Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.05 *Magh atau Usus Buntu?


__ADS_3

"Heh Al, gimana org suruhanmu? Apa sudah ada kabar soal ayahnya Stella? " Tanya Bryan sambil menatap kearah Albert


"Haa? ,,iya,,,ehmm..mereka bilang ehmm " Jawab Albert gelagapan sambil menggaruk kepalanya padahal tidak sedang gatal.


"Kau belum mendapat kabar dari mereka kan? Hah? " Tanya Bryan dengan Emosi


"Auwhhh... Perutku sakit sekali. Sepertinya Magh ku kambuh " Albert mngernyitkan bibir dan matanya seolah menahan sakit yang sangat serius sambil memegangi perutnya sebelah kanan bawah .


"Heh, Kau sedang sakit magh atau usus Buntu? Letak sakit magh diperut bagian atas atau disekitar ulu hati. Bukan di perut bawah bagian Kanan seperti yg sedang kau pegang saat ini." Kata Dave dengan senyum mengejek sambil memperhatikan kelakuan teman Disebelahnya


"Benarkah? Seharusnya kau memberitahuku soal itu. " Sahut Albert sambil mngangkat tangannya dari perut lalu menepuk bahu Dave . Tapi disaat matanya menatap Bryan yang sedang menatapnya dengan tajam ia justru kembali memegang perutnya


"auwhh,,, sepertinya ini usus buntu. Aku harus segera kedokter sekarang" Baru hendak berdiri dari kursinya,Bryan langsung menyentaknya


"Tidak perlu pergi ke dokter. Disini sudah ada Dokter. Dave, ambil pisau bedahmu ! " Ucap Bryan dengan ekspresi seperti pembunuh berdarah dingin, membuat Albert kembali terduduk hati-hati dikursinya dan berusaha menarik oksigen dengan kuat lalu membuangnya perlahan, sedangkan Dave hanya Terkekeh dan menyilangkan tangan kedada Bidangnya sambil bersandar pada kursinya.


"Bagaimana? Jadi butuh scalpel ? Kita lakukan operasi tanpa anestesi. Wahh, pasti akan menjadi pengalaman operasiku sebagai dokter bedah yang paling berkesan " Ucap Dave sambil menyeringai


"Tutup mulutmu Dave! " Sahut Albert dengan menatap Tajam pada lelaki yg duduk disebelahnya itu, namun yg ditatap justru terkekeh.


Albert meraih ponselnya yang masih berada didalam gelas green tea latte itu, segera mengelap sisa-sisa benda cair yang menempel diponselnya dengan beberapa lembar Tissue yg ada diatas meja tersebut lalu mengetuk screen pada ponselnya hingga ponsel itu terlihat menampilkan menu utamanya


"Ahh,,kau pastinya berharap hand phone mu tidak bisa menyala kan .Rupanya Sungguh tidak menguntungkan mempunyai hand phone mahal dgn water resistant yg tinggi. "Goda Dave sambil menepuk Bahu Albert beberapa kali, dan langsung mengangkat tangannya begitu Albert menatapnya dengan tatapan sengit.


Terlihat tangan Albert menyentuh sebuah nama di contact ponselnya, dan tak berapa lama sudah ada sautan suara dari dalam ponsel itu


.


.


📱 ; " Hallo Bos, "

__ADS_1


📱; "Gimana Orang yang kalian cari? Apa kalian sudah tau dimana keberadaannya?"


📱; "iya Bos, saat ini kemungkinan besar dia berada di Beijing. Dari data yang kami cari lelaki itu merubah namanya hingga selama ini kita tidak bisa menemukan daftar penerbangan atas namanya."


Mendengar suara dari dalam ponsel tersebut, ke 3 pria yang saling mendekatkan wajah mereka ke ponsel diatas meja yang diloudspeaker dengan volume yang sudah diperkirakan tidak akan terdengar sampai kemeja lain Saling menatap tajam,


📱 ; "Apa yg harus kami lakukan selanjutnya Bos ? " Suara dari dalam ponsel kembali terdengar


📱; "Segera Kirimkan semua data baru yg dipakai pria itu sekarang. Aku akan mengurus agar dia dideportasi dari Tiongkok. Dan saat hari itu kalian yang akan menjemputnya. Bawa pria itu kehadapanku, jika sampai kalian tdk bisa membawanya kehadapanku, Kepala kalian yang akan menjadi gantinya "


📱; "Si.ii..iiapp Bos" Terdengar suara orang dari dalam ponsel itu sedikit Bergetar karena Takut akn nasib kepalanya jika sampai gagal.


