
"Maaf, Sepertinya saya datang sedikit terlambat " Ucap dr.Frans saat tiba di ruang tamu. Tak lupa ia langsung mengangguk hormat kepada Tn.Alliong yang duduk disana. Dokter Brata dan Putrinya pun langsung reflect berdiri menatap dengan banyak tanda tanya yang tersirat dari sorot mata mereka dengan kehadiran dokter Frans disana
"Bagaimana bisa seorang dokter Frans Hong yang terkenal sangat disiplin ini terlambat? Hemm " Ucap Tn.Alliong seraya tersenyum lebar
"Tadi diluar saya bertemu jolene pa, jadi kami mengobrol sedikit " Ucap Dokter Frans dengan senyum Hangat
" Pa?? " Ucap dr Brata dengan raut wajah yang semakin nampak bingung, mendengar Dokter Frans memanggil Tn.Aliong dengan sebutan Pa.
Ya, meski sudah bercerai dengan Bellina Thomson, dokter Frans masih tetap memanggil mantan mertuanya itu dengan sebutan papa saat bertemu diluar rumah sakit.
"Selamat Malam Dokter Brata " Sapa dr.Frans Sambil mengulurkan tangan kearah dokter Brata
"Aggghh...Ya. Selamat malam dokter Frans " Sambil menjabat tangan dokter Frans, raut wajah dokter Brata masih terlihat sangat bingung
"Gwen " Ucap dokter Frans kearah wanita yang ikut berdiri di sisi dokter Brata itu
"Dokter Frans " Sahut Gwen sambil membungkuk memberi hormat kepada Dokter kepala Bedah yang sekaligus juga Wakil direktur Changi general Hospital itu.
Dokter Frans juga menyapa dengan senyum dan anggukan simpul kepada Ny.Brata , lalu matanya beralih kepada seorang wanita yang duduk tepat disebelah Tn.Aliong , wanita yang masih tetap cantik diusianya yang sudah tidak lagi muda, wanita yang masih saja mengusik hatinya hingga saat ini. Ya dialah Bellina Thomson, mantan istrinya. Hanya sekilas saja saling bertemu pandang melempar senyum basa-basi, karena Wanita itu terlihat menghindari bertatapan muka dengannya lebih lama,.
Lalu ia pun menatap kearah Putranya dengan senyum hangat...
"Pah " Ucap Dave yang Berdiri dari sofa menghampiri Dokter Frans dan langsung memeluknya , Dokter Frans pun membalas hangat pelukan dari Dave yang semakin membuat keluarga dokter Brata semakin bingung....
"Pah????" sontak Gwen terkejut mendengar kata itu keluar dari mulut dokter Dave
"Ya Gwen, Saya ini papahnya Dave " Sahut Dokter Frans sambil melepaskan pelukannya dengan putranya. Seorang mengerti kebingungan dari mereka yang semua
"Apa???! Dokter Frans papahnya Dokter Dave??" Tanya Gwen lagi dengan semakin terkejut,
"Egm " Jawab Dave singkat dengan anggukan .
Gwen benar-benar tidak menyangka, tidak habis fikir. Bagaimana bisa????? Dokter Brata pun sama terkejutnya. Yang mereka tahu hanyalah Dave adalah cucu dari Tn.Aliong Thomson , sang pemilik salah satu Rumah sakit terbesar di Asia Tenggara itu,
__ADS_1
"Begitulah ulah cucuku yang pintar ini, Dia fikir dia cerdik dengan menutupi identitas nya dari semua orang di rumah sakit " Ucap Tn.Aliong sambil bergidik menatap Dave ...
Dave hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang sedang tidak gatal mendengar sindiran kakeknya. . .
Lalu mereka semua kembali duduk ditempatnya,
"Jadi bagaimana dengan rencana baik kita ? " Ucap Tn.aliong
"Kalau dari keluarga saya, pastinya akan sangat setuju atas adanya perjodohan antara dokter Dave dan Gwen putri saya Presdir. " Jawab mantap dr.Brata
"Hehehe...Bagus. Dari kalian berdua selaku orang tua Dave bagaimana? " Ucap Tn.Aliong sambil menatap dokter Frans dan Bellina Putrinya
"Kalau saya, sebagai papahnya Dave pastinya juga akan setuju jika dari mereka berdua memang bersedia dengan perjodohan ini " Jawab Dokter Frans sambil menatap Dave dan Gwen
"Gwen. Bagaimana? Apa kamu setuju saya jodohkan dengan Dave, cucu lelaki saya satu-satunya? " Tanya Tn.aliong
"Egmm...saya dan dokter Dave sudah saling mengenal baik. Kami memiliki profesi yang sama, dan kebetulan juga berdinas di rumah sakit yang sama. Kamipun berhubungan baik... Jadi saya fikir, Saya tidak keberatan dengan perjodohan ini Presdir " Jawab Gwen dengan senyum senang, sedangkan Dave terlihat mengeryitkan Dahinya karena merasa tidak habis fikir dengan jawaban Gwen. Padahal sudah pernah dia katakan, dia tidak setuju dengan perjodohan ini.
