Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.68 Pilu . . .


__ADS_3

flashback Next. . .


"Kenapa Loe Gak terima gadis itu? Dia gadis yang baik. Dia juga cantik. Apa jangan-jangan Loe gak normal?" Ucap Albert di jok belakang


"Tutup mulut Loe Al " Jawab Bryan


"Heghh... Jika gue tidak memiliki kekasih, gue mungkin akan memilih untuk mencintainya. Tapi gue sudah memiliki Audrey, gadis yang sangat gue cintai" Lanjut Albert


Bryan hanya terdiam sambil menyandarkan Punggungnya pada sandaran joknya. Matanya terpejam,


"Gadis yang Malang kau Starlla..heghh " Ucap lirih Gerald


"Apa dia akan baik-baik saja kau tinggalkan disana sendiri? Tidakkah kau merasa sudah keterlaluan? " Terdengar suara dari mulut Dave


Namun Bryan tetap pada diamnya, mengacuhkan semua kata yang terlontar dari mulut teman-temannya.


Sebenarnya ia menghawatirkan gadis itu, Namun lagi-lagi ia tak ingin melakukan hal yang akan membuat gadis itu semakin berharap padanya.


Sungguh, fikirnya sampai matipun dia tak akan bisa mencintai Starlla, atau Bahkan gadis manapun.


Bukankah cinta hanya untuk satu orang saja ?


Dan kenyataannya memang demikian. Cinta dihatinya sudah dimiliki seseorang . Ya, dialah gadis Cinta pertamanya. Cinta masa kecilnya. Klise sekali Bukan ? Entah cinta itu bagaimana tetap bertahta dihatinya hingga kini.


Dengan bodohnya, ia tetap memikirkan gadis yang kini entah dimana dan bagaimana rupanya. Tetap saja ia menunggunya.


Entah sampai kapan.


Atau ia akan menunggu Tuhan menyandarkannya, menghilangkan rasa yang sebenarnya menyiksanya selama ini.


Ya, ia berharap perasaannya untuk gadis itu hilang, hingga hatinya siap dan mau untuk menerima orang lain.


"Apa memangnya yang diharapkan dari seorang Manusia kutub ini ?! Gue bahkan tidak yakin ia memiliki hati dan perasaan. " Ucap Gerald.


Dan lagi, Bryan tak juga bergeming. ia mendengar semua ocehan teman-temannya, tapi tetap saja ia memilih diam membisu.


"Heih,, , Bukankah yang di belakang mobilnya Starlla...?" Ucap Kevin setelah mengamati sekilas dari spion Dalamnya ,

__ADS_1


Seketika Semua pria di dalam mobil itupun langsung melihat kebelakang, didapati mobil sedan Hyundai avante warna biru metallic tepat dibelakang mobil kevin. Ya itu mobil starlla.


"Gue baru sadar kalau ternyata mobil kita ada yang mengikuti" Ucap kevin sambil melirik kaca spion Dalamnya lagi, namun masih fokus dengan stir kemudinya.


"Ehhh,,,ehh...tu mobil depan kenapa ?!!" ucap Panik kevin tiba-tiba, saat ada sebuah sorot mobil dari arah berlawanan namun masuk ke jalurnya


"Banting stir Kev....!!" Teriak Bryan yang dengan reflect menarik stir kemudi itu....


"Skittt....ttt...ttt.....


brak .. ". Body depan mobilnya membentur trotoar


"Braaaakkkk...... !! ". Suara keras dari luar.


Dan kelima pria itu langsung melirik dari Kaca jendela sisi kirinya Dan...


"Starlla...!! " Pekik Bryan yang langsung melompat lari keluar dari mobil kevin, menghampiri mobil sedan Hyundai avante yang remuk seluruh body depannya itu, dan mobil yang lain, mobil yang tadi masuk ke jalur berlawanan kini terbalik dengan terseret beberapa meter kebelakang.


Ya, mobil yang mereka hindari akhirnya malah menabrak dengan keras mobil starlla....


Dengan sekuat tenaga Bryan membuka paksa pintu mobil kemudi starlla yang sudah setengah hancur itu,


Dave dengan sigap langsung menghubungi ambulance meskipun peluh dingin mengalir di dahinya karena panik , dan Gerald pun langsung menghubungi kantor polisi.


tak berapa lama di tempat itu mulai berkerumun orang dari beberapa mobil yang lewat dijalan itu.


