Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.20 Lelaki Yang dicari


__ADS_3

Terlihat wanita berwajah Cantik meski usianya tidak muda lagi itu menyambut hangat Bryan dimeja makan itu.


Ada Bi ina yang bertugas urusan dapur dan 2 pelayan wanita juga dirumah ini. Tapi entah kenapa, setiap kali Bryan pulang kerumah wanita yang mendapat gelar Nyonya Rahardian itulah yang selalu menyiapkan masakan dimeja makan. Tak jarang, ia sendiri yang memasaknya karena memang ia jago memasak.


Tak heran, Brandon putranya itu mewarisi keahliannya didapur.


"Ayo duduk , biar mama ambilkan makanannya"


Ucap wanita itu Dengan tersenyum hangat kepada Bryan yang masih berdiri didekat meja makan


"Segini cukup?" Menyendokkan nasi kepiring Bryan.


"Ehmm". Mengangguk


"ini Bi ina masak gulai ayam, gurame asam manis, balado telur. Kamu mau makan pakai apa ?" Sambil menunjukkan makanan yang tersaji dimeja itu.


"Atau mau sup sayur dan daging ? , tapi ini mama yang masak?"


"iya, pakai sup itu aja ma"


Mendengar jawaban dari Bryan, Seketika wanita itu sumringah dan melebarkan senyumnya . Diwajahnya Terlihat sangat bahagia. Entah bahagia karena anak itu memilih memakan masakannya atau bahagia karena dipanggil "Ma" dengan lembut, atau ya karena keduanya....


Segera ia menyendokkan sup ke piring Bryan, tak lupa dengan telaten ia menyingkirkan wortelnya agar tidak masuk ke piring anak itu, karena ia tau betul Bryan tidak suka wortel.


Setelah siap, Bryan pun memakan lahap semua yang ada didalam piringnya. Tak butuh waktu lama, piring itupun telah kosong. Wanita itu menemani duduk dimeja makan sampai Bryan menyelesaikan makannya, meskipun ia tidak ikut makan.


"Terimakasih sudah menemani Bryan makan, Supnya sangat enak" Ucap Bryan sambil mengelap mulutnya dengan selembar tissue.


Bryan pun beranjak dari meja makan, terlihat tergesa begitu melirik jam yang melingkar di tangannya.


"Kamu mau pergi Bryan?" Tanya wanita itu kearah Bryan


"Ehmm. Bryan ada urusan. Bryan permisi keatas dulu"


Lalu Bryan pun melangkah cepat menaiki tangga rumah itu.


Sekitar 10 menit kemudian ia Turun kembali dengan pakaian yang sudah ganti. Terlihat sebuah kaus warna coklat polos, dibalut dengan blazer hitam , Celana jeans hitam dan sneakers boots yang berwarna senada dengan kaosnya , Membalut sempurna penampilannya. Langkahnya sangat tergesa, entah akan pergi kemana.yang pasti dari pakaiannya dia tidak pergi untuk sebuah acara formal,


"Mau pergi kemana kamu? Sampai kapan setiap kali habis berdebat dengan papa kamu akan langsung pergi dari rumah?" Tanya Tuan Rahardian yang berdiri diruang utama


"Bryan ada urusan penting pa. " Menghampiri lelaki itu dan menjulurkan tangannya untuk salim.


Terlihat Nyonya Rahardian juga muncul diruangan itu. Bryan juga langsung menghampirinya dan mencium punggung tangan wanita itu


"Nanti pulang kerumah kan?" Tanya wanita itu

__ADS_1


" Pulang ke Apartment, karena besok pagi Bryan nganterin temen kuliah "


"Putrinya Om johan?" Sela Tuan Rahardian


"iya pa. "


"Ajaklah dia kerumah. papa ingin bertemu dengannya, karena dulu putri tunggal Zein itu masih kecil. pasti sekarang ia sudah tumbuh dewasa menjadi gadis yang sangat cantik" Sambil tersenyum kecil, dengan mengingat memori masa lalu


"aaa, papa benar putri om johanes zein itu sekarang sudah dewasa. Tumbuh dengan benar , Baik, dan juga sangat Cantik. Tapi ia sangat pandai berbohong dengan Senyumnya Udah ya Bryan pergi dulu. " Sambil melangkah keluar.


Tuan Rahardian terlihat bingung dengan yang dikatakan putranya itu. Rasanya tidak mungkin jika seorang gadis kecil yang dulu sering digendongnya itu Tumbuh menjadi gadis yang suka Berbohong. ia Tahu betul bagaimana sifat dari Johanes zein,sahabatnya itu. seorang konglomerat yang sangat Baik. jadi pasti ia memberi didikan yang sangat baik kepada putrinya itu.


"Hati-hati Bryan, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya" Ucap mama maylin itu sedikit berteriak karena Bryan yang sudah berlalu dari pintu rumah


"iyaaa" sahut Bryan dari kejauhan


.


.


.


.


Diluar ruangan itu terlihat 3 orang pria berkacamata hitam dengan pakaian semi formal tengah duduk santai disebuah kursi kayu dengan motif ukir , Mereka adalah Albert, Kevin, dan Gerald.


"Bryan gimana, udah loe hubungi?" Tanya Kevin


"Masih dijalan, bentar lagi sampai" Jawab Albert


"Dave?" Tanya Gerald


"Jemput stella. " Sahut Kevin


Kemudian terlihat sebuah mobil Mercedes Benz-AMG GT R warna hitam metallic memasuki halaman bangunan gedung itu. Seorang pria yang juga berkacamata hitam turun dari dalam mobil sport itu, ya rupanya dia adalah Bryan.


