
"hei... " Panggil Dokter Dave pada seorang food troller lelaki yang lewat disana,
"Ya Dok, ?" Sambil menghampiri Dokter Dave yang sedang berdiri didepan kursi besi itu
"Tolong Bawa Overbed ini " ucap Dokter Dave.
Lelaki itu tidak menjawab dokter Dave, tetapi justru melongo menatap kearah Alexandria
"Egm..egm.. "
"eghh...iya Dok?" Gelagapan
"Tolong bawa Overbed ini, dan pergilah. lanjutkan pekerjaanmu " Ucap Dokter Dave perlahan namun dengan menekan setiap kata nya.
"Baaikk Dok" Dengan tergesa memasukkan Nampan makan dan overbed yang dilipat ke food trolley yang dibawanya, lalu segera Melangkah pergi meninggalkan dokter Dave dan gadis cantik itu
"Bagaimana? Masih nyeri?" Tanya Dokter Dave dengan kembali duduk disebelah Alexandria
"Ehmm.. Sedikit" jawab Alexandria sambil mengangguk kecil
"Tidak papa, nanti kalau obatnya sudah bekerja sepenuhnya, pasti nyerinya hilang"
"Hahh, jika difikir-fikir kenapa kamu selalu datang padaku dalam keadaan sakit Nona Alexandria??"
"Begitukah ?? Aaa,, Mungkin karena memang hanya Orang sakit saja yang perlu menemui seorang Dokter , dokter Dave " Ucap Alexandria Sambil melengkungkan bibirnya
"Hhh,,, kalau begitu jangan lagi menemuiku sebagai Dokter. Temui aku kapanpun kamu mau sebagai Teman ''
"Teman?? Apakah kita berteman Dokter Dave??"
"Lalu? Apa Anda tidak mau berteman dengan seorang dokter seperti saya Nona Alexandria? anda hanya ingin membuat hubungan sebatas Dokter dengan Pasien saja ?? "
"Hehehe... Saya hanya bercanda. Lagipula siapa yang mau menjadi pasien anda???"
"Hhh, Justru siapa memangnya yang tidak mau menjadi pasien saya? Yang sehatpun terkadang ingin berpura-pura sakit hanya agar bisa menjadi pasiennya dokter Dave" Gurau Dave dengan penuh percaya diri
"Haihhh.... Baiklah. Katakan apapun yang anda suka Dokter Dave" Jawab Alexandria Dengan tawa kecil, dan Dave membalasnya dengan sebuah senyum yang lebar
Tapi tentu saja yang dikatakan Dave bukan sekedar pemanis gurauan saja, Kenyataannya meski masih seorang dokter residen di rumah sakit sebesar CGH, ia menjadi dokter yang sangat populer baik dikalangan perawat maupun Para dokter Muda lainnya, bahkan juga dikalangan dokter senior.
Bukan hanya karena parasnya yang nyaris Sempurna, tetapi juga karena Dokter Dave dikenal sangat cakap dan kompeten dalam keahliannya sebagai seorang Dokter umum juga Sebagai dokter residen bedah.
Dalam hal yang lain, ia juga dikenal sebagai Seorang yang Pandai membawa diri, sikapnya hangat dan ramah kepada semua orang, terutama kepada para rekan sejawatnya, dan juga kepada setiap pasien nya.
Apalagi jika semua orang dirumah sakit itu tau, bahwa dia adalah Cucu dari Direktur utama rumah sakit itu , yang mana kakeknya juga pemilik dari Thomson medical centre...
"Oh iya, Bagaimana caramu kemari? Apa Bryan yang mengantarkanmu? Dan Dimana dia sekarang?"
"Bukan Bryan yang mengantarku kemari, tetapi sopir dan assistant ku, dan mereka juga sudah kusuruh pergi"
"Aaaaa,,, ya ya. Memang tidak mungkin Bryan yang mengantarmu karena dia masih sibuk dengan urusan stella" Ucap Dave spontan
"Stella???? Siapa dia?"
" Haa?? Eghmm,, Bukan siapa-siapa..."
"Aku tidak asing dengan namanya, sepertinya Dia..."
