Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.24 Bryan Kesal Tidak Jelas


__ADS_3

Mentari tersenyum hangat diujung timur mengusir gulita malam, membelai lembut setiap netra, melarikan mimpi dari setiap insan yang memeluknya...


Waktu baru menunjukkan pukul 06:30 , Ranjang didalam kamar apartment mewah Alison luxuries hotel's sudah rapi kosong tak berpenghuni. gemericik air dari dalam kamar mandi yang beberapa saat tadi terdengar,kini sudah berhenti. .


Kini terdengar Suara pintu Wardobe tergeser. Ahh, rupanya sang pengacara muda Tampan ini sudah nampak segar dengan kaos Adidas warna hitam, celana light blue jeans model slim fit , dengan boat shoes slip on👞 dan Blazer warna caramel .Perpaduan tampilan kasual yang modis pada pria muda dengan sikap dingin ini. Tentu outfit yang dikenakannya ini pasti tidak untuk pergi ke kantor ataupun bertemu klien .


Setelah meraih Dompet, ponsel dan kunci mobilnya diatas nakas, ia pun bergegas melangkah keluar dari Apartment nya. Tidak Terlihat Tas di punggungnya, jadi dia juga tidak pergi untuk kuliah pagi ini.


Land cruiser silver dengan plat no SGP 5 BRY keluar dari basement Apartment, Melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan kota singapura yang mulai ramai dengan Kendaraan . Arus Lalu lintas tetap lancar meski ini hari senin. Tidak akan kalian jumpai kemacetan yang berarti dijalan raya kota singapura.


Belum genap pukul 07:00 , Bryan sudah sampai dirumah megah bak istana itu. Begitu turun dari mobilnya, nampak pak benu sudah berdiri diambang pintu menyambutnya dengan senyum ramah dan sopan .


"Selamat pagi Tuan muda, hari ini anda datang pagi sekali"


"Mm, pagi. Apa Nona Alexandria sudah siap?"


"Sepertinya belum Tuan muda. Nona muda masih diatas. Silahkan masuk dulu, Tunggulah didalam sekalian sarapan" Sambil mempersilahkan masuk


"Tidak perlu. Saya akan menunggunya disini saja" Sahut Bryan sambil mengayunkan kakinya kearah sofa single panjang di sebelah sisi kanan pintu masuk itu.


"Baiklah jika begitu Tuan muda"


Lalu pak benu berlalu masuk kedalam rumah Tuannya meninggalkan Bryan yang sudah duduk disofa luar.


Tak berapa lama, seorang pelayan wanita datang membawakan nampan berisi teh hangat dan kue untuk Bryan. Kemudian pak benu kembali muncul lagi menghampirinya, dan berdiri sopan di sebelah ujung sofa itu.


Melihat hal itu Bryan langsung meminta kepala pelayan itu untuk duduk disofa sebelahnya duduk.


"Duduklah, jangan hanya berdiri disitu. Saya juga bukan majikanmu, jadi tidak perlu bersikap hormat berlebihan seperti itu" Sambil menatap kearah pak benu


"Baiklah,terimakasih Tuan muda. Silahkan diminum tehnya dan sekalian saya ingin bertanya soal nona muda" Sambil duduk dengan hati-hati

__ADS_1


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Sambil menuangkan tehnya kedalam cangkir


"Apa yang sebenarnya terjadi kepada nona hari itu sampai ia bisa terluka Tuan muda? "


"Kenapa tidak kau tanyakan langsung kepadanya? Dan Apa saat ini lukanya belum sembuh?"


 


*Seandainya nona mau memberi tahu yang sebenarnya, pastilah saya tidak akan menanyakannya kepada anda Tuan muda*


 


"Nona muda hanya mengatakan kecelakan kecil dikampus saja Tuan muda. Tidak memberitahu Bagaimana kejadiannya. Dan lukanya juga terlihat belum benar-benar sembuh. Apalagi sepulang dari acara Nona malam itu baju yang dikenakannya penuh darah dibagian luka itu, bahkan sampai Teman nona yang menggendong dan mengantarnya sampai ke kamar." Ucap pak benu dengan tatapan yang terlihat sedang mengingat-ingat betul apa yang terjadi pada Nona mudanya waktu itu


Bryan terlihat terkejut mendengar perkataan dari pelayan disebelahnya itu. Siapa teman yang dimaksud ini? Apakah manager atau assistant pribadi Alexandria? Ahh, tidak mungkin. Bryan tau betul siapa mereka itu, karena pernah bertemu saat ia mengantar Alexandria ke tempat pemotretan beberapa waktu yang lalu. Tidak mungkin orang orang itu bisa menggendong Alexandria. Dan lagi, pelayan ini mengatakan Teman nona mudanya, bukan manager , sopir, ataupun assistant.


