
11.30
Disebuah kantin Lantai 10 , terlihat ramai dengan para mahasiswa & mahasiswi yg tengah duduk menikmati makanan dan minuman pada meja-meja yg tersusun rapi disana.
Puluhan Pelayan kantin yang berseragam rapi dan buku list menu yang terletak disetiap meja dengan harga yang bisa dibilang cukup Mahal.
Lebih tepatnya itu Tidak seharusnya disebut kantin , tapi akan lebih tepat disebut Resto berbintang.
Alexandria tengah duduk santai menikmati pemandangan luar dibalik dinding kaca dilantai 10 itu ditemani 1 gelas minuman berwarna light blue dengan creamer diatasnya dan sepotong cake cokelat dengan taburan dark compound chocolate dan 1buah strawberry segar diatasnya, bersanding dengan sendok kecil di sebuah piring keramik berbentuk persegi
.
.
"Wahh Kantin ini terlihat sangat ramai , tapi lihat disini ada 1 gadis cantik yang hanya duduk seorang diri" Kata seorang lelaki kepada teman disebelahnya sambil memandang dan melempar senyum kearah gadis cantik didepan mereka.
"Bolehkah kami duduk disini?" Kata yang seorang lagi sambil memegang kursi kosong dihadapan wanita itu.
"Ya, silahkan" Jawab alexandria kepada kedua pria yang Tengah berdiri dihadapannya. Tak lupa ia melempar senyuman manisnya, membuat yang ditatap tanpa sadar langsung menelan salivanya sendiri.
" Albert, dari fakultas ilmu sosial dan Politik "
" Dave, dari fakultas kedokteran"
Keduanya saling mengulurkan tangan kearah wanita cantik dihadapan mereka, dan tangan itu langsung disambut hangat
"Alexandria" Senyum manis itu kembali terbit diujung kata yang terucap.
Langkah detik jam berganti menit mencairkan suasana,
menghembuskan atmosfer hangat disekitar meja yg terletak tepat disebelah dinding kaca itu.
Terlihat rintik hujan siang itu membasahi bumi ,semakin lama titik air itu semakin mengalir deras dibalik dinding kaca itu. Namun suasana di meja sebelah dinding itu sama sekali tidak terlihat dingin, tetapi justru Semuanya terlihat sangat mengalir hangat disana.
Tanpa mereka tau bahwa ada banyak mata ditempat itu yang beberapa kali memandang dan mengawasi mereka.
"Oh iya, hampir lupa mau nanya. Gimana tadi pagi kamu bisa digandeng Bryan sampai ke kelasmu? Apa kalian punya hubungan special? " Tanya Albert dengan gaya santainya kepada alexandria ,tapi sedikit membuat kaget gadis yg mendapatkan pertanyaan itu.
"Bryan? Kalian juga mengenalnya? Tadi pagi juga banyak mahasiswi yang terlihat sangat mengenalnya"
Sontak pertanyaan alexandria langsung membuat kedua pria tampan dihadapannya tersebut terkekeh ...
__ADS_1
"Bagaimana kami Tidak mengenalnya, Bryan itu Teman kami. " Ucap Dave dengan bibir yg masih mencoba menahan kekehannya
"Dia adalah Duta kampus dari fakultas hukum IUA. Jadi jangan heran jika dia cukup populer dikampus ini terlebih dikalangan Mahasiswi" Timpa Albert
"Wait,,, jadi maksud kalian Bryan adalah mahasiswa disini???! Lalu bagaimana kalian bisa terlihat berteman dekat dengannya sedangkan kalian dari fakultas yg berbeda? " Terlihat kebingungan terlukis diwajah Alexandria,
"Wahhh, sepertinya aku sangat menyukai ekspresi mu saat seperti ini nona Alexandria, kau terlihat sangat menggemaskan " Ucapan Albert sambil melipat kedua tangannya diatas meja lalu menegakkan wajahnya dan tersenyum mendekati wajah alexandria yg terlihat sedang sangat menggemaskan itu karena raut kebingungan masih terlukis diwajahnya
"Bryan mahasiswa semester akhir strata 2, sama seperti Albert . Dan kenapa kami bisa berteman , itu berawal dari tugas kami sebagai Duta kampus yg sering dikirim kampus sbgai perwakilan saat ada undangan atau seminar atau kegiatan diluar kampus atau ke kampus lain. kebetulan juga kami berada di club Basket dan Dojo beladiri yang sama. " Jelas Dave panjang lebar yang membuat alexandria mulai mengerti dengan situasinya.
