Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
EPS.43 Apartement Kevino jordan Randa


__ADS_3

Sebuah musik blues mengalun riang disebuah kamar apartement convertible,


tidak terlalu luas tapi lebih dari cukup untuk seorang yang hanya tinggal seorang diri. Namun untuk seorang yang bisa disebut sebagai anak konglo pasti tempat tinggal seperti ini terlihat bukan kelasnya.


Mengingat mobil sport miliknya yang terparkir di basement harganya beberapa kali lipat dari harga unit Apartement ini.


Warna furniture didominasi dengan warna netral.


hitam, abu, dan putih.


Namun terdapat pot besar dengan Tanaman yang tumbuh subur hijau dibeberapa sudut ruang, membuat suasana di dalam apartement menjadi lebih hidup. Tidak banyak pernak-pernik yang terpasang didalam Apartement ini, dan mungkin karena hal ini juga semua terlihat rapi karena memang tidak ada bahan yang bisa diberantakan....


Kevino Jordan Randa, terlihat santai di sebuah sofa hitam matte dengan kopi Americano yang uap panasnya masih menari nari diatas cangkir yang tersaji pada sebuah meja marmer putih yang mengkilat disana....


ia mengambil ponsel pada saku jeans nya, Tiba-tiba saja ia merindukan seseorang , setelah menyentuh layar ponselnya ia meletakkan benda pipih itu di telinganya..


📲"Hallo" Sapanya saat ada jawaban dari ponselnya


📲"Egmm...ada apa kev?"


📲"Kangen kamu "


📲"Hehe... Please, jangan becanda oke?! "


📲"Hhhmm, where are you now princess? "


📲"Di lokasi syuting. Why?"


📲"Oke. Selesai syuting aku jemput ya


📲" Hah?? Apa apa?? "


📲"iya, aku pengen ketemu kamu my Princess. Makanya aku mau jemput kamu....


📲" Mulai deh, gila nya...hehe. Ngga perlu, aku udah Ada sopir sama assistant aku disini


📲"Yeah, i know. But, they're not me. i miss you so much. Hm?? "


📲"Hhh, yaudah terserah kamu kalau gitu.... Ehh,udah dulu ya aku harus take sekarang "


📲"Ok ok. Then text me, kamu selesai jam berapa and please share your loc "

__ADS_1


📲"Eghm..ok. Bye "


📲"Byee..."


Sebuah senyum bahagia terlepas dari bibirnya saat meletakkan ponselnya keatas meja, lalu meneguk pelan kopi Americano nya....


"Ting tung..." Bel apartement nya berbunyi.


Kevin beranjak dari duduknya, melangkah kearah pintu untuk melihat siapa yang datang... Mungkin orang laundry, fikirnya


"Cglek..." membuka pintu unitnya


"Selamat siang Boss. " Sapa 2 orang pria berbadan tegap berjaz hitam


"Haishh...ngapain kalian kesini hah?? sudah berapa kali saya katakan, saya tidak suka kalian datang ke apartement ini. Apalagi dengan pakaian kaya paspampres seperti ini.!" Ucap kevin jengkel


"Kita kan memang selalu berpakaian seperti ini saat bekerja boss " Jawab polos seorang dari mereka


"Ok ok terserah kalian, mau berpakaian seperti apa atau mau telanjang sekalipun. Sekarang cepat katakan, ngapain kalian kemari hah? karena Saya tidak merasa memanggil kalian"


"Maaf boss,kami kemari atas perintah Boss besar"


"Papi? Kenapa?" Sahut kevin


Boss besar menyuruh kami untuk membawa anda pulang."


"Pertama, papi bisa telfon saya kalau cuma minta saya pulang ngga perlu nyuruh kalian kemari.


Kedua, saya bisa pulang sendiri ngga perlu dijemput.


Dan ketiga, saya ada jadwal kuliah siang ini, jadi tidak bisa pulang sekarang. Sampaikan itu kepada papi saya, faham?! " Ucap kevin sambil hendak menutup pintunya, namun belum sampai pintu tertutup dengan cepat yang seorang menahan daun pintu itu


"Pertama, Boss besar sudah berkali-kali menghubungi anda tapi tidak anda jawab. Kedua, anda tidak akan mau pulang kalau tidak dijemput atau dipaksa.


