Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.21 Ayah Stella


__ADS_3

Ditengah percakapan itu, tiba-tiba datang seorang dari luar.


Mereka adalah kevin,Dave, dan stella.


"Kak Bryan kenapa kakak disini? Apa yang kalian lakukan ditempat seperti ini?" Tanya stella menghampiri Bryan


"Kamu mengenal lelaki ini??" Mengarahkan matanya kearah lelaki yang masih terborgol disebuah kursi itu


Stella pun melihat kearah yang ditunjukkan oleh mata Bryan. Dia mengamati seorang lelaki yang duduk berjarak 3 meter dari tempatnya berdiri itu, dan....


"Ayaaahhhhhh "


Berlari menghampiri lelaki itu.


Lelaki paruh baya itupun memperhatikan gadis yang berjongkok memegang kakinya, wajahnya tiba-tiba berubah memerah dan kaget karena dia tau betul siapa gadis yang ada dihadapannya ini


"Kak, apa yang kalian lakukan pada ayahku hah?? Kenapa kalian memperlakukan ayahku seperti ini ??" Terisak marah menatap wajah 5 pria tampan yang tengah berdiri itu


"Bukankah kamu bilang ingin bertemu dengan ayahmu? Yang kami lakukan ini adalah mengabulkan keinginanmu stella." Ucap Bryan


"Tapi kenapa ditempat begini ? Dan kenapa memperlakukan ayahku seperti ini??! " Jawab gadis itu Setengah berteriak


"Ayahmu ini adalah pelaku banyak kasus kejahatan. . . " Timpa kevin


"Bahkan sekalipun ayahku ini adalah seorang pembunuh, dia tetap ayahku. Dan lihat kalian ini, bagaimana bisa mengikat ayahku seorang diri dan diawasi oleh banyak orang suruhan kalian begini . Tidak tau malu. " Sahut stella dengan penuh emosi memotong ucapan kevin.


Dasarr gadis bodoh, Ayahmu ini memang juga seorang pembunuh.... Batin Kevin


"Tuan wino pramudana, lihat betapa putrimu merindukanmu bahkan sampai menutup matanya pada kebenaran hanya untuk membelamu. Dia berfikir kami membawamu kemari dengan dijaga banyak orang bersenjata lengkap adalah karena kami ingin berbuat jahat padamu. Karena mulutnya yang dengan cepat memotong ucapan orang lain, Membuatnya tidak mengerti bagaimana situasinya saat ini. Jika hanya berurusan denganmu, pastinya 1 orang anak buah kami ini pun sudah bisa menyelesaikannya. Biar kujelaskan pada nya" Ucap Bryan sambil menghampiri kembali lelaki itu, lalu ikut berjongkok disisi stella dan menatap tajam kearah gadis itu


"Dengarkan kak Bryan baik-baik Stella, Ayahmu ini seorang kriminal dengan banyak kasus kejahatan. Statusnya sekarang di negara ini masih buronan. Memulangkannya ke singapura hingga bisa berada di tempat ini, bukanlah perkara yang mudah. Kamu fikir hanya persoalan Hukum resiko yang kami tanggung?! Tidak stella. Selain Buronan polisi, Ayahmu juga diburu banyak musuhnya. Kau fikir musuhnya hanya bandit bandit kelas teri?! Tidak stella, Musuhnya Orang-Orang yang memiliki banyak koneksi di negara ini. Orang-Orang besar yang sebagian mungkin memiliki otoritas tinggi di negara ini. Menurutmu apa yang mereka incar?? Hanya 1 yang mereka incar yaitu NYAWA AYAHMU. Karena mereka takut jika ayahmu sampai tertangkap hukum dan membuka mulutnya pasti kemungkinan besar akan menyeret satu persatu nama dari mereka yang terlibat dalam rantai kriminal yang dilakukan ayahmu. Sekarang kau faham resiko apa yang kami tanggung saat ini?! "


Stella pun gelagapan, badannya gemetar ketakutan mendengar perkataan Bryan.


"Tuan wino pramudana, saya hanya ingin anda bisa menjaga putri anda ini dengan baik. Saat ini dia hanya memiliki anda seorang " Ucap Bryan sambil berdiri


"Saya yang akan memastikan keselamatan anda di singapura dari para musuh anda,dan hal ini akan dijamin oleh Tuan Liem saint Randa. Saya memiliki hubungan yang sangat dekat dengannya, jadi anda tidak perlu khawatir " Sahut Kevin


"Dan untuk Kasus peradilan anda, saya akan membuatnya menjadi lebih mudah. Beberapa kasus lama akan Tertutup rapat , dan kasus yang baru akan berjalan Tanpa banyak tuntutan, sehingga kasus hukumnya akan bisa diselesaikan dengan jaminan , saya akan pastikan anda mendapat pengacara yang hebat. Misalnya, sekelas Rahardian alison ." Ucap Bryan


.


.

__ADS_1


Terlihat Dave,Gerald dan Albert hanya saling memandang mendengar ucapan 2 orang temannya itu...


"Bagaimana bisa mereka berdua menyebut nama Orang tua mereka seolah mereka itu bukan anaknya. Dimana mereka belajar memainkan peran itu, Bukankah acting mereka ini patut dapat piala oscar ?" Ucap Gerald lirih


"Aahhh,,, kau benar. Tapi kurasa Sanghyang Adi Buddha tidak akan memaafkan mereka berdua yang menyangkal Orang tuanya sendiri " Sahut Albert dengan menyilangkan kedua tangannya


"Mereka berdua tidak mengenal Buddha.hanya kau yang membutuhkan pengampunan-Nya. Aku Penasaran, apa sang Buddha akan memaafkan playboy kelas kakap sepertimu??" Ucap Dave sambil melirik Albert disebelahnya.