Kedatangannya Disambut dengan hormat oleh 2 lelaki berbadan kekar berpakaian bodyguard serba hitam.


Di halaman itu sudah terparkir mentereng 3 mobil sport, Lamborghini Aventador S Roadster warna hijau muda, Ferrari GTC4Lusso warna merah, dan Bugatti Chiron warna Gold.


Segera ia masuk ke sebuah Gedung tua yang cukup besar, sepertinya gedung ini difungsikan sebagai gudang penyimpanan material bangunan .


"Mana orangnya?" Tanya Bryan pada 3 pria yang tengah duduk dikursi ukir kayu itu.


"Didalam. Ayo kita masuk " Jawab Albert

__ADS_1


"Oke. ..eh tunggu, diluar gue lihat mobil Bugatti Chiron warna Gold. Siapa yang punya? " Tanya Bryan dengan tatapan menelisik kepada 3 orang temannya itu. Tentu saja mobil sport 1 itu pasti cukup menyita Perhatian siapapun, karena series warna Gold itu merupakan design limited edition Selain juga harganya yang cukup mahal yaitu mencapai lebih dari 50 miliar.


"Siapa lagi memangnya yang mampu membelinya kalau bukan Putra Mafia ini " Jawab Albert santai sambil matanya melirik kearah Kevin


"Apa kau sedang mengejekku?" Sahut Kevin


"Heh bodoh, aku sedang memujimu. Mana ada yang berani mengejekmu, kecuali orang itu ingin pulang namanya saja, atau orang itu Sudah Gila"


" Kau baru membuat pengakuan bahwa kau adalah orang Gila kawan " Ucap Kevin Sambil menyunggingkan sebelah bibirnya


"Haihh,,sial. Sudah kubilang aku tidak mengejekmu. Apa kau tidak mengerti bahasa manusia?"


"Aku mengerti bahasa manusia, hanya saja terlalu berat jika yang bicara adalah Anak dari seorang perdana menteri tertinggi di negara ini. Otak anak mafia ini mana sampai?!"


Gerald dan Bryan terkekeh melihat 2 orang temannya yang saling berdebat itu.


"Kev, loe disini dulu tunggu Stella datang. Biar kita bertiga yang kedalam " Ucap Bryan.


Kevin pun memberi anggukan. Lalu 3 pria itu langsung masuk kedalam ruang yang terlihat seperti labirin itu karena penuh dengan berbagai besi dan potongan kayu besar.


"Terlibat rantai cable pencucian Aliran dana gold bar italia 5 tahun yang lalu, menjadi dalang pembunuhan jaksa amron zaky 2 tahun yang lalu, Melakukan kecurangan perjudian di kasino Marina bay sands , Terakhir menjadi bagian dari jaringan peredaran Narkoba international. Wahh bahkan eksekusi mati masih terlalu ringan atas kejahatan dan pelanggaran hukum yang anda Lakukan Tuan wino pramudana. " Ucap Bryan dengan dengan seringai dingin diwajahnya


"Kaaauuu...siapa kalian ini anak muda ? Aku tidak pernah berurusan dengan anak-anak kecil seperti kalian" Ucap seorang lelaki paruh baya yang terduduk dengan tangan terborgol itu


"Anak kecil?? Shiittt !....heh Orang tua, baiknya anda gunakan mulut anda ini untuk bicara hal-hal yang tidak mengancam keselamatan nyawa anda! " Ucap Bryan Sambil membungkuk mendekati wajah lelaki itu


"Apa yang kalian mau dengan membawaku kemari? Ada urusan apa kalian ? "


"Urusan ?? yaa, Aku bisa membuatmu berurusan rumit denganku, dan sebaliknya aku juga bisa membuatmu samasekali tak berurusan denganku "


"Jangan bertele-tele ! "


"Aku tau kau berlari dari singapura ke banyak negeri untuk menghindari hukum yang menjeratmu. Dimana keluargamu sekarang? Anak dan istrimu?"


"Haha... Apa urusanmu dengan masalah pribadiku? Sudah kukatakan aku tidak pernah berurusan dengan anak bau kencur seperti kalian semua."


"Benarkah? Bagaimana kalau kami adalah anak dari beberapa penguasa yang pernah berurusan dengan mu? Yang mungkin sebagian kau curangi, kau rugikan atau mungkin justru yang menyokong pelarianmu, kau pasti mengenal nama shirat Thaw Randa dan saudaranya adalah Liem saint Randa ??"


Mendengar Nama yang terucap, lelaki itu langsung pucat pasi dan keringat dingin muncul disekujur wajahnya. Tentu saja siapapun orangnya,terlebih mereka yang terlibat pekerjaan gelap pastilah mengenal nama Mafia besar yang sangat ditakuti di kawasan Asia itu. Seorang yang memiliki banyak kaki tangan dan mata serta koneksi besar diseluruh Asia, hingga hukum pun sukar menjerat mereka. Jikapun mampu menjerat, itu tidak akan lebih dari 24 jam, yang ujungnya hanya akan menangkap seekor tikus kecil peliharaan mereka untuk masuk ke meja hijau peradilan.


"Jawab saja pertanyaanku, agar urusan kita menjadi mudah." Lanjut Bryan


"istriku sudah meninggal 5 th yang lalu, dan aku tidak punya anak. Anakku meninggal dari sejak bayi."


"Anakmu meninggal dari bayi??? Apa kau memiliki gangguan kejiwaan, hah?! Seorang kriminal sepertimu mungkin memang Psycho, tapi bahkan orang gila pun tidak akan dengan mudahnya melupakan atau menyangkal anak-anak nya" Sahut Albert dengan ikut mendekat ke arah lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2