
"Heh, mau sampai kapan loe berdiri disini? Sampai Buaya bermain sirkus? Ayo cabut ! " Ucap kevin sambil Menepuk bahu Albert
Tanpa menjawab, Albert hanya membalas dengan senyum simpul dibibirnya lalu melangkah pergi
"Loe Baik-baik saja kan? Aaa, atau kita ke kafe aja,loe bakal suka ngeband disana. Atau ke apartement gue aja, gue punya minuman yang enak"
"Hehh... Gue akan ngeband di kafe ataupun minum minum setelah urusan stella sudah beres. Dan Satu lagi, sebaiknya loe pindah dari apartement loe itu, carilah Apartement yang lebih elit dan exclusive"
"Memangnya Kenapa dengan Apartement gue? Disana gue bisa hidup tenang, tidak ada yang tau gue siapa dan anak siapa .
Aaaa, Gue baru yakin sekarang kalau Loe baik-baik saja karena sudah banyak bicara. Lagipula seorang playboy kaya loe gak pantes kalau harus . . ."
" Yaahhh!!! Kenapa loe juga ngatain gue Playboy? Loe ini temen gue atau bukan sih?! Setidaknya disaat orang lain menganggap gue ini buaya, loe harusnya bisa mengatakan bahwa gue ini...
" Kadal ! " Sambil melengkungkan senyuman ejekan , lalu masuk kedalam mobilnya meninggalkan Albert begitu saja
"Haishh... Dasar berandal sialan ". Umpat Albert, lalu ia pun juga masuk kedalam mobilnya sendiri....
Dan ketika suara mesin telah berdengung, Dua Land cruiser silver itupun melesat meninggalkan IUA.
Ditempat lain nampak Bryan sudah mematikan mesin mobilnya saat tepat dihalaman rumah megah itu, Bukannya segera turun dari mobil itu Bryan justru menyandarkan punggungnya pada jok kemudi itu... Matanya terpejam sesaat
"Apa kamu kelelahan setelah mengemudi mobilmu seperti orang mabuk ? Tolong buka pintu mobilnya, " ucap Alexandria dengan raut wajah kesal
"Tetaplah duduk manis disini sebentar saja " Masih dengan mata yang terpejam
"Bryan...? "
"Hmm? "
" Kamu marah padaku?" Tanya Alexandria perlahan
"Kenapa harus marah padamu? Memangnya apa kesalahan yang sudah kamu lakukan? "
"Lalu kenapa kamu hanya diam di sepanjang perjalanan tadi, ?
"Anda tau saya tadi sedang fokus mengemudi kan Nona Alexandria,
"Baiklah, Tuan Bryan. Sekarang tolong buka pintu mobilnya. Saya mau turun sekarang. " Dengan tersenyum,namun terdengar kekesalan di nada suaranya
"Sedekat apa hubunganmu dengan kevin? " Masih dengan posisi yang sama dan mata yang terpejam
"Mmmm...Ya, Kami dekat. Tapi kami hanya berteman.tidak ada hubungan saudara ataupun hubungan yang lain"
"Hanya teman?Kenapa dia sampai bisa memelukmu dikampus?"
"Mm,,, Dia tadi menghawatirkan ku. Makanya memelukku seperti itu. "
"Jadi, Kalian sudah biasa melakukannya? "
__ADS_1
"Melakukan ...?"
"iya, berpelukan seperti tadi."
" Dulu, saat kami sama-sama berada di new York, kami memang sangat dekat. Bahkan Seperti saudara. Kevin selalu melindungiku dari para pria yang ingin menggoda dan mendekatiku. Dia merawatku saat aku sakit, dia memberikan pundaknya untukku bersandar disaat aku lelah, dan dia akan memelukku saat aku bersedih atau menangis. tapi 3 tahun sudah kami tidak lagi bertemu, hingga akhirnya di Singapura kami bisa kembali bertemu lagi beberapa waktu yang lalu. " Ucap Alexandria dengan senyuman hangat dan tatapan kosong yang nampak jelas tergambar bahwa ia tengah mengingat-ingat masa yang sedang ia ceritakan
"Kamu mencintainya?" Tanya Bryan dengan menegakan badannya, Tanpa memandang Alexandria
"Apa? Cinta? ... Bryan,sudah kukatakan hubungan kami adalah teman. Sahabat "
" Tidak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan Nona Alexandria. " Menoleh dan menatap Alexandria
"Tapi kami benar-benar bersahabat Tuan Bryan"
"Jadi kamu tidak mencintai kevin???"
"Apakah cinta tidak ada dalam persahabatan?"
