Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps. 51 Changi General Hospital


__ADS_3

Nampak para Dokter sedang berkumpul di sebuah meeting room rumah sakit CGH. ... Hari ini Direktur utama CHG datang, hingga membuat semua dokter nampak memperlihatkan keramahtamahannya , terlalu kasar jika kukatakan mereka sedang mencari muka agar terlihat sang pemilik rumah sakit swasta terbesar di Singapura itu, Para dokter senior mungkin ingin mendapat posisi penting disana, Para dokter kepala mungkin ingin mendapat perhatian lebih untuk memperkuat koneksi mereka, Barangkali sang Presdir ingin reorganisasi rumah sakit atau Barangkali diantara mereka ingin menjadi Orang yang lebih beruntung dengan bisa berbesan dengan Orang no 1 di CGH tersebut ...


Cihhh, nyatanya begitulah yang terlihat dari para Penjilat ber'almamater Terhormat itu.


...


Sepertinya akan ada rapat penting , karena semua kepala Dokter dari tiap-tiap department ada disana, dan beberapa dokter residen hadir dalam meeting kali ini.


Berjalan penuh wibawa, seorang pria yang sudah dipenuhi banyak uban dikepalanya, dengan Setelan jaz coklat yang melekat ditubuhnya, ia memasuki meeting room itu setelah semua kursi disana terisi penuh oleh para manusia berpakaian seragam dengan snellinya. hanya satu kursi yang masih kosong, kursi kebesaran yang berada di paling depan sana. kursi sang presdir...


Semua dokter yang duduk disana dengan sigap bangkit dari duduk mereka dan memberi hormat dengan membungkukkan setengah badan mereka kepada pria berjaz coklat itu.


"Selamat Pagi , Terimakasih Untuk para dokter yang sudah hadir dalam meeting hari ini. Silahkan duduk" Ucap tegas pria itu berdiri tepat di sisi kursi pimpinan.


Dan seluruh dokter yang hadir diruang itu kembali duduk dikursi mereka masing-masing.


"Seperti yang sudah kita semua ketahui bahwa 3 tahun berturut-turut rumah sakit kita mendapat penghargaan sebagai Rumah sakit terbaik di Singapura, dan pastinya kita akan menjadi singa yang semakin bertaring di daratan Asia dalam institusi pelayanan kesehatan.


Terimakasih untuk kerja keras kalian semua Para dokter kompeten dan semua rekan sejawat yang telah tergabung menjadi keluarga besar di Changi general Hospital . Mari kita terus lakukan yang terbaik. " Ucap Pria penuh wibawa itu dengan senyum bangga, dan disambut anggukan juga senyum hormat dari seluruh dokter disana.


Selanjutnya Dokter Frans maju kedepan dengan laptopnya yang tersambung ke layar proyektor , ia kemudian memimpin jalannya rapat sebagai dokter Kepala spesialis Bedah sekaligus ia juga adalah Wakil direktur umum dan keuangan di CGH.


Dokter Frans mempresentasikan bahan rapat melalui layar proyektor disana.Segala pembahasan pun dibahas, segala kritik terhadap kinerja dokter juga disinggung,


Sekitar 20 menit rapat itu berlangsung. Diakhiri dengan anggukan kepala dokter Frans kearah Pria Tua penuh wibawa yang duduk di kursi Pimpinan itu lalu dokter Frans kembali duduk dikursinya.


Sang pria Yang paling dihormati itu bangkit berdiri dari kursinya, menutup rapat dengan sebuah kalimat yang cukup menyita perhatian dari seluruh dokter yang hadir ditempat itu,


"Sebelum saya menutup rapat ini, saya ingin meminta kepada seluruh dokter kepala dan senior untuk memberi ilmu yang bermanfaat dan pelatihan yang serius kepada para dokter residen yang memang kompeten dan memiliki kemampuan seperti Dokter Dave " Kata sang Dirut rumah sakit itu dengan mengarahkan pandangan matanya tepat kepada seorang dokter residen yang duduk dikursi pojok kanan barisan paling belakang, tepat di sisi pintu meeting room itu.