"Haisshh,,,sial. Masih mending gue playboy, daripada loe . Gue curiga jangan-jangan senjata masa depan seorang dokter kaya loe itu gak fungsi. Soalnya gak pernah diuji coba"


"Loe cocok jadi Dokter Kelamin Al, Besok gue kursus cara uji coba junior " menepuk bahu Albert


Gerald pun terkekeh lirih mendengar perdebatan Dave dan Albert.


.


.


"Aku tidak ingin berada di singapura. Aku akan membawa putriku ini bersamaku. Aku akan tinggal di Bangkok, itu tidak jauh dari negara ini" Sahut lelaki yang terduduk disebuah kursi itu membuyarkan perdebatan 3 pria yang berdiri itu.


"Stella masih kuliah " Jawab Bryan cepat


" Dia bisa melanjutkan kuliahnya di Thailand "


"Kurasa itu bukan pilihan yang tepat,Tuan wino "


Mendengar ucapan gadis itu, Bryan langsung menatap ke arah teman-temannya, dan terlihat 4 orang pria yang ditatap itu memberi anggukan kepala.


"Baiklah. Jika itu yang kamu mau" Ucap Bryan menatap kembali gadis dihdapannya.


"Kalian, lepas borgolnya'' Perintah kevin kepada anak buahnya


" Saya yang akan mengurus semua surat dokumen yang kalian perlukan. Tapi setidaknya itu perlu waktu 2 sampai 3x24 jam. Terlebih disituasi seperti ini, kalian harus melakukan medical check up lebih dulu" Sambung Albert


"Aaa,,soal itu biar gue yang uruskan. Gue cuma perlu data lengkap mereka aja. " Sahut Dave.


"Oke, berarti semua udah beres. Tinggal kita cari jalan gimana caranya bisa lolos pemeriksaan di Airport nanti, " Ucap kevin sambil terlihat berfikir


"Gampang,itu jadi urusan Gue. " Sahut Gerald dengan santai


Five cruisers pun saling tersenyum Dengan seringai puas. 1 masalah akan beres.


"Berarti untuk sementara sambil nunggu dokumen nya beres, Biar Ayahmu tinggal di apartment kamu " Ucap kevin kepada stella

__ADS_1


"Tidak. Gue udah siapin satu kamar hotel untuk Tuan Wino" Sahut Bryan


Mendengar jawaban Bryan, semua orang pun menatap kearahnya seolah meminta penjelasan.


"Saat ini data diri yang dipakai Ayah stella bukanlah Wino pramudana, sampai berkas barunya beres, jangan Tinggal di unit yang sama" Ucap Bryan tegas.


Terlihat semua orangpun faham dengan maksud Bryan memisahkan Ayah dan anak itu untuk sementara.


"Kev, suruh anak buah Loe antar mereka berdua kesini " Ucap Bryan kepada kevin sambil menyerahkan 2 kartu kunci hotel , yang mana tertulis jelas nomor unit serta nama dan alamat hotel yang dimaksud.


Setelah meraih benda dari tangan Bryan, Kevin pun langsung memerintah anak buahnya .


Dan 2 orang laki-laki berseragam formal serba hitam itu pun langsung membawa pergi stella dan ayahnya.


Selang beberapa saat, 5 pria tampan Berkacamata hitam itupun melangkah keluar dari dalam gedung itu.


Mereka Saling berjalan kearah mobil masing-masing.


Terlihat Sang pilot muda, Captain Gerald dengan Lamborghini hijau nya .


Sang putra petinggi negeri yang sering dijuluki playboy, yaitu Albert dengan Ferrari merahnya.


Sang Putra Mafia yang terbiasa dengan sebutan berandal,yaitu Kevin dengan Bugatti Chiron gold nya. Sang pengacara muda yang Tampan namun memiliki sikap dingin ,yaitu Bryan dengan Mercedes Benz hitam nya. Dan terakhir sang Dokter muda Tampan, dengan Aston Martin One77 warna putih metallic.


"Heh, mobil siapa yang kau pakai ini ? ini bukan mobilmu?" Tanya Dave sambil menatap kearah pria yang berdiri disamping pintu Mercedes Benz-AMG GT R warna hitam metallic itu


"Mobil Brandon" Jawab Bryan jengah.


Semua karena semalam dia pulang kerumah dengan Land cruiser nya, yang mana itu tidak akan dipakainya untuk urusan seperti ini. Dia menyesal tidak pulang dengan mobil sport pribadinya yang terparkir di Apartment.


"Jadi semalam loe beneran pulang kerumah?" Sahut Albert dengan tawa kecil disudut bibirnya


"Eghm " Bryan Mengangguk


"Wahhh,,, apa semalam ada Bom meledak di kediaman Tuan Rahardian Alison ? " Sahut kevin dengan Nada mengejek kepada Bryan.


"Shit, Tutuplah mulut kalian"


"Hahahaha....." Ke empat pria itupun tertawa bersamaan mendengar umpatan yang keluar dari wajah kesal Bryan


"Jadi sekarang loe mau balik kerumah?" Tanya Gerald


"Gak. Brandon yang akan antar mobil gue sekaligus ambil ini mobil ke apartment. " Melirik jam tangannya.

__ADS_1


"Gimana kalau sekarang kita ke club " Ucap Bryan lagi sambil menatap Keempat pria itu


"Let's go" Sahut Kevin, sambil masuk kedalam mobilnya.


__ADS_2