"Temannya yang mengantar Alexandria pulang kerumah dan menggendongnya Sampai ke kamar. Berarti seorang pria??"


"Seperti apa temannya? Bagaimana sampai bisa menggendong sampai ke kamarnya? Bukankah Alexandria belum lama kembali ke singapura, Bagaimana bisa sudah berteman dekat dengan seseorang, apalagi temannya seorang pria" Dengan wajah yang serius dan terlihat banyak tanda tanya disana


Pak benu tiba-tiba terdiam melongo menatap wajah Tuan muda disebelahnya itu , bagaimana tidak, ini pertama kalinya


lelaki itu mengucapkan banyak kalimat. Biasanya dia hanya bertanya ataupun menjawab kalimat dengan singkat.


 


*Apa Tuan muda ini sedang tidak sehat?kenapa bisa sangat penasaran dengan nona muda hingga bicara banyak begini. Dan lagi, bukankah beberapa waktu lalu anda juga menggendong nona sampai kamarnya tuan? kenapa anda terlihat tidak biasa dengan perlakuan sama dari orang lain kepada nona*.


 


"Saya sedang bertanya, bukannya menjawab kenapa malah diam?!" Ucap Bryan Mulai gusar

__ADS_1


"Aaaah, iya. Maaf Tuan muda." , "Nona bilang pria itu adalah teman waktu mereka bersekolah di new York dulu."


"Temannya bule??"


"Bukan Tuan muda, temannya Nona itu juga orang singapura. Dari yang saya dengar saat itu, Sepertinya mereka baru bertemu setelah 3 th lamanya. Sangat terlihat Nona dan laki-laki itu memang berteman dekat. Setelah saya meninggalkan keduanya dikamar nona, sepertinya mereka mengobrol banyak karena cukup lama laki-laki itu berada didalam kamar Nona muda. Bahkan sampai menemani Nona tidur "


"Apa???? Menemani tidur???" Terperanjat dari tempat duduknya sambil membelalakan mata ke arah pak benu


" maksud Saya menunggu sampai Nona muda tertidur Tuan " Sahut pak benu dengan cepat karena gemetar ditatap Bryan sedemikian rupa


"Bukankah kau ini kepala pelayan dirumah ini? Bagimana bisa kau biarkan pria asing masuk kekamar Alexandria , hah??"


"Bagaimana saya bisa melarangnya jika Nona muda sendiri mengizinkankannya Tuan muda?" Jawab pak benu Sambil berdiri dengan hati-hati dan menundukkan kepalanya


"Haiighh...Bagaimana kalau sam..."


"Ada apa ini??pak benu, Bryan ? " Potong Alexandria yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah


"Tidak papa Nona.. Aaah maksud Saya Tuan putri" Sahut pak benu Sambil membalik badannya dan menatap kearah putri Tuannya itu.


Tanpa memandang kearah Alexandria, Bryan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan teras rumah itu menuju mobilnya.


"Bryan, Tunggu. Kenapa kamu tidak mau sarapan dulu? ini masih pagi. Kau bahkan belum meminum tehmu" Teriak Alexandria kepada pria yang sudah berdiri disebelah mobil Land cruiser it


Tanpa menjawab Alexandria, Bryan justru langsung membukakan pintu mobil untuk Alexandria, dan matanya menatap kearah gadis yang masih berdiri di teras depan pintu rumah itu.


Alexandria terlihat berbicara sebentar pada seorang pelayan dibelakangnya, lalu pelayan wanita itu langsung setengah berlari kedalam rumah. Dan tak berapa lama, pelayan wanita itu datang dengan membawa sebuah handbag lalu memberikannya kepada Nona mudanya itu.


Alexandria pun melangkah menghampiri Bryan dengan langkah yang masih terlihat menahan nyeri. Tanpa berkata ataupun bertanya apapun, Alexandria segera masuk kedalam mobil itu. Dan Bryan pun juga segera melangkah masuk kedalam jok kemudinya. Setelah memasang seatbelt nya, mesin mobilnya pun dinyalakan dan dalam hitungan detik Land cruiser itu sudah hilang dibalik gerbang besar rumah itu.


.

__ADS_1


.


__ADS_2