
Sudah lewat tengah malam, pastinya suasana Kamar-kamar dan lorong-lorong rumah sakitpun terlihat sangat sepi.
Hawa dingin semakin terasa menembus lembar kain yang membungkus kulit kulit dari mereka yang matanya masih terjaga ....
"Dokter Dave, apa anda sudah memikirkan tentang rencana keluarga kita soal perjodohan itu?" Dokter gwen menyisipkan percakapan ditengah langkah kaki mereka yang berjalan beriringan di lantai rumah sakit
"Apa itu perlu difikirkan? Memangnya anda setuju soal perjodohan itu?"
"Haha...entahlah. Hanya saya fikir tak ada alasan juga untuk menolaknya "
" Heheh..... ini hanya seperti pembodohan"
"Pembodohan???"
"iya. Bayangkan saja, kita ini 2 orang dewasa yang tidak pernah ada ikatan perasaan, Tapi tiba-tiba mereka ingin menjodohkan kita "
"Hehmm...kenapa tidak kita coba Untuk membuat ikatan perasaan itu? "
"Haha...coba???! itu tidak akan berhasil untuk 2 orang seperti kita ini"
"Kenapa? Apa menurut anda saya ini terlalu jelek ? Bukan kriteria anda sama sekali? Hem??"
" Pasti saya akan langsung dibawa ke spesialis mata jika saya katakan anda jelek Dokter Gwen. Dan soal kriteria, bahkan saya belum membuat kriteria itu "
" Saya punya standar kriteria yang cukup tinggi dokter Dave, dan anda masuk kriteria saya. "
"Apa ini suatu hal yang Harus saya ucapkan Terimakasih??"
"Haha... itu lebih baik. Saya rasa Saya akan setuju soal perjodohan ini. Jadi segera buatlah kriteria anda itu Dokter Dave, dan saya akan masuk ke dalamnya. "
"Heghh...Jangan bermain dalam hal seperti ini "
" Saya tidak sedang Bermain-main Dokter Dave. Tinggi,Tampan,Tajir, dan Cerdas... Apa lagi memangnya yang kurang dari anda ?! "
Dave menghentikan langkahnya, lalu menatap Gwen yang ikut berhenti disampingnya.
"Ada 1 yang kurang dokter Gwen.. CINTA..! Saya akan membuat ikatan karena Cinta, bukan karena sekedar Coba-coba " Sambil Tersenyum
Lalu Dave melanjutkan langkahnya, sedangkan gwen msih terpaku Berdiri karena sebuah ucapan yang dilontarkan Dave kepadanya. ia tatap punggung pria yang berjalan meninggalkannya itu dengan sebuah senyum getir dibibirnya
"Cinta ??!.hegh, Cinta itu sudah lama ada dihatiku Dave. hanya saja kamu yang tidak pernah menyadari bahwa aku mencintaimu"
.
.
Begitu selesai mengurus administrasinya, kevin segera membawa Alexandria keluar dari rumah sakit itu dibantu 2 orang suster. ia dudukkan Alexandria dengan sangat hati-hati di jok belakang kemudianya agar lebih nyaman dengan posisi kaki berselonjor diatas jok. Dalam sekejab mobil pun melaju menyusuri jalanan yang sunyi, tanpa hambatan. Ya tentu saja, bahkan setanpun pasti sudah terlungkup tidur dijam yang hampir setengah tiga dini hari itu. Beberapa kali ditengah fokus kemudianya,kevin melirik Alexandria pada kaca spion diatasnya, memastikan gadis cantik itu aman. Mungkin karena Efek kantuk dari obat, Alexandria hanya menutup matanya sepanjang perjalanan.
Tak sampai 30 menit, Mobil Land cruiser itupun sampai tepat di rumah Megah bak istana itu.
Setelah melewati gerbang Utama yang dijaga 4 Orang pria bertubuh besar Atletis, dengan 2 orang berpakaian satpam dan 2 orang lagi berpakaian seperti bodyguard , entah mereka jago berkelahi beneran atau tidak, yang jelas saat melihat fisiknya saja bisa menciutkan nyali seseorang. Tapi tentu tidak untuk seorang putra Mafia seperti Kevin yang memang jago Beladiri , selain itu ia juga sudah terbiasa melihat tampang-tampang pria seperti itu dirumah Tuan Liem saint Randa.
__ADS_1
Setelah menghentikan mobilnya tepat dihalaman depan pintu rumah Megah itu, Kevin melihat seorang pria berpakaian pelayan berjalan setengah berlari menghampiri mobilnya.
