
-Changi general Hospital...🏥
.
"Dokterrr...dokter....., ahhh...suster, dimana ruang vip pasien? Panggilkan dokter sekarang !"
" Aaaa...ah.." Tatapan suster langsung bengong melihat pria tampan yang berdiri tepat didepan meja besi kerjanya itu, dengan peluh didahinya membuat pria tampan itu semakin terlihat hot.
"Woi, apa yang kalian lihat? Mau kucongkel mata kalian semua hah? Apa suster tidak mendengar perintahku, panggilkan dokter sekarang juga. Dan tunjukan dimana ruang VIP pasien ?"
"Aaaa maaf. Dokter siapa yang anda inginkan Tuan?"
" Dokter terbaik yang ada dirumah sakit ini. Kau tidak lihat gadis yang kubawa ini terluka hah? Jika tidak cepat kalian panggilkan dokter itu, akan kuratakan rumah Sakit ini dengan tanah. Cepatttt!!! " Teriak kevin didepan meja receptionist itu yang seketika membuat beberapa suster yang sedang berdiri dibalik meja itu terkaget gemetar.
Seorang suster langsung memanggil dokter dari sebuah telfon yang ada dimejanya, Salah satu suster lagi kemudian langsung keluar untuk mengantar pria & pasien yang dibawanya ke sebuah ruang di lantai 3 menggunakan lift.
Tanpa menunggu lama, begitu kevin membaringkan Alexandria pada sebuah ranjang pasien dikamar VIP seorang dokter wanita datang keruangan itu,
"Kenapa dengan nona ini? " Tanya dokter
"Kakinya bagian atas lutut terluka dok sampai berdarah. Lakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. jangan sampai ada kesalahan "
" Baiklah, silahkan tunggu diluar Tuan. "
"Saya akan menunggunya disini"
" Anda suami nona ini?"
"Bukan, saya ....."
" Kalau begitu tolong keluar sekarang tuan. Saya harus segera memeriksa lukanya...silahkan " Ucap dokter itu sambil menunjuk arah pintu keluar ruangan itu.
Kevin pun berjalan keluar dari kamar pasien itu. Lalu ia terduduk dengan gontai pada Sofa warna coklat di ruang tunggu . Peluh yang tadi nampak dipelipisnya, kini sudah hilang dalam dingin kamar VIP itu. Terlihat ia merogoh handphone pada saku celana ripped jeans nya, lalu menghubungi seseorang dalam beberapa saat saja. Entah siapa yang diajaknya bicara , sepertinya ia hanya ingin mengabarkan & memastikan suatu hal.
setelah panggilannya dimatikan, Kevin melempar handphone nya di sofa sebelahnya duduk, lalu ia sandarkan badannya pada sandaran sofa itu.
Baru ingin memejamkan mata sebentar, sudah masuk seorang pria dengan jas putih rapi dari pintu luar
"Sialan,,, ternyata Loe berandal yang mau meratakan rumah sakit ini dengan Tanah?!" Ucap pria berjas putih itu
__ADS_1
"Ngapain loe disini?" Jawab kevin dengan suara yang jengah
"ini rumah sakit dan Gue Dokter. Mata loe gak lihat gue lagi pakai pakaian dinas? "
Tanpa menjawab lagi, kevin hanya terkekeh lebar kearah Dave yang tengah berdiri dihadapannya. Dia baru ingat, Bahwa Temannya ini Berdinas dirumah sakit ini. Salah satu rumah sakit swasta terbesar di Singapura dan juga masih merupakan Rumah sakit milik Kakek Dari dokter muda ini.
"Di daftar informasi yang gue lihat, Pasien yang loe bawa seorang perempuan? Siapa? gak ada datanya diinformasi pasien. yang ada cuma Debit card loe disana. Orang gila pun tidak akan meninggalkan kartu debit di receptionist rumah Sakit . Siapa yang sakit? Stella? Kenapa dia? " Ucap Dave sambil berjalan hendak masuk ke ruang pasien ,
"Eeeiiittt...Loe mau kemana?" Kevin lngsung bangkit dari duduknya dan berdiri didepan pintu ruang pasien
"Ya mau masuk kedalam lah. Minggir, gue mau lihat pasien. Separah apa kondisi stella sampai loe maki-maki suster receptionist "
"Gak perlu. Udah ada dokter di dalam. Lagian bukan stella. "
"Bukan stella????? Trus siapa yang loe bawa kemari? Bukannya loe tadi pergi untuk nyari stella?! "
" Temen gue. Stella udah balik dan pasti sekarang udah bermimpi indah diatas ranjang hangatnya. Udah loe pergi sana, urus pasien yang lain. " mendorong halus badan Dave agar mundur dari tempatnya berdiri
Baru Dave ingin menyahut, tiba-tiba pintu pasien terbuka dan seorang dokter wanita keluar. Nampaknya dokter teesebut sedikit heran melihat dave diruangan itu.
"Dokter Dave, kenapa disini?
