Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.62 Fashion Business Faculty


__ADS_3

IUA.


"Nona Alexandria" Terdengar ada suara yang sedang memanggilnya, Alexandria menghentikan langkahnya dan mencari arah sumber suara itu....


Terlihat 2 lelaki beralmamater menghampirinya. Ya, dari almamaternya sudah jelas dia seorang mahasiswa IUA. Entah dari fakultas apa, yang jelas bukanlah fakultas fashion business . Lalu kenapa kedua mahasiswa ini menghampirinya??


"Nona Alexandria, kami adalah penggemar beratmu. " Ucap seorang dari mereka


"Kami juga baru saja menonton konferensi persmu di youtube" Ucap yang seorang lagi. Dan kedua mahasiswa berperawakan tinggi, yang satu berambut pendek sedikit ikal dan satunya berambut gondrong yang diikat satu dibelakang saling tersenyum cerah kepada Alexandria.


Alexandria hanya menatap dengan tatapan sedikit bingung dan senyum yang dipaksakan.


"Bolehkah kami berfoto denganmu? Tanya seorang itu sambil mengeluarkan ponselnya


" Agh,,,, Ya tentu sa...


"Tidak bisa. ! " Potong Bryan yang berjalan kearah mereka. Dan dengan cepat meraih tangan Alexandria "Minggirlah, Kami sedang terburu-buru" Ucapnya lagi sambil membawa pergi Alexandria melewati 2 mahasiswa itu. ..


2 mahasiswa yang masih berdiri dengan menatap kepergian Gadis cantik itu juga mengenal siapa pria yang membawa gadis itu barusan. Marcello Bryan Alison, Mahasiswa yang cukup terkenal di IUA. Seorang Duta kampus dari fakultas Hukum. Salah satu dari anggota 5 pria tampan, Dari keluarga konglomerat yang dikenal dengan sebutan Five cruiser. Jadi baiknya, jangan berurusan atau mencari masalah dengan mereka jika tidak ingin hidupmu sulit.


"Apa yang kau lakukan Bryan?!" Tanya Alexandria setelah keduanya masuk ke sebuah lift


"Aku hanya melakukan yang seharusnya kulakukan"


"Aku tidak bisa bersikap seperti itu kepada penggemar Bryan ,


" Kau sekarang sedang dikampus. Artinya kau seorang mahasiswi bukan seorang artis ataupun model terkenal yang harus selalu tersenyum dan bersikap baik kepada penggemarmu "


"Hegh...Kenapa kau sekarang menjadi banyak bicara seperti ini? Dulu kau seolah hanya bisa bicara dengan sorot matamu yang tajam dan dingin itu "


"Kau tak menyukainya?"


"Hemh? Soal apa?"


Tanya ini menggantung lagi, tak ada jawaban dari Bryan. Hanya lirikan sekilas yang ia berikan. Entah apa artinya, Alexandria bukanlah paranormal atau ahli pembaca gestur. Jadi bagaimana bisa mengerti dengan jawaban semacam itu. .


Lift terbuka, dan Bryan melangkah keluar dengan masih mengenggam pergelangan tangan Alexandria. Seolah Tak perduli berapa banyak mata yang menatap kearah mereka,


"Bryan bisa kau lepaskan tanganku?! Lihatlah semua orang melihat kita..." Ucap lirih Alexandria sambil berusaha melempar senyum ramah kepada semua orang yang menatap kearahnya


"Bukankah sudah kukatakan. Jangan melihat mereka, Lihat aku saja."


Dengan tetap pada genggamannya, Bryan terus melangkah kearah kelas Fashion business faculty. . .Dan begitu sampai tepat di pintu kelas itu, barulah ia melepaskan genggamannya.


"Jam berapa kelasmu selesai?" Tanya Bryan sambil melihat arlojinya

__ADS_1


"Jam 10, setelah itu ada kelas lagi jam 11 sampai 12:30 " Jawab Alexandria tidak bersemangat


"Kenapa?"


"Aku hari ini harus pergi syuting Bryan"


"Fokuslah pada kuliahmu hari ini." Ucapnya dengan nyelonong masuk ke kelas fashion business itu...