"Anda sendiri? Apakah sudah berhasil menjadi seorang dokter muda Tuan Dave?" Tanya Alexandria dengan tatapan yang seolah sedang menggoda pria dihadapannya itu
"Jika kamu ingin melihatku sebagai dokter muda Tampan, datanglah ke Changi General Hospital suatu waktu nona Alexandria, saya juga seorang dokter residen Bedah th ke 4 itulah kenapa saya juga masih menjadi bagian di IUA ini untuk menyelesaikan pendidikan spesialis " Jawab Dave dengan penuh percaya diri membalas godaan dari gadis cantik dihadapannya.
Dan semua yang didengar Alexandria membuatnya Mengerti bahwa 2 pria tampan yang ada didepannya ini juga seorang duta kampus, yg berarti mereka juga kemungkinan besar populer dikalangan Mahasiswi.
"Hei, apa yg sedang kau fikirkan nona cantik?" Tanya Albert yg Semakin mendekatkan wajahnya kewajah alexandria hingga membuat keduanya berada pada jarak sekian senti saja
Sambil menarik badan dan wajahnya kebelakng, alexandria menempelkan telapak tangannya kewajah Albert dan secara pelan mendorong wajah itu agar tidak membuat jarak sedekat itu dengannya.
"Saya hanya sedang berfikir, mungkin akan menyenangkan bisa melihat kalian di lapangan Basket. Tuan Albert " Jawab alexandria dengan sedikit memberi penekanan pada nama yang disebutnya diujung kalimat,dan tentu saja dengan membuat lengkung manis dibibirnya yang lagi-lagi membuat lawan jenis dihadapannya menelan salivanya
"Aaah, kebetulan malam minggu nanti Five cruiser akn berlatih Basket. Jika kau mau, kau bisa datang alexandria. " Ucap Dave
jujur 2 lelaki ini punya pesona yang luar biasa.
kurasa semua wanita akan mengantri untuk menjadi tambatan hati salah satu dari mereka
"Hehgmm... Five cruiser? Surga dunia? Apa yg sebenarnya sedang kalian bicarakan Tuan Albert & Tuan Dave? " Tanya alexandria dengan menghela nafas dan menarik satu tangan untuk menompang dagunya sambil menatap 2 pemuda Tampan yg duduk didepannya
"Hei, kenapa kalian berdua hanya tersenyum begitu ? Dan lagi, apa hari ini Bryan ada kelas? Fakultas hukum dilantai berapa? Hemh? "
Belum sempat Albert & Dave menjawab tiba* Seorang pria telah berdiri disamping meja mereka sambil sedikit membungkukkan badan dengan 2 tangannya memegang meja dan matanya menatap tepat ke arah Alexandria
"Jika anda ingin tau soal saya, kenapa tidak anda tanyakan langsung kepada saya Tuan putri? "
Entah kenapa, tiba-tiba lidah Alexandria menjadi kelu hingga tak ada suara yang bisa keluar dari mulutnya, begitu tatapannya bertemu dengan tatapan pria yang masih berdiri disebelah mejanya .
Semua kata yang ingin dia ucapkan serasa terpenjara di dalam tenggorokan.