__ADS_1
"Sudah, jangan difikirkan. Tentu saja kamu tidak asing dengan nama stella, karena banyak orang dengan nama yang sama kan. ?Sekarang kamu mau kemana? Sudah pukul 20:35 " Ucap Dave sambil melirik jam Vacheron Constantin tour de i'Ile yang melingkar ditangannya dan berusaha mengalihkan pembicaraan
"Apa????!!!!!" Sontak Alexandria, juga langsung melirik arloji nya
"astaga, aku lupa ada janji makan malam dirumah" Sahutnya lagi dengan cepat mengambil ponsel didalam hand bagnya "Aihhh, lowbed. Pantas saja tidak bunyi daritadi. Bagaimana ini, Daddy pasti sudah mencemaskan ku" Ucapnya Dengan panik
"Tenanglah, ada apa sebenarnya?"
"Aku janji dengan Daddy akan pulang untuk makan Malam dirumah. Dan sekarang aku sudah sangat terlambat. Handphone ku ternyata juga lowbed, dan Pasti Daddy panik, karena pasti daritadi Daddy sudah berkali-kali menghubungi ku karena aku belum pulang dan tidak juga meneleponnya,"
"Oke,oke tenanglah dulu...
Mm,begini saja pakai ponselku, hubungi Daddymu. Kamu hafal nomornya?" Sambil menyodorkan ponselnya kepada Alexandria
"Eghm, aku hafal nomornya" Sambil mengangguk dan meraih ponsel Dave.
Alexandria pun menyentuh beberapa tombol nomor, lalu memanggilnya dengan benda pipih itu...
. . . . . . . .
"Tidak diangkat "
"Coba lagi,
📱➡➡➡➡➡➡➡➡➡
📱 : " Hallo, siapa ini?"
📱: "Hallo Daddy, ini lexa"
📱 : "Oh sayang, kamu dimana? Kamu baik-baik saja? Daritadi daddy menghubungi mu tapi tidak bisa? "
📱: "iya sayang, iya. Tidak papa. Sekarang kamu dimana? Apa assistant mu masih bersama mu sekarang? Atau Daddy suruh sopir untuk menjemput mu ?"
📱: " Aaah,,tidak usah Daddy. Lexa akan pulang sendiri.please... Sebentar lagi lexa pulang..."
📱: "Ok ok baiklah kalau itu mau kamu sayang. yang penting Hati-hati ya . Daddy tunggu dirumah "
📱 ; "iya Daddy. See you"
.
.
"Terimakasih" Sambil mengembalikan ponsel dokter Dave
"Egm. Sama-sama" Jawab Dave dengan tersenyum.
"Baiklah dokter Dave, saya harus pulang sekarang. Maaf sudah merepotkan, dan sekali lagi terimakasih untuk semuanya" Ucap Alexandria sambil tersenyum dengan tulusnya, lalu beranjak dari duduknya
"Apa assistant mu yang akan menjemput kemari?" Tanya Dave Sambil ikut berdiri
"Tidak. Saya bisa pulang naik Taxi"
"Yang benar saja!!
Ayo, biar kuantar pulang" Ucap Dave dan langsung berjalan mendahului Alexandria
__ADS_1
"Dokter Dave, tidak usah. Saya bisa pulang sendiri" Mengejar langkah dokter Dave
"Kamu fikir saya akan membiarkan seorang gadis seperti kamu pulang sendirian naik taxi malam-malam begini Nona Alexandria?" Ucap Dave Dengan terus berjalan
"Tapi Dokter Dave,,,,
" HuSsssttt.." Sahut Dokter Dave sambil menghentikan langkah kakinya, dan mengangkat jari telunjuk nya "Alexandria, Saya mohon menurutlah. Dan jangan ada kata Tapi untuk permohonan seorang teman, hm?!" Ucapnya dengan sebuah senyuman.
Dokter Dave melanjutkan langkah kakinya menuju pintu keluar lantai dasar itu, dan Alexandria mengikutinya tanpa protes lagi. Sepertinya setelah ini akan ada gosip yang hangat di rumah sakit itu, tatkala banyak mata perawat dan bahkan para dokter yang kebetulan mendapati Dokter Dave dengan seorang wanita...
