
"Mana Albert?" Tanya Bryan saat bergabung duduk disana
"Mungkin Masih di kelasnya " Jawab Dave
"Hallo Captaint Gerald , apa pesawat anda mogok terbang hari ini? " Ucap kevin seraya menepuk bahu Gerald sambil ikut duduk disana
"Sialan Loe! " Jawab Gerald dengan tertawa renyah
"Habisnya Loe kerjaannya terbang mulu tiap hari, kaya lagi cari duit aja "
"Emang loe fikir engga? Gue emang cari duit Bro, buat istri dirumah biar bisa Makan,shopping,ke salon, sama traveling keluar negeri tiap hari "
"Lhah...songong ni pilot ! Kaya beneran punya istri aja. Atau jangan-jangan malah punya Banyak istri ?! Kayaknya Semua pramugari loe kawinin sirih "
"Loe kira Gue Albert...
" Woe, apa-apaan nih ?! Emang pada gak punya bahan celaan, sampai Gue harus dibawa-bawa?!" Cetus Albert yang baru saja datang. Dan mereka semua saling terkekeh...
Albert pun lalu begabung duduk bersama 4 temannya. Lengkap sudah Formasi Five Cruisers . Mata siapa yang tidak tergoda pada pemandangan surga dunia begini, 5 pria tampan konglomerat yang paling tersohor di IUA berkumpul jadi satu. Semua gadis pun rasanya ingin meronta "Nafkahin adek lahir bathin Bang !" ...
"Baju loe kenapa Al?" Tanya kevin yang melihat kemeja putih Albert kotor
"Habis nabrak cewek di mall tadi " Jawab Albert sambil mengibas-ngibas kemejanya
"Trus kena Lempar air Comberan? Mesum sih loe jadi orang, siang-siang gini udah cari mangsa . Di tempat umum Lagi. Dasar penjahat Kelamin " Ejek Dave
"Gue curiga loe habis dikasih makanan basi dirumah sakit Dave, . Gak salah sih Loe jadi dokter. Otak pinter, Tampang kalem , Tapi mulut Tajem banget kayak pisau bedah " Jawab Albert kesal
"Gue gak pernah makan makanan dirumah sakit." Sahut Dave Lagi dengan santainya,
"Ohhh,, ya berarti akibat salah gaul sama berandal . Makannya mulut loe jadi ketularan gak beradab kaya berandalan" Ucap Albert sambil melirik kevin
"Sialan loe , ! " Sahut Kevin.
"Lagian tadi Dave Bilang loe lagi dikelas, ehh taunya malah kelayapan di mall" Lanjut Kevin
"Wihhhh.... Positif banget emang ya dokter Dave. Nah gitu dong, kan Bangga gue jadinya punya sohib begini " Jawab Albert dengan terkekeh sambil mengacungkan jempolnya kepada Dave
"Gue tadi ke mall buat jemput nyokap, ehh ternyata sial banget. Nyokap udah dijemput sopirnya, Guenya Malah ditabrak cewek pecicilan"
"Cewek pecicilan ???! pecicilan gimana maksud Loe ....?" Tanya Kevin
"Jadi tadi itu kejadiannya Gini... " _ Albert
(Flashback) ;
"Yaghhh...." Pekik Albert saat mendapati ice cream tumpah di kemejanya
"Duhhh... Maaf, maaf. Gak sengaja Om" Jawab gadis itu kebingungan campur takut
"Om?? Emang saya Om kamu!!!" Ucap Albert emosi
"Salah ya?? Mas deh atau pak??"
"Saya juga bukan mas kamu, apalagi Bapak kamu !! "
"iya tau, orang Mas saya juga lagi kuliah dan Bapak saya lagi di rumah kog" Jawab gadis itu
Albert langsung melotot tajam ke arah gadis itu,,,
__ADS_1
"Yahh, salah lagi . Trus apa dong panggilnya?? Koko?? , itu malah panggilan untuk mas saya Om"
"Dasarr gadis kecil, udah dibilangin saya bukan Om kamu !! Lagian kamu itu harusnya sekolah, bukan keluyuran di mall begini ! "
"Ya habisnya, dipanggil mas atau pak juga gak mau. Dan lagian saya udah nggak wajib masuk sekolah kog Om. Udah habis selesai ujian." Jawab gadis itu
"Ngejawab aja lagi ! "
"Ya Kamu nya juga ngomong terus."