"Tidakkah seharusnya anda ada di kelas sekarang ? "
__ADS_1
"Ahh,,iya. Kelas ku akan mulai dlm 5 menit. Sepertinya aku harus pergi sekarang " Jawab alexandria setelah melirik jam tangannya dan segera meraih Tas yg ia letakkan diatas meja.
Alexandria pun berdiri dan hendak beranjak namun Albert tiba-tiba ikut berdiri & Menyodorkan hand phone nya kearah alexandria Sambil tersenyum kearah gadis cantik itu
"Boleh aku meminta nomormu Nona alexandria? "
Belum sempat Alexandria menjawab & meraih ponsel itu, Tangan Bryan lebih dulu meraih ponsel Albert dan langsung memasukkannya ke dalam gelas yg masih berisi setengah green tea latte itu🍵
"Fiuuhh.... " Ucap Dave reflek begitu sebuah ponsel masuk kedalam gelas minumannya
Sedangkan Albert dengan tertegun langsung menghela nafas dan membuangnya secara kasar sambil mengusap Jidatnya dan kembali terduduk dengan gontai di kursinya
Alexandria sendiri terlihat bingung dan terkejut karena pemandangan yang baru saja terjadi didepan matanya
"Kenapa masih diam disini,Segeralah kembali ke kelas anda Tuan putri. Haruskah saya antar sampai ke kelas anda seperti tadi pagi ?"
"Tidak perlu ! ! aq hanya mau membayar bill ku dulu " Jawab alexandria dengan raut wajah yg kesal
"Saya yang akan mengurusnya Tuan putri "
"Berhenti memanggilku Tuan putri ! " Kata Alexandria sambil menatap tajam kearah Bryan. Lalu ia langsung melangkahkan kaki meninggalkan lelaki itu sambil menoleh kearah Albert & Dave ia menganggukkan kepalanya sambil membuat lengkung manis disudut bibirnya , dan tentu langsung dibalas dengan hal yang sama oleh kedua pria yang mendapat senyuman manis itu.
Begitu langkah kaki gadis itu semakin jauh meninggalkan meja itu, ke 3 pria disana masih menatap punggung gadis itu sampai hilang dibalik dinding pintu lift...
"Wahh, Dia benar-benar gadis yg manis" Ucap Dave masih dengan menoleh kan wajahnya kearah langkah perginya gadis itu
"Kau benar, tapi berhenti lah menoleh ke belakang, aku khawatir lehermu akan dipatahkan seseorang dihadapan kita ini. Lihatlah nasib ponselku yg Berendam didalam gelasmu " Ucap Albert sambil menepuk bahu Dave dengan pandangan matanya menatap kearah Bryan yg sekarang sudah duduk dihadapan nya..
"Egmm Baiklah, lalu Bagaimana dengan green tea latte'ku ini? Siapa yg akan bertanggung jawab? " Tanya Dave dengan menatap Albert dan Bryan secara bergantian
"Sialan, yang harusnya kau tanyakan adalah nasib ponselku Bukan green tea latte mu . Bagaimana kau bisa masuk fakultas kedokteran dengan otakmu yang terkadang tidak berfungsi seperti ini hah?! "
"Ku kira otak seorang politikus itu cerdas , Bagaimana kau bisa tidak mengerti bahwa aku sedang bermain peran sebagai orang bodoh senatural mungkin agar Leherku selamat hah?! "
Ketika seorang dokter dan calon politikus saling berdebat , Bryan hanya terlihat memperhatikan cake cokelat diatas piring kecil dimeja itu tanpa menghiraukan kedua temannya yg masih saling menyela dihadapannya
"Kenapa dia hanya memakannya sedikit, Padahal ini adalah kesukaannya" Gumam Bryan dalam hati sambil memikirkan gadis yang baru saja pergi dari hadapannya hingga sebuah senyuman kecil lolos dari bibirnya.
kalian pasti tau, senyuman dari bibir lelaki satu ini adalah hal yang tidak mudah kalian dapatkan...
.
__ADS_1
.
.