
"Menepati janji ?" Tanya Alexandria dengan raut bingung kearah Brian.
"Ya. Tidakkah kau ingat, ada janji seorang laki-laki untuk mencintaimu sampai dewasa tiba ?" Ucap Brian
"16 Tahun yang lalu Lelaki itu memakaikan cincin dari simpul ranting bunga _white clematis_ dijari manis mu" Lanjut Brian
Alexandria menatap dalam kepada sepasang netra dihadapannya. tatapan itu kian nanar , ketika ingatan-ingatan masa kecilnya terbuka lagi . Tidak ada lagi kata , tidak ada lagi Ucapan yang memecah keheningan malam itu .
Brian melangkah Perlahan kearah Gadis itu dengan tatapan yang menyiratkan banyak arti ,
"Kenapa kau tiba-tiba pergi dan Menghilang Kala itu ?"
"kenapa kau tidak pernah lagi menemuiku meski sekedar mengucapkan kata untuk pergi ?" Ucap Gadis itu Dengan suara yang gemetar ,
"Kau Tau Brian, kala itu Aku seperti kehilangan seluruh hidupku saat kau tidak lagi bisa kucari. Aku kau buat bergantung padamu, namun akhirnya kau tiba-tiba membiarkan aku , menghadapi dunia yang menakutkan bagiku seorang diri " Lanjut Alexandria dengan Bulir air mata yang terjatuh dari netranya
Brian terpaku ditempatnya, Hanya Tatapan rasa bersalah yang tak mampu terucap .
__ADS_1
Bahkan kata Maaf pun tidak sampai keluar dari Mulutnya. Entah kenapa, saat melihat Gadis dihadapannya seperti saat ini, Ada rasa penyesalan yang mengoyak Hatinya. semua menjadi serba salah . . .
ia Menyesal karena Ternyata Ada Kekecewaan yang mengendap lara dihati Alexandria hingga kini setelah kepergiannya kala itu.
ia Menyesal, atas kata yang ia ucapkan Malam ini. Mungkin lebih baik ia tetap diam. Tetap membisu. Tidak perlu mengungkit, Tidak perlu Mengingatkan gadis itu pada ingatan masa kecil Mereka.
ia Mengingat Bahwa Alexandria dulu adalah Gadis kecil Cantik yang sangat pendiam. Tidak suka keramaian. Tidak suka Bergaul dengan siapapun. Dan ia adalah satu-satunya Orang lain yang bisa menjadi Teman gadis itu kala itu. Alexandria yang Pendiam berubah menjadi gadis yang sangat ceria karena keberadaannya disisi Gadis itu . Brian mengingat betul, Bagaimana seorang Johannes Zein hingga menangis haru Menatap putrinya kala itu.
Ya, Dia tau betul ia adalah Orang lain yang dijadikan rumah bagi Gadis kecil yang kesepian kala itu setelah Sosok Ayahnya. Rumah megah Bak istana tempat dimana Gadis itu dilahirkan dan Dibesarkan adalah Bangunan Yang menjadi dinding bisu Kesunyian bagi Gadis itu. ia selalu menanti sosok ibu pulang dan Memeluknya, seperti Cerita yang selalu ia dengar dari setiap Pelayan didalam rumahnya. Namun tentu saja , sosok ibu itu tak pernah Pulang. kerena Nyatanya, Malaikat tak bersayapNya Telah pulang dikeAbadian.
"Brian, Antarkan aku Pulang sekarang" Ucap Alexandria sembari melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu. Membuyarkan segala ingatan Brian pada waktu 16 Tahun silam ,
namun Alexandria justru melangkah kearah belakang, ia membuka pintu mobil di jok belakang, lalu duduk Disana dan segera menutup kembali pintu mobil itu seorang diri.
Brian tak berucap apapun, ia menutup kembali pintu mobil yang ia buka, lalu melangkah kearah jok kemudinya.
dalam beberapa detik mobilpun telah melesat pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Tak ada kata yang terucap diantara keduanya, Hanya kepahitan yang saling mereka pendam dihati .
Hanya suara halus mesin mobil Yang terdengar disepanjang perjalanan Malam yang kian larut dan sunyi.
"Alexandria, Maafkan aku atas menghilang ku 16 Tahun yang lalu" Ucap Brian sesaat setelah mobilnya berhenti tepat dihalaman rumah Megah Johannes Zein.
"Daripada ucapan maaf, aku lebih mengharapkan penjelasanmu Brian" jawab Gadis itu yang masih menyandarkan tubuhnya pada jok belakang kemudi
"Tidak ada yang ingin kujelaskan. karena bahkan Aku sama sekali tidak ingin kamu tau cerita Kehidupan masa kecilku, dan keluargaku " Jawab Brian dengan tatapan kosong kedepan, tanpa menoleh kearah Gadis itu
"Sekembalinya Aku ke Singapura, aku terus mencari mu. Tapi tentu saja, mendapatkan Alamat rumah dari seorang Miliarder ternama seperti Om Johannes Zein tidaklah Mudah, dimana-mana alamat gedung-gedung besar di negara ini hampir milik Daddymu. Dan Nyatanya saat berhasil kutemukan Rumahmu ini, Kau tidak kutemukan Alexandria "
"Aku tau, mungkin tidak ada artinya dari sebuah ikatan cinta masa kecil. Tapi bagiku, janjiku dan Dirimu adalah Hal yg tidak bisa kulupakan. "
"Kenapa baru mengatakan hari ini ? kenapa tidak dari awal saat kita bertemu?" Ucap Alexandria
"Karena aku Tak menyangka bahwa nyatanya Kau samasekali tidak mengenaliku Alexandria. Awal kita bertemu, aku hanyalah orang Asing dihadapanmu . " jawab Brian dengan Getir
__ADS_1
"Setengah mati aku melupakanmu. mengubur semua ingatanku tentangmu. Dimana aku harus mulai menghadapi duniaku seorang diri. Dimana aku harus bertahan melawan ketakutanku dan berpura-pura bahwa Aku selalu Baik-baik saja saat itu agar semua orang yang berada di sekelilingku tidak lagi khawatir terhadapku" Sahut Parau gadis itu
"Dan aku Bersyukur, Hingga pada akhirnya aku benar-benar bisa melupakanmu. Dapat hidup Normal tanpa kau disisiku. Bahkan saat kau muncul tepat di hadapanku, aku tidak lagi mengenalimu Brian" Lanjut Alexandria sambil melangkah keluar dari mobil lelaki itu