Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.36 Menemui Dokter Dave


__ADS_3

Dokter Gwen nampak terheran dan tidak habis fikir dengan yang baru saja dia dengar dari balik ponselnya...


"Dia memintamu untuk menunggunya, dia akan datang sebentar lagi." Ucap Dokter Gwen dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan.


Dan Alexandria pun nampak hanya melengkungkan sedikit bibirnya dengan raut wajah yang juga tidak bisa diartikan...


ya tentu saja Alexandria menjadi sulit bagaimana seharusnya ia bersikap ketika mendapati raut wajah Dokter Wanita muda itu yang mendadak menjadi aneh dari yang sebelumnya memperlihatkan keramahannya.


"Bagaimana tiba-tiba seorang dokter Dave langsung mengatakan oke ketika mendengar nama Alexandria? Ada hubungan apa Dave dengan supermodel ini ? Bukankah mereka tidak saling berteman dekat? Yaa, Bahkan Alexandria tidak mengetahui siapa nama panjang Dave, Tidak juga memiliki personal contact dengan Dave, Karena untuk sekedar menghubungi saja Harus Aku yang melakukannya.." Fikir Dokter Gwen berharap mendapatkan jawaban dari semua tanda tanya diotaknya..


Alexandria kembali duduk diantara kursi kursi besi disana...


diliriknya arloji dari brand Vacheron Costantin yang melingkar ditangannya sudah menunjukkan pukul 19;40...dan diluar terlihat sedang turun hujan...


.


.


"Dokter Dave" teriak Dokter Gwen sambil melambaikan tangannya begitu melihat seorang pria berkemeja Coklat dan bercelana hitam yang senada dengan dasi dan Fantovelnya berlari kecil memasuki lantai dasar CHG...


Melihat Dokter Gwen, Dokter Dave pun Membelokkan langkahnya menghampirinya Dokter wanita muda itu...


"Hh Dimana Alexandria?" Tanya Dokter Dave dengan nafas yang terengah,


Tanpa menjawab Dokter Gwen hanya menunjuk Dengan matanya kearah Alexandria ,


Dan dengan tersenyum lebar Dokter Dave langsung menghampiri Gadis cantik yang sedang duduk dikursi besi dan tersenyum kearahnya itu, dengan meninggalkan Dokter Gwen begitu saja...


"Heghh,,, Apa-apaan ini. Bahkan dia meninggalkan aku begitu saja??? " Gerutu Dokter Gwen, lalu langsung melangkah pergi


.


"Hai, Ada hal apa sampai datang kemari untuk mencariku Nona Alexandria" Ucap Dokter Dave dengan senyum lebar Sambil duduk disebelah Alexandria


"ini,,, " Sambil meletakkan sebuah paper bag warna maroon Ke pangkuan Dave "Terimakasih, . Dan maaf baru dikembalikan sekarang" Dengan tersenyum


"Apa ini?" Sambil mengambil sesuatu didalam paper bag itu "Blazer???" Mengerutkan alisnya menatap Alexandria


"Egmm" Mengangguk


"Anda masih ingatkan Dokter Dave, Anda melepaskan Blazer anda untuk menutupi skirt saya yang robek waktu kaki saya terluka waktu itu?"


"Ya,,,,, aku ingat. ,


Tapi... ini Blazer baru Alexandria, bukan blazer ku waktu itu " Ucap dokter Dave Dengan raut wajah yang bingung sambil memegang blazer warna light grey ditangannya


"Maaf, Blazer anda waktu itu terkena noda darah dari luka saya , meskipun sudah di laundry dengan bersih , Tapi saya tau blazer anda itu masih baru dan dari merk yang mahal. Jadi lebih baik saya ganti baru dengan Warna dan dari merk yang sama. "


Tanpa memberi jawaban Dokter Dave justru menatap Alexandria dengan tersenyum setelah mendengar jawaban dari gadis itu


"Dokter Dave??"


"Terimakasih." Dengan masih tersenyum, lalu memasukkan Blazer itu kedalam paper bag lagi. "Ada hal lain yang ingin kamu bicarakan?" Kembali menatap Alexandria


"Ohhh,,,tidak ada Dokter Dave. Saya akan pergi sekarang" Ucap Alexandria cepat, sambil berdiri dari duduknya .


Dave masih terduduk dikursinya, namun matanya mendongak menatap Alexandria yang berdiri di hadapannya.


Gadis cantik itu memberi anggukan kecil dan senyum kepada Dave, lalu membalik badannya hendak melangkah pergi....


Belum sempat kakinya melangkah tiba-tiba tangan Dave meraih tangannya....