"Kak Bryaaann" Beberapa mahasiswi Yang berada dikelas langsung mengerumuni duta kampus dari fakultas hukum itu. Alexandria menyusul memasuki kelas dengan langkah gontai dengan wajah tercengang...


"Kenapa dia masuk kekelas fakultas fashion business? Apa dia sengaja ingin tebar pesona dengan semua mahasiswi ini? Heghh...ya, dia ingin Memperlihatkan betapa terkenalnya dia diantara para mahasiswi IUA " Batin Alexandria , sambil duduk dikursinya , tepat disisi Bryan berdiri saat ini


"Kak Bryan apa kau lupa padaku? Kita bertemu di Devil Club semalam" Ucap seorang mahasiswi dengan senyum menggoda kepada Bryan . Bryan tidak memberi jawaban, hanya matanya menelisik kewajah mahasiswi itu dan sialnya ia menggelengkan kepalanya yang membuat senyum gadis itu langsung hilang dengan kesal.


"Kak Bryan Bolehkah aku berfoto denganmu? Aku akan mengupload nya ke sosial mediaku, pasti akan membuat heboh para mahasiswi " Ucap seorang mahasiswi yang lain, sambil bergelayut manja di lengan pemuda itu.


"Lepaskan, aku bukan aktor sampai harus berfoto denganmu "


"Kak bryan bahkan lebih tampan dari seorang aktor" Jawabnya sambil mengarahkan ponselnya kedepan wajah bryan.


"Singkirkan ponselmu ! " Ucap Bryan dengan Tatapan dingin kearah gadis yang bergelayut dilengannya itu. Membuat yang ditatap juga serasa mendapat aliran beku ditubuhnya dan segera ia menurunkan kembali ponselnya dan melepaskan lengan pria itu.


"Kak Bryan kenapa kakak masuk ke kelas kami?" Tanya yang lain lagi


Belum sempat mendapat jawaban, seorang dosen datang memasuki kelas itu. Dan para mahasiswi yang mengerumuni Bryan pun saling pergi dan duduk dikursinya masing-masing.


Dan apalagi ini, bukannya keluar dari kelas tersebut, Bryan justru duduk di kursi sebelah Alexandria.


Desain kelas seperti gedung bioskop itu tentu terasa lebih nyaman untuk para mahasiswi mengikuti pelajaran dari layar monitor, sekalipun mereka yang duduk di deretan kursi belakang.


"Bryan, kenapa kau tetap disini? Kau tidak pergi ke kelasmu?" Tanya Alexandria yang tidak habis fikir dengan pria yang dengan santainya duduk didalam kelas itu.


"Aku tidak ada kelas hari ini"


"Tapi bukan berarti kau harus berada dikelasku kan Bryan ?!"


"Mungkin kau akan membutuhkan bantuanku ." jawabnya,


" Sudah, perhatikan saja dosen yang sedang mengajar itu, jangan perdulikan keberadaanku disini" lanjutnya sambil menunjuk dosen didepan dengan matanya.


30 menit berlalu, setelah menjelaskan materinya, Dosen memberikan ringkas catatan materi yang ditampilkan melalui layar proyektor. . ..


"Bryan, jangan terus-terusan sibuk dengan handPhone mu. Lihat teman-temanku" Ucap Alexandria seraya menyahut ponsel yang dipegang Bryan.


Ya, sedari tadi Bryan hanya sibuk Fokus dengan ponselnya. .

__ADS_1


Bryan pun mengamati semua orang yang ada di kelas itu. Kelas yang mayoritas diisi kaum perempuan itu tampak tenang, mereka semua terlihat sibuk mencatat materi yang ditampilkan pada layar. memang Ada beberapa pria di fakultas fashion business, tapi hanya sekitar 10 orang saja, sisanya perempuan semua. Kalau kalian ingin mendapati para mahasiswi cantik dan pasti fashionable, maka datang saja ke kelas fakultas fashion business. Tak heran, fakultas ini selalu menjadi fakultas yang paling menarik perhatian dari para Mahasiswa. Jika ada pria yang mengambil jurusan fashion business, itu ada 2 kemungkinan yang paling mudah ditebak. Yang pertama karena ingin menikmati hidup seperti disurga yang mana sekelilingnya hanya ada para bidadari cantik, atau Yang kedua, mungkin mereka belok.alias tidak lurus. Faham kan? iya, itunya tidak bisa berdiri , hanya bisa tertidur manis dibalik celana.


