ? Dan lagi apakah kejadian pagi ini sudah sampai kedalam kelasnya itu? Hah, jika benar berarti semua tembok disana memang memiliki mata dan telinga yang dalam sekejab suatu peristiwa/kejadian akan langsung tersebar sampai keseluruh sudut gedung ini
.
.
__ADS_1
.