Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
EPS. 45 Kediaman Tn.Liem saint Randa


__ADS_3

"Gimana kuliahmu ?" Tanya tuan Liem saat Sampai pada ruang kelurga, dan Ketiganya duduk santai pada Sofa besar berbentuk setengah lingkaran disana


"Lancar pi. minggu depan skripsi akhir tidak lama lagi pasti dapat gelar Master " Jawab kevin santai sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa


"Good. Jangan sampai kuliah molor molor.karena kamu sudah harus mulai perlahan mengurus Bisnis papi"


"Ellea sendiri gimana pi? Dia bentar lagi masuk Perguruan Tinggi kan." Sambil meraih cangkir teh yang baru saja disajikan pelayan diatas meja itu


"Papi mau kirim dia ke inggris. Bisa kuliah di Oxford atau di Cambridge. Biar dia ambil fakultas kedokteran disana"


"Kenapa harus ke Inggris sih pi? Papi mami yakin mau jauh dari Ellea? Papi tega ngebiarin Ellea disana sendirian ? Ya kevin tau, pasti papi ada orang disana untuk jaga Ellea, Tapi kan..."


"Kev, kamu kan juga papi kirim keluar negri.bahkan dari kamu kecil" Sela Tuan Liem


"iya, kevin tau pi. Tapi ini Ellea. Dia dari kecil nggak pernah jauh dari mami sama papi."


"Ya justru inilah saatnya Ellea belajar mandiri. Lagipula kamu pasti tau maksud papi kirim kalian untuk sekolah di luar negeri, bukan semata untuk mendapatkan pendidikan yang bagus tetapi adalah untuk keamanan kalian" Jawab Tuan Liem dengan nada serius


"Kevin tau pi. Tapi Ellea belum tentu bisa ngerti. Dan lagi, apa Ellea sudah tahu rencana papi mau kirim dia ke Inggris? apa Dia mau? "


"Belum. Papi belum bicarakan soal ini padanya"


"Jika Ellea menolak, apa papi akan tetap kirim dia keluar negeri?"


"Tentu saja. Karena papi rasa ini yang terbaik."


"Heghh" Kevin hanya Tersenyum getir... kemudian memandang Nyonya Liem yang hanya terdiam, tak berkomentar apapun, namun raut wajahnya nampak mendung


"Mi?? Are you okay? Mami juga mau Ellea kuliah di luar negeri??" Tanya kevin perlahan sambil menatap sang mami yang duduk disebelah Tuan Liem


"tidak ada seorangpun ibu yang ingin berada jauh dari anak-anaknya. Tapi mami juga tidak bisa egois, dengan membiarkan kalian tidak aman jika terus berada di Singapura " Jawab Nyonya Liem dengan senyum tegar. Kevin tau betul apa yang dikhawatirkan Orang tuanya.


Sehebat,sekuat dan sebesar apapun kedudukan dan jaringan bisnis seorang Tuan Liem saint Randa, yang mana mendengar namanya saja akan menyiutkan nyali seseorang, tapi ia tetaplah manusia. Ada rasa khawatir setiap saat akan keselamatan keluarganya. Hal itu juga lah yang membuat kevin hidup diluar sana, hanya agar ia bisa hidup normal dan tenang. Ya, paling tidak sampai pendidikannya ia selesaikan.


.


"Siang Non" Sapa seorang pelayan, yang membuat Tuan, Nyonya,dan putra Liem itu menoleh kearah seorang yang baru datang disapa pelayan itu,


"Kokooooo ?!" Ucap girang gadis itu dengan berlari menghampiri Kevin dan langsung bergelayut manja di lengannya "kapan koko pulang?"


"Kamu darimana aja? Kenapa jam segini baru pulang? Bukannya udah habis ujian?"


"iiihhhh, bukannya ngejawab pertanyaan malah balik nanya" Jawab kesal Gadis itu dengan melepaskan lengan kokonya


"Ellea habis les musik"


"Benar begitu Ren?" Tanya kevin kepada seorang lelaki berpakaian formal yang membuntut dibelakang Ellea saat masuk keruang keluarga itu


"Egh..m..... benar Tuan Muda" Jawab lelaki bernama Rendy itu. Ya, dia sopir atau bisa juga dikatakan sebagai bodyguard nya sang Nona muda.


