
" Kau pernah salah masuk mobilku saat hari pertamamu masuk kuliah waktu itu, dan hari ini kau hampir tertabrak oleh mobilku " Sahut pria itu
"Aghhh..ya benar. Anda pria yang waktu itu... Hh kenapa dunia jadi sangat sempit begini" Ucap Alexandria dengan mengingat kembali perbuatan memalukannya saat itu dan meratapi kesialannya hari ini.
"*Mungkin Bryan menyumpahiku, karena pergi tanpa memberitahunya begini. Lebih tepatnya aku memang melarikan diri darinya*" Batinnya
"Bahkan seluas , selebar, atau sebesar apapun dunia ini, jika sudah Takdirnya bertemu , maka pasti takdir juga menemukan jalannya untuk mempertemukan Nona Alexandria. Aku Gerald, sepertinya kau tidak mengingatnya" Ucap pria itu dengan mengulas senyum.
Ya,benar. Alexandria memang masih menginggat jelas bagaimana ia bisa nyelonong begitu saja memasuki mobil orang asing dan memaki seorang itu, perbuatan memalukan yang terekam dalam otaknya. tapi soal nama pria itu , ia memang tidak lagi ingat.
"yaa, Seperti Takdir tertabrak mobil maksud anda seperti ini kan tn.Gerald ?"
"Hehehe...Tidak sampai tertabrak. Tapi hampir saja. Baguslah, rem mobil saya bekerja dengan sangat baik. "
"Ya, anda benar. Jadi Saya masih beruntung kali ini, meski jantung saya rasanya hampir copot. Dan maaf, saya harus pergi sekarang tn.Gerald " Sambil menganggukan kepalanya, Alexandria hendak melangkah pergi...
"Tunggu...!
Kenapa dengan kaki anda Nona?? Apa depan mobil saya sempat mengenai anda?? " Tanya pria itu seraya menahan Alexandria sambil memperhatikan kaki Alexandria dengan wajah kembali panik
"Aghh..tidak. Bukan karena mobil anda tn.Gerald , sebelum hampir tertabrak oleh mobil anda saya tadi sudah bertabrakan dengan seseorang, dan itu tidak seberuntung kali ini, jadinya kaki saya begini. Yaa, tapi setidaknya saya masih bisa berjalan" Jawab Alexandria dengan melengkungkan garis bibirnya
"What???!! it's your bad days girl. " Ucap pria itu dengan wajah prihatin
"Yeah, I think so. Maybe someone was cursing me...hehe" Jawab Alexandria dengan polosnya sambil senyum terpaksa.
"Eghmm...Baiklah. Biar saya membantu anda . Tolong jangan menolaknya " ucap Gerald
"Heghm??" sontak Alexandria Dengan mengeryitkan keningnya
"Kita sudah pernah bertemu sebelumnya, dan waktu itupun saya meminta kita untuk berteman saat berkenalan. Jadi mari bicara dengan santai seperti seorang teman Nona Alexandria. Kamu bilang tadi akan pergi kan ? Kemana? Biar aku mengantarmu "
"Owhh...tidak perlu tn.Gerald, tidak papa Saya bisa pergi sendiri" tolak Alexandria dengan tersenyum ramah
Mendengar penolakan dari Alexandria, Gerald langsung mengeluarkan poket dari saku dalam blazer maroon yang sedang dikenakannya, ia mengambil sebuah kartu dari poketnya lalu mengarahkan kartu itu tepat didepan wajah Alexandria
"Aku Gerald Louis de piero. Putra tunggal dari Joseph piero, yang adalah teman sekaligus salah seorang rekan bisnis dari Tn.Johannes Zein, Your Daddy Nona Alexandria vanesailee Zein, "
Melihat sebuah id card , dan Mendengaran ucapan pria yang kini tepat berdiri dihadapannya itu, seketika membuat Alexandria membulatkan kedua matanya. Pria ini berarti putra dari pemilik pierro airlines, pelatihan dan juga maskapai penerbangan terbesar di Asia tenggara itu, dan lagi yang membuatnya sangat terkejut, Gerald mengenalinya . Mengenal Daddy nya....
"Masuklah, biar aku mengantarmu " Ucap Gerald saat membukakan pintu depan sisi kemudi mobilnya , dan Alexandria pun melangkah kearah mobil itu meski otaknya masih penuh dengan tanda tanya dan keterkejutan...
"Pelan-pelan" Lanjut pria itu seraya menuntun Alexandria.
