Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.12 *Cinta dihati Albert


__ADS_3

Perpustakaan Fakultas Hukum


Seorang pria Terlihat sibuk dengan laptop diatas meja dan 2 buku tebal Tertumpuk disana bersama beberapa lembar kertas yang berserakan diatas meja ,


"Haha, ada apa ini ? Kau sedang membuat meja pengadilan atau kapal pecah? " Ucap Albert yang melihat Bryan tengah fokus menatap layar laptopnya dengan keadaan meja yang berantakan, karena itu bukan suatu hal yang biasa terjadi pada pria yang menyukai kedisiplinan dan perfectionist itu


"Kenapa kemari? Apa ada berita yang bagus?"


"Tepat. Besok malam lelaki yang kau cari akan sampai di Singapura. "


"Ehmm... Good job "


"Kudengar ada kejadian menarik di pub semalam. Apa kau berubah menjadi setan disana?"


Tidak ada jawaban dari Bryan, hanya senyum seringai yang diperlihatkan atas pertanyaan Albert


"Bagaimana rakyat bisa percaya hukum, jika sang penegak hukum yang justru Senang sekali bermain-main hukum.?" Ucap Albert dengan gaya santainya


"Kau tau , kenapa siapa saja bisa menjadi polisi? jawabannya Karena Hukum yang Mudah terbeli. Dan hal itulah yang sangat kuBenci " Jawab Bryan dengan sorot mata yang tajam


"Setiap hukum yang dipakai menindas, pengacara hadir mewakili yang tertindas. Dan ini 1 hal yang kau suka "


" Wahh, kurasa aku pengacara yang terlalu Baik. Dan ini tidak bisa membuatku kaya."


"Haha... Jika ingin menjadi kaya, jadilah yang bisa terbeli" Ucap Albert dengan nada ejekan,


"Sialan... ! . Heh, dimana Dave dan kevin? Apa mereka tidak kuliah hari ini? "


"Kukira justru kau yang tau. Aku belum melihat batang hidung mereka. Tapi mobil mereka ada di basement. Aku harus pergi sekarang, ada kelas siang " Ucap Albert sambil beranjak dari kursi duduknya


"jangan berlama-lama di tempat ini, otakmu Hanya akan penuh dengan Pasal-pasal pidana. Aroma buku-buku hukum ini sangat tidak bersahabat" Timpa Albert lagi.


"Cihh,, memangnya aroma seperti apa yang bersahabat? " Jawab Bryan dengan senyum kecil dibibirnya.


"Aroma seorang gadis sangatlah bersahabat bahkan menenangkan, haha..... Oh, aku lupa ingin menanyakan ini dari kemarin. Apa hubunganmu dengan supermodel itu? "


"Apa urusanmu untuk hal itu?" jawab Bryan dengan langsung menatap pria yang berdiri diambang pintu itu


"Hanya ingin memastikan saja, jika kau tidak ada hubungan special dengannya, aku ingin mengambil start untuk mendekatinya"


"Jangan macam-macam dengannya"

__ADS_1


"Jangan berfikir buruk, gadis sepertinya sangat pantas untuk di dapatkan. Bukan untuk sekedar main-main. Selain karena sangat cantik, dan memang berkelas, dia adalah gadis yang sangat Manis & punya daya tarik yang kuat. Kurasa hatiku terpikat dengannya"


"Tutuplah mulutmu itu, dan segeralah pergi"


"Huhh.... Oke oke. Gua cabut "


Dan dalam sekejab Pria itupun hilang dibalik pintu perpustakaan. Hanya tinggal seorang pria yang terlihat masih saja sibuk dengan laptop dan lembaran-lembaran kertas dimejanya. Dan entah kenapa wajahnya terlihat sangat kesal, bahkan tidak bisa kembali fokus pada laptopnya. Beberapa kali ia terlihat menoleh jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.


.


.


.


.


.


Sesaat pria yang baru keluar dari perpustakaan Fakultas Hukum itu, kakinya terlihat melangkah dengan tergesa menuju Sebuah lift.... namun tiba-tiba sebuah suara mengusiknya ,


"Albert...."


Terdengar ada suara yang memanggilnya, Pria yang hendak masuk ke dalam lift itupun membalikkan badannya, mencari arah suara yang memanggil namanya


"Kamu sendiri ? "


"Hhh sudah jadi kebiasaanmu membalikkan pertanyaan. Aku habis menemui Bryan. Skrg jawab pertanyaan ku, kenapa kamu bisa disini?