Hal itu membuat seluruh dokter disana kecuali Dokter Frans, ikut mengarahkan pandangan mereka kepada Dokter residen itu. Banyak yang sudah mendengar tentang Seorang Dokter residen bernama dr.Dave yang sudah beberapa kali menjadi asisten dokter kepala Bedah dalam tidak Operasi pasien VIP. Bahkan pernah dipercaya memimpin Operasi terbuka yang diawasi langsung oleh Dokter Frans, sang Dokter kepala Bedah yang paling disegani dirumah sakit itu. Tentu saja Hal semacam itu langsung menjadi buah bibir penasaran dari para dokter disana. "siapa dokter residen ini? Bagaimana dan seperti apa orangnya?" tentu pertanyaan itu ada dikepala para dokter senior di CGH.


Dan dalam meeting kali ini, mereka semua seperti mendapat jawaban dari rasa penasaran mereka terhadap dokter residen bernama dr.Dave selama ini,


Dokter Dave Yang mendapat tatapan dari seluruh mata dokter dokter Kepala dan dokter dokter senior disana seperti dihujam scalpel tepat di jantungnya. ia merespon dengan langsung bangkit dari kursinya dan membungkukkan badannya memberi hormat.


"Baiklah, sekian untuk rapat kali ini. Silahkan kembali bekerja Untuk menolong dan menyelamatkan banyak Nyawa. Terimakasih" Ucap sang Presdir kembali , Lalu beranjak meninggalkan ruangan rapat itu.


.


.


"Kakekk...!" Ucap Dr Dave begitu masuk keruangan Dirut CGH, dan ternyata didalam ruangan itu ia melihat Dokter kepala bedah, yaitu dokter Frans yang tengah duduk di set sofa hitam yang mengkilat di tengah ruangan itu.

__ADS_1


Dokter Dave memberi anggukan kepala sebagai ucapan salamnya kepada sang Dokter kepala department nya itu.


"Darimana kau dapatkan sikap seperti berandalan yang tidak tau sopan santun dan tata krama seperti ini?" Ucap pria tua berjaz coklat yang tengah duduk berhadapan dengan dokter Frans itu.


Sepertinya keduanya tadi sedang mengobrol sebelum Dokter Dave datang merusak suasana itu.


"Pergilah ke dokter ortopedi jika tanganmu cedera sampai tidak bisa untuk mengetuk pintu dulu sebelum masuk keruangan orang" imbuhnya lagi


Dave menghela nafas dalam


"maaf, "


Hanya satu kata itu yang keluar dari mulutnya. Dokter Frans sendiri hanya menatap bisu kearah Dave.


"Duduklah" Ucap pria itu menunjuk dengan Matanya, sebelah mana Dave harus duduk .


"Boleh Dave bicara sekarang?" Tanya dave begitu ia telah duduk di sofa itu.


"Heghh,,dasarrr. Bahkan tadi kau sudah meneriaki kakekmu ini. Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya pria tua itu


"Kek, Dave sudah pernah bilang kan jangan sampai ada informasi soal latar belakang Dave di rumah sakit ini. "


"Lalu?"


"Memangnya apa yang sudah kakek perbuat ??"


"Tentu saja kakek tau apa yang Dave maksud. Dave saat ini masih seorang dokter residen di CGH. Bagaimana bisa seorang direktur utama CGH sampai mengenal dan menyebut nama Seorang dokter residen di rapat pentingnya. Apa yang akan para dokter fikirkan setelah ini? Kakek kenapa membuat Dave menjadi sesak dan hampir tak bisa bernafas seperti ini?! " Ucap Dave Frustasi


"Kau tidak punya riwayat penyakit Asma, kenapa harus susah bernafas? Oksigen yang kau hirup masih disediakan gratis, bernafaslah dengan leluasa" Jawab pria tua itu dengan santainya, sedang Dave hanya bisa mengeryitkan keningnya dengan mulut ternganga sesaat.


Pria tua yang adalah direktur CGH itu yang juga adalah kakeknya, tau betul maksud dari ucapan Dave tapi bersikap seakan-akan tidak mengerti.


