
Waktu menunjukkan pukul 7.40 a.m mobil Bentley bentayga itu parkir tepat arah pintu masuk keberangkatan internasional Changi Airport.
Nampak seorang pria berbadan tegap kekar ,berkacamata hitam menghampiri dan mengetuk kaca jendela mobil kevin. ,Tanpa melihat wajah pria diluar mobilnya itu, kevin langsung menurunkan kaca mobilnya, Sudah terlihat, kevin mengenali pria tegap disamping mobilnya tersebut.
"Semua aman?" Tanya kevin dari dalam mobilnya
"Aman Boss. " Jawab pria dari luar mobil itu dengan membungkukkan setengah badannya.
Kevin menoleh kepada Bryan, dan nampak Bryan sedang meletakkan ponsel pada telinganya, dan berbicara dengan seorang dari balik benda pipih itu
📲 "Hallo. Loe dimana?"
📲 "Suruh stella dan Tuan wino masuk Sekarang. Langsung ke guide 12.nanti akan ada Orang yang mengantar mereka ke Gue "
📲 "Oke " . Ucap Bryan lalu mematikan panggilannya.
"Stella, Ayah kamu sudah didalam. Masuklah sekarang, dan langsung menuju ke guide 12. Setelah itu ada orang yang akan mengurus semuanya sampai kamu bertemu captain Gerald" Ucap Bryan dengan pandangan tetap lurus kedepan.
"Captain Gerald? Maksud kakak kak Gerald yang akan jadi pilot penerbangan ini??"
"Egm. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi. Kamu dan ayahmu Akan lolos dari semua pemeriksaan dan Penerbanganmu akan aman "
"Baik kak. Terimakasih kak Bryan, kak Kevin. Stella berangkat sekarang"
"Hantarkan gadis ini sampai ke dalam,ketempat ayahnya" Ucap kevin kepada Anak buahnya sambil menoleh keluar dari jendela mobilnya.
"Siap Boss" Jawab pria kekar itu dengan cepat dan sigap.
Lalu Stella pun keluar dari mobil itu, dan segera melangkah cepat memasuki airport sambil diikuti anak buah kevin.
Dari dalam mobil , Kevin dan Bryan menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh dari pandangan mereka.
"Loe tunggu disini" Ucap Bryan sambil langsung melangkah keluar dari mobil itu.
Kevin hanya menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas panjang.
Terlihat Bryan berjalan cepat setengah berlari mengejar langkah Stella.
Hingga mereka hilang dari pandangan kevin saat tubuh mereka melangkah memasuki pintu kaca itu.
"Kak Bryan ??? Kenapa kakak kemari?" Tanya Stella saat didapatinya Bryan sudah disisinya
"Tidak usah bertanya ataupun berucap apapun " Ucap Bryan dan langsung meraih tangan gadis itu dengan tetap pada langkah kakinya yang cepat...
.
__ADS_1
"Jaga putri anda dengan baik. " Ucap Bryan saat menghentikan langkahnya tepat didepan seorang lelaki paruh baya yang berpakaian semi formal
"Tentu. Dia putriku. Tapi aku hanya ingin tau, sudah sejauh apa hubungan kalian berdua hingga kamu sampai melakukan hal sebesar & sejauh ini untuknya anak muda? "
"Saya tidak berkewajiban menjawab pertanyaan Anda itu. "
"Haha... Apa?! Apa aku tidak salah dengar? Hei, jika kau menjalin hubungan dengan putriku, tentu kau harus tau bagaimana Seharusnya bersikap kepadaku, Ayahnya. setidaknya kau harus menunjukkan rasa hormat dan sopan santunmu. Pasti dari kecil ibumu mengajarimu bukan? " Ucap pria paruh baya itu dengan entengnya kepada Bryan
"ibu saya tidak sampai mengajari soal sopan santun, ia hanya mengajarkan Bagaimana Hidup tanpa seorang ibu" Jawab Bryan dengan Datar namun tegas
"Hah ??! Apa Maksudmu anak Muda? kau hidup tanpa ibu ??!!"
"hegh... BukanKah anda sudah terlalu banyak bertanya Tuan wino pramudhana?!
Anda hanya bisa pergi dengan mudah melalui 1 pintu, yaitu guide 12. Dan Anda akan kehabisan waktu jika tidak pergi sekarang. " Ucap Bryan dengan Tenang dan sikap acuh dinginnya.
"Hhh dasar jiwa muda. Aaghh....Baiklah. " "Stella, ayo!" Sambil melangkah dengan menarik koper besarnya
"Kak, baju kakak...
" Kau bisa membuangnya " Sela Bryan sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya
"Baiklah. Stella pergi dulu " Lalu gadis itu melangkah smabil Menarik perlahan kopernya
"Jaga dirimu Baik-baik. Khabari kakak begitu sampai disana "
"Tidak " Jawab Bryan singkat dan jelas.