"Tunggu, .. ! "


"Saya tadi langsung memutar arah mobil saya, begitu mendengar nama Alexandria sedang menunggu saya di CGH. Apa sekarang kamu akan cepat-cepat pergi begitu saja padahal saya baru sampai ?"


"haa ???" Dengan wajah bingung

__ADS_1


"duduklah " Sambil menarik dengan lembut tangan Alexandria.


"Dokter Dave, sa... "


" Bagaimana kakimu? Masih sakit? " Memotong Cepat ucapan Alexandria


"Emm, sudah Tidak begitu sakit."


"Baguslah, gunakan salep luka agar tidak berbekas. Dan Lain kali tolong lebih berhati-hati lagi, agar tidak sampai terluka seperti waktu itu . " Ucap Dave dengan Tenang dan menunjukkan perhatian...


Ahh, pasti semua pasien akan cepat sembuh jika dirawat oleh seorang dokter seperti dokter Dave


"Kenapa Sampai datang kerumah sakit Malam-malam begini jika hanya untuk mengembalikan blazer? "


"Akhir-akhir ini saya tidak pernah melihat anda di Kampus, saya tanya pada Bryan tapi dia bilang anda memang tidak pergi kuliah beberapa hari ini, makannya saya mencari anda kesini"


"Hhh, kenapa bicaramu formal sekali??''


" Bukankah kita sedang berada di rumah sakit saat ini dokter Dave? Dan memang seharusnya begini kan bicara dengan seorang Dokter?"


"Aku sedang tidak berdinas Alexandria, lihatlah aku tidak sedang memakai snelli ku sekarang. "


"Apakah seorang Dokter Dikenali hanya karena snelli nya? Apakah Pasien anda tidak memanggil anda dengan sebutan Dokter jika bertemu dengan anda diluar rumah sakit ? Apakah anda tidak akan memberi pertolongan pada seseorang yang terluka hanya karena saat itu anda tidak sedang berdinas? " Ucap Alexandria dengan menatap dokter Dave


"Lalu bagaimana seorang yang bukan pasien bisa memanggil seseorang sebagai dokter disaat dokter itu tidak sedang memakai snelli nya? Bahkan dokter itu tidak dapat memberinya pertolongan saat ia terluka, hanya karena saat itu sang dokter tidak sedang berdinas " Sahut Dokter Dave dengan sabar dibumbui sebuah senyum .


Namun tentu saja Alexandria mengerti bahwa perkataan dokter Dave itu adalah sebuah sindiran untuk kejadian waktu itu...


"Meski tidak sedang berdinas dan tidak sedang memakai snelli nya kala itu, sang Dokter tetap dipanggil dengan sebutan Dokter oleh seorang tersebut, meskipun ia belum sempat menjadi pasien nya " Balas Alexandria tak kalah halus


Akhirnya Tawa pun lepas dari mulut keduanya, Tanpa menyadari sama sekali bahwa banyak mata didinding dan kursi bisu rumah sakit itu yang memperhatikan mereka


"Auuwwhh..." Ucap Alexandria lirih dengan mengernyitkan matanya sambil memegangi perutnya


"Ada apa? Nona Alexandria???" tanya Dave dengan panik


"Haishh,,,bagaimana kamu bisa bilang tidak papa jika perutmu nyeri " Sahut Dave dengan menghela nafas kasar "Dibagian mana yang nyeri, ? Maaf, apa disini ? " Sambil menyentuh bagian kanan perut Alexandria


"Eghmm..." jawab Alexandria sambil Mengangguk


"Tunggu, apa yang kamu pegang itu ?" Melirik Cup hitam ditangan kanan Gadis cantik itu


"ice chocolate "


"Kamu sudah meminumnya ?" tanya Dave dengan mengeryitkan alisnya


"Egm.. ini tinggal cup kosong" dengan mengangguk polos


"Apa kamu tidak makan seharian ini?"


"Yaa??? "


"eghmm, akuu...


Aaah, iya sepertinya aku lupa belum makan. "


"Haiisshhhh.... Nona Alexandria saya tau anda seorang model, tetapi apakah anda harus menyiksa tubuh anda dengan tidak makan sama sekali, dan justru meminum minumam seperti ini " Ucap Dave dengan jengkel sambil meraih cup kosong ditangan Alexandria


"Bukan begitu, aku bukannya tidak makan, tetapi belum makan. ini 2 hal yang berbeda Dokter Dave. Lagipula apa yang salah dengan ice chocolate?"


"Bahkan diluar sedang hujan, tetapi kamu meminum ice chocolate...