"Tidak ada"
"Huhhh... Orang dingin sepertimu mana mengerti tentang cinta dan persahabatan." Ucap Alexandria dengan melirik tajam kearah Bryan
"Kamu yang masih polos dan terlalu naif memandang sebuah persahabatan dengan pria "
"Bryan, Aku dan kevin sudah 3 th lamanya tidak bertemu. Dan kami baru bertemu beberapa hari yang lalu. Jadi wajar jika dia memelukku setelah kami akhirnya bisa kembali bertemu. Lagipula tadi dia benar-benar menghawatirkanku "
"Memangnya apa yang terjadi hingga membuatnya khawatir seperti itu?"
"Berita? Berita apa?"
"Kamu tidak tau ????? . Ehmm, baiklah. kurasa tidak perlu dibahas . Lupakan "
"Katakan, berita apa?! Dan Tunggu, apa pria yang mengantar mu pulang dan menggendong sampai kamarmu malam itu yang diceritakan pelayanmu adalah kevin?"
"Kau tau soal itu?
Egm iya, dia adalah kevin"
Bryan tak berucap lagi, tak juga memberi Jawaban. ia masih ingat, pelayan itu bilang bahwa teman Nona mudanya berada lama dikamar Nona nya ini, ... Jadi Teman pria yang dimaksud itu adalah Kevin ?! Apa saja yang sudah mereka lakukan didalam kamar yang hanya berdua? Aaahhhh, fikiran Bryan sudah kemana-mana. Dan entah kenapa, hatinya tiba-tiba terasa panas karena ulah fikirannya sendiri.
Lalu Bryan pun turun dari mobilnya,dan segera melangkah kearah pintu Alexandria untuk membukakan pintu itu...
"Terimakasih" Ucap Alexandria begitu turun dari mobil Bryan
"Besok kelasmu jam berapa?" Sambil menutup kembali pintu mobilnya
"Ehm, besok kamu tidak perlu datang menjemputku. aku tidak ada kelas. "
"Ohhh, Baiklah kalau begitu "
__ADS_1
Baguslah, jadi besok aku bisa langsung meyelesaikan urusan stella
.
Setelah itu, Bryan pun hendak langsung melangkah pergi...namun tiba-tiba seseorang memanggilnya...
"Bryan " Ucap seorang lelaki yang Datang menghampiri Kearah Bryan
"Om johan "
"Ya, apa khabar Bryan?" Sambil tersenyum dan memeluk Bryan
"Baik Om. Om sendiri apa kabar? Kenapa tidak bilang kalau sudah kembali ke Singapura? "
"Kabar Om juga Baik. Dan Om juga baru saja sampai "
"Daddyyy" Ucap Alexandria sambil mengarahkan kedua tangannya
"Auwhhhh,,, My sweet heart. Kemarilah, Daddy sangat merindukanmu sayang" Sambil mendekap erat putrinya
"Kenapa tidak memberitahu lexa kalau Daddy mau pulang??"
"Hmmm, Daddy sengaja ingin memberi surprise... Daddy membawakan Oleh-oleh dari Amsterdam dan Meksiko untukmu sayang."
"Mmmm....Terimakasih Daddy" Memeluk daddy semakin erat
"Sayang, apa Bryan menjagamu dengan baik?"
"Egm, Bryan menjaga Alexandria dengan sangat baik Daddy"
"Hmm...bagus kalau begitu."
"Bryan, apa putri kesayangan Om ini banyak merepotkanmu selama ini? Apa dia nakal? " menatap kearah Bryan
"Daddy...." Sahut Alexandria dengan melepaskan pelukkan pada Daddy nya,
Tuan johan nampak tertawa kecil melihat protes dari putrinya...
"Tidak Om, Alexandria tidak pernah merepotkan saya. Dan Dia juga gadis yang sangat manis, tidak pernah nakal sama sekali" Jawab Bryan sambil tersenyum
"Waahhh...tidak salah Om mempercayakan putri Om ini kepadamu. . . Masuklah dulu Bryan, ayo kita makan bersama"
"Emmm...Maaf Om,jika Om tidak keberatan saya harus segera pergi sekarang karena masih ada urusan yang harus saya selesaikan "
"Oh begitu. Ok, tidak papa Bryan. Lain kali saja kita ngobrol dan makan bersama "
"Baiklah Om. Terimakasih. Kalau begitu saya permisi dulu "
"iya. Hati-hati Bryan " "Oh iya, Tolong sampaikan salam Om pada papa kamu, Dan katakan padanya untuk sesekali mampir ke kantor Om.
__ADS_1
Yaa, meskipun Om tau seorang pengacara hebat seperti Papa kamu pasti tidaklah punya banyak waktu luang " ucap Tuan Johan Sambil tersenyum
"Bukankah Om pun juga demikian? Om dan papa Adalah sama-sama orang yang selalu Sibuk. Tapi Baiklah Om, akan saya sampaikan " Sambil mengangguk dan membalas senyum , lalu ia segera melangkah pergi menaiki mobilnya... Dan dalam hitungan detik mobil itupun sudah melaju meninggalkan halaman rumah megah itu.