
Didalam rumah bak istana itu, terlihat para pelayan sudah lalu lalang dengan tugas masing-masing.
Tuannya pulang, jadi semua yang ada didalam dan diluar rumah haruslah sempurna. Tidak boleh ada kesalahan. Pak benu nampak memeriksa dengan teliti semua yang dikerjakan oleh para pelayan itu... Mulai dari kebersihan dan kerapian disetiap sudut, rasa masakan yang akan disajikan, pengharum yang dipakai di setiap ruangan, Bunga-bunga yang dirangkai disetiap vas guci disana, semuanya diperiksa tanpa terlewatkan. Terlebih Tuannya mengatakan akan ada Tamu malam nanti, jadi tentu pak benu tahu apa saja yang harus disiapkan.
Diruang tengah, nampak Tuan johan tengah sibuk dengan Tab ditangannya, beberapa kali juga ponselnya berbunyi dan diangkatnya...
"Tuan, ingin saya Bawakan minuman atau makanan untuk Tuan?" Tanya pak benu menghampiri Tuannya
"Egm...tidak usah pak benu , Terima kasih " Sambil menatap ramah kepada pelayan itu
"Baiklah Tuan. Jika perlu sesuatu, langsung panggil saya saja. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan " Sambil mengangguk, lalu melangkah mundur beberapa langkah dan membalikkan badannya untuk pergi meninggalkan ruangan itu
"Tunggu, pak benu. "
" iya Tuan?"
"Kemarilah , ada yang ingin saya tanyakan "
"Egh..Baik Tuan" Melangkah kearah Tuannya dan berdiri dengan sopan tepat disebelah sofa duduk Tuanya
"Ada apa Tuan? Apa yang ingin Tuan Tanyakan?"
"Begini , soal Alexandria..
" Nona muda??? Ada apa dengan Nona muda Tuan????" Wajah cemas
"Sekembalinya ke Singapura, Dibanding aku Daddy nya, kau pasti lebih tau karena kau yang punya lebih banyak waktu untuk Melihat, Mengawasi dan menjaga putriku itu Pak benu. "
"Ya, Betul Tuan "
"Apakah selama ini putriku sungguh baik-baik saja seperti yang terlihat? "
"Saya rasa Nona Muda baik-baik saja Tuan. Terlebih Tuan muda Bryan juga menjaga Nona muda dengan baik. Mereka terlihat sudah akrab dan berteman baik Tuan "
"Begitukah?? Baguslah jika memang demikian " Ucap Tuan juan dengan senyum simpul dan terlihat memikirkan sesuatu.. Tentu saja, pak benu Bisa mengerti jika ada yang mengganggu fikiran Tuannya itu
"Mm,,,Tuan. Maaf, adakah yang tidak saya ketahui? Atau adakah sesuatu yang salah hingga mengganggu fikiran tuan ?"
__ADS_1
"Aku melihat ada pemberitaan yang tidak baik soal putriku, "
" Pemberitaan?? " Sahut pak Benu dengan mengerutkan keningnya
"iya pak benu. Dan pemberitaan itu adalah berita yang kurang pantas. Bagaimana bisa ada pemberitaan seperti itu untuk putri seorang Johanes zein? Berani sekali mereka membuat beritanya. Tidakkah mereka tau jika tidak akan sulit bagiku untuk menghancurkan perusahaan berita itu. Tapi..."
"Tapi, kenapa Tuan? "
"Alexandria putriku sendiri justru menutupinya dariku, ia bahkan bersikap seolah tidak sedang terjadi apapun padanya pak benu"
"Maaf Tuan , boleh saya katakan sesuatu?" Ucap pak benu dengan sangat hati-hati
"Sesuatu Apa pak benu , katakan ada apa?" Menatap serius kearah kepala pelayannya
"Tuan, selama ini Tuan melihat Nona muda selalu tersenyum bahagia. Tapi apakah Tuan merasa dalam diri Nona benar-benar bahagia? Saya ikut menjaga Nona muda sedari ia masih kecil Tuan. Dulu ia akan menangis saat terluka, Nona yang dulu akan merengek saat menahan anda saat yang hendak pergi keluar negeri, Nona juga akan murung saat hatinya sedang bersedih. Namun setelah beranjak remaja, Nona muda menjadi lebih banyak diam, tidak suka keramaian, tidak suka bergaul dengan siapapun.
Kemudian, setelah Nona beranjak dewasa, ia menjadi pribadi yang sangat ceria. ia selalu tersenyum, seolah ingin memperlihatkan bahwa keadaannya selalu baik-baik saja Tuan. Nona muda memikul semua beban nya seorang diri Tuan "
"itulah kenapa, aku ingin putriku memiliki seorang teman yang bisa mengerti tentang perasaannya. Karena Pekerjaan, Aku sendiri tidak pernah punya banyak waktu untuk berada didekatnya pak benu "
"Teman lelaki? Mengantarkan Alexandria pulang? Tunggu pak Benu, bukankah selama ini hanya Bryan teman lelaki dan seseorang yang selalu mengantar jemput Putriku?''
