Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.26 Dokter Dave


__ADS_3

Bryan kembali melajukan mobilnya, meninggalkan halaman IUA. Nampak ia tengah menghubungi seseorang lewat ponselnya, Tapi nampaknya tak mendapat jawaban. Bryan meletakkan ponselnya kedalam dashboard mobilnya. Lalu menambah tekanan pada pedal gasnya, hingga land cruiser itu melesat lebih cepat.


Bryan turun dari mobilnya begitu sampai pada parking area rumah sakit. iapun berjalan kearah rumah sakit itu dan masuk kedalam. Entah siapa yang sakit atau pria inikah yang sedang sakit hingga dia datang kerumah sakit .


.


.


-Changi General hospital -


Disebuah ruang operasi VIP 1 nampak 4 suster sudah bersiap untuk membantu tindak operasi. Seorang pasien dengan luka dalam , yaitu tusukan benda tajam telah berada diatas meja operasi dengan terpasang berbagai selang di tubuhnya.Benda tajam berukuran sekitar 1 meter itu pun masih menancap di perut bagian kanan atas. Pasien ini adalah seorang Putra dari salah satu pimpinan perusahaan Megaland Group. Seorang dokter anestesi pun sudah melakukan tugasnya preoperasi dengan sigap dan tepat dengan memonitor kondisi pasien lalu melakukan pembiusan pasien.


2 orang dokter Bedah sudah masuk kedalam ruang operasi, Dialah Seorang Dokter Senior yang hebat sekaligus merupakan kepala Dokter bedah di Changi General Hospital, dan seorang lagi adalah Dokter Dave. Kedua dokter bedah itu sudah siap Dengan jubah operasi lengkap dengan masker dan hand glovesnya..


"Saya dokter Frans akan memimpin operasi ini dengan dibantu oleh Dokter Dave". "Dokter Gwen, apa pasien sudah siap?" Ucap Dokter frans kearah Dokter anestesi yang berada didepan layar monitor pasien.


"Siap dok, Silahkan dimulai operasinya sekarang" Sahut Dokter anestesi itu dengan sigap.


"Baiklah,Ayo kita mulai Operasinya. "


Dan semuapun bergegas siap dengan tugasnya. 2 suster telah siap masing-masing berada disebelah dokter Frans dan Dokter Dave untuk membantu tindak bedah.


"Mess " ucap dr.Frans sambil mengadahkan tangannya, dan dengan sigap seorang suster yang berdiri disampingnya meletakan apa yang diminta dokter itu ketangan sang dokter


"Kasa" dr.Dave


- Pembedahan - - - - Terlihat Dokter Dave yang bertugas memegang pipa besi yang tertancap di perut pasien


"Bovie".....


"Retraktor Richardson. " ....


"Bovie..." ....


"kasa " dr.Frans


"Retracktor" . "Tarik sedikit Dokter Dave " dr.Frans


"Siap. Melewati lobus tengah kanannya" dr.Dave


"Baik, setelah melepaskan pipanya kita lakukan lobektomi tengah kanan" dr.Frans


"Siap Dok"


"Suster, Bovie " dr.Frans


Nampak kedua dokter bedah itu saling serius dengan pasien dihadapannya. Seorang suster pun sigap menyeka peluh yang ada diwajah kedua dokter itu.


"Dokter gwen, Bagaimana tanda Vitalnya?" dr.Frans


"Bagus. Kondisi Pasien masih stabil dok"


"Baik, sekarang kita singkirkan benda asing ini" Ucap dr.Frans menatap dr.Dave


"Baik Dok, saya akan menariknya"


"Tarik perlahan Dokter Dave....hati-hati.... Ya Bagus....,terus lakukan perlahan... ...perlahaaann.... Perlahan, "


Cratttt...... Darah segar muncrat dari perut pasien setelah benda asing itu tercabut darisana.

__ADS_1


"Maaf Dok"


"Tidak papa. Kau melakukannya dengan benar Dokter Dave"


"Ganti sarung tangan" Ucap Dokter Dave sambil berjalan cepat kemeja peralatan suster, dan seorang suster pun menggantikan sarung tangan Dokter itu dengan sigap.


Segera, Dokter Dave kembali kesisi meja operasi...


"Kasa" dr.Frans


"suction" dr.Dave


.


"Dokter Frans, ada panggilan dari ruang Operasi VIP 5. Mereka membutuhkan anda. Selama splenectomy Pankreasnya robek" Ucap seorang suster dimeja peralatan yang baru saja menerima panggilan darurat dari ponselnya.


"Oke, dr.Dave aku yakin kau bisa menyelesaikan prosedur lobektomi"


"Siap Dok. Tentu saya bisa melakukannya. Serahkan Operasinya kepada saya, akan saya selesaikan. Dan Anda silahkan pergi selamatkan nyawa pasien di Ruang operasi VIP 5 tersebut "


"Egm...Bagus" Dengan senyum yang terlihat dikedua sudut matanya dan rasa percaya kepada Dokter Dave.


