
Acara makan malam telah selesai, Dokter Brata dan keluarganya pun berpamitan pulang.
Dokter Frans dan Ny.Bellina juga Dave mengantarkan Tamu mereka kedepan, Sungguh dari yang Terlihat, mereka bagaikan keluarga cemara.
Bagaimana tidak, Sebagai sama-sama Seorang Dokter dengan jabatan penting di rumah sakit yang sama Dokter Frans dapat bicara Akrab dengan Dokter Brata, Lalu juga nampak Ny.Bellina pun dapat beramah tamah dengan Ny.Brata , dan Dave berjalan beriringan dengan Gwen sepanjang perjalanan dari dalam rumah menuju kearah luar . Namun Kenyataannya tidak selalu seperti yang terlihat dalam mata...
"Heghh, saya tidak menyangka anda menyetujui perjodohan kita dokter Gwen " Ucap Dave sinis kepada Wanita yang berjalan disisinya
"Bagaimana saya bisa menolak jika itu sesuatu yang sudah diatur Oleh Tn.Aliong Thomson.kakek anda. Sang Presdir rumah sakit tempat saya bekerja dokter Dave" Jawab Gwen dengan tenang
"Anda pasti masih ingat apa yang pernah saya katakan di rumah sakit, saya tidak mengingingkan perjodohan ini " Ucap Dave kembali
"Mmm...Tapi anda juga masih ingat kan dokter Dave, saya pun saat itu mengatakan bahwa saya akan Menyetujui perjodohan kita" Jawab Gwen dengan percaya diri
Ucapan gwen menghentikan langkah Dave. Tangannya langsung menahan lengan tangan Gadis itu, hingga langkah gadis itupun terhenti.kini keduanya saling terdiam, saling menatap, ...
"Sebenarnya apa alasanmu menerima perjodohan ini?" Tanya Dave, dengan tetap mencoba tenang
"Memangnya kau butuh Alasan apa dariku dokter Dave ? Jika kukatakan karena aku mencintaimu apa kau akan percaya? " Tanya Gwen dengan menatap dalam pada iris hitam lelaki itu
"Heghhh... Cinta? ? ! " Sahut Dave Dengan terkekeh pelan, ada rasa menggelitik dihatinya mendengar jawaban dari Gwen, dan rasa itu juga bercampur kekesalan yang sebenarnya membuat darahnya terasa panas dan memenuhi kepalanya. "Saya tidak sadar bahwa ternyata anda senang membuat lelucon dokter Gwen . Tapi seharusnya anda tau, bahwa saya Sedang Tidak berminat dengan lelucon apapun saat ini" Lanjut Dave
"Apakah cinta yang saya ucapkan selucu itu untuk anda Dokter Dave hingga anda tidak bisa mempercayainya ??" Tanya Gwen dengan senyum kesal.
"Gwen,,, kenapa diam disitu? Kamu tidak ingin pulang? " Panggil Ny.Brata kearah kedua manusia yang saling bertatap muka itu
"Aaaa,,iya ma " Lalu Gwen dan Dave melanjutkan langkahnya keluar
"Wahh, sepertinya Dokter Dave yang memang sengaja menahan putri kita " Timpa dokter Brata dengan sengaja menggoda dokter Dave "Benar kata presdir, anak muda itu bilang tidak padahal iya. Malu-malu tapi mau, begitu kan dokter Frans...hahaha" Lanjut Dokter Brata, dan Dokter Frans hanya menanggapinya dengan senyuman basa-basi.
"Kalau begitu kami pamit dulu dokter Frans, Ny. Belina " Ucap dokter brata kepada Tuan rumah itu. Mereka saling memberi anggukan hormat. Lalu Dokter Brata dan istrinya masuk kedalam mobil. Gwen pun juga melangkah hendak memasuki mobil itu, Dengan cepat Dave memegang pintu belakang mobil yang akan dibuka Gwen
"Saya akan lebih percaya jika alasan anda menyetujui perjodohan ini adalah untuk berbisnis, karena saya cucu dari pemilik rumah sakit terbesar di negara ini " Ucap Dave kepada Gwen yang hanya terdengar oleh mereka berdua saja. Gwen merasa hatinya panas dengan ucapan dokter Dave, ia samasekali tidak menyangka ucapan seperti itu keluar dari mulut seorang dokter rekan sejawatnya yang biasanya terkenal dengan sikap manis, hangat, dan santunnya.
Lalu dave membukakan pintu mobil itu dengan senyum dingin kepada Gwen dan menutupkannya kembali pintu mobil begitu gadis itu sudah masuk kedalam. Sedan hitam Mercedes Benz itupun dalam sekejab sudah berlalu dari kediaman tn.Aliong Thomson.
