Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.13 Antara Dokter & Pengacara


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 14:15,


Beberapa Fakultas digedung IUA sudah terlihat kosong, sepertinya hari ini banyak Fakultas yang masuk pagi. Begitupun dengan Fakultas Fashion bisnis, hanya tinggal beberapa orang saja diruangan itu


"Alexandria, kudengar kamu akan main film dengan Shane paw" Tanya seorang gadis yang mendekati meja Alexandria,


Bahkan aku sendiri belum tau tentang judul film itu,Genre apa , dan siapa lawan mainnya. akupun belum menyetujuinya, ahh bukan ,,,bukan belum menyetujuinya... Bahkan aku sudah meminta BiEm untuk menolak tawaran produser film itu....Tapi bagaimana kabar filmnya malah terdengar sampai keluar??Apa yang sudah kau kerjakan BiEm?! Aiihhhh....


"Ehmm, aku belum memikirnya. itu masih ditawarkan kepadaku, Tapi sepertinya aku akan menolaknya " Jawab Alexandria dengan sikap ramah


"Oooeeehh,,, kenapa kamu ingin menolaknya, bahkan banyak artis-artis papan atas berebut untuk bisa mendapat peran itu. itu film garapan produser victor zeng, Dunia hiburan tau betul kemampuannya membuat film yang pasti akan sukses. "


"Aku hanya belum berminat untuk terjun ke seni peran "


"Kamu tau Shane paw kan??? Aktor tampan yang terkenal itu? Bagaimana kamu menyianyiakan kesempatan emas ini. Semua artis wanita akan memohon untuk bisa beradu peran dengan nya....."


"Benarkah ? Aku bahkan tidak tau soal aktor itu. Aku belum lama kembali ke Singapura, jadi belum begitu tau soal berita Entertainment saat ini, " Ucap Alexandria dengan santainya sembari membuat lengkung manis dibibirnya .


"Maaf, tapi aku harus pergi sekarang. " Ucap Alexandria lagi sembari meraih hand bag'nya , lalu melangkah pergi dengan lambaian tangan meninggalkan mereka yang masih berada didalam kelas itu.


.


.


.


.Blouse bodyfit lengan panjang dengan bahu model sabrina berwarna mocca, dengan skirt hitam berbahan katun toyobo fodu import pendek 10cm diatas lutut , dengan sebuah hand bag dari merk Givenchy warna hitam senada dengan skirt nya, dan heels 9cm Chistian Louboutin warna cream mocca Mempercantik langkah kaki jenjang Alexandria menyusuri Lantai-lantai gedung IUA dengan tampilan yang simple tapi berkelas,


Sebuah lift menghantarkannya dari lantai 11 Fakultas Fashion bisnis, turun ke lantai 2 .


Begitu lift terbuka, Alexandria melenggangkan kakinya keluar dari pintu besi itu dengan langkah yang teratur, sebagai seorang model yang biasa berjalan di catwalk, Tentu saja dia juga terbiasa dengan langkah yang Elegant .


"Dertt....deeeerrtt...derrt.....


📱 ; hallo...


📱 ; Kamu dimana?


📱 ; Di lantai 2, mau jalan keluar


📱 ; Tunggu disitu, kelasku baru selesai.sebentar lagi aku turun.


Tut...tut....


 


*Haiishh... Aku bahkan belum menjawabnya tiba\-tiba sudah dimatikan. Pria seperti apa dia ini sebenarnya* ...


 


Gerutu Alexandria pada lelaki yang baru saja memutus panggilan di ponselnya


Saat kembali melanjutkan langkah kakinya, tiba-tiba ada 2 orang Mahasiswa yang tengah berjalan tidak sengaja menabraknya


"Sreekk.....


" Aaauuwhh.... " Reflect Alexandria ketika suatu benda telah mengenai skirt nya hingga robek dari tengah sampai ke ujung skirt pendeknya di bagian pinggir paha, bahkan pahanya juga sampai tergores oleh benda itu,


"Maaf...maaf kami tidak sengaja nona. Apa anda baik-baik saja?" Ucap seorang pria yang tengah berdiri bersama seorang temannya membawa sebuah balok rangkaian besi berukuran sekitar 1 meter, yaa balok itulah yang menggores paha Alexandria.


