
πTiiin...tin.... π...π"
Alexandria menoleh kebelakang kearah klakson yang baru saja mengagetkannya, dan sebuah Mobil Land cruiser silver telah berhenti tepat dihadapannya sekarang.
Mobil yang terlihat sama persis dengan mobil yang baru saja pergi belum genap 1 menit yang lalu,
Bukan masuk ke dalam mobil, Alexandria justru melangkahkan kakinya beberapa langkah hingga berdiri tepat di tengah bagian depan mobil itu, seperti ada suatu hal yang membuat Gadis ini penasaran
"SGP 5 BRY, ishh bahkan nomor mobil ini sama dengan mobil tadi. Hanya berbeda huruf belakangnya saja. B-R-Y egmm apakah ini bermaksudkan nama Sang empunya mobil ?! Bryan??! "
"Hei apa yang kamu lakukan dengan berdiri disini? "
Suara dari belakang badannya yang mengagetkan Alexandria , sepertinya Alexandria tau siapa dibalik suara itu saat ia dapati jok kemudi didalam mobil dihadapannya itu kosong.
Entah kapan pria itu Turun dari mobilnya, hal yang tidak disadari Alexandria.
Belum sempat Alexandria menjawab pertanyaan pria itu, tiba-tiba pria itu menyentuh lembut kedua lengan Alexandria dan membalikkan tubuh gadis itu hingga kini keduanya saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat dan reflek Alexandria mengangat kedua tangannya sampai kedadanya agar tidak bersentuhan dengan dada bidang pria yang kini tepat ada dihadapannya itu.
Mata mereka bertemu sangat dekat, ada sesuatu yang menjalar aneh didalam tubuh gadis itu,
detak jantungnya juga terasa berpacu lebih cepat , dalam hitungan detik tiba-tiba tangan pria itu sudah berada di pinggang rampingnya dan seketika mengangkat tubuh gadis itu lalu mendudukannya di body depan mobil tersebut.
"Heihhhh, apa yang kamu lakukan? " Tanya Alexandria dengan raut wajah yang kaget ,panik, & mungkin sedikit takut sambil tangannya mencoba melepaskan kedua tangan Bryan yang masih berada di pinggangnya
"Biarkan seperti ini sebentar saja. Tolong diamlah & duduk yg manis " Ucap pria itu dengan sangat lembut, yaa ini pertama kalinya Alexandria mendengar pria yang berdiri sambil menatapnya berkata selembut ini.
Alexandria pun hanya terdiam,dan perlahan melepaskan tangannya dari tangan pria yang masih memegang pinggangnya itu .
Sepasang mata mereka masih saling menatap lekat, adakah yang sedang mereka cari diantara netra itu ? .
Ada gejolak dihati Alexandria, apakah itu hanya perasaannya saja? Alexandria cepat-cepat menolehkan wajahnya ke segala arah menghindari tatapan dari pria itu, dan sepertinya yang dilakukan Alexandria mampu mengembalikan kesadaran Bryan,
dengan Cepat Bryan mengangkat kedua tangannya dari pinggang Alexandria,
Pria itu sedikit membungkukkan badannya, dengan satu tangan bertumpu pada body depan mobilnya dan tangan satunya lagi tiba-tiba memegang kaki Alexandria tepat di atas Pergelangan kaki yang terlilit sebuah tali kecil heels dari brand Guiseppe Zanotti yang dikenakannya itu.
"Apakah sakit? "
"Hegmm?? "
"Kamu berdiri lama karena menungguku. Pasti kakimu sakit kan?" Tanya Bryan sambil mendongakkan kepalanya menatap gadis itu
"Aku tidak papa Bryan, hanya lain kali jangan membuatku menunggu lama lagi" Ada senyum tulus yang terlukis dibibir Gadis cantik itu, dan siapapun yang menatap senyum itu, sekuat apapun pertahanannya pasti akn runtuh
"Maafkan aku, hal seperti ini tidak akan terjadi lagi "
"Egmm, Baiklah. Sekarang turunkan aku " Ucap Alexandria setengah merajuk,
Langsung Bryan menurunkan Alexandria , kali ini Bukan dengan memegang pinggang ramping itu, tetapi dengan menggendong gadis itu ala Bridal style sampai di sisi pintu mobil.
Tentu hal itu membuat Alexandria sontak kaget, tetapi bahkan mulutnya sudah tidak bisa protes, semua terjadi begitu tiba-tiba dan cepat , tanpa alasan dan penjelasan,
Alexandria masih berusaha mengumpulkan pengertiannya akan semua perlakuan pria itu kepadanya.
