Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.50 Sisi perhatian Bryan


__ADS_3

"Pelayan... Tolong kemarilah sebentar"


Suara seorang gadis dari balik ruang diujung meja rias itu, dan Bryan yang mengenal suara itu langsung menuju kearah sumber suara , Lalu ia membuka salah satu pintu ruang didalam kamar yang luas itu .


"Aauuwwhh... Bryan, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Alexandria dengan membulatkan matanya karena terkejut, dan dengan cepat tangannya memegang bagian dada minidress yang membalut setengah dari badan indahnya itu...


"Aku mendengarmu memanggil seseorang, makannya aku kemari " Jawab Bryan dengan polosnya


"iya, tapi yang kupanggil pelayan Bryan. Bukan kamu. Dan dimana pelayan itu? "


"Siapa yang kamu maksud? Pelayan yang mana? Apa pak benu? Mungkin dia masih menunggu diluar Kamar . Mau kepanggil kemari? " Dan kembali Bryan menjawab dengan pertanyaan polosnya , tapi ini jujur karena memang dia tidak mengerti siapa yang sedang dicari gadis cantik itu....


"Hghhh...Bukan Bryan. Tapi seorang pelayan wanita.... .


" Aku tidak melihatnya. Tidak ada siapapun dikamarmu. Mungkin dia sudah pergi "


"Mm, Apa kamu membutuhkan bantuan?" Tanya Bryan menatap Alexandria


"Eghm. " Jawab singkat Alexandria sambil membalik punggungnya perlahan, terlihat minidress yang dipakainya belum selesai dikenakan.


Bagian resletingnya masih terbuka, belum dinaikan, ... .


Bryan menatap punggung putih mulus yang terpapar jelas dihadapannya itu, ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan, lalu ia mendekati tubuh gadis itu ...


"Menarik resletingnya keatas kan?" Tanyanya pelan


"Eghm. " Jawab gadis itu.


Lalu tangan Bryan menarik keatas manik resleting itu, dan tangan yang satu menahan bagian bawah resletingnya .


" Kamu terlihat cantik " Ucap Bryan sambil memegang kedua bahu gadis itu, begitu selesai menutup punggung mulus sang gadis sambil menatap pantulan mereka pada cermin besar dihadapan keduanya.


"Terimakasih" Jawab Alexandria dengan tersenyum manis. Mata mereka saling bertemu disana, Alexandria pun mendapati lengkung senyum kecil dari bibir pria yang biasanya selalu bersikap datar dan dingin itu . ada perasaan yang menjalar hangat pada keduanya, jarak mereka sangat dekat....


Bryan dapat mencium lembut aroma vanilla dari tubuh gadis itu, dan Gadis itupun dapat merasakan hangatnya hembusan nafas pria Tampan berbadan tegap, dan berkulit cerah yang masih memegang kedua pundaknya itu.


"Aku tidak mengira kau akan datang hari ini?"


"Apa yang membuatku tidak akan datang?"


"Aku tidak ada kuliah hari ini "


"Bukan tidak ada kuliah, tapi kamu tidak masuk kuliah ".


"Hhh, sejak kapan kamu menjadi banyak bicara seperti ini? "


"Sejak bersamamu" , sesaat keduanya terdiam. Alexandria mencoba menelaah kata yang diucapkan Bryan barusan, apakah kata itu bermakna yang lain, ataukah hanya sekedar ucapan yang tak berarti lebih daripada yang terdengar. . .


Untuk seorang Bryan yang tidak tau apa itu hati, perasaan, dan kehangatan , sepertinya yang diucapkannya barusan hanyalah kalimat yang ia pungut dari isi kepalanya begitu saja, tanpa arti ataupun makna yang lebih.


"Emm, Berarti sekarang kamu akan pulang?"


"Kenapa pulang?"


"Ya karena aku tidak ke kampus hari ini Bryan"


"Tapi akan pergi kan hari ini? ".


"Kamu akan mengantarkan aku untuk pemotretan dan pekerjaanku yang lain hari ini?"


"Aku akan mengantarmu kemanapun"


"Kamu tidak ada Acara hari ini ?!"


"Ada.