Sepertinya pelayan ini sudah menunggu majikannya ini didepan rumah selama berjam-jam.
Tentu saja, pasti ia khawatir karena nona mudanya baru pulang dijam segini, tanpa sempat mengabari orang rumahnya.
Kevin pun segera turun dari pintu mobilnya, lalu langsung membuka pintu belakang dan menggendong Alexandria ala bridal style,
Pak benu sendiri terpaku melihat pria muda yang bersama putri Tuannya ini. ia terheran bingung dengan apa yang ia lihat. Tentu saja dia berfikir bahwa yang di dalam mobil Land cruiser ini adalah Tuan muda Bryan, Pria yang biasa mengantar jemput sang Tuan putri.
"Maaf, Tuan muda ini siapa? "
"ini temanku pak benu, jangan khawatir."
Jawab Alexandria dengan mata terpejam ,
"Tunjukkan kamar Alexandria, saya akan mengantarnya sampai dikamar"
"Aaa.... Baik tuan"
Tentu saja sambil melangkah menunjukkan arah kedalam rumah hingga ke kamar putri tuannya ini , pak benu masih kebingungan, Bagaimana tiba-tiba nona mudanya ini punya teman pria sedekat ini sampai membiarkannya mengantar sampai kedalam kamarnya. Pak benu belum pernah melihat pria ini, Hanya saja jika dilihat dari penampilannya pria ini pasti dari keluarga kaya.
Tentu saja Pak benu sudah menelisik dari ujung kaki sampai kepala pria itu sebelum mengizinkannya masuk kedalam rumah majikannya itu. Jam Tangan yang melingkar di tangan pria ini bahkan harganya lebih mahal dari harga mobil yang dibawanya tadi, mobil yang sama persis dengan mobil Tuan muda Bryan. Siapa dan darimana pemuda ini, tentu pertanyaan itu ada dikepala pak benu tapi Tidak berani untuk bertanya karena nona mudanya sendiri membiarkan pria yang disebut Temannya ini melakukan semuanya. Meski matanya terpejam, Nona mudanya ini masih tersadar. Jadi dia tau betul saat ini sedang berada didalam gendongan pemuda ini.
Begitu smpai dikamar Alexandria Kevin membaringkannya dengan hati-hati lagi,
"Kevin, makasih ya. Maaf udah ngrepotin kamu "
"Tuan putri terluka??" Sahut pak benu dengan suara yang sangat panik
"tidak papa pak benu. Hanya luka kecil tadi sore saja yang masih terasa sakit sekarang" Ucap Alexandria sambil bergeser duduk dan memberi kedipan mata kepada kevin sebagai kode agar dirinya tidak berkata apapun.
"Oh iya, jangan bingung dengan temanku ini. Kami berteman lama saat sama-sama bersekolah di new York dulu. Daddy juga mengenal kevin . Ehmm, apa Daddy ada menelfon pak benu hari ini ?"
Tentu saja tuan putri, setiap saat tuan pasti menelfon saya hanya untuk menanyakan keberadaan dan keadaan anda. Bahkan mungkin kepala saya ini akan digantung dipintu rumah ini jika sampai anda tidak mengabari saat akan terlambat pulang kerumah seperti saat ini. Anda pasti tau saya hanya mondar mandir didepan rumah saat anda belum pulang sampai dini hari
"iya Tuan putri, tadi Tuan menelfon berkali-kali saat tuan putri belum pulang"
"Begitu ya, ,,,Ohh ternyata daddy juga menelfon ku beberapa kali tadi " Sambil mengecek ponselnya
🔉"Daddy, Alexa Baik-baik saja. Maaf tadi ngga angkat telfon daddy karena ada pemotretan. I love you daddy...." Pesan suara terkirim
"Tuan muda, teh hangat untuk anda sudah disiapkan dibawah oleh pelayan " Kata pak benu dengan sopan kearah pemuda yang berdiri disisi ranjang putri tuannya itu
"Tolong suruh bawakan kemari saja pak benu, dia pasti tidak akan meminumnya kalau dibawah sana. Dan pak benu sekarang istirahatlah, maaf sudah membuat pak benu terjaga sampai dini hari begini" Sambil mengulas senyum sendu.
"ini Sudah Tugas saya Tuan putri, anda tidak perlu meminta maaf . Kalau begitu akan saya suruh pelayan mengantar tehnya kemari. Saya permisi Tuan putri, Tuan muda " Sambil membungkukkan badan.