"Dave, malam ini kita menginap disini saja ya " Ucap Ny.Belina
"Eghhh... Kayaknya nggak bisa mah. Dave mau ambil pakaian ganti kerumah lalu balik ke rumah sakit. Besok pagi ada visit pasien, setelah itu langsung ke kampus" Jawab Dave "Papa gimana? Mau ke rumah sakit, Pulang ke Apartment, atau juga mau nginap disini? Barangkali Mama sama Papa mau CLBK " Lanjut Dave dengan senyum jahil sengaja menggoda Kedua Orangtuanya
"Daveeeee....." Ucap Ny.Belina sambil memelototi putranya, sedangkan Dokter Frans hanya terlihat tersenyum dengan ucapan putranya dan bersikap tetang tenang....
__ADS_1
"Hehehe.... Ya siapa tau kan Mah " Jawab Dave lalu berlalu masuk kedalam rumah meninggalkan mama dan papanya yang masih berdiri di teras rumah itu
"Jika difikir-fikir sudah cukup Lama kita tidak bertemu, " Ucap dokter Frans memecah keheningan diantara mereka berdua
"Ya, Anda Benar Dokter Frans. Dan sepertinya anda baik-baik saja selama ini " Jawab Ny.Belina sinis . "Anda tahu kan kalau Dave tidak menginginkan perjodohan ini, kenapa anda tidak menolaknya tadi?" Lanjut Ny.Belina
"Tidak mungkin jika aku menolaknya secara langsung dan terang-terangan. Karena itu akan menyinggung Presdir dan Keluarga Dokter Brata?! "
"Dokter Frans, Saya tidak mau jika putraku sampai harus terjebak kedalam pernikahan yang tidak diinginkannya" Ucap Ny.Belina
"Berhentilah bicara Formal begitu.Dan satu hal yang jangan kamu lupakan, Dave itu juga adalah putraku. Putra kita. Putra kita satu-satunya. Tidak mungkin kubiarkan hidupnya tidak bahagia"
"heghhh,, Apakah Yang berarti anda akan menentang papa??"
"Ya. Aku akan menentang Presdir jika memang itu harus kulakukan. "
"Dokter Frans, Apa Anda tau resikonya jika anda menentang presdir , seorang pimpinan sekaligus pemilik dari rumah sakit tempat anda bekerja??"
"Tentu saja saya tau betul Resikonya. Jabatan sekaligus profesi saya yang akan dipertaruhkan untuk masalah ini profesor Belina Thomson " . jawab tegas dokter Frans dengan menekankan kalimat terakhirnya.
"Papa masih disini, kirain udah pulang. . ." Ucap Dave yang baru muncul dari arah dalam rumah
"Ohh iya ini papa nunggu kamu"
"Eghm " Jawab singkat dokter Frans dengan anggukan
"Tapi Dave kan masih mau pulang kerumah mama dulu buat ambil Baju ganti pah, lagian kita juga bawa mobil sendiri-sendiri "
"Emm, yasudah kamu pulanglah dulu, nanti ketemu dirumah sakit. Temui papa diruangan papa"
"Eghm, " Dave Mengangguk "Dave pergi dulu Mah" Pamit Dave sambil mencium punggung tangan Ny.Belina
"Hati-hati Sayang. " Ucap lembut Ny.Belina
"iya mah " Lalu Dave meninggalkan kedua orang tuanya yang masih mematung di teras rumah kakeknya itu. Aston Martin One77 putih metalic itu telah melaju dan hilang dalam pagar besi di ujung halaman depan sana....
"Saya akan mencoba bicara lagi dengan papa " Ucap Ny.Belina dengan suara yang melunak
"Tidak perlu. Saya yakin anda sudah melakukannya dan tidak berhasil mengubah keputusan Tn.Aliong, Biar saya yang melakukannya. Anda ridak perlu sampai menjadi Anak pembakang karena menentang Ataupun melawan papa anda sendiri "
"Tapi Anda bisa benar-benar kehilangan jabatan dan karir anda jika menentang papa dokter Frans " seru Ny.Bellina
__ADS_1
"Saya bisa kehilangan semuanya dalam hidup saya, tapi saya tidak akan bisa jika sampai gagal sebagai seorang papa untuk kedua kalinya " jawab dokter Frans
Dan seketika susana menjadi hening, Mereka saling terdiam dan saling menatap dengan dalam. Mata Ny.Bellina sudah menjadi nanar, dan tubuhnya serasa gemetar. Ucapan yang Seperti membawa kembali ingatan masa lalu, saat mereka berdua memilih mengakhiri pernikahan dimeja pengadilan. Saat itu Dave sudah remaja, ia sedikit banyak sudah mengerti tentang ketidakharmonisan hubungan orang tuanya. Keputusan untuk mengakhiri 16 tahun perkawinan dengan Perceraian, adalah keputusan Egois yang pastinya itu menjadi kekecewaan dari putra mereka saat itu.