Karena melihat banyak orang yang lalu lalang disana, dan tentunya banyak yang melihat kearahnya, Alexandria segera menutupi pahanya yang terluka dan skirtnya yang robek dengan hand Bag'nya


"Aahh,,iya. Saya tidak papa. Kalian bisa pergi..."


"Benarkah nona? ??? "


"iya, tidak papa. Kalian bisa pergi, Tapi Lebih berhati-hatilah , karena benda yang kalian bawa itu cukup tajam"


"Baiklah jika begitu , sekali lagi kami minta maaf"


"Eghm" Jawab Alexandria sambil menganggukan kepalanya .


.


.


"Aisshh,,,kenapa membawa benda seperti itu dikampus. Mau merangkai Bom nuklir atau apa. Bagaimana universitas ini banyak menampung orang-orang yang tidak faham etika tempat seperti itu.....?! Aiihh...bahkan sekarang pahaku rasanya panas & nyeri" Gerutu Alexandria seorang diri dengan wajah yang mengeryit merasakan perih pada goresan pahanya. Terihat darah segar mengalir dari tengah pahanya sampai ke sisi luar lututnya , sepertinya luka di pahanya tidak sekecil yang dikira, Sialnya lagi karena robekan skirtnya cukup panjang ,jadi tidak mungkin dia berjalan dengan kaki terseok dan skirt yang robek itu.


Perlahan gadis itu berjalan pelan dengan sedikit terlihat pincang , menepi kedekat dinding gedung itu agar tidak menyita perhatian dari orang-orang.


Gadis itupun terlihat mengambil sebuah ponsel dari dalam tas jinjingnya, ada seseorang yang ingin ia hubungi agar segera datang , baru ingin mencari nama pada daftar panggilan terakhir tiba-tiba matanya melihat seorang pria yang berjalan dengan langkah sedikit tergesa


"Dave..... Dokter Dave..." Teriak Alexandria kearah pria itu


"Hai " Jawab pria itu dengan senyum cerah dan lambaian tangan sambil berjalan menghampiri Gadis yang memanggilnya itu


"Tuan putri apa yang anda lalukan disini hemm? " Tanya Dave dengan Senyuman menggoda karena mengingat waktu dimana Bryan memanggil gadis cantik didepannya ini dengan panggilan Tuan putri .


"Emm,,, aku...." Tanpa melanjutkan kalimatnya, Alexandria mengangkat hand bag dari sisi pahanya


"Heeeiihh,,,, kamu kenapa? Kenapa bisa terluka begini?" Tanya Dave dengan wajah yang terkejut setengah panik karena melihat darah mengalir dari paha gadis itu dan skirt yang terkoyak


"Nanti aku ceritakan, sekarang tolong bantu aku dulu Dokteeerrr..." Ucap Alexandria dengan nada Yang halus memohon ,


Terlihat Dave memandang sekeliling didekat mereka,


"Aaaa, itu ada tempat duduk. Ayo kita kesana. Biar saya obati dan perban lukanya, Jangan berdiri disini. " Ucap Dave sambil menunjukkan sebuah bangku panjang dari besi yang terletak dipinggir taman tak jauh dari tempat mereka berdiri,


"Emm, biar aku menggendongmu kesana"


"Ohh,,,tidak usah Dave. Cukup bantu aku berjalan saja"


Baru Dave melingkarkan tangannya ke pinggang Alexandria, untuk memapah gadis itu tiba-tiba Bryan datang dan menghampiri mereka...

__ADS_1


.


"Ada apa ini? " Tanya Bryan dengan ekspresi yang bingung melihat Dave bersama Alexandria dengan posisi yang demikian


"Alexandria terluka, ..." Jawab Dave sambil menunjuk luka Alexandria dengan matanya


"Heihh... Kenapa bisa terluka seperti itu? Apa ada yang kurang ajar padamu? Hah?" Tanya Bryan dengan suara yang panik bercampur emosi


"Nanti biar dijelasin kenapa dia terluka, sekarang biar gua obati dulu lukanya " Ucap Dave kepada Bryan


"Hah??? Loe gila. Yang terluka Pahanya. Loe mau kurang ajar sentuh bagian luka itu? "


cihhh, ini orang kenapa terlihat bodoh begini....