Mendengar 1 kata yang terlontar dengan jelas dari mulut Bryan, Stella lalu memutar badannya dan dengan cepat melanjutkan langkahnya pergi.
Bryan pun melangkah kearah pintu keluar airport, Lalu diikuti beberapa anak buah kevin dibelakangnya.
.
"Udah take off ?" Tanya kevin saat Bryan masuk kedalam mobilnya.
"Mungkin sebentar lagi "
"Oke. Bisa Kita cabut sekarang? "
Dengan menghela nafas panjang, Bryan menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil itu.
Pertanyaan kevin masih menggantung, menunggu Jawaban
"Semalam starla datang lagi ke mimpi gue " Ucap Bryan dengan menatap kedepan, entah apa yang ditatapnya. Diluar yang terlihat dari balik kaca mobil itu hanyalah bentangan tinggi bangunan Bandara yang kokoh dan hilir mudik manusia-manusia yang berjalan dari berbagai arah....
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" sahut kevin
"itu hanya mimpi. memangnya apa yang akan terjadi ?! kalau saja bukan mimpi, mungkin gadis itu sudah mencekik leherku sampai mati menyusulnya " Jawab Bryan datar
" Heghh. Mau sampai kapan loe hidup kaya gini? Starla datang ke mimpi loe karena otak loe yang masih terus mengingat kejadian 1,5th yang lalu. Come on Bro, semua itu kecelakaan. Loe bukan Tuhan yang bisa mengatur takdir hidup seseorang! " Jawab kevin sambil menatap pria yang tengah duduk disebelah jok kemudinya itu
"Gue penyebab kecelakaan itu. " Ucap Bryan lagi dengan masih menatap lurus keluar,
"Jika begitu gue lah yang harusnya disalahkan atas kecelakaan itu. Karena gue yang mengemudikan mobil kita waktu itu"
"Tapi gue yang memutar stir kemudi itu kekanan kev "
"Yaa, jika saja Loe tidak menarik stir waktu itu pasti kita berlima lah yang akan mati ,bukan gadis itu. siapa yang tau kejadian naas itu akan terjadi? jika saja pria yang sedang mabuk itu tidak mengemudikan mobilnya seperti anjing liar kala itu pasti kecelakaan itu tidak akan pernah terjadi. " Ucap kevin dengan sarkas kearah Bryan
"Jika saja malam itu gue tidak mengabaikannya, pasti gadis itu tidak akan mengejar mobil kita. Pasti ia tidak akan terlibat dalam kecelakaan maut itu " Sahut Bryan dengan senyuman getir
Kevin terdiam, dan sesaat menghela nafas panjang dengan menyandarkan kepalanya pada jok kemudinya.
"Berhenti nyalahin diri loe sendiri. Sudah Cukup !! Kematian starla adalah Takdir Maut , jika harus ada orang yang disalahkan orang itu adalah pria yang kehilangan kendali kemudinya hingga mobilnya masuk ke jalur berlawanan yang akhirnya menabrak mobil starla waktu itu. Tapi loe sendiri tau, bahkan pria itu pun juga langsung tewas di tempat saat itu juga"
"Tetap saja Starla pasti menyalahkan ku atas kematiannya" Ucap Bryan dengan seyuman kecil yang getir di wajahnya
"Tidak. Gadis itu tidak akan menyalahkanmu atas kecelakaan itu. Tapi mungkin dia akan menyalahkanmu untuk hal yang lain"
mendengar ucapan Kevin , Bryan mengarahkan pandangannya kepada lelaki yang bersandar di jok kemudi itu mengisyaratkan penjelasan atas apa yang diucapkan lelaki itu barusan...
"iya, starlla akan menyalahkanmu karena kau selalu saja mengabaikan perasaan nya." Jawab kevin dengan santainya
"Hegh, Dan anehnya gue justru tidak pernah menyesal untuk hal itu "
"Hufhh... Bagaimana gadis itu bisa sangat bodoh dengan mencintai dan terus mengejar manusia kutub seperti mu. Sungguh kemalangan terbesar dalam hidupnya bukanlah kecelakaan itu, tetapi kebodohannya karena mencintaimu"
Setelah berucap demikian, kevin pun menyalakan mesin mobilnya dan saat itu juga dilihatnya sebuah pesawat baru saja take off dari bandara itu...
Dalam hitungan detik Bentley bentayga itu pun melesat meninggalkan changi internasional airport...
.
Hallo Readers...❤❤❤
Maaf ya Author lama ngga Up Eps. baru nih 😁🙏🏻
semoga kalian masih antusias membaca Cerita "Cinta putri zein" ini yaaa....😘😘
Author akan usahakan lebih aktif untuk Up Eps baru lagi...
__ADS_1
nantikan kelanjutan Ceritanya, Tinggalkan jejak di kolom komentar , Karena Author sukaaa & semangat baca komentar kalian 😍😘
salam sayang dari Author 💗🤗