"Bukan hanya Anda yang telah gagal, Sayapun juga gagal " Ucap getir Ny.Bellina
"Mamanya Dave, yang akan selalu kuingat sampai akhir bukanlah kegagalanmu, melainkan keberhasilanmu mendidik dan membesarkan putra kita dengan sangat baik. Hingga ia pun tumbuh dewasa menjadi seorang yang baik, seorang yang hangat, dan seorang yang membanggakan untuk kusebut sebagai putra kita. Terimakasih untuk 11 tahun terakhir sebagai orang tua tunggal untuk Dave . Dan tolong maafkan aku" Ucap Dokter Frans dengan nada suara yang lembut. ada ketulusan dan rasa iba yang sungguh keluar dari dalam hatinya, Karena Kenyataannya mereka memiliki luka dan penyesalan yang sama.
"Papanya Dave, semuanya sudah terjadi dimasa lalu yang tidak akan pernah bisa kita ulang. Jangan meminta maaf, karena diantara kita tidak ada yang benar. Dave memang hidup bersamaku, tapi kasih sayang yang kau berikan kepadanya juga tidak pernah kurang. Aku hanya berpura-pura tidak tau padahal aku jelas tau seberapa sering kalian tetap bertemu pasca kita bercerai. Tidak pernah seharipun kau lewatkan waktu meski untuk sekedar menelfonnya saat dia berada di canada kala itu. "
"Dan tidak pernah juga aku melupakan untuk menanyakan kabarmu setiap kami bertelefon" Sahut dokter Frans ,
Mendengar hal itu, Ny.bellina terlihat terkesima dan tersenyum hangat... Pipinya merona sepert anak muda yang sedang kasmaran...
"Aaa, kau tau bahwa dari awal aku melihatmu tadi Aku ingin mengatakan bahwa kamu masih saja tetap cantik, tetap mempesona, tetap mampu mengusik hatiku. Tapi...." Ucap dokter Frans terhenti
" Tapi apa ?" sahut Ny.Bellina penasaran
"Tapi kau juga masih saja tetap keras kepala, dan bahkan Dave Bilang masih saja tetap Tidak bisa memasak " lanjut dokter Frans lagi dengan terkekeh kecil sengaja menggoda mantan istrinya itu
"Auuuwwhh...." Reflek Dokter Frans, ketika tangan Ny.belina maju cepat keperut dokter Frans dan meraih sedikit daging disana hingga sang empunya terkesiap
"Haha.... Hmm kurasa ini pertama kalinya aku benar-benar bisa mencubitnya . Apa buku-buku yang dulu tersusun rapi disitu sekarang sudah hilang...hemm ?? " Balas Goda Ny.Bellina kepada dokter Frans.
"Hhh... kau benar . Sepertinya 6 buku tebal disini sudah hilang " Jawab Dokter Frans sambil mengusap perutnya dengan senyum lebar memamerkan gigi putihnya. "Egmm, Saya rasa sudah sangat malam. Segeralah masuk kedalam, udara dingin diluar bisa mempercepat menampakkan kerutan diwajah anda yang memang sudah tidak lagi muda "
"Dokter Fraaaannnnssss " cetus Ny.Belina dengan membulatkan matanya, dan Dokter Frans justru terkekeh...
"Saya harus pergi sekarang. Meski anda juga seorang dokter yang faham betul soal kesehatan, saya tetap akan berpesan agar anda menJaga diri dan kesehatan anda baik-baik. Saya dengar sampai saat ini anda masih tetap selalu sibuk. Yaa, saya tau sebagai seorang Dosen anda memang pasti sangat sibuk "
"Apa ini sebuah sindiran masa lalu ?" Tanya Ny.Bellina dengan melirik sekilas dokter Frans
"Hmm,,, tidak. Hehe.....Lupakan saja "
"Egmm baiklah... Terimakasih untuk perhatiannya . Anda juga jagalah kesehatan anda Dokter Frans, karena bicara soal sibuk saya tau betul berapa banyak jam yang anda habiskan diruang Operasi dan menangani pasien. "
"Baiklah, jika begitu saya pamit. Selamat Malam " Ucap Dokter Frans dengan senyum hangat dan anggukan hormat kepada Ny.Belina
"Selamat malam.Hati-hati dijalan." Jawab Ny.belina dengan membalas senyum juga anggukan hormat.
Ny.Belina masih berdiri diteras rumah gedong itu menatap kepergian Dokter Frans. Raut wajahnya cerah, namun sesaat ia merutuki dirinya sendiri
__ADS_1
"Selama menjadi seorang istri dulu, bahkan dapat terhitung jari berapa kali aku bisa mengantar untuk menatap kepergian suamiku seperti saat ini, ataupun menantikan kepulangannya. Bahkan aku tidak punya cukup waktu untuk mengurus suami dan memenuhi tanggung jawabku sebagai seorang istri. Heghh,,sungguh buruk aku dulu sebagai seorang istri . Pantas saja Pernikahanku Berakhir dengan perceraian " Ucap Ny.belina seorang diri dengan senyum getir .. .