"Kalau yang terluka tangannya,yang akan gua sentuh ya tangannya. Kalau yang terluka dada nya, yang akan gua sen. . . Maksud gua Obati ya dadanya. Kalau yang terluka bibirnya, ya pasti yang gua obatin ya bibirnya. Dan kalau yang terluka adalah pahanya seperti ini, ya yang harus gua kasih obat dan perban ya pahanya, gak mungkin kepalanya. Dan lagi, Sejak kapan Dokter yang menyentuh luka pasiennya disebut kurang ajar??" Ucap Dave panjang lebar karena melihat ekspresi Bryan yang nampak tidak bisa menelaah hubungannya dengan Alexandria saat ini adalah antara Dokter dan pasien


"ini kampus, bukan Rumah sakit. Dan loe juga tidak sedang berdinas. Jadi jangan membuat hubungan Dokter dan pasien secara mendadak. Singkirkan tangan loe, Biar gua bawa dia ke Dokter "


"Gua Dokter, ...


" Tapi Loe Dokter cowok,


"Berhentiiiii....! " Teriak Alexandria kearah 2 pria yang saling berdebat itu. ia juga melepaskan dirinya dari pegangan Dave


" Saya ngga tau kalian ada masalah apa dan....."


"Kita ngga ada masalah" Jawab keduanya kompak bersamaan memotong kalimat Alexandria


"Hahhh.....Diamlah kalian berdua disini. " Ucap Alexandria dengan kesal, Lalu melangkah hendak meninggalkan Dokter dan Pengacara yang masih ingin berdebat itu


"Berhenti. " Ucap Bryan sambil meraih tangan Alexandria


"Lepaskan tanganku. Apa kamu belum puas menarikku tadi pagi? "


"Dave, Lepas Blazer Loe ", Ucap Bryan kepada Dave tanpa menghiraukan perkataan Alexandria, yang ia pastikan saat ini ia tidak memegang tangan gadis itu dengan kuat, yang mana tidak akan menyakiti gadis itu


" Hah??"


"Gue pinjem blazer Loe. Gak mungkinkan gue lepas kemeja gue dan bertelanjang dada disini, "


Dave pun melepaskan Blazer yang dikenakannya, hari ini ia tidak ada kelas hanya ke kampus untuk menemui PA saja, Gaya berpakaian yang semi formal tapi kasual adalah style Dokter muda ini. Kaos hitam, celana jeans, sepatu kets dan Blazer abu muda yang dikenakan terlihat padu padan yang sedap untuk dipandang.


Selain Tampan, Five cruiser memang terkenal dengan Tampilan modisnya. Dan jika diperhatikan style mereka semua hampir sama. Entah formal atau kasual , akan selalu memperhatikan padu padan yang tepat untuk pakaian yang menempel dibadan mereka. itulah kenapa tidak seorang pun wanita yang tidak mendambakan mereka. Kecuali seorang gadis cantik satu ini, yang mana dialah yang justru berhasil menarik perhatian daripada five cruiser, sedangkan hatinya sendiri belum memberi tanda kepada siapakah ia akan berlabuh.


.


.


Bryan mengambil blazer Dave yang diberikan padanya, dan langsung mengaitkan di pinggang Alexandria untuk menutupi skirt gadis itu yang robeknya cukup panjang.


Alexandria hanya menerima apa yang dilakukan pria itu padanya dengan tatapan yang bingung,


Tanpa berkata , Bryan langsung mengangkat tubuh gadis itu, menggendongnya ala bridal style.... Dimana membuat Gadis itu sontak kaget dengan apa yang dilakukan pria itu padanya.


"Auuuwhh,,,kumohon Diamlah Nona Alexandria. Atau jika kau tidak bisa diam, aku akan...


" Akan apa? Hah? "


" Aku akan membuat mulutmu itu diam, dengan mulutku. Terus saja teriak minta diturunkan kalau kau memang menginginkan hal itu " Ucap Bryan dengan menyunggingkan senyum kecil disudut bibirnya


Mendengar perkataan pria itu, Alexandria langsung membenamkan kepalanya kedada pria itu, begitupun kedua tangannya diletakannya didepan dada bidang si pria, dengan satu tangannya mencengkram kemeja pria itu.


