
"Selama dia masih berada dikawasan Asia Bokap gue bisa melindunginya .
Tapi...
" Tapi apa kev?" Sahut Bryan
"Tuan Wino pramudhana adalah seorang pelaku kriminal jaringan internasional. Lingkaran Mafia itu Luas, Dan sebenarnya tidak pernah ada yang bisa menjamin nyawa didalam lingkaran itu. Bahkan Bokap gue sendiri pun setiap detik nyawanya terancam. Hukum mafia juga lebih kejam, karena ia bukan hukum peradilan yang mana bisa mendapat pembelaan , Penangguhan hukuman, ataupun jaminan. "
"Jika masih di kawasan Asia, memangnya mafia mana yang akan berani berurusan dengan Bokap Loe kev? Mereka yang berada dilingkaran itu pasti tau betul siapa Liem saint Randa, Seluas apa jaringannya, dan sekuat apa koneksinya. Jadi bukankah seorang yang berada dalam lindungan nama bokap loe tidak akan ada yang berani menyentuhnya, Bahkan hukum pun tak mampu menembus nama Bokap loe" Sahut Bryan lagi
"Hegh...Loe fikir gue khawatir jika bokap nya stella diburu Mafia lainnya , atau terjerat hukum dan
Menjadi buronan lagi? Tidak sama sekali. Bukan itu yang gue takutkan.
Yang gue takutkan adalah jika sampai Nyawanya justru melayang ditangan jaringan Bokap gue sendiri. Karena hal Yang bisa saja terjadi Bokapnya stella melakukan tindakan kriminal lagi, Dan itu berada dikubu berseberangan dari Bokap gue. Loe pasti tau yang akan terjadi.
Dan jika hal itu sampai terjadi bahkan gue sendiri tidak akan bisa meminta bokap gue untuk mengampuninya."
Keempat pria itu saling terdiam, karena mengerti betul apa maksud dari ucapan kevin...
Ya, Nyawa Tuan wino pramudhana memang akan terjamin dari mafia yang lain, tapi tidak akan ada yang bisa menjamin nyawanya jika ia sampai membelot dari Tuan Liem saint Randa.
"Gue akan peringatkan dia agar tidak sampai melakukan tindakan bodoh itu" Ucap Bryan memecahkan keheningan dalam ruangan itu
"Mm, Apa kita tidak akan salah membiarkan stella hidup dengan seorang seperti Tuan Wino pramudhana? Kita bisa mensabotase kasus hukumnya, tapi tidak dengan kenyataan yang kita ketahui seperti apa Orang itu. Apa kalian yakin Orang itu tidak akan berbahaya untuk stella ?! " Timpa Dave
"Orang itu adalah bokapnya stella Dave. Apa yang kita takutkan ketika seorang anak bersama dengan bokapnya sendiri? lagipula juga kemauan stella sendiri untuk hidup bersama Bokapnya " Jawab Albert
"Sejahat,sekejam,dan sebrutal apapun seseorang, selama ia tidak gila tidak akan pernah melukai putrinya sendiri" Sahut kevin
"Oke. Berarti semuanya sudah beres. Masalah di airport dan penerbangannya besok gue serahkan sama loe Ger, " Ucap Bryan
"Loe jangan khawatir, gue yang akan jamin urusan yang satu itu. Bahkan gue sendiri yang akan menerbangkan pesawat yang akan mereka naiki ke bangkok besok "
"Wuihhh gila, VVIP service rupanya" Gurau kevin dengan tersenyum lebar
"Thanks, captain Gerald " Ucap Bryan dengan sebuah lengkungan dibibirnya
"ini memang masalah dan tanggung jawab Kita semua.
Dan loe, jangan lagi menyalahkan diri loe sendiri untuk kejadian 1,5 tahun yang lalu " Jawab Gerald menepuk bahu Bryan, dan Bryan hanya terlihat tersenyum getir. Semua masih sangat jelas di ingatannya...
Dert..dert.... Suara Ponsel di saku blazer Gerald berdering
"Nyokap gue" Ucap Gerald lalu segera mengangkat panggilan telepon itu
📱 "Hallo ma"
__ADS_1
📱"kamu dimana ? Mama sama papa sudah di Emerald hill sekarang. Kamu buruan kesini ya "
📱"iya ma, bentar lagi Gerald sampai disana."
📱"Bener ya, jangan sampai telat"
📱"iya Mamaku tersayang"
📱"Yaudah, Hati-hati ya sayang "
📱"Eghmm"
.
.
