Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.48 Rasa Rindu dan sisi Rapuh Alexandria


__ADS_3

"Terimakasih sudah mengantarkan tuan putri pulang dengan aman. Mari Silahkan masuk dulu kedalam Tuan muda, biar pelayan kami seduhkan teh hangat untuk anda " Ucap pak benu yang menghampiri kevin dan Nona mudanya


"Tidak perlu berterimakasih, saya melakukan hal yang sudah biasa saya lakukan untuk my Princess. Dan lagi, apa anda ini tidak pernah tidur??" Ucap kevin dengan Mengeryitkan dahinya kearah pak benu


"Bagaimana saya bisa tidur jika anda membawa nona muda kemana-mana hingga pulang larut begini tuan..." - Batin pak benu


"Ohh, tentu saja saya tidur Tuan muda. Tapi itu setelah memastikan Tuan putri sampai dirumah dengan aman" Jawab pak benu dengan sopan


"Aaahh, pantas saja kau selalu siaga disana" Sambil mengarahkan matanya kepintu rumah besar itu.


Dan seorang pelayan wanita muncul menghampiri Alexandria dan dengan sopan meraih tas Nona mudanya itu untuk membawakannya masuk kedalam.


"Baiklah, my Princess segeralah masuk dan istirahat. Kau pasti sudah sangat lelah. Besok pagi kau bilang ada pemotretan kan?! " Ucap kevin sambil memegang kedua pipi gadis cantik itu dengan gemas


"Egmm. Baiklah. Jadi kau tidak akan masuk dulu kedalam? Dady ada dirumah" Ucap Alexandria dengan suara yang terdengar sangat lesu dan lelah namun masih tetap berusaha melengkung kan garis bibirnya


"Tidak Nona muda, Tuan sudah pergi lagi sore tadi " Sahut pak benu


"Apa ?? Kemana pak benu ? Kenapa tidak mengabari atau menungguku pulang dulu ??"


" Hanya terbang ke Indonesia Nona. Urusan pekerjaan mendadak. Tuan bilang Besok sudah kembali" Jelas pak benu, dan raut wajah Alexandria menjadi muram, seperti bintang malam yang kehilangan cahayanya...


"Jangan sedih, Toh Besok kan Om johan sudah pulang lagi"


"Egmm... Kau benar. Besok sudah pulang lagi, dan untuk pergi lagi. Begitulah seterusnya " Jawab Alexandria dengan tersenyum masam


"Hhh,,, itu semua hanya untukmu my Princess. .. sudah ya, jangan terlalu difikirkan. jangan bersedih. kau memiliki segalanya, Segera masuk dan istirahatlah. Hgmm?! Aku juga akan langsung pulang. "


"Egmm... Hati-hati dijalan " jawab gadis itu dengan datar,


Dan kevin menganguk dengan tersenyum.


Alexandria masuk kedalam rumah bersama seorang pelayan yang menentengkan handbagnya. Pak benu masih berdiri menunggu hingga kevin masuk kedalam mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan rumah Tuannya itu...


Pak Benu bergegas menyusul sang Nona Mudanya...


Sampai pada depan pintu kamar Putri Tuannya itu, pak benu nampak nona muda tengah duduk bersandar pada sebuah sofa disisi dinding dengan mata terpejam...


Tok...tok.... Ketuk pak benu, meskipun pintu tersebut terbuka.


"Masuk saja pak Benu "


"Tuan putri, apa Anda butuh sesuatu?"

__ADS_1


"Tidak pak Benu " Jawab gadis itu dengan lembut


"ingin dibuatkan susu hangat?"


"Tidak pak benu " Masih dengan suara yang lembut


"Ehmm, ingin pelayan siapkan air hangat untuk mandi?" tanya pak benu lagi


"Tidak usah pak Benu. saya bisa melakukannya sendiri " jawab gadis itu dengan kembali tersenyum .


.


"Tuan putri,,,, " Ucap pak Benu semakin mendekat kepada Nona mudanya


" Hemm??? " Melihat kearah pak benu


"Apa ada sesuatu yang sedang mengganggu fikiran anda ?" Tanya pak benu dengan sangat hati-hati,


Alexandria terdiam sesaat... Matanya nanar memandang kosong


"Pak Benu, Apa yang paling pak benu ingat tentang Mommy??" Tanya Gadis itu dengan tatapan yang sendu kearah pak benu


"Kenapa tiba-tiba Tuan putri menanyakan soal itu?"


Pak benu membisu, tak ingin rasanya berucap apapun selain ingin mengatakan


"Anda tidak sendirian Tuan Putri ,"


rasanya pilu melihat gadis yang biasanya selalu ceria itu menjadi terlihat rapuh seperti sekarang ini....


Ya pak Benu mengerti, Sebenarnya Nona mudanya ini selalu menyembunyikan segala perasaannya dibalik senyuman yang selalu ia perlihatkan kepada semua orang,


ia gadis yang selalu ingin mengatakan bahwa ia baik-baik saja meskipun sering kali keadaan dan perasaannya yang sebenarnya tidaklah demikian...