"Tanganmu jangan bermain nakal didadaku nona, aku ini lelaki normal. . . " Bisik Bryan lirih dengan senyum kecil kepada wanita yang saat ini berada dalam gendongannya itu, dan membuat Alexandria secara cepat menarik tangan dari kemeja pria itu


Bryan pun tersenyum penuh kemenangan , dan berjalan membawa Alexandria dalam gendongannya.


Dave masih terpaku ditempatnya, hanya bisa mengeryitkan dahinya & menggelengkan kepala melihat pemandangan langka yang terjadi didepan matanya itu.


tentunya banyak mata yang terkaget hingga membelalakan mata kearah Bryan yang menggendong Alexandria.


Beberapa kali alexandria yang tidak sengaja bertemu pandang dengan mata mereka hanya bisa melemparkan senyum kecil salah tingkah menahan malu.


"Berhentilah tersenyum kepada mereka, dan jangan menghiraukan mereka semua, kamu tidak perlu melihat mereka yang sedang memandang kearah kita, cukup lihat aku saja" Ucap Bryan sambil menatap lekat kewajah Gadis itu, hingga empat mata itu bertemu dalam beberapa detik.


Apa laki-laki ini punya hobby menyiksa orang lain? Hah?? Dan kenapa dengan jantungku ini, apa ada yang salah? kenapa berdegup dengan kencang begini.... Aaaihh,,bgaimana kalau meledak sekarang !?


Pekik Alexandria dalam hatinya, sambil berusaha mendekap kuat dadanya agar detak jantungnya tidak terdengar pria itu, bahkan ia pun sampai menutup rapat matanya dan membenamkan wajahnya ke dada pria itu.


Entah kenapa, meski ada rasa sangat kesal dihatinya, ia pun tidak bisa menyangkal bahwa ada rasa sangat nyaman berada dalam dekapan pria ini. Aroma tubuhnya sangat harum, tapi bukan parfum. Entahlah, perasaan Alexandria bahkan menjadi kacau dibuatnya,


.


.


"Buka matamu & Lepaskan cengkeraman tanganmu dari bajuku, kita sudah didalam mobil" Ucap Bryan yang mengagetkan Alexandria,


Dengan cepat Alexandria membuka matanya dan menarik tangannya dari dada pria itu. Untung saja Pria itu juga segera beranjak dari hadapan Alexandria dan berjalan ke kursi kemudinya., jika tidak mungkin wajah gadis itu akan lngsung memerah karena tersipu malu.


"Kita ke Dokter dulu ya. Dan Harus Dokter perempuan untuk mengobati lukamu itu "


"Tidak perlu , antar aku pulang saja. ini hanya luka kecil. Aku bisa mengobati sendiri dirumah"


"Jangan keras kepala, apa kata Om Johan kalau aku mengantarmu Pulang dengan keadaan seperti ini ?"


"Daddy sedang tidak ada dirumah Tuan Bryaaaann, lagipula aku ada Dokter pribadi, biar Dokterku yang mengobati luka ini... Jadi sekarang kita langsung pulang saja, aku sudah sangat lapar " Ucap Alexandria dengan senyum kecil dan nada manja dibibirnya,


"Baiklah jika itu yang kamu mau, akan langsung saya antarkan pulang. Tetapi sambil saya mengemudi, tolong ceritakan kejadian yang mengakibatkan kamu terluka seperti ini"


Land cruiser silver itupun mulai melaju meninggalkan gedung IUA, Menyusuri jalanan yang terlihat mulai padat kendaraan, ya mungkin karena akhir pekan, jadi lalu lalang kendaraan sudah ramai menjelang sore , , ,


"Tadi saat aku berjalan kearah pintu keluar tiba-tiba ada 2 orang Mahasiswa yang membawa entah peralatan apa, yang jelas seperti balok besi yang bagian tepi'nya sedikit tajam. Mereka tidak sengaja menabrakku, hingga benda yang dibawanya mengenai pakaianku. " Ucap Alexandria berusaha menjelaskan secara singkat, namun justru Bryan menatapnya dengan tatapan yang seperti ingin penjelasan lebih daripada itu,