Bryan pun membukakan pintu depan mobilnya
"Duduklah didepan. Kecuali jika kamu ingin aku memanggilmu tuan putri, maka akan kupersilahkan kamu duduk dikursi belakang. Dan aku hanya akan menjadi sopirmu"
__ADS_1
Tanpa bersuara, Alexandria langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi depan tepat sebelah jok kemudi itu.
Tangan Bryan menutupkan pintu mobil itu, lalu ia berjalan ke pintu disisi kanan untuk masuk ke jok kemudinya.
"Kamu ingin langsung pulang atau ingin aku mengantarmu ke suatu tempat?"
"Langsung pulang saja, aku sangat lelah"
Tiba-tiba wajah pria itu sudah berada tepat di depan wajah Alexandria dengan tangannya yang menarik suatu benda dari belakang Alexandria, tentu saja hal itu sangat mngejutkan Alexandria
"Aaahh,,,Bryan apa yang kamu lakukan?"
"Klik...
Sebuah seatbelt terpasang
"Aku hanya membantu memasangkan seatbeltmu , memangnya kamu fikir apa yg akan aku lakukan? "
"Tidak, aku tidak berfikir apapun. Jangan membuatku Kaget dengan hal-hal yang kamu lakukan secara tiba-tiba kepadaku tanpa seizin dariku" Jawaban Alexandria dengan pura-pura tenang padahal dirinya sudah sangat gugup beberapa detik yang lalu
"Baiklah. Apa aku boleh mencium bibirmu?"
"Bryaannn! "
Suara Alexandria memenuhi mobil itu dengan raut wajah yang kesal, sedangkan Bryan justru tertawa kecil sambil menginjakan kaki perlahan di pedal gasnya
Mobil mereka pun melaju meninggalkan IUA, terdengar lagu "smeone you loved" dari Lewis Capaldi mengalun pelan menemani perjalanan keduanya
πΆ πΆ πΆ
πΆ πΆ πΆ
"Kamu tidak menanyakannya.
" Hmmh kamu bahkan sangat popular diantara mahasiswi disana. "
"Mereka hanya sekedar mengenalku saja"
"Marcello Bryan Alison, Seorang Duta IUA dari fakultas Hukum. Tentu saja semua mahasiswi disana mengenalmu " Kata Alexandria sambil menatap pria yang sedang mengemudi disampingnya.
Dan sesaat Pria itupun melihat kearah Alexandria, hingga pada tatapan yang saling bertemu disana ia dapatkan senyuman manis dari gadis itu....
Tidak ada kata lagi yang keluar dari Keduanya , hanya suara lagu yg terus mengalun dan berganti didalam mobil itu. Alexandria menikmati lagu-lagu yang menemaninya sepanjang perjalanan sore yang melelahkan itu, ia tatap Bunga-Bunga Tabebuya yang bermekaran cantik dipinggiran jalan raya yang dilaluinya.
Jalanan sedang lancar, karena sepertinya ini belum jam pulang kerja sehingga jalanan belum dipadati kendaraan.
Namun Bryan membawa mobilnya dengan santai, bahkan terlihat beberapa kali ia sempat mengecek ponselnya sambil mengemudi.
Sedangkan Alexandria terlihat nyaman menyandarkan kepalanya di sandaran jok depan sebelah kemudi itu, hingga entah sejak kapan kedua matanya terpejam Dalam keheningan.
.
.
Mobil Land Cruiser memasuki halaman rumah mewah bak kastil itu, dan dalam beberapa detik telah terhenti tepat di halaman depan teras yang dipenuhi dengan pot-pot bunga yang indah.
Beberapa saat yang lalu langit terlihat cerah, namun sekarang mendung telah menutupi bentangan biru diangkasa itu...
__ADS_1
"Kamu pasti sangat lelah sampai tertidur pulas seperti ini.... Manis sekali " Ucap Bryan lirih sambil menatap lekat gadis yang tengah tertidur di jok mobil itu. ia pun melepaskan seatbelt yang terpasang mengikat tubuh gadis itu , lalu bergegas melangkah turun dari mobilnya.
Beberapa pelayan terlihat berdiri diambang pintu masuk rumah itu,
Menunggu untuk menyambut seorang didalam mobil yang baru datang itu, dan seorang pelayan lelaki paruh baya menghampiri Bryan yang tengah membukakan pintu mobil untuk putri Tuannya itu, tiba-tiba sang Pelayan terlihat panik begitu melihat Pria dihadapannya itu menggendong Nona mudanya yang terlihat sedang tidak sadarkan diri,
"Ohh tuan muda, ada apa ini? Apa yang terjadi pada nona muda? "
"Husssttt.... Jangan berisik, nanti dia terbangun. Dia hanya tertidur karena kelelahan. Aku akan mengantar sampai ke kamarnya. Tunjukkan dimana kamarnya "
Terlihat pelayan pria itu bengong setelah mendengar perkataan dari Bryan.