Ya, Dokter Dave memang dikenal dengan sikap hangatnya tapi tidak seorang gadis pun yang pernah berhasil benar-benar dekat dengan nya apalagi sampai mendapatkan hatinya. Hanya santer terdengar bahwa ia menjalin hubungan dengan Dokter Gwen, hanya saja sikap yang memperlihatkan keduanya sebagai pasangan kekasih tidak pernah terlihat diantara mereka. Jadi tentu saja saat Dokter Dave bersama dengan seorang gadis, terlebih gadis itu adalah seorang supermodel yang sangat cantik seperti Alexandria, tentunya langsung menyita banyak perhatian.
Saat hendak membukakan pintu mobil untuk Alexandria, Tiba-tiba Dokter Dave melihat seorang ibu hamil besar yang keluar dari dalam mobil, dibopong seorang lelaki, sepertinya lelaki itu adalah suaminya.
"Tunggu sebentar ya" Ucap nya kepada Alexandria, dan langsung berlari meninggalkan Alexandria yang masih berdiri disamping mobilnya.
Alexandria terlihat bingung dan melihat arah larinya dokter Dave...
darisana Terlihat dokter Dave dengan sigap mengambil sebuah kursi roda dari samping pintu masuk atrium lantai dasar CGH... Dan Dengan cepat langkahnya menghampiri wanita hamil itu dengan membawa kursi roda, lalu ibu hamil itupun terlihat langsung duduk di kursi roda yang dibawa dokter Dave, lalu dengan cepat Dokter Dave mendorong kursi roda itu memasuki gedung rumah sakit hingga mereka hilang dibalik pintu kaca itu...
Alexandria Tersenyum dengan apa yang baru saja ia lihat. ada kekaguman akan sebuah profesi ,pengabdian dan kepedulian dari seorang dokter Dave
Tak berapa lama, dokter Dave kembali keluar dan menghampiri Alexandria..
"Maaf ya, " Sambil membukakan pintu mobilnya untuk Alexandria
"Anda melakukan hal yang seharusnya dokter" Sahut Alexandria sambil tersenyum dan masuk kedalam mobil
Segera Dokter Dave melangkah kearah pintu kemudi, namun tiba-tiba sebuah mobil BMW i8 Roadster warna hitam terparkir tepat disebelah mobilnya.
Dave mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobilnya, karena ia tahu betul siapa Orang didalam mobil yang baru terparkir itu.
Terlihat seorang lelaki paruh baya berpakaian formal dengan menenteng tas kerja dan snelli yang tersampir di lengannya turun dari dalam mobil itu.
"Selamat malam Dok" Sapa Dokter Dave dengan sikap hormat kepada pria itu
"Egm, malam Dokter Dave" Sahutnya sambil tersenyum,
"Baru mau pulang?Bukannya seharusnya sudah dari sore tadi?" Tanya pria itu dan matanya mendapati seorang wanita yang duduk didalam mobil Dave
"iya dok. Tadi selepas dinas, saya ada urusan sedikit makannya baru pulang sekarang"
"Siapa dia? Temanmu?" Sambil mengarahkan matanya kepada gadis didalam mobil Dave
"Egm. " Mengangguk pelan
"Teman spesial? Tidak ingin kamu kenalkan?" Ucap Dokter itu setengah berbisik
"Aaahh....yaa Sepertinya saya harus pergi sekarang " Jawab Dokter Dave cepat yang nyatanya bukanlah Jawaban atas pertanyaan Dokter itu.
"Hehehe...Baiklah Baiklah." Ucap Dokter itu seolah mengerti keinginan dokter Dave. Dan Dokter Dave pun segera mengangguk hormat lalu membuka pintu kemudi mobilnya
"Dokter Dave " Tegurnya lagi sebelum sempat dokter Dave masuk kedalam mobil.
"Yaa??"
"Hati-hati dijalan. Jangan ngebut-ngebut"
__ADS_1
Dan dokter Dave menjawabnya dengan sebuah senyuman, juga anggukan kecil lalu Segera masuk kedalam mobilnya.
Dalam hitungan detik mobil Aston Martin One77 warna putih metallic itu telah meninggalkan Gedung Changi general Hospital, dan berbaur diantara mobil yang berlalu lalang dijalan malam kota singapura