
Hanya kesunyian yang ada didalam mobil itu, beberapa kali mata keduanya bertemu dalam pandangan, namun tak ada kata yang keluar dari keduanya.
Jarak yang dekat akan terasa jauh, dan yang jauh akan semakin berlipat jauh dalam kebisuan.
Alexandria hanya berfikir Pria yang sedang fokus dengan stir kemudinya itu mungkin moodnya sedang tidak baik. Entah apa yang terjadi, seperti ada waktu dimana bongkahan Es yang beberapa waktu telah mencair itu kembali membeku, menjadi orang asing.
Hari ini terlihat sangat cerah, sinar matahari mulai menyilaukan melambai lewat kaca mobil itu...
Alexandria terlihat tersenyum sambil memejamkan matanya sesaat, menikmati hangatnya mentari pagi. Lalu ia memalingkan wajahnya kesamping luar, matanya dimanjakan oleh kelopak bunga yang berjatuhan ditepi jalan yang memberi warna indah disepanjang jalanan kota pagi itu....
Land cruiser silver itu tiba-tiba menepi dan berhenti , padahal belum sampai di IUA
"Bryan kenapa berhenti?" Sambil memalingkan wajahnya kearah pria itu
"Tunggulah disini sebentar. Saya akan segera kembali" Sambil melepas seatbelt lalu melangkah turun dari mobilnya.
Terlihat pria itu memasuki sebuah shopping centre yang buka 24jam. Entah apa yang dilakukannya disana. Sekitar 10 menit Bryan keluar dari gedung shopping centre itu. Terlihat tangannya menenteng 2 paper bag.
Bryan masuk kedalam mobilnya, meletakkan 1 paper bag yang dibawanya ke jok belakang, dan 1 paper bag yang berukuran lebih kecil diberikannya kepada Alexandria.
Alexandria pun meraih paper bag yang disodorkan kepadanya, dengan tatapan bingung kearah Bryan. Tapi lelaki itu tak mengatakan apapun untuk menjawab kebingungan gadis yang duduk dijok sebelahnya itu. Tangannya kembali memasang seatbelt nya, lalu menyalakan mesin mobilnya. Dan mobil itupun kembali melaju menyusuri jalanan kota yang semakin ramai dengan kendaraan pribadi Juga keandaraan niaga itu. Hanya saja akan jarang kalian jumpai pengguna motor dijalan raya kota itu, kalaupun ada hanya beberapa saja Biasanya adalah kendaraan jasa antar .
Alexandria membuka paper bag itu, didalamnya ada sebuah minuman hangat pada paper cup dan juga ada 1 paper box yang berisi kaya Toast...
"Makananlah, tadi kamu belum sarapan kan?" Ucap Bryan dengan tetap fokus pada kemudinya
"Egmm..Xie xie " Sambil mengambil kaya Toast dan menyuapkan kemulutnya.
Baru habis setengah kaya Toast, Land cruiser itu sudah tepat berhenti di halaman IUA...
"Ehmm,,, kenapa berhenti disini? Tidak parkir di basement?" Tanya Alexandria sambil menaruh kembali setengah kaya Toastnya ke paper box.
"Jam berapa kelasmu selesai? Nanti akan Ku jemput disini. Hari ini Aku tidak ada kelas " Sambil memutar pelan music dalam mobilnya
"Oeehh,,, aku kira kamu ada kelas pagi karena pagi pagi sekali kamu sudah menjemputku " Menatap Bryan kesal
"Bukankah kamu bilang hari ini kelas pagi. kamu ada ujian kan?" menatap baju yang dikenakan Alexandria
" iya, tapi ini terlalu pagi.bahkan masih 30 menit lagi kelasku Bryan " Sambil menatap jam di tangannya
__ADS_1
"Bagus. Jadi tidak terlambat dan juga tidak perlu jalan tergesa-gesa. Bukankah kakimu masih sakit?" Ucap Bryan sambil menyandarkan tubuhnya ke sandara jok kemudinya. "Habiskan dulu sarapanmu, dan juga minum susu coklatnya itu"
"Aku sudah kenyang. Buka kunci pintunya, aku mau turun sekarang"
Mendengar jawaban Alexandria, Bryan langsung membuka matanya dan menegakkan tubuhnya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Alexandria
"Aaauu....Bryaan. Apa yang kau lakukan" Sambil tangannya menahan dada bidang Bryan.
Bukan menjawab Alexandria, atau menarik tubuhnya, Bryan justru tiba-tiba "Aaaakk... setidaknya habiskan 1 potong ini. Hari ini kau Ada ujian kan?" Sambil menyuapkan kaya Toast ke mulut Alexandria.