Lalu dokter Frans melangkah meninggalkan meja operasi, Dan segera dokter Dave berpindah kesisi kanan pasien, menggantikan posisi dr.Frans..


"Suster, Bovie" dr.Dave


"irrigation"


"suction"


"hemostat"


"Kasa"


"Cut" . . "Bagaimana tekanan darahnya dokter Gwen?" Tanya dokter Dave sambil melakukan perban pada luka operasi


"Tanda Vitalnya semua stabil dok. Tekanan darah 120/80 mmHg."


"Egmm..Bagus."


.


.


"Operasi telah selesai. Dan semuanya, Terimakasih untuk Kerjasamanya." Ucap dokter Dave dengan menatap semua suster dan Dokter Gwen diruang Operasi itu. Semua pun menjawab dengan Anggukan dan lengkung senyum yang tergambar disudut mata para suster itu juga Dokter Gwen.


"Suster, Segera pindahkan pasien ke recovery room"


"Baik Dok."


Dokter Dave dan Dokter Gwen pun melangkah keluar dari ruang operasi.


.


.


"Dokter Dave, Anda pasti tau betul jika Bukan dokter sembarangan yang akan dipercaya dokter Frans untuk melakukan tindak operasinya" Ucap Dokter Gwen sambil melepas jubah dan maskernya


"Heghh... Mungkin karena saya cucu dari pemilik rumah sakit" sahut dokter Dave dengan tawa canda sambil membuang jubah & masker operasinya kedalam tong sampah disamping luar pintu kamar operasi.

__ADS_1


"Anda fikir Dokter Frans dokter yang seperti itu? "


"Hehe... Saya hanya bercanda. Dokter Frans adalah Dokter yang sangat kompeten, itulah sebabnya beliau menjadi Dokter kepala Bedah di rumah sakit ini, dan ia juga Bukan seorang dokter yang tertarik dengan koneksi Bisnis " Sahut Dokter Dave Sambil melangkahkan kakinya


"Eghm..Benar. itulah kenapa Dokter Frans sangat disegani sebagai Dokter. Selalu jadi Dokter andalan untuk pasien-pasien VIP dan Operasi besar.... Kudengar Beliau memiliki seorang putra yang juga seorang Dokter " Ucap Dokter Gwen sambil mengikuti langkah pergi Dokter Dave.


"Wahh..Benarkah?"


"Egm... Pasti putranya juga seorang Dokter yang Terampil sama seperti ayahnya. Dan pastinya juga sangat Tampan...hehehe"


"Jadi siapa yang akan anda pilih dokter Gwen, Ayahnya atau anaknya??"


"Hhh...mulut anda selalu terdengar manis tapi sering kali menyiratkan bisa beracun "


"Lhoh, saya kan hanya bertanya hal yang logis dokter Gwen?" Dengan tertawa kecil


"Baiklah. Daripada Dokter Frans ataupun anaknya, Saya lebih baik memilih anda Dokter Dave"


"Mana bisa, Saya kan tidak masuk dalam daftar pilihan "


"Tapi saya akan tetap memilih anda"


"Kalaupun memilih saya palingan juga hanya karena perjodohan " Ucap Dokter Dave dengan gurauan


"Lalu bagaimana?"


"Apanya?"


"Tentu saja perjodohan "


"Saya Tidak tertarik"


"kepadaku?"


"hehe...Bukan"


"Lalu? "


"Dokter Dave, maaf. tadi ada seseorang yang mencari anda . Dan Sekarang masih menunggu anda di lobby" Kata seorang suster yang menghampiri Dokter dave hingga menghentikan pembicaraan kedua dokter itu.


"Seseorang? Pasien atau keluarga pasien? "


"Sepertinya bukan keduanya Dok"


"Mm..Baiklah suster. Terimakasih, saya akan kebawah menemuinya"


"Baik, dok. Kalau begitu saya Permisi" Ucap suster itu sambil membungkuk kearah dokter Dave juga Dokter Gwen. Dan dibalas anggukan kecil dari kedua dokter itu lalu suster itupun berlalu dari keduanya...


"Dokter Gwen saya permisi dulu" Ucap Dokter Dave Sambil melangkah pergi


"Tunggu dokter Dave,,,Soal pembicaraan kita tadi,


" Aaaaa,,, soal tadi bisa kita lanjutkan lain kali saja dokter Gwen? Sebagai Gurauan Saat kita sedang sama-sama bersantai..." Ucap Dokter Dave sambil menoleh kebelakang menatap dokter Gwen dengan melempar sebuah senyuman, lalu ia kembali melangkah pergi meninggalkan dokter Gwen yang masih terpaku disana.


.


.


"Gurauan??! Heghh... Kau saja yang bergurau Dokter Dave. karena Aku tidak pernah bergurau soal perasaanku padamu" Ucap lirih dr.Gwen seorang diri

__ADS_1


.


__ADS_2