"hhhhh iyaaa...kejadiannya memang seperti itu. " Ucap Alexandria berharap Bryan berhenti menginvestigasinya, namun nampaknya gagal saat lagi-lagi dengan sekilas pria itu menatapnya menyiratkan menuntut penjelasan lebih ditengah fokusnya mengemudi,

__ADS_1


" Aku terkejut saat merasa ada yang mengoyak bagian atas kakiku, dan lebih terkejut lagi saat melihat ternyata skirt ku robek cukup lebar. Karena disana ada banyak orang, dengan cepat aku menutup skirt robek & lukaku dengan tas yang kubawa. Dan akupun mengatakan aku tidak papa pada 2 orang yang menabrakku itu, agar mereka juga cepat pergi dari hadapanku dan tidak melihat skirtku yang robek. "


Setelah mendengar penjelasan dari Alexandria, sejenak suasana menjadi hening, hingga Bryan menanyakan soal seorang yang lain kepada Alexandria...


"Lalu, Dave...... Kenapa dia tadi ada bersamamu ?"


"Ohh,,,itu karena kebetulan. Dokter Dave datang seperti dewa penolong. Hehe.... Tadi aku ingin menelfonmu, tapi saat aku baru ingin menghubungimu tiba-tiba aku melihat dokter Dave lewat tidak jauh dari tempatku berdiri. Jadi aku memanggilnya dan meminta tolong padanya "


"Sejak kapan kalian menjadi akrab begitu?"


"Tidak pernah. Bahkan aku dan dokter Dave itu baru bertemu sekali saat dikantin Fakultas ekonomi waktu itu"


"Bahkan baru bertemu sekali, Tapi Bagaimana kamu bisa membiarkannya saat mau mengobati lukamu..."


"Justru aku yang memintanya....


" Kamu yang meminta dia menyentuh bagian lukamu itu????!!


"Tuan Bryan, ,,, Dave adalah teman anda, dan anda tau betul dia seorang dokter..."


"Saat dikampus dia adalah Mahasiswa, bukan dokter "


" Dia Dokter residen Bedah th ke 3 Tuan Bryan, bahkan jika dia tidak kuliah pun saat ini, dia sudah seorang dokter Muda "


"Kamu kenapa malah membelanya begitu? Kamu bilang tidak akrab dengannya?! Satu yang harusnya kamu ingat, Dave itu juga seorang lelaki normal. Bagaimana kamu tidak keberatan jika dia akan menyentuh bagian tubuhmu meski dengan alasan mengobati luka ?!"


" Astaga... Jadi maksud yang ingin anda sampaikan adalah Dokter Dave itu lelaki normal yang bisa memiliki fikiran mesum sama seperti anda, begitukah Tuan Bryan ?!"


"Alexandria saya tidak sedang ingin bercanda"


" Apa? Kamu panggil apa barusan?? Seingatku ini pertama kalinya kamu memanggilku dengan Alexandria....hehe.... Apa kamu mulai terpikat padaku Tuan pengacara yang dingin? " Goda Alexandria pada pria yang mengemudi mobil disisinya itu.


Mendengar godaan itu, Tanpa sadar ada senyum yang terlengkung dibibir Bryan...


"Hei,,,kamu bahkan sudah bisa tersenyum sekarang. Haaaah, manis sekali. Coba tersenyum sekali lagi...ayOooo...." Ucap Alexandria dengan menekan pipi Bryan dengan Telunjuk nya sambil merekahkan senyum dibibirnya karena ini pertama kalinya ia melihat pria disisinya itu tersenyum hangat.


"Hentikan. Kita tidak akan sampai dirumah kalau kamu menggangguku yang sedang mengemudi seperti ini" Ucap Bryan dengan memegang tangan Alexandria yang menyentuh wajahnya itu, dan menurunkannya secara halus.


Lalu Alexandria pun menarik tangannya, dan terlihat ia tengah mengambil sebuah kotak kecil dalam dashboard mobil itu,


"Hmm, kamu selalu mengisi kotak coklat ini untukku. Kamu tau betul aku menyukai coklat, tapi kamu bilang, kamu bukan anak lelaki yang waktu kecil dulu bermain denganku dan juga memberiku sebuah coklat "


"Jangan banyak bicara, makan saja coklat itu ..." Ucap Bryan tanpa memandang kearah gadis itu


"Waktu itu kamu belum menjawabku, apa kamu punya kakak lelaki?"