"Apalagi memangnya jika bukan karena aku ingin menemuimu. Aku merindukanmu sayang " Ucap gadis itu sembari menarikan jemarinya diwajah Tampan Albert


"Hentikan..." Ucap Albert dengan memegang tangan gadis itu ,


Gadis itu lalu menarik kembali tangannya, dan terlihat ia menekan sebuah tombol lift disampingnya, ketika pintu lift terbuka ia langsung masuk kedalam lift itu sambil menarik tangan Albert, hingga membuat keduanya berada dalam 1 ruang yang sama,


Saat pintu besi itu kembali tertutup, tangan gadis itu langsung meraih wajah tampan pria yang kini berada Tepat dihadapannya, ia mendekatkan badannya kepada pria itu hingga menjadikan keduanya tak berjarak lagi,


Dalam sekejab gadis itu menarik kepala pria dihadapannya itu, dan dengan menjinjitkan kakinya ia langsung mendaratkan bibirnya ke bibir pria itu, ia ******* bibir pria itu semakin memburu semakin menuntut lebih, tangannya menyusuri dada pria itu dan...


"Audreyyyy,,,,apa yang kau lakukan! Jangan melewati batasanmu" Ucap pria itu sambil mendorong tubuh gadis itu


"Batasan? Batasan yang seperti apa Al? Apa kamu sudah memiliki wanita lain? Apa kamu sekarang menolakku? " Jawaban gadis itu dengan penuh kemarahan disorot matanya.

__ADS_1


Pintu besipun kembali terbuka, pria itu langsung melangkah keluar dari dalam lift itu, dan dengan cepat gadis itupun berlari mengejarnya....


"Albert... Kenapa kamu tidak menjawabku? Apa semua yang ku katakan benar?" Ucap gadis itu dengan penuh emosional, banyak mata dari Fakultas ilmu sosial dan politik yang menatap kearah mereka, melihat hal itu Albert langsung menarik tangan gadis itu dan membawanya pergi menjauh dari manusia-manusia yang ada disana.


.


.


"Apa kau begitu tidak tau malu sampai berteriak kepada seorang lelaki di tempat umum, hah??" Ucap Albert dengan tatapan tajam kearah gadis itu ketika keduanya berada diujung Lorong gedung yang sepi.


"Haha...malu?? Kamu fikir aku masih harus punya malu setelah perlakuanmu kepadaku? Aku cantik, aku sexy, aku bisa menyenangkan mu, aku bisa memuaskanmu, dan aku....."


"Bisa memuaskan yang lain juga?" Potong Albert dengan penuh penekanan pada kalimatnya, membuat paras Audrey seketika pucat pasi


"Kamu fikir aku tidak tau yang kamu lakukan di belakangku? Malam ini kamu tidur denganku, besok malam kamu tidur dengan lelaki lain, dan Lusa kamu akan menghabiskan malam bersama Lelaki yang lain lagi " Ucap pria itu lagi dengan senyum getir diwajahnya,


"Semua karena salahmu. Aku mencintaimu, tapi kamu tidak pernah punya waktu untukku" Ucap gadis itu dengan suara yang emosional, dan bulir air mata jatuh membasahi pipinya


"Bukan aku yang tidak pernah punya waktu untukmu Audrey, tapi kamu yang tidak pernah cukup dengan waktuku . Dan atas alasanmu itu, bukan berarti juga kamu bisa sampai tidur dengan lelaki lain kan ? ! . . . .kenapa diam? Apa kamu sudah tidak punya jawaban lagi? hah !? Jika memang sudah tidak ada yang ingin kamu katakan lagi, aku harus pergi. kau sudah membuatku terlambat " Ucap Albert hendak melangkahkan kakinya pergi, namun baru satu langkah kakinya beranjak gadis itu kembali menahannya dengan memegang tangannya


"Albert, aku tahu kamu masih mencintaiku. Maafkan aku, kita bisa mulai dari awal lagi. Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan seperti itu lagi " Ucap Audrey dengan menatap memohon kepada pria dihadapannya itu


Tetapi Albert justru menarik tangannya dengan kasar dari genggaman tangan Audrey


"Jikapun aku memaafkanmu, bukan berarti kita bisa kembali seperti sebelumnya Audrey. Dengarkan aku baik-baik, Bahkan sampai kapanpun aku tidak akan sudi mengambil,memungut, menggunakan, atau menerima apapun dari bekas Orang lain " Ucap Albert dengan tatapan tajam kearah gadis itu, lalu melangkah pergi meninggalkannya.


Audrey masih terpaku dengan isak tangis di lorong gedung itu, penuh kesal,penuh kekecewaan, dan penuh Penyesalan. Seandainya dia tidak menghianati pria itu, pasti saat ini cinta dihati Albert masih untuknya, Tapi sekarang Cinta itu telah hilang atau bahkan mungkin sudah mati, hanya seperti tersisa kebencian dan rasa jijik dari pria itu untuknya.


.


.


.


.


.


Albert Richard Long


__ADS_1


Gimana Readers??? tidak akan lolos kan dari pesona Seorang Albert ini???? 😄😄


*Albert adalah pria Tampan yang terlihat lebih playboy diantara para Five Cruiser.


__ADS_2