Dan Ketiga, kami sudah cek bahwa hari ini anda kosong tidak ada jadwal kampus." Ucap yang seorang lagi dengan sigap


"Haiiishh...Sialll..... Gue udah janji lagi sama Alexandria" Umpat kevin perlahan,


"Ya? Apa boss??"


"Apanya yang apa? Saya nggak bicara sama kalian ! "

__ADS_1


"Bukannya disini hanya ada anda dan kami saja boss? "


"Trus kenapa ? Bisa aja saya ngomong sama diri saya sendiri, atau sama tembok. itu kan terserah saya"


"Baik jika begitu. .


Maaf, Boss"


"Oke, saya akan pulang. Tapi kalian duluan , nanti saya nyusul "


"Tolong ikut kami sekarang boss "


"Heihh, kalian ini ngga ngerti bahasa manusia atau gimana sih? Saya bilang saya akan pulang. Tapi kalian pergilah dulu, saya akan nyusul"


"Maafkan kami, tapi Kami hanya menjalankan perintah boss. Tolong kerjasamanya "


"Heh, kalau misalnya sekarang saya menolak pergi, kalian mau apa? Mau paksa saya? Mau fight dengan saya disini? Hah?!!! "


"Jika memang terpaksa kami harus memakai kekerasan, akan tetap kami lakukan boss. Meskipun kami berdua mungkin tidak akan menang melawan anda, Karena kami tidak bisa kembali jika tidak serta membawa anda" Ucap tegas seorang dari mereka.


Ya tentu saja, mereka tau betul Boss mudanya ini bukanlah tandingan mereka untuk fight. Seorang yang sudah menyabet sabuk hitam karate, bahkan menguasai beberapa beladiri lain, memiliki fisik yang sehat,bugar,dan stamina yang bagus. Berkali-kali mendapat medali atas prestasi bela dirinya , bahkan mereka masih mengingat saat 10 anak buah tangguh Tuan Liem saint Randa dapat dikalahkannya yang hanya seorang diri.


"Huftt... Seharusnya kalian berdua yang jadi anaknya Tuan Liem Saint Randa." Ucap kevin dengan menghela nafas kasar, lalu masuk kedalam apartement nya . Meraih jaket, hand phone, serta kunci mobilnya


"Jalanlah dulu, saya tidak mau orang orang-orang disini melihat saya jalan dengan kalian berdua "


"Tunggu Boss, apa anda akan pergi dengan sendal rumahan seperti ini?" Ucap seorang sambil mengarahkan pandangannya pada sandal slop tipis hitam di kaki boss mudanya itu


"Haishh.." Umpat kevin


"Udah,kalian buruan pergi sekarang , biar saya ganti alas kaki "


"Baik boss. Kami tunggu di bawah" Sambil membungkuk, lalu melangkah pergi karena sudah yakin bahwa Boss mudanya ini memang akan pergi bersama mereka .


Kevin kembali masuk kedalam, mengganti sandal rumahanya dengan sepatu Loafers warna coklat gelap senada dengan jaket yang tersampir di pundaknya. Setelah itu, kevin pun meninggalkan apartement nya,


Sampai diparkiran, terlihat 2 orang anak buah tuan liem Saint Randa sedang berdiri tegap di sebelah mobil sedan Maserati GranTurismo berwarna hitam


Kevin tidak menghiraukan kedua orang itu, ia justru berlalu begitu saja melewai mereka, dan masuk kedalam Bentley bentayga mobilnya sendiri yang pagi tadi juga ia pakai. ia pun langsung menyalakan mesin mobilnya, lalu mobil itupun melesat cepat meninggalkan parkiran Apartemen, dan 2 orang itupun dengan cepat mengejar mobil kevin. Jangan sampai kehilangan jejak Boss mudanya, atau Jangan sampai ternyata Boss mudanya tidak benar-benar pulang kerumah, jika itu sampai terjadi Merekalah yang akan menanggung resikonya. Karena jika mereka pulang dengan tangan kosong dan kegagalan, bukan soal takut akan mendapat potongan gaji, tapi Bisa-bisa Leher merekalah yang akan dipotong oleh Tuan Liem saint Randa.


.

__ADS_1


*Next.......


sampai jumpa Author di Eps Selanjutnya 🤗💖


__ADS_2