
"Orang lain makan nangkanya, gua kena getahnya.emang sialan.... Kemana lagi tu cewek, ngapain mobilnya berada di daerah Tamsek Holdings....." Umpat kevin yang sudah hampir 1 jam menyusuri jalanan kota, dengan pantauan GPS track dimobilnya untuk mencari Stella .
Begitu dapat signal keberadaan mobil Stella, kevin menghentikan mobilnya disebuah parking area Tamsek holdings.salah satu Gedung besar di jantung kota Singapura.
Kevin masuk kedalam gedung itu, sambil matanya Yang berada dibalik kaca mata hitam itu melirik sana sini berharap menemukan gadis yang dicarinya.
Beberapa kali ia menatap layar ponselnya, beberapa kali juga terlihat menghubungi seseorang, hingga saat memasuki sebuah ballroom Yang mana terdapat banyak orang, sepertinya tengah mengantri untuk sebuah casting film atau sinetron, atau mereka telah selesai melakukannya, entahlah. Yang jelas tamsek holdings adalah juga sebuah gedung beberapa stasiun TV.
Diantara orang yang ada disana, disebuah sofa yang terletak di pojok ruangan itu, matanya mendapatkan sosok orang yang sedang dicarinya...ya, terdapat gedung seni juga di Tamsek holdings, gadis ini pasti habis meluapkan kemarahannya disana , mengingat dia biasa menari ballet disana...
Kevin pun melangkahkan kakinya menghampiri gadis itu.
.
.
"Apa yang kau lakukan disini gadis kecil? Kau tau aku mencarimu kemana-mana seperti orang bodoh "
"Kak Kevin.....?
Apa kak kevin mencariku untuk marah-marah? Apa aku meminta kakak untuk mencariku? Apa aku ingin kakak yang ada dihadapan ku sekarang? Hah? " Jawab gadis itu dengan keras dan setengah terisak karena sepertinya tangisannya belum selesai ia luapakan tadi...
" Heh,,bisakah jangan berteriak begitu. Pelankan suaramu, lihatlah ada banyak orang disini, mereka akan berfikir aku melakukan kejahatan padamu "
"Haaaa...aaa...aaa...haaaaa...hiks..hikss..." Stella justru menangis semakin keras... Kevin yang kebingungan harus bagaimana karena banyak mata yang menatap kearahnya, langsung memeluk gadis itu dan membenamkan kepala gadis itu ke dadanya, sambil membelai dengan lembut kepala gadis itu.
"Bryan tidak seperti yang kau fikirkan,"
" Apa maksud kak kevin? Jangan mencoba membelanya,
"Aku tidak sedang membelanya stella, tapi kau saat ini memang salah faham padanya. Berhentilah menangis, atau semua orang itu akan mengeroyokku disini karena dikira aku mau memperkosamu"
"Bagaimana bisa Salah faham setelah apa yang kulihat disana, " Jawab stella dengan suara yang terdengar justru semakin kesal sambil mengangkat wajanya dari dekapan Pria itu
"Kau bilang kau mengenal Bryan, kau bilang kau mencintainya, Tapi rupanya kau sama sekali tidak tau tentangnya. "
"Apa maksud kak kevin? ! Jangan semakin membuatku bingung! "
"Berapa lama kau mengejar Bryan? Berapa lama kau berada di dekatnya? Pernahkan dia menyentuhmu? Pernahkan kau tidur dengannya? Heghh... Dari tatapanmu, kupastikan Bryan tidak pernah melakukan itu padamu, meskipun aku juga tau kau bahkan sering menawarkan dirimu padanya "
__ADS_1
"Kak kevin,,,kau....." Ucap gadis itu dengan suara yang bergetar kepada lelaki yang tepat berhadapan dengannya itu
"Kau tidak perlu marah untuk sebuah fakta Stella. Dan sebenarnya permasalahannya sekarang bukan tentang itu, tapi tentang ketidakmungkinan seorang Bryan bisa gampangnya tidur dengan seorang wanita. Fikirkan itu. ! "
"Lalu apa itu yang kutemukan diatas ranjangnya kak Bryan ??!"
"Yang kutahu semalam Albert yang memakai Apartment nya. Kalau memang jawaban atas pertanyaan mu itu kau anggap penting, kurasa kau bisa langsung bertanya padanya, Albert yang paling tau soal itu semua. "
"Seharusnya kak Bryan memberiku penjelasan tadi, bukan hanya diam saja....