Beberapa pelayan wanita yang berdiri diambang pintu pun saling menatap satu sama lain seolah hal yang dikatakan Bryan adalah hal yang tidak biasa atau tidak mungkin atau aneh untu terdengar
haiih...apa yang salah memangnya dari ucapanku? kenapa mereka semua menunjukkan ekspresi yang aneh begini
"Kenapa diam saja, Apa kau tidak mendengarku? " Ucap Bryan dengan tegas
"Oohh,,baik baik. Silahkan tuan muda, ikut dengan saya. Akan saya tunjukkan kamar Tuan putri. ini, biarkan saya yang membawakannya" Ucap sang pelayan kepada Bryan sambil mengambil tas putri Tuannya yang dipegang oleh pemuda itu lalu ia berjalan masuk kedalam rumah mewah itu diikuti oleh Bryan.
Tentu saja dirumah sebesar itu, tidaklah dekat jarak dari luar rumah sampai ke kamar Nona muda sang pemilik rumah .
Pertama ia masuk ke sebuah ruang bebas yang luas berisi 2 set sofa mewah besar berwarna coklat susu dengan paduan gold dan pernak pernik hiasan diseisi ruangan , semua berwarna senada dan terkesan elegant. tentu saja semua yang ada didalam rumah itu pastinya bernilai fantastis.
Kemudian mereka masuk ke ruang kedua, yang juga luas tapi tidak seluas ruangan yang pertama tadi. Diruang kedua ini berisi 1 set sofa ukuran jumbo berwarna Navy dengan karpet bulu putih angsa yang membentang lebar sampai ke bufet besar yang berisi sebuah Tv 50" Dan guci-guci cantik yang berjajar rapi beewarna putih dengan ukiran warna gold, ruangan ini didominasi warna navy ,Putih & Gold.
Di sebelah sisi kanan dari ruangan ini ada sebuah Lift dengan 2 pintu, sepertinya 1 pintu untuk turun, dan 1 pintunya lagi untuk arah naik.
Lalu Di sebelah kiri ada Tangga besar yang menghubungkan ruangan itu dengan lantai diatasnya,
Ya, sang pelayan berjalan menaiki tangga besar itu dan diikuti pemuda yang tengah menggendong putri Tuannya itu
Kenapa tidak menggunakan lift saja? Entahlah..... Hanya orang-orang didalam rumah itu yang tau lantai dan ruang mana saja yang terhubung dengan lift itu.
Atau mungkin pelayan pria itu sengaja membuat pemuda Tampan itu kelelahan berjalan menaiki tangga sambil menggendong Nona muda? Ahh, untung saja yang digendongnya adalah seorang model yang Badannya pastilah langsing , jadi untuk ukuran Tubuh Bryan yang atletis dan punya stamina bagus karena rutin olahraga, hal itu bukanlah masalah besar
"Silahkan tuan muda, ini kamar nona muda"
Kata pelayan itu sambil membukakan sebuah pintu ukir berwarna putih,
jika kalian bertanya kenapa pelayan itu terkadang memanggil putri Tuannya dengan sebutan Nona muda dan terkadang juga dengan sebutan Tuan putri, ya karena memang begitulah yang terjadi. Lidah pelayan itu lebih terbiasa dengan sebutan Nona muda untuk putri Tuannya itu tetapi sang majikan ingin dipanggil dengan panggilan Tuan putri
Perlahan Bryan menurunkan gadis yang masih terlelap dalam gendongannya itu diatas ranjang besar yang lembut
Ruangan luas dengan dominasi warna mint dan nude peach itu terlihat sangat manis. Berbagai hiasan yang ada diruangan itu & pernak pernik wanita tertata sangat rapi disana.
"Bangunkan nona muda Setidaknya 30 menit lagi, sekarang biarkan dia istirahat. Dan lagi, tolong Kecilkan AC nya, karena udara sedang tidak panas. Saya permisi"
"Tunggu Tuan muda, minumlah teh hangat dulu dibawah sebelum pergi. Biar pelayan menyiapkannya untuk anda. Sepertinya Diluar juga sedang hujan"
"Tidak perlu, terimakasih" Jawab pemuda itu dengan ekspresi datar dan langsung melangkahkan kakinya pergi
.
.
.
__ADS_1
.
.