"Kamu yakin, tidak sedang berbohong Ren? " Tanya kevin lagi dengan menatap Rendy, membuat yang ditatap langsung gelagapan menundukkan kepala

__ADS_1


"Koko apaan sih??!" Sahut Ellea,


"Rendy, kamu bisa pergi sekarang." Ucap Ellea kearah Rendy , Lalu Rendy pun segera membungkukkan badan dengan hormat kepada semua Tuannya itu lalu bergegas pergi.


"Kamu itu perempuan Meey, jangan bandel " Ucap kevin kepada Ellea.


"Ellea, kalau kamu suka berbohong mami pasti akan lebih ketat lagi sama kamu" Sahut Nyonya Liem


"iya, iya...Tadi Ellea memang pergi hangout sama temen-temen, tapi cuma bentar kog. Dan soal les musik, Ellea nggak bohong. emang beneran tadi Ellea juga les musik"


"Kamu kalau suka keluyuran gak jelas seperti itu, papi kawinkan aja kamu.gak usah sekolah lagi" Sahut Tuan Liem


"Papiiiiiiii...." rengek Ellea dengan kesal


"Udah sana gih mandi,ganti baju, trus kita makan bersama." Ucap Nyonya Liem


"iya mi. " .


"Egmm,koko nanti nginep dirumah kan ? " Tanya Ellea kearah kokonya dengan raut wajah berharap


"Nggak lah, ngapain? Koko besok ada kuliah pagi memeyku sayang. " Jawab kevin dengan santainya dan senyum simpul kepada adik perempuannya itu


"Koko kan baru pulang, masak udah mau pergi lagi. Kalau gitu ajak Ellea ke Apartement koko ya?! Ellea bosen dirumah terus,gada temen ngobrol, Dan lagi Ellea udah selesai ujian, " Ucap Ellea dengan mengerucutkan bibirnya


"Kalau dirumah papi yang disetiap sudut ada orang aja kamu ngerasa gak ada temen, gimana mau ikut ke apartement koko yang adanya cuma tembok??! " Jawab kevin dengan tertawa kecil


"Iiiihhh,,,Koko nyebelin banget sihhh. Lagian mana mungkin Ellea ngobrol sama Orang-orang papi ??!!!"


"Pi, boleh ya Ellea ikut koko ke Apartement nya? Sekalian Ellea juga pengen tau Apartement koko dimana" Menatap memohon kepada papinya


"Eee..eee..eh...Nggak. ! Jangan main asal izinin aja dong pi, Orang kevin aja nggak ngasih izin. " Protes kevin


"Yasudah, gampang kalau begitu. kalau kamu nggaj pengen adikmu ikut ke apartement lusuhmu itu, kamu stay aja dirumah.jangan pergi " Jawab Tuan Liem dengan santai


"Welkk" Ellea tersenyum penuh kemenangan sambil menjulurkan lidahnya kepada kokonya, lalu beranjak pergi meninggalkan ruang keluarga.


Kling...kling...


Sebuah pesan masuk diponsel kevin, baru melihat layar ponselnya saja yang menampilkan nama pengirim pesan sudah membuat putra randa ini tersenyum berseri diwajahnya, membuat Nyonya dan Tuan Liem saling menatap satu sama lain karena mendapati Ekspresi putranya itu...


"Sayang, kamu kenapa senyum-senyum begitu? " Tanya Nyonya Liem


"Aaa..a..gh.. Nggak papa mi. Mm, kevin harus pergi sekarang." Sambil beranjak dari duduknya hendak pergi


"Duduk ! " Ucap Tuan Liem


"Tapi pi.....


" Papi Bilang duduk " Ucap Tuan Liem kagi lebih tegas, dan kevin pun perlahan kembali duduk di sofa itu


"mau kemana kamu?" Tanya Tuan Liem

__ADS_1


"Mau pergi sebentar, ada janji sama temen. Penting banget pi, " jawab kevin


"Halahh, pentingmu itu apa? Paling juga mau clubbing. Sudah bukan waktunya kamu maen-maen seperti itu. Kamu sudah harus mulai belajar menjalankan bisnis papi"


"Yaelahh papi, siapa yang mau maen atau dugem sih pi ?! Dan kalau soal Bisnis bisa kita omongin nanti ya, kali ini urusannya lebih penting daripada Bisnis."