"Nyonya sangat Bahagia ketika ia tau sedang mengandung Tuan putri kala itu , ia bersyukur setiap hari. Nyonya sering pergi ke panti panti asuhan, pergi memberi persembahan ke kuil Buddha, Nyonya juga selalu meminta berkat daripada pastur di Gereja. "


" Sebagai ucapan syukur dan kebahagiaan yang besar akan kehadiran anda, Tuan menggelar perayaan besar saat Nyonya memasuki usia kandungan 7 bulan . " Ucap pak benu dengan senyum haru mengenang masa itu


"Tapi seharusnya Mommy tidak mengandung ku pak benu, dengan begitu pasti Mommy masih bisa menemani Daddy saat ini.... " Bulir air mata terjatuh dari mata yang indah itu, mata yang sering kali berbinar itu kini seolah redup.


Mungkin hatinya sudah terlalu sesak, hingga malam ini pak benu dapat melihat buliran nanar yang terjatuh pilu.


Pak Benu pun merasakan sesak didadanya begitu mendengar ucapan sang Nona mudanya itu...

__ADS_1


Terlihat tangan pria paruh baya itu mengusap air mata di balik kacamata tebalnya sebelum bulir bening itu sempat terjatuh darisana. Tentu saja, jika ada seorang yang mengerti bagaimana seorang putri zein ini sedari kecil, dialah Pak benu .


Pak benu menghampiri Nona mudanya, mengusap lembut pucuk kepala gadis itu


"Tuan putri, Nyonya Sangat menantikan kehadiran anda di rahimnya kala itu. Tidak pernah saya lihat Nyonya sebahagia seperti saat anda hadir di rahim Nyonya " Ucap pak benu dengan penuh belas kasih.....


"istirahatlah Tuan putri, Nyonya selalu ada Dihati anda. "


"Terimakasih pak Benu, Mommy pasti tidak mau melihat saya menangis seperti ini. Mommy pasti ingin saya selalu bahagia.... " Ucap gadis itu dengan menyeka seluruh air mata yang membasahi wajahnya, lalu kembali melengkungkan senyum dari bibirnya .


"Pak benu juga istirahatlah, maaf sudah membuat pak benu selalu kerepotan" ucapnya lagi.


"Tidak Tuan putri, Tuan putri sama sekali tidak pernah merepotkan saya. Sudah menjadi Tugas dan kewajiban saya untuk selalu merawat dan menjaga Anda. "


"Baiklah Tuan putri, jika begitu saya permisi dan Anda bisa segera beristirahat " Ucap pak benu dengan sopan sembari mundur dari hadapan Nona mudanya lalu mengangguk hormat sebelum meninggalkan kamar Nona mudanya itu.


Pak benu berlalu , hilang dibalik suara pintu yang tertutup.


Alexandria terdiam sesaat, menghela nafas panjang.... Lalu melangkah kekamar mandi. Merendamkan tubuhnya kedalam bathup air hangat yang dipenuhi busa bubble bath beraroma vanilla , dan nyala lilin aromatik yang menenangkan.


Alexandria memejamkan mata dalam ketenangan, mengadu pada sunyi yang membisu untuk segala lelahnya, dan sesaknya. Tanpa sadar bulir bening mengalir dari sudut netranya yang terpejam.


.


.


Sang malam semakin tenggelam membawa jiwa jiwa pulang ke peraduan, sunyi sepi menari lembut didalam alunan alam mimpi... Kemana mimpi akan membawa pergi? bawalah pulang kenangan kenangan Kedalam pangkuan....


.


Jam berdenting tepat pukul 06:00 , seluruh pelayan yang bertugas sudah sibuk dengan segala kesibukan masing-masing. Dan pria paruh baya berkacamata itu pun sibuk memastikan semua pelayan didalam rumah itu telah mengerjakan tugas mereka dengan benar...


Beberapa kali pria yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu naik turun tangga rumah mewah itu.


Dan sekarang terlihat ia sudah menaiki tangga itu kembali,


Sepagi ini sudah ke 5 kalinya ia berdiri menatap pintu kamar sang Nona Mudanya dilantai 2 itu...


Fikirnya "Baik-baik kah keadaan Tuan putri? Nyenyakkah tidur sang Tuan putri? Mimpi indahkah Tuan putri? Sedang menangis seorang diri kah Tuan putri? Sudah bangunkah Tuan putri?.... Ahhh segala pertanyaan itu memenuhi kepala Sang pelayan.


Sebagai orang kepercayaan Tuan Johanes Zein Tidaklah kecil tanggung jawabnya dirumah Megah itu...


Terlebih tanggungjawab untuk memastikan keadaan putri tunggal Tuanya itu selalu dalam keadaan baik.

__ADS_1


Namun tidak semata karena sebuah tanggungjawab, bagi seorang yang telah ikut merawat dan melihat sang Putri tuannya itu sejak dari bayi, tentu pria itu memiliki kasih sayang yang amat besar kepada sang Putri tunggal Zein itu.


__ADS_2