
Pak Benu kembali menuruni tangga besar itu , langkahnya kini terlihat pelan.
Mungkin kakinya sudah mulai lelah...
Kini ia terhenti di sebuah meja telefon di ruang balik tangga, setelah berfikir sejenak , tangannya lalu mengambil telefon rumah itu dan memencet 2 tombol pada papan telefon...
Kriiiiinnggg...... sambungannya terhubung
📞"Hallo... "
📞"Hallo Tuan putri, Anda sudah bangun? "
📞"Tentu saja pak Benu, jika belum bangun mana bisa mengangkat telefon. Ada apa pak benu?"
📞"Baiklah jika begitu Tuan putri. Maaf, saya hanya ingin memastikan anda sudah bangun karena hari ini ada jadwal kuliah pagi "
📞"Aaaaww... Aku lupa memberi tahu pak benu. Aku tidak kuliah hari ini, karena ada jadwal pemotretan "
📞"Maaf, Apa tidak sebaiknya anda pergi kuliah dulu tuan putri, baru setelah itu pergi untuk pemotretan ??"
📞"Tidak bisa pak benu, jadwal pemotretannya pagi ini. Dan tolong suruh satu pelayan naik ke kamarku sekarang untuk membantuku bersiap-siap"
📞"Baiklah jika begitu Tuan putri, " Ucap pak benu lalu menutup sambungan telefon itu.
.
"Heh kamu, kemarilah " Panggil pak benu pada seorang pelayan muda, dan pelayan itu pun langsung menghampiri pak benu
"Ya, Pak Benu "
"Naiklah keatas ke kamar Nona Muda. Bantu Nona bersiap-siap"
"Baik " Ucap pelayan itu sambil membungkukkan badan kepada pak benu dan segera naik keatas.
Tentu saja, semua pelayan dirumah itu sangat hormat kepada pak benu yang merupakan kepala pelayan dirumah itu.
"Heihh tunggu, jangan lupa memanggil nona muda dengan Tuan putri " Ucap pak benu lagi, mengingatkan saat si pelayan muda itu baru beberapa langkah menaiki tangga
"Baik pak benu " Jawab pelayan itu, lalu melanjutkan langkah kakinya menaiki tangga
.
Tiiinn...tiin....🚘
Sebuah kelakson mobil terdengar, dari bunyinya sepertinya pak benu tau siapa yang datang. Segera pak benu Berjalan cepat kedepan, , ,
.
"Selamat pagi tuan muda " Sapa pak benu di depan pintu masuk, saat seorang pria muda sudah berjalan diteras depan rumah itu, ya dia pasti datang untuk menjemput Nona muda.
__ADS_1
"Mana Alexandria, apa dia sudah siap? " Tanya nya sambil melirik jam yang melingkar di lengan kirinya
"Tuan putri masih bersiap-siap Tuan muda... Mari masuk kedalam dulu, biar pelayan siapkan teh hangat sekalian sarapan " Ucap pak benu dengan sopan sambil Mempersilahkan masuk
.
Dan diruang yang lain, terlihat gadis berparas cantik yang masih dengan handuk kimononya sedang duduk didepan meja rias memoles riasan tipis di wajahnya, dan seorang pelayan menyiapkan beberapa keperluannya
"Bajunya sudah siap Tuan putri, "
" Eghmm."
" ingin memakai sepatu yang mana Tuan putri? "
"Ambil Yang mana saja, yang penting Heels senada dengan bajunya "
" Baik Tuan putri "
" Oh iya, tasnya tolong ambil salah satu handbag kecil yang motif croco warna cream . Perintah Alexandria,
Dan pelayan itu segera memasuki satu ruang besar yang ada di dalam kamar Nona mudanya itu, ruang wardrobe yang khusus untuk menyimpan semua koleksi tasnya yang jumlahnya tentu saja tidak sedikit. Dari semua brand terkenal Tentu saja ada terpajang disana. ini bahkan serasa lebih seperti store bag . Dibagian tengah ruang itu tertanam meja panjang besi dengan atas kaca yang menampilkan segala macam koleksi perhiasan didalamnya. Bukan main memang, siapapun akan dibuat tercengang , Dan pasti sudah tidak heran lagi itu semua dimiliki oleh seorang Alexandria vanesailee Zein. Putri Tunggal dari seorang Pengusaha terkaya dinegri singa itu , sekaligus juga karena ia yang seorang Model dari banyaknya Brand-brand berbagai produk ternama dunia.
" Semua sudah siap Tuan putri " Ucap pelayan itu kembali kepada sang Nona muda
"Baiklah, Terimakasih " Jawab Alexandria dengan tersenyum kepada pelayannya
.
"Kenapa Alexandria belum turun? Apa dia mau terlambat masuk kelas?" Tanya Bryan setelah melirik kembali jam di tangannya
"Aaaohh, Bukankah Nona muda tidak kuliah hari ini Tuan muda?" Jawab pak Bryan benu menghampiri lebih dekat
"Apa maksud anda? Bukankah Hari ini Alexandria jadwal kuliah pagi ?!"
