Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.67 Terusik ingatan pilu


__ADS_3

"Tenang Kev, jangan bikin kerusuhan dan ketidaknyamanan disini. " Ucap Gerald sambil menepuk-nepuk bahu kevin


"Tuan wino pramudhana Mendengar tentang kecelakaan starlla, karena waktu itu stella sendiri yang menghubungi dan memberitahunya. Tapi ia tetap saja tidak ada disana, Tetap saja dia tidak menunjukkan wajahnya di pemakaman Putri nya dan justru Gila berjudi di kasino " Ucap Kevin


"Jika ia tidak peduli dengan anak yang sudah mati, setidaknya ia ada untuk anak yang masih hidup" Timpa Albert


"Saat itu Tuan wino sudah menjadi Buronan polisi. Jadi mungkin saja, itulah alasannya tidak menampakkan batang hidungnya. Bisa jadi kan?" Sahut Dave


"Dave.... " Ucap perlahan Bryan , "Sepertinya Loe emang habis makan makanan Basi dirumah sakit ya ?! "


"Gue udah bilang ya, gue gak pernah makan makanan dirumah sakit. Kalian ini Kenapa sih ?? Gue rasa masuk akal kog yang gue katakan. . . Gue cu.. " _Dave


" Dave...udah ya. !! Jangan sampai nih Tiba-tiba Five cruisers Bubar cuma karena Gue emosi Trus Gue hajar Loe sampai mampus disini " Potong kevin dengan sorot mata kesal, saat Dave belum sempat menyelesaikan ucapannya.


"Beneran, gue gak tau Loe habis makan Apa, atau overdosis antideprezan, atau terlalu sibuk ngurus pasien sampai Otak Loe Sakit begini. Jadi mending Loe sekarang diem Sambil nih abisin minuman Loe aja " Timpa Gerald sambil menyodorkan gelas minuman Dave yang isinya masih setengah itu.


"Heghh,,, Gue baru yakin Yang maha kuasa itu bener-bener Adil. Buktinya Kecerdasan loe cuma di Akademik aja, Dan tidak banyak tersisa dikehidupan yang sebenarnya. IPK 4,00 loe gak berfungsi sama sekali. " Ucap Albert kearah Dave


"Okeee....gue Bakal Diem " Ucap Dave dengan menghela nafas panjang sambil mengangkat kedua tangannya,tanda menyerah dengan mereka semua.


Entah apa yang dikatakan mereka benar soal Otaknya yang saat ini sedang bermasalah, atau memang mereka saja yang terlalu Over Negative thinking.


Yang benar saja, ia lulus gelar dokter dengan IPK sempurna. Sama persis dengan IPK yang didapat Oleh 2 teman dihadapannya yaitu Bryan dan Gerald.


Jika yang tidak sepemikiran dengannya adalah Kevin atau Albert, pasti ia akan tetap merasa ia lah yang benar. Tapi jika bahkan Gerald dan Bryan juga bertolak belakang dengan pemikirannya, Tentu ini harus ia pertanyakan pada dirinya sendiri berkali-kali.


Ya, lebih baik duduklah yang manis dan nikmatilah minuman matcha latte anda Dokter Dave, Jangan dulu bersuara.


Anda hanya bisa menyimak dan menjadi pendengar yang baik untuk segala Obrolan mereka saat ini.


"Pastiin aja, Loe tetep bisa komunikasi sama Stella . Setidaknya itu bisa jadi signal buat kita memantau keadaannya, sekaligus bertindak nanti " Ucap Gerald kearah Bryan


"Jika hal terburuk terjadi, Apa kalian siap untuk ngebantu gue nanti?" Tanya Bryan serius


"Bro, kita ini Five cruisers. Apa yang kita mulai bersama juga harus diselesaikan Bersama " Ucap Kevin kearah Bryan


"Kevin Bener. Jadi Masalah hidup stella bukan cuma urusan Loe. Tapi juga jadi urusan kita berlima" Sahut Albert.


"Kematian starlla Bukan salah Loe. Garis hidup itu sudah Takdir. Terkadang kita hanya sebagai alasan untuk seseorang menemui Takdirnya. Berhenti Nyalahin diri Loe sendiri " Ucap Gerald menatap lekat Bryan.


Bryan terdiam, menatap kearah luar dari dinding kaca, Namun pandangannya kosong. ingatan tentang gadis itu kembali terputar jelas diotaknya

__ADS_1


Flashback ;


Golden night Bar ;


Sekitar pukul 23:30 Albert,Gerald , kevin, Dave, dan Bryan keluar dari Bar itu. Terlihat langkah kaki Ketiga pria yaitu Gerald,Albert, dan Bryan sempoyongan.


Yaa, pasti karena efek Alkohol yang diminum mereka.


Hanya Kevin dan Dave yang saat itu tidak mabuk.


Dave sudah menjadi dokter muda kala itu, dan ya dia memang tidak suka mabuk. Jadi terdukunglah dengan profesinya yang seorang dokter .


Dan soal Kevin, Dia tidak bisa menyentuh Alkohol dan ikut mabuk karena kalah Suit dengan keempat temannya, Yang artinya Dia harus menjadi supir untuk mereka semua.


"Kak Bryan " Panggilan dari suara seorang perempuan ,


Bryan mengerjapkan matanya, menatap sesosok gadis yang berjalan kearahnya ditengah sorot lampu area parkir yang tidak begitu terang...Samar-samar dan kini semakin jelas saat gadis itu berjarak semakin dekat darinya....