"Tidak . aku hanya mempunyai adik lelaki"


"Berapa usianya? Apa usia kalian terpaut sangat dekat?"


"Sejak kapan kamu punya hobby mengkorek informasi tentang keluarga orang?. Sudah jangan banyak bertanya soal itu. Besok kamu mau pergi kemana?" Ucap Bryan mencoba cepat mengalihkan pembicaraan gadis itu.


"Emm,, , sepertinya aku hanya akan dirumah istirahat besok. Karena nanti malam aku ada pekerjaan, jadi pasti membuatku lelah. Jadi pas sekali besok weekend. Aku bisa dirumah saja"


"Nanti malam kamu ada pekerjaan? kemana? Kamu ingin aku menjemputmu?"


"Egmm, aku ada pertemuan dengan seorang produser & penandatanganan kontrak iklan baru. Kamu tdk perlu menjemputku, assistant & managerku yang akan menjemputku ."


"Tapi kamu sedang terluka, bagaimana mungkin akan pergi?! "


"ini hanya luka kecil Bryan. Setelah Dokter mengobatiku nanti pasti akan langsung membaik. Dan aku bisa mengenakan Pakaian yg panjang dibawah lutut untuk menutupi perban lukanya nanti, "


Seperti Tak terasa, ternyata mereka sudah sampai di halaman rumah megah bak istana itu.Bryan mematikan mesin mobilnya dan segera melepas seatbeltnya.


"Nanti malam Pakailah pakaian yang panjang dan tertutup, karena cuaca Diluar sedang sangat dingin ketika malam. Dan lagi, jangan pakai sepatu hak tinggi untuk sementara waktu sampai kakimu benar-benar sembuh."


"Egmm..." Jawab Alexandria sambil menganggukan kepalanya.


Bryan Pun segera turun dari mobilnya dan langsung membukakan pintu mobil untuk Alexandria. Seperti biasa , sudah berjejer pelayan di depan pintu menyambut sang Tuan putri datang . Dan yang pasti pak benu berada di barisan paling depan diantara para pelayan itu.


"Jika ada apa-apa atau butuh bantuan, kamu bisa menghubungiku setiap saat " Ucap Bryan kepada gadis yg masih berdiri disamping mobilnya itu


"Baiklah. Terimakasih Bryan. Ehmm,kamu tidak mau masuk kedalam dulu?"


📱Dertt...derttt...., terlihat ada panggilan masuk di ponsel pria itu, tapi entah dari siapa dan kenapa justru langsung di decline...


"Sepertinya aku mau langsung pulang saja. Kamu masuklah "


Alexandria menjawab dengan sebuah anggukan, lalu Pria itu pun segera masuk kedalam mobilnya, dan dalam beberapa detik mobil itu telah melaju meninggalkan rumah Johannes zein.


Ketika hendak melangkahkahkan kakinya, Alexandria lupa bahwa saat ini kakinya sedang terluka, tentu saja itu membuatnya menjerit reflect karena rasa sakitnya , dan membuat beberapa pelayan yang berdiri didepan pintu rumah itupun langsung berlari menghampiri putri Tuannya itu,


"Tuan putri, anda kenapa?" Tanya pak benu dengan wajah Panik,


"Tidak papa pak benu, hanya ada kecelakaan kecil tadi waktu dikampus. Tolong panggilkan saja Dokter Viviane "


"Baik tuan putri"


"Cepat kalian bantu Tuan putri masuk kedalam" Ucap pak benu kepada para pelayan yang sudah berdiri didekat Nona muda nya itu, dan dengan sigap para pelayan itupun langsung memapah membantu Nona muda nya masuk kedalam rumah. Pak benu sendiri langsung meraih ponsel disaku celananya dan memanggil Dokter keluarga Tuannya itu.


.


.


.


*Hallo Readers setia, Penasaran sama visual dokter Muda Tampan yang punya sifat paling hangat dari semua Five Cruiser kan ?????


inilah Visual dari Author ;


Dave Alvaro


__ADS_1


__ADS_2