Dan mobil itu melaju membawa keduannya...
"Egmm, tn.Gerald ..
__ADS_1
" Gerald. Panggil saja begitu." Potong pria itu
"Benarkah tidak apa memanggil nama saja Captain Gerald?? " tanya Alexandria dengan mengeryitkan kening dan senyum menggoda kepada pria yang duduk di jok kemudi itu
"Haha... terserah kau saja Nona Alexandria"
"hehe....Eghmm,,, apa tidak apa kamu mengantarku? Maksudku, tidakkah kamu sibuk atau punya urusan?"
"Tidak apa. Aku melakukannya dengan senang hati. Urusanku bisa kuurus nanti setelah mengantarmu" Jawabnya sambil tersenyum "eghm, ini Kita kemana ?"
"Merlion garden park"
"Hagh??? Maaf, tapi kalau boleh tau untuk apa Cuaca terik begini kau kesana?" Tanya Gerald sambil melihat sekilas kearah gadis yang duduk disamping kemudinya
"Aku ada syuting disana"
"Syuting?? Dengan keadaanmu seperti ini? Bukankah kakimu sakit?"
"Eghm tidak papa. ini hanya sakit sesaat saja, nanti juga sembuh. Aku bisa melakukannya " Jawab Alexandria dengan melempar senyum
"Terimakasih ya, sudah mengantarku " Lanjutnya lagi
"iya, sama-sama. hanya saya masih bingung kenapa kamu bisa pergi tanpa sopir dan Assistant pribadimu? dan Benarkah kau tidak papa? Tidak sebaiknya kita kerumah sakit dulu saja?" Tanya Gerald khawatir
"Saya tadi pergi kuliah diantar seorang teman. itulah kenapa saya tidak bersama sopir dan Assistant . dan kita Tidak perlu ke rumah sakit , karena Bahkan saya sudah terlambat sekarang. Eghmm, ,bisakah kamu membawa Mobil lebih cepat lagi Captain Gerald ??" Tanya perlahan Alexandria... Dan seketika Gerald langsung menambah Gas mobilnya...
Hanya dalam waktu 10 menit Lamborghini hijau itu Sampai dan berhenti tepat di tepi merlion garden park.
Dan Gerald hanya mengangguk dengan membalas senyum, lalu dengan cepat ia turun dari mobilnya, dan membukakan pintu untuk Alexandria.
"Kamu akan mempunyai kesempatan jika memang ingin membalasnya , karena kita pasti akan bertemu lagi "
Alexandria menanggapinya dengan tersenyum lalu mengangguk pergi dengan tergesa. Bahkan sepertinya ia mengabaikan sakit di kakinya.
Dan pria itu masih berdiri disana, menatap punggung gadis cantik yang semakin jauh dari tempatnya berdiri itu. Ada rasa khawatir dalam hati kecilnya mengingat sakit di kaki Alexandria. Lalu ia kembali masuk ke Lambhorgini nya, dalam beberapa detik mobil itu sudah hilang melesat jauh dari tempat itu.
IUA :
Disebuah lorong fakultas administrasi Bisnis, terlihat pria tengah berbaring pada sebuah bangku besi panjang yang terlekat pada sisi dinding bagunan itu...
Beberapa Mahasiswa yang lalu disana nampak memperhatikan pria itu sesaat kemudian berlalu begitu saja. Ada juga mahasiswi yang diam-diam memotret pria yang sedang terbaring sambil menopang lengan tangannya diatas matanya itu...
ya, Banyak mahasiswi yang tertarik perhatiannya karena keberadaan pria itu, namun tidak semua dari mereka berani untuk memperhatikan atau menatapnya lebih lama...
Siapa yang tidak mengenal pria itu, kurasa seluruh mahasiswi IUA pasti mengenalnya...Duta Kampus Tampan dari Fakultas Hukum, Meski sepaket dengan sifat dinginnya tapi tetap saja Banyak gadis-gadis cantik disana yang menggilainya. Pernah rumor tersebar ia menjalin hubungan dengan Stella, Mahasiswi tingkat 1 semester 4. Namun tiba-tiba rumor itu hilang begitu saja, dan Stella pun hilang dari IUA.
Tetapi ada lagi berita panas yang membuat patah hati para Mahasiswi yang menggilainya belakangan ini, yaitu khabar bahwa ada seorang Mahasiswi yang sudah berhasil menaklukannya . itu yang santer terdengar.