"Kamu?? Gak sopan banget sih, saya lebih tua daripada kamu ya gadis kecil " Cetus Albert kesal
"Tuh kan salah lagi. Kalau saya panggil abang juga dikiranya ntar disamain sama abang tukang bakso " Jawab gadis itu dengan ekspresi serba salah
"Kamu nih bener-bener ya ...!! Trus baju saya ini gimana?? "
"Ya gimana dong, udah kejadian. Kalau bisa diulang, saya lebih milih nabrak tembok tadi daripada nabrak Om..ehh salah..Mas.. Ehh bukan. Maksudnya An - da. iya bener, ANDA"
"Saya gak mau tau, Kamu harus tanggung jawab!"
"Tanggung jawab gimana??! Ya udah, lepas sini bajunya , biar saya laundry in. Pasti masih bisa ilang kog Nodanya "
"Heh, masih kecil otak kamu udah gak bener ya, nyuruh saya lepas baju disini ?! "
"Lah, katanya suruh tanggung jawab. Gimana sih???!!"
"Oohh, udah berani Nyolot ya sekarang?!"
"Hehe... Jangan melotot gitu dong, Serem tau. peace ✌️. Saya Nggak bermaksud nyolot kog, habisnya anda ribett. Trus saya mesti gimana dong? Lagian apa yang salah sih sama nyuruh lepas baju, koko saya aja biasa lepas baju dan telanjang Dada dirumah"
"Pantesan kamu adeknya begini, pasti emang ajaran koko kamu emang gak bener "
"Hahaha.... jadi ceritanya Ngancem?! Aduin gih , kamu fikir saya takut. Udah deh ya, jadi ini gimana sekarang?"
"Eghmmmm...." Gadis itu Nampak berfikir, dan Albert justru tersenyum disudut bibirnya saat gadis itu tidak memperhatikannya.
Ada kesenangan saat melihat gadis dihadapannya itu tampak kebingungan.
"Saya ganti rugi aja deh biar cepet kelar urusannya, berapa harga bajunya?! " Ucap gadis itu
"Haha... Ohh jadi kamu mau ganti rugi. ini baju dari brand terkenal. Harganya tidak murah gadis kecil"
"Mau harganya selangit saya juga bakal bisa ganti kog, sekalian sama toko bajunya saya beli kalau perlu " Jawab gadis itu yang semakin kesal
" Yaudah 200juta aja. Sini uangnya, gak perlu kamu beli sama tokonya"
"Hahh??? 200 juta?? Yaelahh, jangan pemerasan juga kali Om. Di mall ini juga banyak kog baju kaya begitu "
"Pemerasan ??! Hehh,, Nih...liat dan baca Brand nya " Sambil membalik badannya, agar gadis itu melihat brand yang melekat pada bawah kerah belakangnya. Dan ya, gadis itupun mendapati sebuah nama Brand bertuliskan ***HERMES** paris* dengan logo kuda diatasnya.
"ini Asli Om?? Kan banyak yang kw mirror begini " Ucap gadis itu dengan mengeryitkan dahinya kepada Albert.
Ya dia pun sedikit banyak juga sudah tau soal barang-barang dari brand ternama dunia, salah satunya HERMES . Dan dia juga tau barang-barang dengan Brand tersebut memang harganya pasti selangit. Dia ingat dirumah juga banyak tas wanita dengan Brand Hermes yang terpajang rapi di ruang tas mamanya.
"Saya gak pernah pakai barang KW ya. " Jawab Albert sambil berkacak pinggang.
"Oke deh Om, kasih aja saya kartu nama Atau Nomor Hp Om. Saya janji bakalan ganti. Kalau sekarang saya gak bawa uang sebanyak itu Om...saya juga belum dikasih kartu debit dan kartu kredit pribadi sama Bapak saya "
"Kamu mau nipu saya kan? Pakai alesan segala, tadi aja sombong banget bakal bisa beli sama tokonya juga."
__ADS_1
"Saya sombong emang Ada yang disombongkan Om. Ngga asal sombong. Serius deh, kalau cuma uang ratusan juta, dalam sekejab Bapak saya juga pasti ada Om. Lagian tampang cantik dan manis kayak saya masak bisa nipu sih Om??! " Ucap gadis itu sambil tersenyum lebar hingga kelopak mata Monolidnya nyaris hilang tinggal segaris...