"Starlla " Ucap Bryan tatkala gadis yang dikenalinya berdiri tepat di hadapannya


"Kakak mabuk?" Tanya gadis itu


"Aku nyari kakak, karena berkali-kali kutelfon nomor kakak ngga aktif. Aku khawatir sama kakak "


"Kamu jangan berlebihan starlla. Pulanglah, kak Bryan juga mau pergi sekarang "


"Kak Bryan pulang sama aku ya, biar aku yang anterin kakak ke Apartment " Pinta gadis itu sendu


"Gak perlu. "


"Dave, Loe gak lagi mabuk kan. Jadi tolong Antar gadis ini " Ucap Bryan kearah Dave.


Dave pun melangkah maju, menghampiri Bryan dan starlla.


"Ayo starlla, mana kunci mobilmu ? Saya antar kamu Pulang. " Ucap Dave kepada gadis itu


"Enggak. Starlla akan pulang dengan kak Bryan" Jawab gadis itu


Mendengar hal itu, Bryan mengeryitkan keningnya dan mengusap kasar wajahnya... Sedangkan Dave hanya menatap tanpa ekspresi kepada Bryan, lalu kembali mundur kearah Mobil Kevin.


"Kak Bryan sudah bicara baik-baik sama kamu. Kalau kamu gak bisa memahaminya terserah" Ucap Bryan lalu membalikkan Punggungnya , dan tiba-tiba gadis itu meraih tangan Bryan, menahannya dengan memohon

__ADS_1


"Kak Bryan...." Ucap gadis itu dengan bulir bening yang mengalir dari netranya


" Tolong jangan seperti ini starlla. Berhentilah. Karena Sampai kapanpun kak Bryan tidak akan bisa melihatmu sebagai wanita untuk kakak cintai. "


"Aku tidak minta kakak untuk membalas mencintaiku. Tapi bisakah kakak tidak mengabaikanku? Jangan memintaku berhenti mencintai, jangan juga menyuruhku untuk pergi. Biarkan aku tetap mencintai meski seorang diri. Tapi tolong jangan bersikap dingin padaku kak...." Ucap gadis itu dengan membiarkan air matanya terus terjatuh mengalir membasahi pipinya.


"Pulanglah sekarang. Biarkan Dave mengantarmu. Karena kak Bryan habis minum Alkohol, jadi tidak bisa menyetir untuk mengantarmu pulang " Ucap Bryan dengan suara yang berat, dan nampak guratan lelah di wajahnya.


"Tidak perlu menyuruh orang lain untuk mengantarkanku Pulang. "


"Bukan karena minuman Alkohol, Bahkan kakak memang selalu menghindariku. Kak Bryan sengaja menjahuiku begitu tau tentang perasaanku yang mencintai kakak"


"Jika kamu sudah faham, seharusnya sekarang kamu tidak disini. " .


"Yok Cabut " Ucap Bryan kearah Teman-temannya. Dan ke 4 pria itupun bergegas masuk ke dalam mobil Kevin. Bryan pun meraih pintu mobil depan sebelah kemudi,,, namun...


"Kak Bryan..." Tangis gadis itu sambil memeluk Bryan dari belakang


Sesaat Bryan terdiam...


"Starlla Lepaskan " Ucap Bryan perlahan, Namun starlla justru menggelengkan kepalanya, ia semakin memeluk Bryan dengan posesif


"Starlla Lepaskaaann!!!" Pekik Bryan sambil melepas tangan gadis itu dari pinggangnya


"Sebenarnya Apa yang kamu mau???!!! Jika kamu berharap cinta dari kakak Kamu tidak akan bisa mendapatkannya sampai kapanpun! " Ucap Bryan dengan nada suara yang tinggi sambil menatap lekat gadis itu yang masih menangis bahkan badannya terlihat gemetar mendengar ucapan Bryan yang terlihat marah itu.


"Aaaagh... Mungkin kamu meminta ini " Ucap Bryan Sambil meraih poket di saku celananya "Berapa banyak yang kamu mau? Segini? " Ucap Bryan sembari mengambil semua lembaran uang tunai bertuliskan 100U$ dari dalam poketnya lalu menyodorkan nya kepada Starlla, Namun gadis itu tidak berucap apapun, hanya bulir bening netranya semakin deras. Tangannya pun sama sekali tak bergerak meski Uang itu tepat di depan matanya


"Apa Masih kurang?! "


"Baiklah, ambil ini semua. Semuanya, pakai sepuasmu. Bahkan kamu bisa meminta padaku nanti jika semuanya ini masih kurang" Ucap Bryan dengan sorot mata yang dingin dan seringai iblis saat menyodorkan semua uang dan juga semua kartu di poketnya.


Ditariknya tangan starlla, lalu meletakkan Uang dan poketnya pada tangan gadis itu. Namun tangan gadis itu tak juga menggenggamnya, hingga lembaran uang 100S$ itu terhambur di kakinya.


Bryan tak lagi peduli, ditinggalkannya gadis itu disana, ia masuk ke dalam mobil kevin. Lalu Kevin pun langsung menyalakan mesin mobilnya, dan melaju meninggalkan area parkir Bar.


Starlla menatap Uang yang tercecar didepan kakinya, dengan linang air mata ia memunguti uang itu. Rasanya sangat sakit, seperti belati tajam sedang mengiris hatinya .


Ucapan pria itu serasa masih menggema ditelinganya. ia sadar, Selama ini pria itulah yang sudah membantu hidupnya. ia tahu, ia butuh uang untuk hidup. Namun bukan berarti ia mengharapkan perlakuan seperti ini. Apa perasaannya bisa digadai dengan lembaran dollar ini?


Setelah memunguti semua uang itu, ia langsung berlari ke dalam Mobilnya. Dan dalam sekejab mobilnya telah menyusuri jalanan tengah malam kota itu...

__ADS_1


__ADS_2