" Ohh, cuma ingin memastikan berandal mana yang tengah malam datang kerumah sakit seperti Orang gila " Sahut Dave sambil matanya mengarah kepada kevin
"Begini, lukanya sebenarnya bukan luka yang serius. Tapi luka itu masih baru, dan nampaknya dia beraktifitas cukup banyak menggerakkan kaki. itu yang membuat lukanya terbuka lagi dan berdarah. Dokter yang menangani lukanya sebelumnya pasti memberi anjuran untuk tidak banyak beraktifitas dulu sampai luka dibalik perbannya kering . Tadi saya sudah menghentikan pendarahan pada lukanya & mengganti perbannya. Jadi Tidak perlu khawatir Tuan, Hanya saja untuk 3 hari kedepan harus benar-benar banyak istirahat dulu , jangan sampai beraktifitas berat yang mana akan membuat lukanya terbuka lagi, karena itu akan sangat nyeri dan membutuhkan waktu recovery lebih lama"
"Jadi sudah bisakah langsung pulang dok?"
"Ya, sudah bisa Langsung pulang. Selain memberikan obat Untuk lukanya, Saya juga sudah memberinya vitamin . Karena tadi kondisi fisiknya terlihat sangat lelah & lemah. Jadi pastikan saat dirumah Harus benar-benar banyak istirahat ."
" Hegm..baiklah dok, Terimakasih. "
"Dokter Gwen, bisa saya lihat pasien anda sebentar? Ucap Dave menyela diantara 2 orang dihadapannya.
" Gausah. Loe ngga ada kerjaan lain apa ?" Sahut Kevin
"Anda tidak lihat Tuan Berandal,Saya ini Dokter, kerjaan saya ya memeriksa pasien"
"Kalian saling kenal? " Tanya Dokter Gwen menatap keduanya
__ADS_1
"Tidak " | "iya" Ucap keduanya bebarengan dengan jawaban yang berbeda.
"Dokter Gwen, mana mungkin dokter seperti saya mengenal Berandalan sepertinya " Ucap Dave sambil mengarahkan mata mengejek ke arah kevin
"Haishh...sialan.... " Balas kevin sambil meraih kerah jas Putih Dave
"Heihh, Berhenti.apa yang kalian lakukan. Jangan membuat keributan di rumah sakit " Ucap Dokter Gwen dengan panik sambil memisah ke 2 pria dihadapannya.
"Jika tidak ingin ada keributan di rumah sakit ini, Tolong bawa rekan sejawat anda ini pergi dari sini dokter" Ucap kevin
"Minggir , gue harus lihat siapa pasien yang didalam" Ucap Dave melangkah maju sambil berusaha menggeser badan kevin yang menghalangi pintu ruang pasien itu
"Woe..woe... Apa apaan ini. Dokter macam apa yang bertingkah seperti ini " masih dengan menghalangi dave
"Loe kenapa sih, masak Sekedar lihat gak boleh. Gue curiga, jangan-iangan loe apa-apain stella kan? Yang di dalam pasti stella, Dasarrr berandal loe pasti habis perkosa dia kan, makannya loe gak mau gue tau . Pasti kondisinya kacau kan???! " Ucap Dave masih dengan usahanya untuk bisa masuk ke kamar pasien
" Haihh..udah gue bilang bukan stella, lagian Tampang kaya gue mana mungkin perkosa cewek , hah ?!! Ngapain harus repot-repot perkosa, Gak gue perkosa pun mereka udah banyak yang antri daftar " Jawab kevin dengan tetap menghalangi Dave menerobos masuk .
Melihat yang terjadi didepannya kepada 2 orang pria itu, Dokter Gwen hanya menggelengkan kepala, ia pun menyadari dari cara bicara keduanya , mereka ini sudah saling mengenal.
.
"Dokter Dave, Bagaimana persiapan operasi Pasien VIP patah tulang sore tadi? " Dokter gwen sengaja menyela diantara ke 2 pria itu agar berhenti adu mulut diruangan itu.
"Aahh.. Operasinya besok pagi. Akan dipimpin Dokter Alex, spesialis Ortopedi karena Trauma pada Ligamen & Sarafnya "
"Egmm...Bisakah saya lihat rekam medisnya ? Karena sepertinya kasusnya hampir sama dengan pasien saya minggu lalu. "
"Sekarang????"
"iya, sekarang dokter Dave. "
Kemudian terlihat 2 suster dengan membawa sebuah kursi roda masuk ke dalam ruangan itu,
"Udah sana pergi, gue juga mau bawa temen gue pulang" Sela kevin
"inget, Loe hutang penjelasan sama gue " Ucap Dave dengan tatapan mengintai kearah kevin.
"Kalau begitu kami permisi, Dan suster ini yang akan membantu anda " Ucap dokter Gwen kearah kevin.
__ADS_1
Lalu kedua dokter itupun melangkah pergi keluar dari ruangan itu, sedangkan 2 orang suster masuk kedalam kamar pasien bersama dengan kevin. Menatap Alexandria terbaring diranjang pasien dengan fisik yang terlihat sangat lelah itu, Kevin ingin segera mengantar gadis cantik itu pulang agar bisa segera istirahat dengan nyaman dirumah.
.