"Nanti, nanti, dan nanti terus jawabanmu itu kalau papi sudah ngomongin bisnis. "


"Ya lagian papi itu masih muda,masih bugar , ngapain sih pi mesti nyuruh kevin buat cepet-cepet ngurus bisnis papi? Lagian kevin juga pengen memulai usaha sendiri dari nol. belajar dan cari pengalaman dulu diluar sana''


"Memangnya kamu mau nunggu fisik papi rentan dulu baru mau ngurus semua bisnis papi, hah? Kamu sudah dewasa, dan papi juga tidak tau sampai kapan papi bisa mendampingi kalian, bisa aja papi mati nanti atau besok meski usia papi masih muda"


"Papiii..." Sela Nyonya Liem


"Mii, kita kan gak tau jatah usia kita sampai berapa. Papi cuma bicara segala kemungkinan yang bisa saja terjadi" Jawab Tuan Liem


"Pi, kevin tidak akan pernah sudi mengurus semua bisnis papi kalau bukan papi sendiri yang mendampingi kevin. Jadi jangan pernah berfikir tentang kemungkinan yang seperti itu lagi. Daripada papi bicara soal mati, lebih baik papi bicara mau nikah lagi, nambah beberapa istri lagi, atau....


" Keviiiiinnn !! " Teriak Nyonya Liem sambil memelototi putranya


"Aaa..agghh...jadi menurut kamu papi masih bisa tambah istri?" Sahut Tuan Liem dengan nada dibuat serius untuk menggoda istrinya


"Ya tentu bisa donk pi... Cobalah papi lihat diri papi. Masih terlihat ganteng,gagah, keren, masih kaya anak muda. Tante-tante muda bahkan Mahasiswi pun masih bisa kesangkut sama papi" Jawab kevin dengan entengnya...


"Ooohhh..dasarrr,,,anak sama bapak sama.ajaaaa.... Haaahh" Sontak Nyonya liem Sambil menghampiri kevin dan memukuli putranya itu dengan tangannya


"Ampun mi....ampuuunnn.... Ya papi donk mi yang harusnya mami pukul, kan papi yang mau nikah lagi, bukan kevin" Protes kevin dengan terus menghindari pukulan maminya, dan Tuan Liem hanya terkekeh sambil menyilangkan kakinya melihat kegaduhan itu.


"Mi..mi...udah yaa. Ampuun. kevin juga gak mau punya ibu tiri . Lagian papi mana sanggup sih ngurus 2 istri mi, orang sama mami aja udah gak pernah bisa berkutik " Ucap kevin dengan memegang kedua tangan maminya, lalu bergelayut dalam dekapan maminya itu,


"Heh...heh.... Udah udah jangan nempel-nempel begitu sama mamimu" Ucap Tuan Liem sambil melemparkan bantal sofa kearah putranya, dan kevinpun menarik kepalanya dari dekapan maminya,


"Muachh" Ciuman Singkat mendarat di pipi maminya


"Heiiiihhh.....kamu itu sudah besar, jangan asal cium mami kamu begitu" Teriak Tuan Liem, tetapi kevin hanya terkekeh, begitupun Nyonya liem justru tersenyum lebar


"Masak cemburu sama anak sendiri sih pi" Jawab kevin dengan masih terkekeh,


"Udah ya mi pi, kevin benar-benar harus pergi sekarang. ini menyangkut masa depan " Dengan bangkit berdiri


.


"Bawa dia kerumah. Kenalkan sama papi dan mami " Ucap tiba-tiba Tuan Liem


"Hahhh?" Sahut kevin


"Kamu mau nemuin cewek kan? " Tanya Tuan Liem dengan nada yang seolah tau apa yang akan dilakukan putranya


" bener begitu sayang? Kamu sudah punya pacar? Ajak pulang kerumah dong, mami papi kan harus tau siapa namanya, bagaimana rupanya, seperti apa latar belakangnya, Dimana...


"Udah udah mi jangan diterusin " Potong cepat kevin. "Kevin pergi dulu ya... Daa mami..muach" Kembali mencium pipi maminya lalu dengan cepat berlari pergi..

__ADS_1


"Haaaiish, lihat tu anakmu " Ucap tuan Liem memandang istrinya


"Hhh, Benihnya papi kan?? Ya begitu tu. Sama persis kan kaya papinya" Sahut Nyonya Liem dengan tersenyum mengejek suaminya, lalu melangkah pergi meninggalkan Tuan Liem diruangan itu, Dan Tuan Liem hanya bergidik menghela nafas panjang dengan tersenyum mendengar jawaban dari istrinya itu.


__ADS_2