" Aku meminumnya sebelum hujan, lalu begitu aku meminum ice chocolate ku barulah hujan turun... " Sahut Alexandria dengan pembelaan


"ice chocolate mu memforsir kerja pankreas dan memberatkan kerja hati karena kamu meminumnya disaat perut dalam keadaan kosong. itulah kenapa terasa nyeri diperut sebelah kanan tepat dibawah diafragma . " Jelas Dave dengan tegas namun Tetap lembut.


"Tunggu disini sebentar... " Sambil beranjak pergi

__ADS_1


Alexandria hanya menatap bingung langkah kaki dokter Dave yang sangat tergesa bahkan sedikit berlari itu...


Tak berapa lama Dokter Dave pun kembali, namun Alexandria mengerjapkan mata melihat sesuatu yang dibawa Dokter tampan itu...


"Dokter Dave, apa ini? Apa yang mau anda lakukan?" Menatap overbed pasien yang dibawa Dokter Dave


Bukannya menjawab pertanyaan, Dokter Dave justru langsung duduk disebelah gadis itu dengan badan menghadap kearahnya. ia meraih air putih dalam botol kemasan diatas overbed pasien itu, dibukakan segel minuman itu dengan cekat,


"Minum air putih dulu sedikit " Ucapnya sambil Menyodorkan botol itu pada Alexandria ,


Alexandria pun meraih botol itu dan meminumnya ,


Setelah Alexandria meminumnya, dokter Dave kembali mengambil botol air mineral itu dari Alexandria,


lalu Segera ia meraih sebuah nampan stainless yang diatasnya terdapat box makan dengan sekat sekat untuk setiap komposisi didalamnya. Dokter Dave juga langsung membuka plastik wrap yang membungkus box itu Guna menjaga makanan tetap higienis ...


Ya tentu saja, sajian didalam box itu terisi lengkap dengan menu 4 sehat yang saling tersekat .


"Ayo makan ini " Sambil menyodorkan box makan kepada Alexandria


"Bukankah ini makanan untuk pasien?? Kenapa memberiku makanan seperti ini? " Dengan raut wajah yang bingung atas apa yang dilakukan Dokter Dave


"Ya , rasanya mungkin sedikit hambar. Tapi ini sehat. Setidaknya akan membantu mengurangi rasa nyeri perutmu. Jadilah pasien yang manis dan menuruti kata Dokter " Ucap Dokter Dave dengan menatap Alexandria sambil tersenyum santai


"Apa anda mencoba menbuat hubungan antara dokter dengan pasien secara mendadak Dokter Dave??"


"Bukankah kata anda Tidak harus memakai snelli dan ikatan jam dinas , seorang Dokter bisa melakukan tugasnya sebagai Dokter saat ada seseorang yang membutuhkan pertolongannya Nona Alexandria??"


"Ayo cepat makan, atau harus aku yang menyuapkan makanannya?? Hmm??"


"Baiklah Dokteeeerrr, saya bisa makan sendiri" Meraih box makan yang disodorkan kepadanya


"Pasien yang pintar,


Karena jika aku yang sampai harus menyuapimu, pasti akan membuat semua pasien dirumah sakit ini iri "


"Dan itu akan menyusahkan anda, jika anda juga harus menyuapi mereka semua" sahut Alexandria


Dave pun terkekeh, lalu menatap lembut gadis yang tengah fokus makan dihadapannya


"Kenapa kamu menyisihkan wortelnya? "


"Egm, aku tidak bisa memakannya "


"Kenapa? Apa kamu alergi wortel? Wortel Mengandung banyak vitamin yang sangat bagus untuk kesehatan dan kaya akan manfaat "


"Aku tidak bisa memakannya sejak dari kecil" Jawab Alexandria menyudahi makannya yang baru 3 suap, lalu meletakkan Box makan itu kembali kedalam nampan diatas overbed


"Jika pasien yang lain saya pasti akan langsung memarahinya karena tidak menghabiskan makannya." Ucap Dave sambil menyobek bungkus obat


"Sekarang makan obatnya " Sambil memberikan 1 kapsul dan 1 pil obat kepada Alexandria juga dengan air mineral nya.


Tanpa membantah ataupun bertanya, Alexandria langsung meminum obat yang diberikan Dokter Dave kepadanya.


.


.


.


*Hallo readers....πŸ™‹πŸ₯°


terimakasih sudah membaca karya AuthorπŸ™


Apakah cerita ini seru??? jangan lupa like dan tinggalkan komentar kalian ya, Agar Author semangat Up episode selanjutnya.... πŸ˜˜πŸ’•


GBU all....

__ADS_1


__ADS_2