"Kenapa memangnya? tidak ada yang aneh dari Mereka ..." Ucap polos Bryan


"Yaaa, tidak ada yang aneh memang. Mereka sedang fokus mencatat materi. Jadi daripada kau hanya sibuk bermain ponselmu, lebih baik bantu aku mencatat" Ucap Alexandria dengan tersenyum manis sambil menggeser notebook nya kehadapan Bryan.


"Aku tidak sedang bermain dengan ponselku, ada hal penting yang sedang kukerjakan dari ponsel itu" Jawab Bryan sambil meraih notebook dan pena dihadapannya, lalu mulai mencatatkan materi


"Bryan, Apa Kau kidal?? " Tanya Alexandria saat melihat Bryan menulis dengan tangan kirinya, tapi Bryan tidak menjawabnya. ia tetap fokus mengisi lembar putih itu dengan susunan kata dari pena hitam yang digoreskan disana. Meski sedikit kesal karena diabaikan, Rupanya Alexandria masih saja tidak bisa diam...


"Apa kau juga makan dengan tangan kiri?"


"Kanan" Jawaban singkat , padat, dan jelas.


"Bagaimana kau bisa menjadi pengacara, sedangkan kau sangat pelit untuk bicara. Apa Kau membela klient mu di pengadilan dengan bahasa isyarat? Memangnya Hakim bisa mengerti bahasa isyaratmu? Dan bagaimana caramu unt..."


"Hufhh... Kenapa kau ini tidak bisa diam? Kau ingin aku bicara apa?" Sahut tanya Bryan yang mulai kesal


"Hehe...kau mulai kesal padaku? Eghmm... Aku hanya penasaran dengan tanganmu yang kidal. Karena aku baru tahu sekarang "


"Bukannya selama ini kita sering sarapan bersama dirumahmu . Kau pastinya tau aku makan dengan tangan kananku" Jawab Bryan sambil kembali melanjutkan tugas mencatatnya.


"Aghhhh,,yaaa. Benar. Karena itu aku penasaran saat kau menulis kidal. Ehmm, selain menulis kau terbisa dominan menggunakan tangan kirimu untuk apa?"


"Untuk Menembak dan memukul orang, "


"Hhh...Apa kau sedang bercanda Bryan??"


"Apa kau pernah melihatku bercanda ?? ".


" Baiklah. Lanjutkan saja mencatatnya" Jawab Alexandria dengan senyum yang hambar. karena mulai malas bertanya lagi kepada Bryan,


"Ada pekerjaan penting lain juga yang bisa kuandalkan dari tangan kiriku " Ucap Bryan lagi, dengan tatapan lurus kedepan


Dan Alexandria menatap serius kearah Bryan, mengisyaratkan bahwa ia penasaran dengan hal itu, Bryan pun menoleh dan membalas tatapan dari manik cokelat terang itu


"aku akan menggunakan tangan kiriku untuk Foreplay" Ucapnya dengan seringai di sudut bibirnya


Sontak Alexandria langsung membulatkan matanya, memelototi Bryan. ia tidak menyangka pria dingin itu juga bisa berkata dan memiliki fikiran mesum seperti itu.


"Derttt...deerrtt..." Getar ponsel Bryan.


Stella, nama yang muncul di layar ponselnya.


Bryan meraih ponsel itu

__ADS_1


"Nanti kujemput setelah kelasmu selesai " Ucapnya kepada Alexandria lalu langsung bergegas pergi ke belakang, arah pintu keluar meninggalkan kelas Fashion business.


"S t e l l a, , , siapa gadis itu? Kenapa rasanya sering sekali Bryan berhubungan dengannya ? Apa dia kekasihnya Bryan??? " Lirih Alexandria sesaat setelah kepergian Bryan...


__ADS_2