"Jangan difikirkan soal itu, cepat atau lambat semua orang di rumah sakit ini juga tau kau adalah cucu dari pemilik CGH yang berarti calon pewaris dari rumah sakit ini. Fikirkan saja soal perjodohanmu dengan putri nya dokter Brata itu "


"Dave sudah memikirkannya. Dan Dave tidak menyetujui dengan rencana perjodohan itu." Jawab Dave cepat


"Memangnya Siapa yang perlu persetujuanmu , yang harus memberi persetujuan adalah Orang tuamu. "


"Mama dan papa juga pasti tidak setuju kek. Mereka pastilah sependapat dengan Dave"


"Hahaha...siapa bilang? Belina Thomson, mamamu yang adalah putri kakek. Dan dokter Frans hong papamu yang adalah mantan menantu kakek ini, sudah kakek minta untuk memberikan persetujuan untuk perjodohanmu yang sudah kakek atur "


"Hahh, ?? " Sontak kaget Dave

__ADS_1


"pa, papa setuju perjodohan Dave dengan Gwen yang sudah diatur oleh kakek??" Tanya Dave lagi, dengan mengarahkan pandangan kepada Dokter Frans.


"Dave, coba saja dulu. Lagipula tidak ada yang salah dari putri dokter Brata itu. " Ucap Dokter Frans mencoba menenangkan Dave yang adalah Putranya itu..


"Perjodohan masak mau buat coba-coba pa??? Lagian apa iya dokter Brata rela putrinya buat coba-coba?!"


"Daveeeee.... " Sela kakeknya


"kamu bukan anak kecil lagi yang tidak faham maksud dari perjodohan yang sudah kakek atur untukmu ini. Sebuah Pernikahan juga harus dengan tujuan memperkuat koneksi "


"Kek, yang Dave tau pernikahan adalah untuk mengikrar sebuah janji penyatuan hati, bukan Perluasan bisnis dan koneksi"


"Jika begitu, maka turutilah apa yang sudah kakek perintahkan. Maka nanti kamu akan lebih tau tentang hidup yang sebenarnya, bukan cerita drama telenovela seperti yang kau ucapkan itu" Ucap Pria Tua berjaz itu sambil beranjak dari duduknya.


"Antar kakek pulang sekarang. Kakek Butuh istirahat. Nanti malam sudah kakek atur untuk pertemuan dengan keluarga Dokter Brata. " Ucapnya lagi,


"Bukankah kakek kemari dengan mobil dan sopir kakek? " sahut Dave jengah


"Sudah jangan banyak bertanya. Kakek ingin kamu ikut pulang kerumah kakek sekarang"


"Aaah, dan 1 hal lagi. Benahi itu namamu didaftar nama dokter rumah sakit ini, dr.Dave Alvaro hong Thomson. Kakek heran denganmu yang ingin menutupi identitasmu sebagai Cucu kakek dan anak daripada Dr Frans . Heggh " lalu melangkah keluar dari ruangannya.


.


"Pa, " Ucap Dave dengan wajah memelas kearah dokter Frans saat Kakeknya sudah tidak diantara mereka


"Sudah, jangan dulu membantah kakekmu. " Ucap Dokter Frans sambil menepuk pelan bahu putranya


"Tapi Dave tidak mau dijodohkan dengan Dokter Gwen pa"


"Apa Gwen sama sekali tidak menarik dimata kamu? Papa rasa dia seorang yang cerdas, baik, dan juga cukup cantik "


"Dave tidak mau dijodohkan dengan seorang dokter " jawab tegas Dave


"Kenapa??? Bukankah justru itu yang seharusnya kamu cari. Seprofesi, jadi kalian akan bisa saling mengerti "


"Benarkah begitu? Lalu kenapa Papa dan mama tidak bisa saling mengerti dan justru memilih untuk saling bercerai?" Sahut Dave dengan menatap Dokter Frans. Keduanya saling menatap bertemu dalam netra yang terlihat sama persis itu.


"Dave, kita bicarakan lagi itu nanti. Sekarang cepat susul kakekmu. Papa juga harus melakukan Operasi sebentar lagi"


"Papa nanti malam akan datang?"


"Egmm. Kakekmu meminta Papa untuk datang"

__ADS_1


Lalu keduanya keluar dari ruangan direktur itu, berjalan saling meninggalkan dengan arah yang berlawanan.


__ADS_2