Ya, mata gadis ini memang cantik. Bentuknya bulat dan cerah, dengan kelopak monolid.
"Bersihin dulu ini sisa ice cream kamu dibaju saya, Biar sambil saya fikirkan tawaran kamu itu" Ucap Albert , dan Gadis itupun mengambil tisue dari tas slempangnya lalu mengelap noda ice cream di baju Albert.
"Mau dilap pakai tissue sekarung juga ngga bakal bisa bersih kali om ini nodanya " Gerutu gadis itu, sambil terus mengelap noda yang letaknya berada tepat di bagian dada kanan Albert.
"Pokoknya lap terus sampai bersih " Albert nampak menyunggingkan senyum puasnya karena mengerjai gadis itu.Diposisi seperti ini ia dapat melihat jelas wajah gadis itu, kulit putih bersih, wajah mungil, hidung mancung, dan bibir kecil yang nampak menggemaskan.
"Udah sampai pegel nih tangan saya Om, tissue nya juga udah abis. Emang gak akan bisa hilang noda coklatnya kalau cuma dilap begitu. Apalagi baju om warna putih " Ucap gadis itu dengan cemberut kesal sambil menghentikan mengelap baju pria itu...
"Yaudah, sini handphone kamu. Biar saya catat nomor telfon saya. Jadi nanti kamu hubungi saya untuk ganti rugi" Ucap Albert sambil mengadahkan tangannya
Gadis itu memberikan ponselnya pada pria yang tengah berdiri tepat di hadapannya meski dengan raut wajah yang kesal. Dan Albert pun menyimpan namanya diponsel gadis itu.
Dia pun bisa menebak, kalau gadis dihadapannya ini memang pasti dari keluarga berada. Karena selain dari tampilannya yang modis, ponselnya pun ponsel mahal keluaran terbaru.
"Udah Om?" Tanyanya saat Albert mengembalikan ponselnya
"Eghm" Jawab Albert memberi anggukan
"Mana, ? Gak ada ? Om kasih nama siapa sih ?" Sambil mengecek contact menu di ponselnya
"Cari aja, Kakak Tampan. itu nomor saya" Jawab Albert dengan santainya
"Ohh..." Sahut cepat gadis itu
"haghh ??? Apa apa?? Kakak Tampan? ??Hahaha... PD banget sih Om. Tampanan juga koko saya " Ucap gadis itu dengan tergelak
"Udah, gak usah menyangkalnya. Semua orang sudah mengakui saya ini Tampan. Pokonya awas aja kalau sampai kamu nipu saya. Saya bakal cari sampai ke lubang semut sekalipun"
"Tenang Om, jangan khawatir. Gadis cantik kaya saya begini gak ada bakat buat nipu Orang, lagian Lubang semut juga gak akan muat buat saya masukin, " Jawab gadis
"jaman sekarang penipu perempuan justru cantik-cantik" Ucap Albert
"Tuh kan saya beneran cantik , sampai Om aja curiga " Jawab gadis itu dengan tersenyum manis dengan 2 tangan menyangga wajahnya
"Udah saya bilangin jangan manggil Om, saya bukan Om kamu" Ucap Albert sambil mendekati wajah gadis itu, dan gadis yang nampak ketakutan itu berusaha memundurkan langkah, namun dengan cepat Albert meraih pinggangnya. Kini posisinya Benar-benar tidak bisa bergerak lagi, sudah tak ada ruang. Saat Albert mulai menundukkan wajahnya kewajah gadis itu tiba-tiba...
"hgghh..." Menginjak kaki Albert dengan keras
"Auuuwhhh " Pekik Albert dan langsung
memegang kakinya
"Dasar Om.mesum " Ucap gadis itu Lalu berlari meninggalkan Albert yang masih nyengir karena kesakitan .
\(*Flashback off*\)
*Nih Author kasih Visual si Gadis Kecil Cantik pemilik kelopak mata monolid yang Bertabrakan dengan Albert Richard Long : 😊
Siapakah Sebenarnya Gadis Kecil ini?? Tunggu aja di Episode Selanjutnya 🥰👌🏻
__ADS_1