" Heh, kau fikir bagaimana dia bisa menjelaskan padamu yang tiba-tiba bersikap seperti sapi mabuk itu,hah?! "
"Hufhhh....Lalu kenapa kak kevin mencariku? Apa kak Bryan yang menyuruh kakak? "
"Apa itu penting juga untukmu? Lebih baik sekarang kau pulang. ini sudah malam. Aku juga harus pergi sekarang. "
"Kak kevin tidak menjawab pertanyaanku.aku pastinya akan sangat senang jika memang kak Bryan yang menyuruh kakak untuk mencariku. Tapi Jika bukan kak Bryan yang menyuruh kakak untuk mencariku, berarti kak kevin sendiri yang ingin mencariku karena menghawatirkan aku. Bukankah kak kevin memang menyukai ku? " Ucap Stella dengan nada menggoda dan tatapan penuh percaya diri
" Harus kukatakan sesuatu padamu, ada 1 Hal yang kusesali dalam hidupku yaitu pernah tertarik padamu gadis kecil. " Jawab kevin dengan senyuman mengejek kearah gadis itu, lalu beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pergi meninggalkan gadis itu.
.
.
.
.
Sepertinya ada sebuah kesepakatan penting yang saling menguntungkan, hingga nampak jabat tangan kepuasan dari semua yang ada disana , Tapi tidak dengan Alexandria. Senyuman di raut wajahnya kini justru terlihat hanya pura-pura dan penuh keterpaksaan....
Setelah usai dengan pembicaraannya, terlihat gadis itupun bergegas pergi dari ruangan itu,
.
.
"Ahh... aku memimpikan akan banyak waktu istirahat hari ini Sampai besok, tapi lihatlah bahkan sekarang sudah lewat 11 malam dan aku masih Ditempat ini,..... Tidak papa Alexandria, Tetaplah tersenyum. Semua Akan lebih baik jika kau tersenyum...ayo pulang Aku rindu ranjang dan selimutku " Ucap Alexandria seorang diri .
.
__ADS_1
.
" Alexandria ..... Nona Alexandria..." Panggilan seorang pria yang sedikit berlari menghampiri gadis yang berjalan dengan Managernya yang hendak menuju ke sebuah lift itu
" Tuan Shane, "
"Terimakasih untuk kesepakatan yang kamu terima. Saya sangat senang bisa bekerja dalam project yang sama denganmu "
"Aaaahhh,,, seharusnya saya yang mengatakannya. Kudengar banyak aktris yang menginginkan peran ini karena anda Pemeran prianya, "
" Hmm... Saya rasa mungkin saya tidak akan seantusias ini jika lawan mainnya adalah mereka, seperti yang produser & sutradara bilang, bahwa menjadikanmu pemeran utama wanita dalam film ini akan memberi wajah baru dalam perfilman. Dan dari kemampuan yang kamu miliki, mereka yakin pasti akan meledak jumlah penontonnya nanti." Ucap Aktor muda itu dengan senyum lebar penuh kepercayaan diri
" Meski saya pernah berada dalam industri perfilman, tapi untuk di Singapura ini adalah pertama kalinya untuk saya. Jadi mungkin nanti akan sedikit kaku saat diawal syuting, bahkan saya pun kurang yakin ini akan berjalan mudah. "
"No..no...jangan merendah seperti ini. ini adalah film garapan produser yang handal, Tuan victor zeng . Orang sepertinya tidak pernah salah pilih pemain untuk film garapannya. Kita akan bekerja sama dengan baik.percayalah. "
"Aaaa.... Baiklah. Terimakasih. Dan maaf saya harus pergi sekarang Tuan Shane"
"Ohh yaa, silahkan Nona Alexandria. Hati-hati dijalan "
Setelah saling melempar senyum dan anggukan kepala, keduanya saling pergi berlawan arah.
Alexandria memasuki lift bersama seorang Manager nya,
"My Darling....
" Jangan lakukan hal seperti ini lagi BiEm. Jika bukan karena kau memohon padaku, aku tidak akan menerima tawaran ini "
"Tentu Darling, aku tidak akan berani melakukan kesepakatan awal lagi untuk semua pekerjaan mu. 1 project film besar ini akan Cukup untuk pijakanmu melebarkan sayap Lexsailee di negeri ini Darling, ini akan sangat berpengaruh untuk pameran fashion mu diparis 3 bulan lagi. percayalah ...Maafkan aku untuk kali ini, kumohon jangan marah padaku "
.
.
.
*Visual five cruiser yang terakhir, adalah Kevin. sang putra Mafia Tampan ;
__ADS_1
Pemeran Stella ;