Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.41 Apa yang terjadi Semalam?


__ADS_3

Bryan pun pergi menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Lalu ia meraih ponselnya dan mengirim pesan text kepada kevin


"Besok pagi langsung jemput Bokap stella . Kita ketemu di Airport."


Setelah pesan text terkirim, lalu ia meletakkan benda pipih itu keatas meja.


Matanya memandang langit dinding Apartement nya, entah kemana fikirannya berlari


.


.


Malam hilang ,berlalu begitu saja... Sebelum fajar menyingsing, Bryan sudah terbangun...


percayalah baru 2 jam dia tertidur.


Wajahnya bangun dengan peluh dingin, dan nafasnya terengah....


Bukan karena udara yang panas karena AC ruangannya pun sangat dingin , ditambah hujan juga turun semalaman...Entah apa yang mengusik tidurnya... ia hanya sesaat terdiam sambil melihat disekitarnya, mengumpulkan segala kesadarannya... Jam masih menunjukkan pukul 4 pagi...


"Kenapa aku tidur disini?" Sambil mengerjapkan matanya dan memndang arah kamarnya


"aaaghh, ya. Gadis itu " Sambil mengusap kasar wajahnya , mengingat kejadian semalam


Bryan bangkit dari sofa itu, dan melangkah masuk ke kamar tamu.


ia mengguyur seluruh badannya di bawah shower , bukankah ini masih terlalu pagi untuknya mandi, diluar sedang gerimis, seharusnya ia berendam dalam bathup dengan air hangat, tapi justru ia mengguyur seluruh badannya dengan air dingin.


Mungkin isi kepalanya yang sedang panas ..... Tak berapa lama ia keluar dari kamar mandinya dengan sebuah handuk kimono di badannya...


Setelah mengeringkan rambutnya, ia menjatuhkan Setengah badannya ke atas ranjang, sedangkan kedua kakinya masih terantuk di lantai. . .


Matanya terpejam, entah hanya sekedar memejamkan mata atau memang ia kembali tertidur....


.


.


Ting tung...


Ting tung....,


"Haishh... Kemana lagi ini orang " Gerutu kevin didepan pintu Apartement Bryan


Ting..tung..... tangannya kembali memencet bel pintu apartement itu

__ADS_1


Cglek...


"Kak kevin" Ucap seorang gadis diambang pintu apartement itu setelah membukanya.


"Stella...kamu" Sahut kevin dengan wajah bingung, sambil memandang tubuh gadis bertubuh mungil itu dari ujung kepala sampai kaki yang hanya terlihat memakai kemeja Pria berwara putih... "Dimana Bryan?" Tanya kevin dingkat


"Aaa, , ada kak. Di kamar "


Dan kevin langsung nyelonong masuk, Matanya menyapu seluruh ruangan apartement itu, diatas meja ruang tamu terlihat 2 kaleng tiger beers,


lalu ia pun baru akan melangkah ke kamar Bryan...Tiba-tiba terdengar suara pria memanggilnya dari arah ruang yang lain...


"Hei, Loe ngapain kemari?" Sambil melangkah menghampiri kevin


"Cihh... Gue kemari karena nyamperin loe. Bukankah kita harus ke airport sekarang " Dengan menatap Bryan yang hanya menggunakan kimono mandi


"Anak buah gue udah ke hotel vaza jemput stella dan bokapnya. Gak taunya ternyata stella menghabiskan malamnya di apartement loe " Ucap kevin lagi dengan menyunggingkan satu sudut bibirnya, tentu saja fikirannya sudah menerka dengan jelas apa yang sudah dilakukan kedua insan itu dalam apartment semalaman


"Heh fikiran loe jangan ... " Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Tiba-tiba ia melihat stella yang berjalan berlalu ke kamarnya, ya tentu saja ia mengenali kemeja yang menempel ditubuh gadis mungil itu adalah miliknya.


"Kenapa? Bukankah tidak ada yang salah dengan fikiran gue?!" ucap kevin


Tak lagi menyahut, Bryan hanya terdiam tanpa ekspresi dan menghela nafas kasar. Lalu berlalu begitu saja dari hadapan Kevin, melangkah ke arah kamarnya...


.


Tak berapa lama, Stella pun keluar dari dalam kamar Bryan...


Masih dengan kemeja putih milik Bryan, namun sudah dengan celana jeansnya. Bryan hanya menatap datar,


"Maaf, aku pakai baju kakak soalnya bajuku,...


"Turunlah dengan kevin, saya akan menyusul " Ucap Bryan dengan tak menggubris perkataan apa yang hendak diselesaikan oleh stella, ia melangkah begitu saja masuk ke kamarnya.