"Bryaaan,,, kembali ke posisimu. Aku bisa sendiri " Sambil memalingkan wajahnya dan menutup rapat bibir nya
"Bagaimana kau bisa melakukannya sendiri, bahkan kedua tanganmu sedang menahan dadaku"
Mendengar ucapan Bryan, Alexandria langsung menarik kembali kedua tangannya Dari dada bidang pria itu dengan cepat, dan karena gerakannya mendadak tentu saja itu membuat keadaan justru semakin tidak terduga... Tubuh Bryan terjatuh kearah Alexandria, Untung saja dengan cepat satu tangan pria itu langsung bertumpu pada puncak jok gadis itu hingga dapat menahan tubuhnya tidak sampai menimpa badan Alexandria.
Kini posisi Alexandria terkungkung dihadapan pria itu. Sudah tidak ada ruang untuknya menggeliat ataupun mundur. Bahkan punggungnya sudah benar-benar menempel pada pintu mobil itu.
"Bryaaann... Tolong kembali ke tempatmu" Ucap Alexandria dengan terengah sambil meletakkan kedua tangannya didepan tubuhnya agar menjadi jarak untuknya dengan tubuh Bryan
Bukannya kembali ke tempatnya, Bryan justru menanyakan hal yang lain kepada gadis itu
"Siapa teman lelakimu yang mengantarmu pulang dini Hari kemarin ?"
"Aaaa...aku ingat sekarang. Dia Teman saat kami sama sama bersekolah di new York dulu."
"Sedekat apa kalian?"
"Bisa dibilang kami memang sangat dekat saat sama-sama bersekolah di new york dulu. Dia selalu melindungiku saat banyak anak lelaki yang menggangguku."
"Sampai sekarang kalian masih dekat?"
"Entahlah, kami sudah lama tidak bertemu.bahkan Kemarin adalah pertemuan pertama kami di singapura"
"Pertemuan pertama, tapi kamu sudah mengizinkannya menggendong sampai ke kamarmu."
"Hhhh...bukan hanya menggendongku, bahkan aku merepotkannya dengan harus membawaku kerumah sakit karena Lukaku terbuka lagi hingga berdarah "
Seketika Bryan menarik tubuhnya hingga tak mengukung gadis itu lagi. Matanya menelisik ketempat dimana luka itu ada, ia lupa pada pembahasan dengan Alexandria
__ADS_1
"Apa sekarang masih sakit???" Tanya Bryan perlahan dengan Mengeryitkan matanya menatap Alexandria
"Mmm..sedikit. Tolong buka kunci pintunya, aku harus ke kelas sekarang. "
Bryan pun membuka kunci pintu mobilnya,
"Tunggu. Biar kubukakan pintunya. " Sambil meraih paper bag dijok belakang lalu membawanya Turun dari mobil.
Dengan cepat Bryan membuka pintu untuk Alexandria, dan kembali menutup pintu mobilnya begitu gadis itu telah turun.
Saat Alexandria hendak melangkahkan kaki , Bryan memegang lengan gadis itu dan langsung berjongkok dihadapannya.
"Bryan...apa lagi yang kamu lakukan???" Ucap gadis itu dengan terkejut dan matanya melirik semua arah, takut ada yang melihat kearah mereka.
Tanpa menjawab Alexandria, Bryan membuka paper bagnya dan mengeluarkan sebuah box darisana.
Dibukanya box itu, dan nampak sebuah sneakers wanita warna putih .
"Lepaskan sepatu heels mu" Ucap Bryan Sambil Membuka tali pengait heels itu dari kaki Alexandria.
Gadis itupun menurut, sampai sepasang heels hitam yang ada di kakinya digantikan dengan sneakers putih itu.
Bryan pun bangkit berdiri dengan memasukan heelsπ Alexandria kedalam paper bag .
"Nah ini lebih baik. " Sambil menatap sneakers dikaki Alexandria
"Bagaimana kamu tau ukuran sepatuku? Sneakers ini sangat pas di kakiku"
"Tidak usah dipertanyakan bagaimana aku tau. yang perlu dipertanyakan adalah Bagaimana kamu bisa memakai heels saat kakimu masih sakit. Bukankah sudah kubilang untuk jangan memakai sepatu hak tinggi sampai kakimu benar-benar sembuh"
"hishh... Lihatlah siapa yang sedang bicara ini. Bagaimana kamu bisa tiba-tiba bersikap hangat dan peduli tapi tiba-tiba juga bisa bersikap dingin seperti es Tuan Pengacara" Ucap Alexandria sambil mendongakan wajahnya menatap Bryan
"Heghmm... Kau mau pergi ke kelas sendiri atau aku harus menggendongmu kesana? "
"Aaaaagh... Tidak perlu. " Dengan cepat Alexandria meninggalkan lelaki itu . Sneakers nya rupanya sangat membantu, hingga ia bisa berjalan lebih mudah sekarang.
Bryan menatap punggung gadis itu sambil melengkungkan bibirnya. Dan barulah ia pergi ketika punggung gadis itu telah hilang dibalik pintu kaca gedung kampus IUA.
*Hallo Readers β€β€β€
__ADS_1
Bagaimana ceritanya menurut kalian???
jangan lupa vote like dan tinggalkan komentar kalian yaa, biar Author makin semangat Lanjutin nulis Episode nya...ππππβ€