"Haha...Bagus kalau begitu. Jadi sudah tidak ada masalah dengan perjodohan ini " Ucap Tn.Aliong
"Apa memangnya yang mau kamu sampaikan?? Sudah jelas-jelas papahmu tadi sudah memberikan persetujuannya "
"Pa, Dokter Frans tadi tidak bermaksud langsung memberikan persetujuannya, Yang ia sampaikan adalah mengembalikan keputusan kepada Dave dan Gwen " Sahut Ny.Bellina
"iya, tapi Gwen sudah setuju. Dan secepatnya kita atur pertunangan mereka dulu, dan baru setelah itu kita atur pernikahan mereka" Jawab Tn.Aliong
"Yasudah kalau begitu Ayo kita kemeja makan untuk makan malam " Sambung Tn.aliong lagi sambil berdiri dari duduknya
"Kek, Tapi Dave tidak setuju dengan perjodohan ini " Sela Dave,
Tn.Aliong menatap tajam kearah cucunya,
"Kamu tidak setuju dijodohkan dengan putri saya dokter Dave??" Ucap dokter Brata kearah Dave
__ADS_1
"Aaagg...maaf sebelumnya. Bukan begitu maksud saya Dokter Brata. Hanya saja saya rasa ini terlalu cepat. Saya dengan Gwen adalah rekan sejawat. Kami tidak perlu dijodohkan, biarkan kami saling mengenal lebih jauh, dan jika memang nantinya kami saling cocok, kami yang akan memutuskan untuk membuat sebuah ikatan baik itu pertunangan ataupun pernikahan" Jawab Dave dengan hati-hati. Ya, dia berusaha menghindari kesalahfahaman dan ketersinggungan dari keluarga Dokter Brata. Terlebih dokter Brata adalah juga salah satu Dokter yang sangat disegani, ia adalah Dokter kepala spesialis penyakit Dalam di Changi general hospital. .
"itu sama artinya kamu menolak perjodohan ini dengan halus dokter Dave " Ucap Dokter Brata
"Hahaha...janganlah terlalu kaku Dokter Brata. Tau kan anak muda sekarang, yang terkadang bilang iya padahal tidak, bilang tidak padahal iya. Malu-malu tapi mau " Ucap Tn.Aliong yang berusaha mendinginkan kembali suasana yang sudah mulai panas
"Oh, Begitu ya Presdir... Maaf, karena sebagai seorang Dokter sering kali kita memang terlalu serius " Sahut Dokter Brata dengan kembali tersenyum lebar
"Mungkin lebih baik kita biarkan mereka berdua untuk lebih saling mngenal dulu satu sama lain . " Sahut Dokter Frans
"Ohhh, ya. Tentu saja kalau soal itu. Persetujuan perjodohan ini bukan berarti besok mereka langsung tunangan dan lusa mereka langsung menikah. Mereka masih punya waktu untuk bisa mengenal lebih dekat sebagai pasangan sebelum pertunangan mereka diresmikan. Hehhe.... Sudah, ayo Kita Makan malam. Keburu semua makanannya dingin " Ucap Tn aliong sambil melangkah kearah ruang makan , diikuti Dokter Frans, dan Dokter Brata beserta keluarganya.
sedangkan Dave masih terpaku di tempat duduknya sambil memijat pelipisnya dan mengusap wajahnya frustasi...
"Sayang, sudah jangan terlalu difikirkan dulu. Sekarang ayo kita keruang makan, jangan buat kakekmu marah " Ucap Ny.Bellina sambil mengelus punggung putranya
"Mah, Pembahasan macam apa ini?? Bahkan keinginan Dan pendapat Dave di mentahkan bagitu saja " Ucap Dave frustasi
"iya sayang mamah tahu, tapi kamu sendiri kan juga sudah tau kalau keadaan ini memang kemungkinan terjadi "
"Tapi Mah....??!! Aagghhhh,Gweeeenn bagaimana bisa wanita itu menyetujuiya begitu saja " Geram Dave
"Sudah ayooo...." Sambil menarik tangan Dave untuk menyusul kakek dan yang lainnya ke ruang makan.
Di ruang makan itu suasana nampak sangat menggembirakan, seolah mereka semua baru saja mendapat jackpot jutaan dolar dalam semalam. betapa terlihat wajah berseri kepuasan terpancar dari keluarga dokter Brata juga kakek , Bagaimana tidak bahkan di meja makan pun mereka masih bisa saling bercerita,bersenda gurau , dan saling melempar pujian...
Cihh muak rasanya.
Dave yang sudah hampir mati gila frustasi tidak perduli lagi dengan apa yang mereka bahas... ia justru terlihat fokus menikmati makanannya, lebih tepatnya dia makan seperti tidak menganggap bahwa ada banyak orang dimeja makan itu untuk bersantap bersama...Dokter Frans dan Ny.Belina hanya saling melirik kearah putranya itu,
"Hehh...kau ini makan seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu makanan " Sentil Tn.Aliong kepada cucunya itu
"Bukankah kita berada di meja makan adalah untuk makan, bukan untuk bercerita " Sahut Dave dengan santai, namun berhasil menyentil Kakek dan keluarga dokter Brata. Dave melanjutkan makannya, dan semua orang pun menjadi fokus pada isi piring mereka masing-masing, Suasana menjadi hening,hanya dentingan sendok garpu diatas piring yang terdengar hingga makan Malam itu selesai.
__ADS_1
*Hallo readers,,,❤❤❤
Author sangat berterimakasih untuk kalian yang sudah membaca karya Author ini. Jangan lupa beri dukungan untuk karya Author ini dengan Like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😍🙏🏻🙏🏻