Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.56 Sudahkah Berakhir?


__ADS_3

Ditempat lain, Adalah seorang anak Perdana Menteri tertinggi di singapura, ya siapa lagi jika bukan Albert Richard long. Hal yang harus ia jaga adalah nama baik Ayahnya agar tak rusak reputasinya. Sikapnya diluaran sana akan selalu menjadi picingan mata banyak masyarakat jika sampai ia melakukan hal yang tidak pantas sebagai seorang putra Tunggal dari seorang yang memiliki kursi penting di kursi pemerintahan negara. Ya, hingga saat ini dia selalu berhasil menjaga sikapnya didepan orang-orang penting dan orang-orang berpengaruh di luar sana. ia berhasil dengan sikap manisnya dilingkungan masyarakat. Hingga saat ini tak seorangpun yang akan mencelanya, Namun bagaimana jika kenyataannya ia sering diteriaki Breng-sek dari banyak mulut wanita? Hidupnya mungkin penuh kutukan dari para wanita yang pernah berbagi kisah , kesenangan, dan kehangatan dengannya.


Hanya ruang-ruang yang sunyi, malam-malam yang panas, dan ranjang-ranjang yang berdecit yang menjadi saksi dosa penuh gairah yang ia lakukan ...


.


Disebuah kamar Apartment, nampak seisi ranjang berantakan , entah apa yang telah bergelut diatas ranjang itu semalam. kini yang terlihat Ada seorang wanita dengan masih memakai pajamas terbaring dengan memiringkan badannya diatas ranjang berukuran king size itu sembari menatap punggung telanjang lelaki yang baru beberapa saat keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut basahnya dan sebuah handuk yang dililitkan dipinggangnya


.


" Sayang, kita kapan bertemu lagi?" Tanya seorang wanita yang memeluk laki-laki itu dari belakang


"Tergantung statusmu " Jawab lelaki itu sembari mengancingkan kemejanya


"Kenapa?"


"Karena Aku tidak pernah dan tidak ingin berhubungan dengan wanita yang sudah memiliki hubungan dengan pria lain"


"AL..." Sambil memutar badan pria itu hingga kini keduanya saling berhadapan.


"Bukankah kita saling berbagi kesenangan? Kenapa kau buat aturan seperti itu ? Kau mungkin milik kekasihmu, dan aku milik Kekasihku. Tapi Kita masih bisa selalu bertemu sayang" Ucap wanita itu dengan memberi kecupan pada bibir pria itu

__ADS_1


"Kau salah. Jika aku memiliki kekasih, aku tidak akan menghabiskan semalaman dan seharian waktuku bersamamu ditempat ini my Hot doctor" Sambil mengelap lembut bibir wanita yang baru menciumnya itu dengan jemarinya


"Aku menginginkan mu , aku tidak mau kehilangan kamu Al"


"Kau akan membagi waktumu, hatimu cintamu, juga tubuhmu untukku dan kekasihmu?" Ucap Albert sambil menatap wanita yang kini juga sedang menatapnya dengan dalam


"Kenapa kau peduli dengan semua itu? Kau pernah bilang, kita hanya akan bersenang-senang, dan menghabiskan malam dengan berbagi kehangatan "


"Jika seperti itu seharusnya kau tidak lagi menahanku. Akan kukatakan, Aku sudah tidak ingin bersenang-senang denganmu. Karena ketika kau sudah memiliki pria lain, malam yang kita habiskan tidak akan lagi menyenangkan sayang " Ucap lelaki itu dengan menarik lengkung satu sudut bibirnya


"Tapi aku tidak mendapatkan apa yang bisa kau berikan kepadaku dari pria itu. Jangankan menyentuhku, bahkan mungkin dia samasekali tidak mencintaiku"


"Lalu kenapa kau ingin bersamanya? "


"Biar kuberitahu satu hal padamu, pria itu pasti sangat hebat hingga membuatmu jatuh cinta kepadanya, meski kau sudah banyak menghabiskan malam bersamaku. Dia juga pasti pria Baik-baik, bukan pria brengsek seperti ku. Dan mungkin karena hal itulah, dia tidak ingin merenggut kesucianmu sebelum waktunya. Meski kenyataannya kau sudah tidak lagi suci."