Segera Albert mematikan hand phone nya. Dihadapannya ada Bryan yg terlihat sedang menahan Emosi dengan mengeraskan rahang dan mengepalkan kedua tangannya diatas meja.


Tak berapa lama Bryan langsung beranjak dari kursinya, dan melangkahkan kakinya dengan gusar.


"heh, Loe mau kemana? " Teriak Albert begitu Bryan tiba-tiba pergi begitu saja.


"Dave, loe urus ini semua " Ucap Albert Sambil menunjuk segala yg berserak diatas meja , tak menunggu jawaban Dave dia pun langsung melenggangkan kakinya pergi


"Haishh.... Sialaaaann " Gumam Dave dengan ekspresi kekesalan yang terlihat jelas diwajah nya. bagaimana tidak kesal dia tiba-tiba ditinggalkan sendirian tanpa diberi tau kemana mereka semua pergi, dan lagi dia juga yang harus membayar apa yg sudah ada diatas meja itu,


"wah benar* Hebat peran yang mereka mainkan untuk menyusahkanku," gumam dave lagi sambil menarik kebelakang rambut yang menggelitik didahinya


.


.


.


13:50

__ADS_1


Disebuah lantai dasar gedung IUA, terlihat seorang gadis yang beberapa kali menoleh kearah arloji kecil di tangannya,


dari sekian banyak manusia yang lalu lalang disana , gadis ini tetap mampu menyita pandangan.


Entah karena wajah cantiknya, atau kulit putih cerahnya, atau body goals nya atau Outfit yg terlihat sangat pas dibadannya atau sepatu heels nya atau tas branded yang ditentengnya atau karena senyum yg sangat manis itu??? Ya, Senyum yang selalu terlukis diwajahnya... Ahh, memang terlalu sempurna Tuhan menciptanya.


Bagimana gadis ini bisa memiliki semuanya....


"Dimana dia ? bukankah dia bilang akan menjemputku... Sudah 20 menit aku menunggunya disini. ..auuwh,,kakiku sudah pegal karena dari tadi berdiri. Ahh, lebih baik kutelfon saja dia " Terlihat tangannya mencari sebuah nama dalam ponselnya namun nampak dari kekesalan diraut wajahnya tidak dia temukan apa yang Sedang dicarinya


"Aiiiiiihhhhhh,,,aku bahkan tidak mempunyai nomornya. " Gerutu alexandria sambil menghela nafasnya


"Hai, ada yg bisa ku bantu nona . Sepertinya kau sedang kebingungan?" Ucap seorang pria yang tengah menghampiri gadis yang sedang berdiri disebelah Pilar besar IUA itu


"Ehmmm... Tidak. Aku hanya sedang menunggu seseorang "


" Sopirmu? "


" Temanku. "


" Oh, Mungkin temanmu sudah didepan sana. Aku perhatikan kau sudah cukup lama berdiri disini. Jika bersedia, aku bisa mengantarmu kedepan, kebetulan aku juga akan ke parkiran depan mengambil mobilku. "


" Begitu ya, hmm Baiklah Terimakasih "


Akhirnya Alexandria pun beranjak melangkahkan kakinya bersama pria itu, terlihat keduanya saling bercengkerama mengakrabkan diri , dan tentu saja banyak mata-mata yang memandang kearah keduanya namun yang sedang diperhatikan tidak ada yang menyadari. Malah Sesekali Alexandria melempar senyum kepada mereka yang menatap kearahnya.


Begitu hampir sampai ke ujung jalan keluar dari kampus itu, Alexandria melihat sebuah mobil land cruiser silver berhenti dipinggir jalan yg masih bagian dari IUA,


" Ahh, itu mobil Temanku. Aku akan kesana menghampirinya. Sekali lagi Terimakasih Nick sudah menemaniku berjalan kemari"


" Ya, sama-sama Alexandria "

__ADS_1


Tentu saja keduanya sudah saling berkenalan, hingga terdengar saling menyebut nama masing-masing dan saling melepas senyum diakhir kalimat yang mereka lontarkan. Dan akhirnya Nick pun menyadari bahwa gadis yang baru saja berjalan bersamanya bukanlah gadis sembarangan begitu melihat gadis itu menunjuk & menghampiri sebuah mobil land cruiser silver itu . entah siapa tepatnya yang ada didalam mobil itu, yang jelas Semua orang di kampus pun tau, siapa Saja pemilik mobil jenis tersebut di kampus itu.


__ADS_2