Stella sendiri rasanya tidak berani sama sekali menatap wajah lelaki yang digilainya itu, perasaan malu mengingat kejadian semalam justru semakin membungkus seluruh perasaannya,


Kevin dan Stella keluar lebih dulu dari Apartement Bryan, Entah kenapa keduanya pun tak saling membuka suara...


Apa kak Bryan memberi tahu kak kevin soal apa yang sudah dilakukannya semalam? ? Berkecamuk pertanyaan itu difikiran gadis itu.


Tak berapa lama menunggu Bryan di besemant, Bryan pun muncul dari pintu lift private itu...


"Gue ikut mobil loe " Ucap Bryan dan langsung melangkah kearah pintu sebelah kemudi mobil Bentley bentayga warna hitam itu.


Kevin pun membukakan pintu belakang kemudi untuk Stella, lalu ia segera masuk ke jok kemudinya.

__ADS_1


Tidak ada percakapan apapun, mobil itu segera melesat dari Gedung Alison luxury hotels... Waktu menunjukkan pukul 7:15 , dan penerbangan Stella tepat pukul 08.00 ... Jarak untuk tiba ke airport tidaklah begitu jauh, dalam 15 menit pun pasti sampai dengan mobil yang mereka naiki saat ini...


"Loe udah hubungi gerald?" Tanya kevin dengan tetap fokus pada kemudinya,


"Egm. Dia sudah di Airport sekarang. Kita lewat pintu belakang " Jawab Bryan, juga dengan pandangan lurus kedepan.


"Kak, apa penerbanganku dengan ayahku benar-benar akan aman ?" Suara dari jok belakang, entah kepada siapa pertanyaan itu diajukan, kevin hanya menoleh sesaat kepada Bryan. Namun Bryan tak menunjukkan respon, hanya Memainkan jemarinya pada ponselnya, tanpa terihat bibir itu akan bergeming memberi jawaban...


"Haishh... manusia kutub Sialan. Sikap macam apa ini ?! setelah semalaman ia habiskan dengan gadis ini " Umpat kevin dalam hatinya


"Kamu tenang aja, kita sudah mengusahakan semuanya agar kamu dan ayahmu bisa keluar dari Singapura dengan aman" ucap kevin


"Lalu, setelah tidak di Singapura apa kami juga akan aman di luar negeri? " Tanya stella lagi


"Kev, Berhenti. " Ucap Bryan seketika,


Kevin hanya mencoba menelaah lagi, meminta penjelasan, atau apalah itu...yang pasti ia tidak mungkin tiba-tiba menghentikan mobilnya begitu saja.


"Berhenti!!!! " Ucap Bryan dengan nada tinggi, yang seketika membuat stella dan kevin terkaget... Dengan cepat Kevin langsung menepikan mobilnya ke bahu jalan,


"Stella, kamu tahu apa yang sudah kami lakukan untuk bisa memulangkan ayahmu ke Singapura, lalu memberangkatkan nya ke luar negeri hri ini, hegm? Kamu tau betul bagaimana sepak terjang ayahmu dlm Dunia kriminal. Kamu juga tahu deretan kasus hukum yang menjerat Ayahmu. Semua jerat hukumnya tidak akan selesai sebelum Sedikitnya 12 sampai 18th kedepan. Bukan perkara mudah menjadikannya bisa bebas seperti saat ini. Dan kamu fikir kami tidak memperhitungkan bagaimana kehidupan kalian diluar negeri? Semua sudah kami pastikan untuk keselamatan kalian, terutama keselamatanmu. Tetapi tentu kami tidak akan bisa menjamin 100%.Bahkan saat kau berada didekatku pun, belum tentu kau akan selalu aman, bukan?!. Dapat Bertemu ayahmu adalah keinginan terbesar mu, Menyelamatkan Ayahmu adalah permohonanmu, dan pergi bersama ayahmu adalah kemauanmu. Jadi sebelum terlambat, kau bisa putuskan sekarang. Kita lanjutkan, atau putar balik? Jika kau tetap dengan keputusanmu pergi bersama ayahmu, jangan ada Pertanyaan apapun lagi. Kuberi waktu untukmu memutuskan, 10 detik " Ucap Bryan dengan pandangan lurus kedepan. tanpa memandang stella sekalipun.


sepuluh....


sembilan....


delapan.....


Tujuh.......


Enam.......


Lima......


Empat.......


Tiga.......


Dua......


sa...


" Kita lanjutkan. Stella akan ikut ayah " Sahut stella cepat, sebelum hitungan terakhir Bryan


"Jalan kev " Ucap Bryan

__ADS_1


Dan kevinpun kembali mengemudikan mobilnya, dengan kecepatan yang semakin tinggi hingga rasanya setiap benda yang ada disekitar jalan itu hanya sekelibat yang hilang dalam sulap...


__ADS_2