"Bukankah ucapanmu itu terlalu sarkas??" Ucap geram gadis itu yang tertahan di raut wajahnya


"Heghh... Aku hanya mengatakan kebenaran yang ada. Dan maksud yang ingin kusampaikan adalah kau pantas mengejar pria sebaik itu, karena pasti banyak wanita yang juga mengejarnya" Ucap Albert sambil meraih ponselnya diatas nakas


"Kau akan pergi sekarang?"

__ADS_1


"Egm " Jawab Albert Sambil melangkah keluar dari kamar itu


"Kau benar-benar tidak akan menemuiku lagi?? " Tanya wanita itu sembari mengejar Albert


"Emmm, Bagaimana kalau aku menemuimu sebagai pasien saja Dokter ? Jika aku terluka, aku akan datang kerumah sakit dan mencarimu" Sahut Albert Dengan melemparkan senyum kearah wanita itu


"Al, aku tidak sedang bercanda "


"Kenapa? Bukankah selama ini kita juga hanya bercanda? Kau sendiri yang bilang kita hanya bersenang-senang " Sahut Albert dengan santainya sambil masih tersenyum, ia pun meraih jaketnya yang tersampir di lengan sofa Apartement itu . Sedangkan seorang wanita masih terpaku menatap lelaki yang akan keluar dari apartement nya itu, ia hampir tidak bisa berucap lagi karena rasa campur aduk di kepala dan perasaannya. Ya dia ingin tetap bersama laki-laki ini, tapi dia mencintai pria yang lain. Dia mungkin akan mendapatkan pria yang dicintainya, Namun tetap saja, ia tidak ingin hubungannya dengan lelaki ini berakhir.


"Apa yang bisa membuatmu agar tetap bersamaku? Adakah yang bisa kulakukan agar hubungan kita tidak berakhir?" Ucap wanita itu dengan suara yang sudah melemah, ia sudah tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menahan Albert ,


Albert menghentikan langkahnya, sesaat terdiam. Sebelum akhirnya ia membalikkan punggungnya dan menghampi wanita itu


"Jika kukatakan aku akan tetap bersamamu, apa kau akan bersedia melepaskan pria itu?" Tanya Albert sambil meraih dagu wanita itu dengan lembut, sedangkan wanita itu terdiam dengan menyiratkan banyak kebimbangan diraut wajahnya, ia tak mampu berucap apapun, ia sendiri tidak bisa untuk memutuskan satu pilihan diantara 2 sosok lelaki yang berlarian di kepalanya . Albert semakin mendekati wajah wanita itu hingga menyisakan jarak beberapa senti saja diantara bibir basah keduanya, kini suasananya sudah terbangun dengan romantis , wanita itu terlihat menunggu tautan bibir mereka, Albert yang memang seolah akan mencium dengan mesra itu , justru tiba-tiba menarik kembali tangan dan wajahnya dari wanita itu dengan kekehan kecil sambil menatap wajah wanita itu. Karena merasa dipermainkan, wanita itu melayangkan tangannya kewajah tampan Albert....


'Plak...


Albert sesaat memejamkan matanya, lalu kembali menatap wanita dihadapannya itu dengan tersenyum samar...


"Aku tidak akan marah karena tamparanmu ini. Karena aku memiliki tamparan yang lebih keras untukmu " Ucap Albert dengan senyum seringai dibibirnya.

__ADS_1


"Kau tau Kenapa hati dan fikiranmu terusik olehku? itu karena Kau tidak benar-benar mencintai laki-laki itu. jika kau benar mencintainya, kau tidak akan pernah terusik dengan laki-laki lain. Dan sekali lagi, Jika kau benar mencintainya, mana mungkin kau bisa sampai berbagi nafas, dan desahan diatas ranjang, lalu tertidur di pelukan laki-laki lain ?! Heghh... " Ucap Albert lalu melangkah pergi, meninggalkan wanita itu. Tak lagi menoleh ataupun membalikkan punggungnya, bahkan sampai ketika pintu apartement itu sudah kembali tertutup, ia benar-benar pergi. tidak lagi kembali. Sedangkan wanita itu masih terpaku Berdiri ditempatnya, Bulir bening mengoyak pertahanannya dan mengalir dari kedua netranya. . . Ucapan pria itu benar-benar menamparnya dengan keras.. .


__ADS_2