Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.39 Menolak Perjodohan


__ADS_3

Alexandria pun langsung masuk kedalam rumahnya...


ia langsung bergelayut manja pada daddy nya yang sedang sibuk dengan tab nya sambil duduk disofa ruang tengah itu


"Auuhh kesayangan Daddy" Ucap Tuan johanes Sambil memeluk erat putrinya, dan langsung meletakkan Tab nya.


"Bagaimana acara makan malam nya tadi daddy ? "


"Yaa, semuanya lancar sayang. Hanya mereka sangat menyesalkan karena tidak bisa bertemu denganmu"


"Maafkan lexa daddy...


"it's okay Never mind sweetheart.. . Tapi lain kali mereka yang akan ganti mengundang kita untuk makan malam dirumahnya, jadi nanti kamu harus ikut dengan daddy"


"Teman daddy itu memiliki seorang putra yang berprofesi sebagai seorang pilot. Anaknya Tampan, baik, dan daddy yakin kalian pasti bisa berteman dekat"


"Pilot ... ?? Apa tadi putranya teman daddy itu juga ikut makan malam ? "


"iya sayang,seorang pilot muda yang handal. Dan ia tadi juga ikut makan malam, bahkan dia juga mengatakan sangat ingin bisa bertemu denganmu. Sayang mereka semua tadi juga tidak bisa lama, karena besok pagi putranya itu ada jadwal terbang"


"Oh ya sayang, pekerjaan kamu hari ini bagaimana? Apa semua Juga lancar?"


"Eghm.. Semua lancar Daddy. "


"Baiklah sayang, kamu pasti sangat lelah . sekarang pergilah ke kamarmu dan istirahatlah. "


"iya Daddy. Daddy juga harus segera istirahat" Jawa b Alexandria sambil Melepaskan pelukannya dari Daddy


"iya sayang, Daddy juga akan segera beristirahat."


"Mm..Good night Daddy..." Sambil tersenyum melangkah pergi


"Good night sweet heart, sleep tight 💕" jawab Daddy dengan senyuman yang hangat dan penuh perhatian.


.


.


Dave Prov:


Begitu memarkirkan mobilnya, Dave segera masuk kedalam rumahnya. Rasanya benar-benar sangat lelah...


Matanya juga sudah terasa berat.....


"Malam bik mina " Sapanya pada seorang pembantu rumahnya yang menyambutnya dibalik pintu masuk


"Malam Aden. Mau bibik Buatkan teh hangat? Akan Bibik siapkan juga makan malam untuk Aden"


"Aah, tidak usah bik. Saya sangat capek mau langsung istirahat saja. Oh ya, Bagaimana pinggang bibik? Apa masih sakit? " Tanya Dave kepada pembantunya dengan perhatian


"iya den, sudah sembuh. Obat yang aden berikan langsung manjur " Sahut bik mina Dengan senyum lebar


"Baguslah kalau begitu. Jangan angkat angkat yang berat dulu . Kalau harus melakukan pekerjaan berat, minta bantuan mbak ranti atau pak jono saja untuk melakukannya. "


"Baik den, " Mengangguk sopan

__ADS_1


"Ehm Bik, Apa mama dirumah ?"


"iya den. Nyonya ada dikamarnya. Mungkin sekarang sudah tidur. Nyonya sudah pulang dari sore . "


"Ohh, . Yasudah kalau begitu bik, saya mau Keatas"


"iya baik den, silahkan" Jawab bik mina Sambil membungkukkan badannya .'


Dave langsung menaiki tangga rumahnya menuju kamar. Setelah meletakkan tas kerjanya di sebuah meja , ia pun melepaskan Dasi dan sepatunya. Dibukanya kancing atas kemejanya agar longgar,,, lalu ia menjatuhkan tubuhnya pada sebuah sofa kamarnya, sambil menatap layar ponselnya....


.


"Baru pulang?" Sapa seorang wanita berpakaian kimono tidur yang masuk kedalam kamar Dave


"Mama, ''


Lalu wanita itupun ikut duduk disofa kamar itu...


"iihh,,, sana buruan mandi. Banyak kuman" Menepuk bahu putranya "ayo sana cepet, mama tungguin karena ada hal yang ingin mama bicarakan sama kamu"


Dan dengan lesu Dave beranjak dari duduknya, lalu masuk kedalam kamar mandi...