"Sorry, gue harus cabut sekarang " Ucap Gerald kepada teman-teman nya setelah selesai dengan panggilan telepon nya
"Emangnya Loe mau kemana ger? Kelihatannya penting banget urusan loe" Tanya Albert
"Nyusul Nyokap sama Bokap gue Ke rumah Temen bisnisnya. "
"Cuma Urusan makan malam sih, tapi ini menyangkut masa depan gue" Jawab Gerald dengan senyuman lebar sambil beranjak dari duduknya
"Hhh Good Luck Bro" Sahut kevin dengan Tawa kecil
"Makan malam seperti apa yang membuat loe sampai seantusias ini hah? Seenak apapun menu utamanya, loe pasti masih butuh menu manis lainnya untuk penutup " Timpa Albert menggoda Gerald dengan menyunggingkan bibirnya
Kevin, Dave, dan Bryan terkekeh mendengar jawaban skakmat dari Gerald kepada Albert... Sedangkan Albert hanya menyunggingkan sudut bibirnya dengan umpatan kecil sambil membereskan laptopnya
"Oke sekarang gue harus ke tempat stella, Nganterin semua berkas ini " Ucap Bryan sambil merapikan semua berkas diatas meja itu
"Eghm, ok. Kalau gitu kita juga cabut sekarang" Sahut kevin menegakkan badannya yang tadi tersandar dipunggung sofa
"Loe Jangan pergi dulu, ikut gue ketempat stella, sekalian ada hal lain yang ingin gue bicarain sama loe " Ucap Bryan menatap kevin
Tanpa menjawab, kevin hanya menghela nafas panjang dan membuangnya kasar sambil menatap Bryan,
"Haah, terserah ada urusan apa diantara kalian berdua. Gue mau cabut sekarang " Ucap Albert dengan Santainya
"Gue juga cabut sekarang. " Sahut Dave sambil meraih snelli nya dan beranjak dari duduknya
"Loe mau balik kerumah sakit?" Tanya Albert kepada Dave
"Nggak. udah 2 malam gue gak ketemu bantal , ketemunya cuma sama scapel. "
"salah sendiri, kenapa nggak cari Bantal dirumah sakit sekalian gaet perawat yang cakep" ucap Albert dengan santainya
__ADS_1
"Cuma loe yang punya hobby tabur benih dimana-mana Al" Sahut kevin dengan Tawa mengejek
"Haishh,,sialan " Umpat Alber dengan menyunggingkan satu sudut bibirnya..
Dan semua pun saling terkekeh melihat kekesalan Albert...
Albert dan Dave pun melangkah keluar dari Apartement Bryan... Kini tinggal kevin dan Bryan saja dalam Apartmen itu...
"Hal lain apa yang ingin loe bicarain sama gue?" Ucap kevin sambil mengosongkan kaleng beers nya
"Ada hubungan apa antara loe dengan Alexandria? "
"Sejak kapan loe tertarik dengan hubungan orang lain, ? Hegh "
"Gue tidak akan tertarik membicarakannya jika gadis itu bukan Alexandria"
"Kenapa memangnya dengan Alexandria? Bukannya loe belum lama mengenalnya "
"Gue sudah janji sama Bokapnya untuk menjaganya dengan baik"
"Om johanes?"
"Loe juga mengenal bokapnya Alexandria?"
"Memangnya siapa yang tidak mengenal seorang Seperti Tuan Johanes zein," Sambil tersenyum simpul "Loe jangan khawatir, Om johanes juga kenal sama gue "
"Bagaimana Om johan Bisa mengenalmu?"
"Gue hidup dan dibesarkan di new York. 7 tahun lalu gue bertemu dengan seorang putri Tunggal Zein disana. Dia bersekolah di Riverdale , tempat dimana gue juga bersekolah. Dia menyelesaikan sekolah tingkat 3 nya disana, dan gue melanjutkan kuliah di Columbia University. Pertemanan kami di new York lah yang membuat om johanes mengenal gue. "
.
"Sejak kapan Alexandria menjadi seperti itu?"
"menjadi Seperti apa?"
"Pembohong"
"shit...What do you mean???"
"Ya, Dia pembohong yang hebat. " Dengan menyunggingkan satu sudut bibirnya "Bukankah dia selalu mengatakan baik-baik saja padahal sedang tidak demikian. Dia juga menyempurnakan kebohongannya dengan sebuah senyuman dari bibirnya. Senyum yang membosankan"
"Loe jangan sampai salah menilainya.
Dia menanggung segala masalahnya sendiri. Dia tidak pernah ingin melihat Orang lain menghawatirkan nya. Dia tidak pernah punya teman, atau lebih tepatnya kebanyakan yang datang kepadanya selalu dengan maksud dan tujuan tertentu untuk kepentingan mereka pribadi. terkadang ia berpura-pura bodoh, hanya agar mereka bisa tetap berteman . Terkadang juga saat ia sudah muak dengan hal itu, ia memilih untuk mengabaikan semuanya, dan hanya fokus hidup dalam dunia & kesibukannya seorang diri. ia selalu tersenyum untuk menguatkan dirinya sendiri. ia memperlihatkan kepada dunia bahwa ia selalu bahagia dan baik-baik saja, sedangkan dalam hatinya yang sebenarnya tidaklah demikian " ucap Kevin dengan wajah yang sendu, dan senyuman getir.
.
__ADS_1
Tanpa menjawab ataupun bertanya lagi, Bryan justru mengemasi dan mengangakat semua berkas diatas meja itu,
"Ayo pergi sekarang" Ucap Bryan sambil beranjak pergi, dan perlahan Kevin pun mengikutinya