Tak berapa lama, seorang pelayan perempuan datang mengantarkan teh kedalam kamar putri majikannya itu. Lalu langsung pergi setelah mempersilahkan kepada seorang tamu yang ada disana.
"Apa para pelayan disini terbisa bangun tiba-tiba saat ada tamu begini?"
__ADS_1
"hehe..... Mungkin. Tapi sepertinya mereka ada pembagian shift. makannya saat tengah malam atau dini hari beginipun ada yang menyeduhkan Teh hangat untukmu"
"wahhh, Sepertinya hotel Bintang 5 pun kalah" terkekeh
Kevin pun meminum teh hangatnya, karena memang tubuhnya ingin sesuatu yang bisa menghangatkan.
Selesai meminum tehnya, kevin duduk ditepi ranjang Alexandria. ia menatap wajah gadis itu dengan dalam. Tangannya pun mengusap lembut rambut Alexandria dengan mengulas senyuman hangat untuk gadis itu.
"Bagaimana kau tetap seperti ini cantikku? Selalu ingin terlihat Baik-baik saja dihadapan semua orang , hemh??"
"Karena aku memang Baik-baik saja kevin" Tersenyum manis
"Tidurlah, ingat kata dokter kamu harus banyak istirahat" Membelai lembut rambut Alexandria
"Ehm..." Sambil Mengangguk.
Kevin menyelimuti Tubuh gadis itu sampai ke bahunya, tangannya juga menyibakkan anak anak rambut yang terjatuh di wajah Alexandria.
"Apa kamu akan menemaniku disini sampai aku tertidur?"
"Ehm...aku baru akan pergi kalau kamu sudah tidur. Jadi cepatlah tidur, kecuali jika kau memang ingin menyiksaku untuk terjaga lebih lama disini. Atau kau ingin aku memelukmu dan tertidur disini ,hah?" Ucap kevin dengan tertawa kecil menggoda gadis cantik itu...
"Ehmm....kau boleh memelukku sebagai teman " Jawab Alexandria mengangguk dengan mata terpejam
Tentu kevin hanya tersenyum mendengar jawaban gadis cantik itu, lalu terlihat ia membungkukkan badannya hingga wajahnya tepat berada dihadapan wajah gadis yang sedang memejamkan matanya itu.
Semakin mendekat lagi, menyusup ke dekat telinga,
"Seorang teman tidak akan memeluk diatas ranjang , aku tidak akan melakukannya meski aku ingin. Kamu mungkin percaya padaku, tetapi bahkan aku tidak bisa percaya pada diriku sendiri dalam hal ini. Meski Otakku mengingatkan batasanku, Tubuhku pasti menginginkan lebih.jadi jangan pernah memberiku izin lagi, hemh?! Sekarang tidurlah" Ucap kevin lirih ditelinga Alexandria, lalu ia mengangkat kembali wajahnya, terlihat mata gadis itu telah terpejam tidur. Entah ia mendengar semua yang dikatakan kevin ditelinganya barusan atau tidak. Atau mungkin gadis itu telah tertidur sebelum ucapan itu selesai.
Cuppp.....
Kevin mengecup lembut kening Alexandria.Lalu beranjak bangun dari ranjang itu.
ia langkahkan kakinya keluar dari kamar, setelah menutup kembali pintu kamar itu dengan pelan , kevin Langsung melangkahkan kakinya dengan cepat menuruni tangga rumah itu .
Begitu kakinya sampai diruang utama ,
"Aigh.....Sialan" Umpat kevin Terkaget hampir jantungan karen ada seseorang yang tiba-tiba terperanjat berdiri dari sebuah sofa ...
Pasti tadi pelayan itu sudah tertidur disofa , dan langsung bangun begitu mendengar langkah kaki Kevin. Luar biasa, bisa bangun berdiri tegak dari tidur dalam sekejab...fikir kevin.
"Maaf, mengagetkan anda Tuan. Mari saya antar sampai ke depan " Dengan mepersilahkan pemuda itu
"Kenapa menunggu disofa , bukankah tadi nona muda anda menyuruh anda untuk beristirahat " Ucap kevin kepada pelayan paruh baya itu Sambil berjalan keluar
"Saya harus mengantar tuan muda dulu" Jawah pak benu dengan sangat sopan.
Bagaimana saya bisa beristirahat jika anda masih berada didalam kamar nona muda tuan
Begitu sampai didepan rumah itu, pak benu membungkukkan badannya kearah pemuda itu, dan dalam sekejab mobil Land cruiser pun telah meninggalkan rumah itu dan hilang dari pandangan pak benu.
__ADS_1