10 menit kemudian, Dave pun sudah keluar dari kamar mandi dengan Wajah segar dan rambut yang masih basah..


kaos oblong warna putih dengan celana pijamas warna cream membuat badannya terasa ringan. Seperti sudah melepas segala beban pekerjaannya yang melelahkan....


"Mama nggak tidur?" Tanyanya bSambil duduk disamping mamanya


"Mama mau bicara sama kamu"


"Kakek minta kamu kerumah kakek besok siang. Ada hal penting "


"Hal penting soal perjodohan kan? Kakek masih dengan keinginannya menjodohkan Dave dengan Anaknya Om Brata? Dave besok ada kuliah pagi. Setelah itu ada seminar di Mount Alvernia hospital"


"Dave, kamu tahu kakek gimana kan? Lagipula kamu bisa mencobanya dulu Dave, jangan langsung menolak" Bujuk mamanya


"Tidak akan berhasil ma...


" Kamu belum mencobanya, tapi sudah bilang tidak akan berhasil


"itu seperti halnya Seorang dokter bedah ortopedi tidak akan pernah Mencoba untuk melakukan Pembedahan pada pasien sakit jantung kan Ma. itu bukan ketidak beranian untuk mengambil resiko, tapi jika mencobanya namanya sebuah kebodohan. karena kita harus mengerti batas kemampuan dan keahlian yang bisa kita pertaruhkan"


"Apa yang kurang dari putrinya Om Brata?"


"Tidak ada yang kurang dari Gwen. Hanya kami berdua sama-sama tidak memiliki perasaan untuk sebuah perjodohan. Kami hanya bisa menjadi seorang teman dan rekan kerja,Tidak lebih dari itu . Mama bisa bicara hal ini pada kakek kan ma? Bantu Dave, untuk hal ini." Menatap dengan penuh permohonan kepada mamanya


"Kamu yakin Gwen juga menolak perjodohan ini? "


"Maksud mama?"


"Yaa, mama hanya tidak yakin saja kalau sampai ada wanita yang tidak jatuh hati sama kamu. Lihatlah putra Bellina Thomson ini, tidak ada kekurangan apapun padanya. Perfect " Ucapnya sambil memegangi kedua pipi putranya


"Maaa,,, Dave sedang serius ini "


Menghentikan tangan mamanya yang main-main dengan wajahnya

__ADS_1


"Heiii, kamu fikir mama becanda " Langsung menarik tangannya,dan melipatnya diberanda "Kalau memang kamu tidak mau dengan perjodohan ini, Mama akan coba bicara sama kakekmu. Yaaah,semoga saja kakek tidak bersikeras pada keinginannya itu"


"Makasih ya Mamaku tersayang " Ucap Dave tersenyum senang Sambil mencium pipi mamanya


"Hhh,, ,Mama juga tidak mau kalau sampai putra gantengnya mama ini hidup dengan seorang yang tidak dicintainya, yaaa meskipun sebenarnya mama tidak keberatan jika Gwen menjadi menantu mama"


"Akan membosankan ma. Jika Dave menikah dengan seorang yang juga berprofesi dokter , bukankah rumah kita akan menjadi seperti rumah sakit yang isinya Dokter semua "


"Bukankah itu bagus.


" Mana ada Bagus,lihatlah mama sama papa... Kalian bercerai kan " Ucap Dave dengan entengnya


"Haishhh,,dasarr anak kurang ajarrrr" sambil menjewer kuping Dave


"Auwhh..Sakit maa" Sambil menggosoki telinganya yang habis kena jewer


"Memang nya kamu kalau cari istri maunya yang bagaimana dan seperti apa , kalau Gwen yang seorang dokter cantik saja masih kamu Tolak , hem??"


"Ya yang pasti harus lebih cantik dari Dokter Gwen dong ma. Seorang Artis mungkin, atau seorang Model, atau seorang Tuan putri, yang tidak membosankan meski lama dipandang, yang setiap senyumnya tidak mudah untuk dilupakan, yang tutur kata dan sikap nya sopan, " Ucap Dave dengan tersenyum, entah kenapa fikirannya hanya mengingat pada seorang gadis cantik yang jauh disana....