Sudah tengah malam, jalanan kota itu sudah sepi, tak banyak kendaraan yang melintas disana.


Begitu pintu kemudi itu berhasil terbuka, Bryan langsung mengangkat badan starlla, mengeluarkannya dari mobil itu, membawanya ketepi jalan....


Terlihat darah segar mengalir dari berbagai organ vitalnya...


Mulai dari hidungnya, mulutnya, telinganya, juga pelipisnya....


"Starlla,,,,kak Bryan mohon bertahanlah... " Parau Bryan dengan peluh diseluruh wajahnya, pelipisnya juga berdarah karena benturan di mobil kevin tadi. Matanya memerah dan seluruh tubuhnya rasanya gemetar


" Angkat lagi kepalanya ! " Seru Dave kepada Bryan yang memopang gadis itu , lalu Dave dengan sekali gerakan merobek bagian bawah kemejanya... Dengan cepat ia mengikat kepala starlla.

__ADS_1


Entahlah apa yang ia lalukan masih bisa sedikit menolong atau tidak, yang jelas saat itu isi kepala Dave rasanya sudah tidak karuan, ia lakukan yang sekiranya bisa ia lakukan meskipun terlihat konyol dan Terlalu beresiko, karena saat ia dapati darah yang keluar dari organ vital gadis itu, dan pecahnya kepala bagian belakang, ia tahu betul bagaimana kondisi gadis itu yang sebenarnya sudah sangat parah.


"Dave tolong dia...!" Teriak Bryan dengan suara yang bergetar, iris matanya memerah dan berkaca, ia menahan bulir bening yang sudah memaksa mengoyak pertahannya sambil menopang kepala gadis itu.


Satu Tumit jari Dave menekan kuat tengah dada gadis itu, sembari jari jari yang lain menguncinya. Menekannya lagi sedalam 4 sampai 5cm kedalam... Dan seketika gadis itu menyemburkan darah dari dalam hidung dan mulutnya hingga bahkan baju dave pun penuh bercakkan darah itu.


Starlla membuka matanya, menatap samar kewajah Pria yang kini tengah menopangnya


"Ka...a..k... Br..y..an...." Ucap gadis itu lirih


"Starlla...starlla tolong bertahanlah. Jangan bicara Apapun " Sahut cepat Bryan dengan suara yang serak berat, dan tangan satunya menyeka bulir bening yang tiba-tiba mengalir dari sudut netra gadis itu....


"Kaa..k.. To..l.o..ng.. Jaa..ga... Ste..lla "


"Kakak mohon, Diamlahhh !!! Tolong jangan katakan apapun Starlla " Pekik Bryan dengan sorot rapuh dan bercampur takut dari matanya.


"K..ak Bi..ar..kan st.ar...lla ti..du..r di pe..lu..kan ka..kak. "


"Tidak...tidak starlla. Kamu tidak Boleh tidur . Lihat kakak, jangan menutup matamu ! "


Ada senyum tipis yang terlukis dibibir gadis itu...


"Maaf..kan star..lla kak " Ucap gadis itu dengan terbata, lalu menutup matanya...


"Starllaa....Bangun starlla. !!! Kakak mohon buka matamu....! Starllaa.... StarllllaaaAa !!!!!" Pekik Bryan dengan tangis pecah...


Dave seketika memeriksa denyut nadi di tangan dan leher gadis itu...


"Daveee....! " pekik Bryan sembari menatap memohon kepada teman yang duduk berlutut di hadapannya dan starlla itu , Namun Dave tak memberi jawaban. Hanya terlihat ia perlahan menggelengkan kepalanya , lalu terduduk lemas disana


"Starllaaaa aaa aa !!!!!! " Teriak Bryan sembari memeluk gadis itu dengan erat, seluruh tubuhnya terasa mati rasa. Tangannya bergetar mendekap gadis itu.... Bulir bening yang ditahannya kini benar-benar mengalir dari kedua netranya.


Polisi dan Ambulance pun dalam waktu yang singkat sudah sampai ditempat itu...


Petugas Ambulance langsung menghampiri kearah mereka, dan meski dengan lemas Dave langsung menunjukkan kartu id dokternya kearah petugas ambulance sambil bangkit berdiri .


"Korban Sudah Meninggal 1 menit yang lalu " Ucap Dave

__ADS_1


(Flashback Off)


__ADS_2