"Maaf, tapi tadi Nona muda bilang tidak masuk kuliah karena harus pergi untuk pemotretan Tuan muda " Jelas pak benu
"Apa??? Heghh, lalu kenapa tidak memberitahuku jika dia tidak pergi kuliah? " Tanya Bryan dengan bangkit dari duduknya
"Saya kira Nona muda sudah memberitahu Anda, dan saya fikir anda kemari memang untuk mengantar Nona muda ke tempat pemotretannya Tuan muda "
"Anda mau kemana tuan muda?" Tanya pak benu ketika Pria dingin itu melangkah begitu saja meninggalkan meja makan itu
"Saya tunggu diluar " Jawab Bryan tanpa menghentikan langkahnya,
"Tunggu tuan muda, baiknya anda sarapan dulu... " Ucap pak benu sembari mengejar langkah Bryan
Tetap dengan langkahnya, tanpa menoleh kepada seorang yang mengikutinya dibelakang Bryan menjawab sekenanya saja "Saya sedang tidak berselera makan"
"Jam berapa pemotretannya?" Tanya Bryan
__ADS_1
"Saya tidak tau Tuan Muda. Nona muda hanya mengatakan pemotretannya dilakukan pagi ini" Jawab pak benu.
"Apa Nona muda pernah bercerita sesuatu kepada anda akhir-akhir ini Tuan muda? " Tanya pak benu Hati-hati.
Sejenak Bryan menghentikan langkahnya, tepat pada sebuah kaki anak tangga yang pernah dilaluinya menuju kamar Putri zein kala itu.
"Ada apa memangnya? Dia tidak pernah bercerita apapun..." Jawab Bryan dengan menatap lantai atas yang terhubung dari tangga itu, ada seseorang yang ia cari. Berharap seorang itu muncul di ujung tangga sana, Namun nampaknya ia tidak menemukannya...
Bryan kembali melangkahkan kakinya keluar,
"Semalam saya mendapati Nona menangis dikamarnya..." Ucap pak benu perlahan, dan seketika membuat Bryan kembali menghentikan langkah kakinya yang sudah sampai di ruang Utama rumah Megah itu....
Bryan membalikkan punggungnya, kini menatap pak benu dengan serius.
"Alexandria menangis??? Bagaimana bisa?? Apa yang membuatnya sampai menangis??" Tanya Bryan dengan sorot mata yang sulit diartikan.
"ia Seperti sedang sangat merindukan mendiang Nyonya... .
" Maksud anda Mommynya??? " Potong cepat Bryan
"Ya Tuan muda . Karena itu saya berfikir, Nona muda mungkin sedang ada masalah atau sesuatu yang dia pendam . " Jelas pak benu
" Jika anda yang merupakan salah seorang yang paling dekat dan mengenalnya dengan baik saja tidak mengerti apa sebenarnya masalahnya, bagaimana mungkin orang lain bisa tau... " Ucap Bryan frustasi sambil melangkah kembali kedalam melewati pak benu begitu saja....
Langkah yang lebih tergesa....
Kearah dalam rumah itu...
Pak benu pun langsung membalikkan badan dan mengejar Bryan...
"Tuan Muda.... Tunggu... Anda mau kemana??" Serunya saat Bryan mulai sampai pada ruang dimana Tangga Besar terbentang disana... Sedang Bryan tak lagi menghiraukan seruan itu, ia justru langsung menaiki anak tangga itu dengan kakinya yang panjang... Pak benu masih mengejar langkah Bryan dengan terengah, yaa tentu saja kalian tau sepagi ini sudah berapa kali pak benu menaik turuni anak tangga itu...
"Tuan mudaaa... Tolong berhenti... ! " Seru pak benu lagi yang masih menaiki anak tangga itu satu persatu. Sedang dilihatnya Bryan sudah melangkah kearah pintu kamar Nona mudanya...
Bryan berhenti tepat didepan pintu kamar itu, lalu mengetuk papan kayu tebal dengan ukiran yang indah itu....
"Tuan muda apa yang anda lakukan?? " Ucap pak benu lagi begitu tepat sampai disisi pria muda dingin itu
"Mengetuk pintu " Jawab Bryan asal
"Untuk apa Tuan muda? Nona muda ada didalam."
"Tentu saja agar yang ada didalam keluar " Jawab Bryan seenaknya dengan meraih gagang pintu itu
Cglekk... Ternyata pintu yang ia ketuk tidak terkunci.
"Tuan mudaaa..... ".
" Pak benu..." Sahut cepat Bryan
__ADS_1
" Anda ingin memastikan Nona muda anda baik-baik saja kan? Maka Jangan banyak bertanya, dan jika nanti yang kulakukan ternyata hal tidak benar, Anda bisa melaporkannya pada Tuan Johanes Zein " Ucap Bryan dengan tegas lalu langsung masuk kedalam kamar Alexandria dan menutup rapat pintu kamar itu kembali...
Sedang pak benu mengusap kilas keningnya dengan raut wajah yang bingung dan campur aduk...