" Heghhh, memangnya ada wanita yang seperti itu??"


"Ada ma, pasti ada. Karena hanya Wanita seperti itulah yang akan bisa membuat Dave jatuh cinta"


"Kamu ,,,,apa sedang punya pacar??" Dengan menatap serius putranya


"Tidak Ma, kalau Dave punya pacar pasti sudah Dave kenalkan ke mama " Jawab Dave Sigap mencoba menepis tatapan kecurigaan dari mama nya


"Hmm...baiklah. Awas saja kalau sampai main rahasia-rahasiaan dari mama. " " Emm,Dave Bagaimana khabarnya papa kamu? "


"Papa? " "Mmm, Papa terlihat Baik-baik saja ma "


"Hanya Terlihat ? Yang sebenarnya bagaimana Dave? Memangnya kalian tidak pernah saling bicara? Apa dia mengabaikan putranya sendiri? Hah? "


"Yang sebenarnya, Papa itu sangat profesional dalam pekerjaannya Ma. Kami tidak akan pernah memperlihatkan hubungan sebagai Ayah dan anak ditempat kerja, Dan memang itu yang Dave minta dari papa . " Jawab Dave santai


"Lalu kenapa Papa mu itu tidak pernah datang kerumah, Bukankah seharusnya dia datang menemui putranya "


"Buat apa kerumah, Bahkan kami Sudah bertemu hampir setiap hari di rumah sakit"


"Kamu sendiri yang bilang bahwa kalau di rumah sakit bukanlah hubungan antara seorang Ayah dengan anaknya... Apa dia Tidak menyayangi dan merindukan putranya ??!"


"Hegghh... Dave sering pulang ke Apartement papa kalau lagi capek banget dari rumah sakit. Karena jaraknya dekat dari CGH. Lagipula Sayang dan Rindu kan tidak harus diucapkan, tapi selalu bisa dirasakan ma. Rasa sayang juga bisa terlihat dari sebuah tindakan seseorang.


Sebagai seorang Ahli bedah yang hebat dan sangat disegani di CGH, Tidak sedikit dokter-dokter bedah yang ingin bisa berkesempatan menjadi dokter assistant Papa saat melakukan Operasi , Tapi Dave yang masih seorang dokter residen sudah pernah beberapa kali masuk ruang operasi pasien VVIP Bersamanya sebagai dokter Assistantnya Ma, Dave pernah menyelesaikan tindak operasinya, bahkan juga pernah dipercaya melakukan Operasi sendiri dalam pengawasannya. Dan saat Dave berhasil melakukan semuanya dengan tepat, papa tersenyum bangga dan menepuk bahu Dave dengan pujian dihadapan semua suster dan dokter lain didalam atau diluar ruang Operasi. Dan Dave bisa merasakan, bahwa itu adalah rasa bangga dari seorang Ayah kepada putranya. Karena kesempatan dan pengalaman itulah, Dave menjadi salah satu dokter yang Cukup banyak dibicarakan dan diperhitungkan di CGH , padahal masih seorang dokter residen. "


"Yaaa, dan karena hal itu kamu yang masih dokter residen mempunyai jadwal padat masuk ruang Operasi kan? Karena hal itu juga, Dokter-dokter bedah senior yang lain membawamu sebagai dokter assistant dalam operasi mereka Sampai membuatmu jarang pulang kerumah...hehh"


"Hehehe mama benar. " "Aaaa, sudah 2 Malam Dave tidak bertemu dengan ranjang Dave yang nyaman itu" Sambil menunjuk ranjangnya "Bukankah sekarang saatnya untuk tidur, Huahh... Dave udah ngantuk Ma " Sambil menguap


"Yasudah sana Tidur,


" Mama nggak ke kamar mama? Atau mau tidur disini nemenin Dave? " Sambil melangkah keranjang nya, dan langsung menjatuhkan tubuhnya diranjang


"Hhh, Apa kamu ini masih Anak kecil yang ingin ditemani mama baru bisa tidur nyenyak?!" Sambil menghampiri ranjang putranya, dan menyelimuti tubuh Dave, lalu duduk ditepi ranjang, mengelus lembut rambut putranya

__ADS_1


__ADS_2