__ADS_1


Aku ada jadwal kuliah, aku ada janji bertemu client,dan juga ada beberapa hal yang harus aku urus "


"Lalu?? "


"Lalu, ,, ,,


aku memilih mengantarkanmu dulu Tu-an pu-tri baru setelahnya ku selesaikan urusanku" .


"Hh..Bryan, kamu tidak perlu melakukannya. Saat ini Biem dalam perjalanan menjemputku...


" Katakan padanya, untuk menunggumu di tempat pemotretan "


"Tapi...


" Hubungi assistant atau managermu Atau apapun sebutannya itu sekarang, dan katakan aku yang akan mengantarmu ke tempat pemotretan. ..


aku tunggu diluar. " Lalu meninggalkan ruangan itu


Alexandria terlihat tersenyum sambil menggigit bibirnya sendiri...


Entah, rasanya aneh saat pria yang biasanya tudak suka banyak bicara itu menjadi seakan posesif dan menjadi perhatian begitu.


Setelah selesai menghubungi Biem, dan merapikan tampilannya, .


Alexandria melangkah keluar dari ruang gantinya.


Dilihatnya Ternyata Bryan Masih didalam kamarnya, terduduk di sebuah sofa menunggunya.


"Sudah siap?"


"Egmm. "


"Baiklah, Ayo berangkat" Sambil meraih sebuah handbag kecil milik gadis itu yang sudah disiapkan dimeja sofa.


Bryan melangkah keluar dari kamar itu, dan Alexandria mengikuti dibelakangnya...


"Pak benu, kenapa berdiri disini? " Sahut Alexandria terkejut


"Memastikan anda baik-baik saja Tuan putri"


"Saya Tunggu dimobil " Sela Bryan dan langsung pergi begitu saja. Kedua orang yang berdiri didepan pintu kamar itu hanya menatap punggung pria yang berlalu dari mereka...


Dengan menghela nafas yang panjang, Alexandria memegang lengan pelayannya itu, dan melengkungkan senyum


"Saya baik-baik saja pak benu. Jangan khawatir " Ucapnya


"Kalau begitu saya berangkat dulu "


"Baik Tuan Putri, mari saya antar kedepan " Ucap pak benu dengan memberi arahan untuk Nona mudanya itu berjalan duluan, lalu diikutinya .


Sampai di halaman depan, Bryan langsung membukakan pintu mobil untuk Alexandria, dan pak Benu berdiri disana hingga Tuan muda Bryan dan Putri tuannya itu berlalu dari halaman bersama melajunya land cruiser yang membawa keduanya.


.


.


Nampak Biem sudah berdiri mondar-mandir di lobby gedung Qoo10, yang merupakan perusahaan e-commerce terbesar disingapura saat ini....


"Darlingggg...." Seru Biem saat melihat Alexandria masuk ke lobby gedung itu, dan Biem juga langsung memasang wajah centilnya saat dilihatnya ada pria tampan pujaan hatinya yang berjalan bersama Artisnya itu.


"Good morning, selamat pagi, swadekha khun Bryan....Khun law kha , Chan rak khun " Ucap Biem dengan bergaya lemah gemulai Sambil langsung bersandar dibahu Bryan..


Bryan langsung membulatkan matanya dengan ekspresi yang kaget dan bingung tidak mengerti apa yang dikatakan Assistant Alexandria itu, dan kenapa lelaki kemayu itu tiba-tiba bergelayut manja di lengannya....


Melihat tingkah assistant nya dan bagaimana ekspresi Bryan, Alexandria justru tertawa terpingkal

__ADS_1


" Alexandria, kenapa kau justru tertawa? Kau tau apa yang dia katakan?? " Ucap Bryan gusar


Alexandria hanya menggelengkan kepalanya, sambil menahan tawa...


"Heh, kau...lepaskannn aku. Apa-apaan kau ini. " Ucap Bryan Sambil berusaha menyingkirkan tangan Biem dari lengannya, namun bukannya melepaskan , biem justru semakin mengeratkannya.


"Khit thueng khun Bryan kha ..." Ucap Biem dengan Bahasa Thailand.