" Tapi Bukan Tuan Muda Bryan, Tuan.... Nona muda bilang, lelaki itu adalah temannya sewaktu keduanya sama-sama berada di new York dulu . Berwajah Tampan, dan dari yang ia kenakan saat itu dapat dipastikan lelaki muda itu dari kalangan atas Tuan, semua yang dipakainya Bermerk . Hanya saja penampilannya sedikit urakan "
" New York....... ," Sambil mengingat ingat semua teman yang pernah dimiliki putrinya.
.
.
Disaat Tuan johan tengah serius dengan segala ingatannya, Tiba-tiba matanya melihat putrinya tengah turun dari tangga
"Wah cantik sekali putri Daddy.... Sayang, kau akan pergi ? " Tersenyum menjulurkan tangannya kearah Putrinya
Alexandria pun melempar sebuah senyum yang merekah kearah Daddy nya yang tengah duduk di sofa bulu angsa itu, sambil menghampiri Daddy nya dan langsung bergelayut manja dipelukan Daddy nya
"Lexa ada kerjaan daddy, ada beberapa pemotretan iklan dan sekaligus mengambil naskah film"
__ADS_1
"Wahh, jadi putri kesayangan daddy ini sudah sangat sibuk sekarang...hegm?" Sambil mendekap erat dan mengusap lembut rambut putrinya.
"Sayang, dengarkan Daddy... Apapun yang ingin kamu kerjakan, jika itu dapat membuatmu bahagia, lakukan. Daddy akan selalu mendukungnya. Tapi ingat, istirahatlah saat fisik , fikiran, atau mungkin hatimu sedang lelah . Jangan memaksakan diri . Daddy hanya memilikimu, dan kau pun tau, Apapun akan Daddy lakukan untukmu sayang. Daddy tidak ingin putri kesayangan Daddy ini kelelahan ataupun sakit..."
"Daddy.... Lexa akan baik-baik saja. Percayalah, " mengeratkan dekapan Daddy nya
" Tentu saja daddy akan selalu percaya kepadamu sayang, Tapi saat kamu menutupi sesuatu dari Daddy, pasti Daddy akan sedih "
"Adakah suatu hal yang bisa Lexa tutupi dari Daddy ?"
"Hmm, entahlah. Terkadang daddy merasa bahwa putri Daddy ini sudah pandai main rahasiaan dengan Daddy. Contohnya, saat kakimu terluka kau bahkan tidak menceritakannya dengan Daddy "
" Daddy??"
"Ya, sayang. Daddy tau, beberapa hari yang lalu kakimu terluka kan? Bagaimana, apa sekarang masih sakit? Atau lukanya benar-benar sudah sembuh? "
"Eghm... Hanya luka kecil daddy. Sekarang sudah tidak terasa sakit lagi " Mengangguk dengan senyuman lebar
"Sekecil apapun masalah kamu, Daddy selalu ingin tau sayang. Daddy selalu ingin tau apa yang sedang putri daddy lakukan, sudahkah putri daddy ini makan, bagaimana kuliahnya hari ini, Apa yang dikerjakannya hari ini, Apakah putri Daddy baik-baik saja hari ini, semuanya Daddy selalu ingin tau. Daddy tau, putri daddy ini sudah dewasa sekarang, dan Tumbuh menjadi gadis yang sangat baik, yang mandiri, yang kuat, dan selalu dapat membanggakan. Tapi sampai kapanpun, bagi Daddy Kau akan tetap menjadi putri kecil Daddy. Dan lagi, Daddy tidak pernah rela jika sampai putri kesayangan daddy ini terluka sedikitpun, apalagi jika hatinya yang terluka "
"Daddy..... " Menatap sendu Daddy nya
"Sayang, semua yang Daddy miliki adalah hanya untukmu. Cinta dan sayangnya Daddy kepadamu melebihi dari apapun yang ada didunia ini"
"Eghm.." Mengangguk
"Apa Bryan yang akan mengantarmu sekarang?"
"Mm tidak Daddy. Bi'em yang akan menjemput lexa"
"Ohh begitu. Baiklah... Oh ya, sayang malam nanti jam 8 Daddy mengundang teman daddy untuk makan malam dirumah. Kamu bisa kan pulang sebelum jam makan malam ? Karena Daddy sudah katakan, akan memperkenalkan harta satu-satunya Daddy yang paling berharga ini pada teman daddy itu" Sambil mencubit hidung putrinya
"Emmm... Baiklah daddy, lexa akan usahakan . Tapi tidak papa kan kalau sedikit terlambat? " Mengerutkan sudut matanya
"Eghm. Yang penting kamu masih sempat bertemu dengan Teman daddy nanti. " Tersenyum lembut
.
__ADS_1