"Woe,,,bangun Loe. " Ucap seorang pria yang datang sambil memukul lengannya "Loe fikir ini hotel melati apa" Lanjutnya pria lagi
"Berisik Loe!" Sahutnya sambil membuka mata dan bangkit duduk.
__ADS_1
"Lagian loe ngapain tidur disini?! Mancing berita kampus?! "
"Mancing ikan !! " Jawabnya
"Ya jelas gue Nyari loe Berandal". Lanjutnya
" Haha,,,nyari gue dimimpi maksud loe ?!"
"Mimpi Otak Loe pindah kedengkul, Gue gak tidur!" Jawabnya kesal
"Oh ya?? Jadi Loe tau dong kalau tadi banyak mahasiswi yang berkerumun kaya lagi ada lelang perjaka disini? "
Dan pria itu hanya mendelik dengan sorot mata tajamnya
"Gitu masih bilang loe gak Tidur???!" Cetusnya lagi
"Shit...Gue beneran gak Tidur!" Umpatnya
"Berarti loe juga tau Dong kalau ada mahasiswi yang mengambil foto Loe saat lagi pose Tidur tadi?!"
"Hagh ?! Maksud Loe??" Tanyanya dengan serius
"Heghh...Oke oke. Anggap loe tau " Jawab Sang berandal sambil menepuk bahu temannya itu dengan menghela nafas panjang, lalu bangkit dan berjalan begitu saja
"Woe kev, Maksud loe apaan ? Gue emang beneran gak Tidur tadi " Ucapnya sambil mengejar langkah temannya yang biasa dipanggil berandal itu
"Ya udah, ok loe gak Tidur. " Jawab pria itu dengan santainya sambil menyunggingkan sebuah senyum meledek, .
Dan meski kesal, Bryan memilih diam tak lagi mendebatnya. Kenyataannya dia memang tidak tidur, dia juga mendengar saat beberapa mahasiswa/i berlalu disekitarnya, hanya saja dia tidak peduli dengan itu, dan hanya diabaikannya.
Tapi jika ada yang benar-benar mengambil fotonya seperti yang dikatakan kevin Barusan , kenapa dia tidak tau dan tidak menyadarinya? Aaaa, , , Wajar ia tidak tau karena ia memejamkan matanya tadi.
Dan ya sudahlah, Biarkan, Mahasiswi yang menyimpan foto dirinya di ponsel mereka . Anggaplah itu bisa menjadikannya bahan hayalan mimpi Ataupun teman tidur mereka. Karena jika kenyataannya, mana ada yang bisa mendekatinya .
"Jadi gimana soal Direk Rakcaphart ?! Sudah dapat informasinya?" Tanya Bryan perlahan dengan tetap pada langkah kaki keduannya
"Eghm" Sahut Kevin memberi anggukan, .
Dan keduanya masuk ke sebuah lift.
"Dia tidak pernah berurusan dengan Bokap gue, tapi pernah berseteru dengan Om gue " Lanjut kevin ketika keduanya berada didalam ruang besi itu
"Om Loe? Tuan shirat thaw Randa ?! "
"Benar. Dan fakta yang kita lewatkan adalah bahwa orang yang menyokong pelarian Bokapnya stella ke tiongkok waktu itu adalah Direk Rakcaphart. Jadi sekarang loe bisa mengerti Alasan tn.wino pramudhana memilih untuk dikirim ke Thailand waktu itu"
"Jadi ternyata kita membantunya untuk pulang kepada Tuannya"
"Tepat. sekarang kita mengerti bahwa ternyata kita telah melakukan hal paling bodoh di dunia ini" Jawab kevin sambil melangkah keluar ketika pintu besi itu terbuka.
Langkah kaki keduanya membawa mereka ke sebuah kantin. Ya kantin fakultas Ekonomi, entah kenapa kantin fakultas Ekonomi selalu menjadi kantin favorite mereka untuk berkumpul, entah untuk makan, atau sekedar minum, atau sekedar untuk ngobrol basa-basi.
__ADS_1
Seperti biasa, diujung pojok sebelah dinding kaca itu selalu menjadi bangku tongkrongan mereka di kantin ini. Entahlah, apa mereka memang sudah membooking tempat itu, hingga tempat itu tidak pernah ditempati orang lain selain oleh five cruisers ini, . Apa yang biasa mereka gunakan seolah sudah langsung terlable dengan sendirinya, hingga tanpa diberitahu atau diperintah, tak akan ada yang berani mengusiknya. Dari kejauhan Terlihat Dave dan Gerald sudah duduk disana...