"Apa yang kau ucapkan hah?? Jangan bergelayut padaku seperti ini, Kau ini laki-laki atau perempuan? haiihhh..."


"Egmm... Kalau Tuan pangeran Tampan hendak menjadikan aku istri, maka aku tidak keberatan untuk menjadi perempuan seutuhnya " Jawab Biem dengan Nada manja yang dibuat-buat,


"Dasarrr kau ini... Lepaskan tangannku sekarang juga atau kau akan kutuntut? Hahh!! " Ucap Bryan dengan Nada yang serius. Dan dengan cepat Biem melepaskan tangannya. Lalu melangkah kesisi Alexandria.


ia mengingat ucapan Alexandria bahwa pria tampan yang sering mengantar jemputnya ini adalah seorang pengacara.


"Kenapa aku akan dituntut padahal aku mengatakan perkataan yang baik dan manis?!" Ucap Biem dengan mengerucutkan bibirnya


"Kauuuu...." Ucap Bryan dengan amat geram sambil mengarahkan telunjuknya ke kepala Biem, membuat Biem memundurkan langkahnya.


Alexandria masih terlihat tertawa dibalik tangan yang menutupi bibirnya,


"Kau masih tertawa?!! Apa ini lelucon? Dari Banyaknya orang yang di negara ini, kenapa dia yang menjadi assistant mu, heghh ?? " Ucap Bryan dengan jengkel,


"Bryan,,,


" Apa??!!!" Sahut cepat Bryan dengan gusar


"Jangan marah-marah dulu,


" Bagaimana aku tidak Marah??! Aku bahkan tidak mengerti apa yang dia ucapkan...


"Aku hanya mengatakan bahwa kau sangat tampan, membuat aku jatuh cinta padamu Dan sangat merindukanmu " Sahut Biem


"Haishhh... " Umpat Bryan sambil mengusap kasar rambutnya


" Kau ini laki-laki, jangan membuatku gila dengan bertingkah seperti perempuan."


"Chai kha "


"Yaaghh !!!!!! , kau kira aku samasekali tidak mengerti bahasa Thailand??! Dengar, Laki-laki tidak akan menggunakan kata " Kha" Tapi akan menggunakan kata "krap".


Dan , jangan lagi bicara padaku dengan bahasa Thailand !!" Ucap Bryan dengan memicingkan matanya


"Chai Krap. .. Aaaggh maksudku Ok. Baiklah . Kenapa kau menakutkan sekali"


.


"Aku harus pergi sekarang. Telfon aku jika butuh sesuatu, dan khabari jam berapa kau akan pulang, aku akan menjemputmu " Ucap Bryan kearah Alexandria


"Aagghh...kamu Tidak perlu menjemputku Bryan. Aku akan pergi untuk pekerjaan yang lain setelah pemotretan. Jadi biar Biem dan Mario sopir ku yang menemani sekaligus mengantarku pulang nanti . Selesaikan saja urusanmu "


"Kau yakin???!"


"Eghm."


"Baiklah kalau begitu. "


"Dan Kau, jaga Alexandria baik-baik. Kalau tidak aku akan memotong..." Ucap Bryan terhenti sambil matanya menatap sesaat ke celana pria kemayu itu.


"Apa?? Hah?? Ayo katakan... Kau akan memotong burungku? Hhh, dan kau ragu apa aku punya burung?? Aku punya burung meski ukurannya kecil, " Sahut Biem dengan suara seperti anak anjing yang sedang menyalak.


"Hh Burung kecilmu pasti tidak bisa berdiri kan? Ckk.. Tidak papa. Jangan berkecil hati. Setidaknya kau tidak merubahnya kebentuk lain " Ucap Bryan dengan santainya, lalu pergi berlalu meninggalkan tempat itu


"Heiiii Dasaarrr kejaaammm... Untung saja wajahmu tampan, kalau tidak aku pasti sudah mencakar hidungmu yang mancung itu.heghhhh... " Teriak Biem .

__ADS_1


"Mm...Ayo my Darling,, , mereka sudah menunggumu diatas" Ucap Biem kepada Alexandria, dan keduanya pun hilang dalam pintu besi yang membawa mereka menaiki gedung itu.


__ADS_2